Selamat Hari Film Nasional

Featured image

30 Maret datang lagi, hari film Nasional. Sejujurnya saya jarang nonton film buatan anak negeri. Setiap ke bioskop saat ada opsi film luar selalu pilih Hollywood. Kenapa? Ya karena sering kecewa. Selama satu dekade ini tak lebih dari 20 film lokal kutonton di bioskop. Berbanding ratusan film luar, angka 20 tak ada apa-apanya. Masih segar diingatan kekecewaan ‘Generasi Biroe’, penonton yang awalnya ada separo belum muncul kredit title sudah tinggal segelintir. Kabuuuuur. Pun saat nonton horror lokal, jangan berharap banyak karena akan kecewa. Namun diantara film yang buruk tersebut tetap ada yang membuat kita tersenyum. Saya masih ingat betapa ‘Alexandria’ begitu menyentuh. ‘Ungu Violet’ yang membuatku berkaca-kaca. ‘The Raid’ dan sekuelnya yang bad-ass, ‘Kuntilanak’ yang shocking ending sampai ‘Pintu Terlarang’ yang wow. Jadi ke depan kita optimis bisa bangkit. 30 Maret diperingati sebagai hari film nasional  karena di tanggal inilah film ‘Darah dan Doa’ karya Usmar Ismail memulai syuting. Film yang dianggap sebagai pioneer film nasional.

Saya sih siap menonton film lokal (selektif) seperti yang saya lakukan saat masih tinggal di Cikarang. Namun sayang sekali setelah hijrah ke Karawang saya ga bisa nonton bioskop lagi, lumbung pagi yang jauh dari hingar bingar update film. Kabarnya di seberang KCP – Galuh nantinya akan ada bioskop, dari site plan sih akhir tahun 2015. Memang ada gedung yang sedang dibangun di sana, namun tetap harap-harap cemas juga akan realisasinya.

Hari ini ada ‘promo buy 1 get 1’ tiket bioskop film nasional. Film-film lama kembali diputar dari ‘3 Nafas Likas’, ‘Hijab’, ‘Manusia Setengah Salmon’, ‘7/24’, ‘Modus Anomali’, ‘Tabula Rasa’, ‘Selamat Pasgi Malam’, sampai ‘Kapan Kawin?’. Kecuali ‘Pintu Terlarang’,  yang lain belum kutonton. Momen bagus sebenarnya untuk menikmati film lokal di bioskop. Mudah-mudahan tahun depan ada lagi yang seperti ini dan bisa menyaksikannya di kota Karawang tercinta. Selamat hari Film Nasional.

Karawang, 300315

Advertisements

6 thoughts on “Selamat Hari Film Nasional

  1. Film yang tidak menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Hiksss. Saya suka film Indonesia. Kecuali yang horor gak jelas yak. Hahaha. Itu skip deh. Dulu sih sengaja nonton juga mas. Tp akhirnya. Nyesel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s