Kalimat Bijak

image

Bila engkau baik hati bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih. Tapi bagaimana pun berbaik hatilah. Bila engkau jujur, mungkin saja orang lain menipumu. Tapi bagaimana pun berbuat jujurlah. Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja sudah dilupakan orang. Tapi bagaimana pun berbuat baiklah. Bagaimana pun berikan yang terbaik dari dirimu. Pada akhirnya, engkau akan tahu. Bahwa ini adalah urusan antara  engkau dengan Tuhanmu. Ini bukan urusan antara engkau dengan mereka.
Karawang, 190315
Audit day – diambil dari grup BBM BM

Iklan

Doraemon stand By Me: Just Collecting The Bits From Serial and Bundle It

Serial Doraemon adalah legenda. Sejak saya masih SD kelas 4 sampai kini sudah punya anak, serial ini masih ada di RCTI. Bahkan sekarang Nobita-pun masih sama, kelas 4 SD. Sebuah langkah bagus ketika dengar Doraemon dibuat film bioskop. Berbondong-bondong penggemar di Indonesia menantinya dengan sangat antusias. PP BBM teman-teman saya, banyak memakainya. Lini masa social media ramai membicarakannya. Adik ipar saya adalah fan beratnya, segala aksesoris mengenai di biru dibelinya. Kamarnya penuh dengan poster dan stiker si kucing. Tak terkecuali saya. Walau saya lebih condong menyukai si kuning, tapi tetap Doraemon adalah legenda besar.

Film dibuka dengan Nobita yang bangun kesiangan, terlambat sekolah, nilai ujian jeblok, di-bully Giant. Sepertinya segala nasib buruk berafiliasi menghampirinya. Melalui monitor, dua robot masa depan memperhatikannya. Melalui laci, keluarlah mereka. Mereka membawa misi untuk membuat bahagia Nobita. Doraemon ditinggal, misi harus berhasil agar dia bisa kembali ke masa depan. Saat dia melihat  masa depan Nobita akan menikah dengan siapa. Ternyata tak sesuai harapan, karena dia menaksir teman sekelasnya Sizuka. Sementara Sizuka menyukai Dekisugi, siswa terpintar. Tak terima dengan nasib itu, dia meminta Doraemon membantu mengubah masa depan. Berhasilkah?

Ini adalah pertanyaan retorika. Kita semua tahu, segalanya jadi BISA dengan kantong ajaib. Baling-baling bambu, pintu ke mana saja, ramuan bohong, ramuan cinta, segalanya dikerahkan untuk membuat Nobita bahagia. Peralatan canggih yang sudah akrab, karena menemani kita dua dekade lebih. Sebuah nostalgia yang pantas. Sayangnya Stand by Me sepertinya salah eksekusi. Cerita kurang kuat, konflik terlalu sederhana. Bagi Doraemon, melawan takdir bukanlah sebuah hal sulit apalagi sekedar memodifikasi jodoh. Tak ada yang mustahil.

Film ini juga kurang greget, karena dirunut dari awal pertemuan Doraemon di keluarga Nobi. Taka da yang baru, semua ada dalam serial, mencomotnya lalu dijarut dalam  satu setengah jam. Dengan beragam alat yang ada di kantong, wajar dong kita berharap lebih. Sayangnya saat kredit title muncul, hanya suara “lho kok gitu doing…” yang mewakili keseluruhan. Bloopers di ending tak bisa menyelamatkan, karena sebuah kartun hal tersebut jelas modifikasi, ga natural. Mending mempertontonkan di balik layar atau menyimpan scene after credit atau sesuatu yang bisa membuat fan berharap sequel, bukan malah blooper ala Jackie Chan.

Secara keseluruhan tetap layak lahap, namun karena ekspektasi kita yang terlampau tinggi Stand By Me gagal memuaskan saya. Mari kita lihat apa yang akan dilakukan orang Jepang terhadap franchise besar ini.

Stand By ME | Director: Tony Oliver, Ryuichi Yagi | Screenplay: Takashi Yamazaki | Cast (voice by):, Wasabi Mizuta, Megumi Oohara, Yumi Kakazu, Kaiji Tang | Skor: 3/5

Karawang, 180315

Tips Bahagia ala ‘Yes We Can’

1. Syukur

Syukuri yang ada saat ini. Anda single? Syukuri itu, masih bisa jalan ke mana saja tanpa ada yang melarang. Anda sudah menikah, syukuri punya teman hidup. Anda sudah menikah dan punya anak, namun anaknya bandel? Syukuri, berarti anak Anda aktif. Selalu bersyukur atas karuniaNya.

2. Senyum

Senyum adalah kosmetik terbaik yang pernah dicipta. Murah senyum, banyak teman. Kalau kalian susah tersenyum, sering-seringlah membayangkan adegan lucu dalam film, komedi yang pernah ditonton atau lawakan yang pernah didengar. Otak kita tak bisa membedakan mana nyata mana khayal. Setelah berhasil, mulailah tersenyum pada orang-orang sekitar.

3. Ramah

Semesta adalah cermin dari tindakan kita. Kalau kita ramah pasti dunia akan ramah. Coba tiap ketemu teman, sapa dengan ramah. Maka otomatis pasti akan membalasnya. “selamat pagi pak…”, pastinya beliau akan membalas dengan ramah pula. Begitu juga sebaliknya.

4. Nikmati

Yang ada saat ini nikmatilah. Berangkat kerja jalan kaki, nikmatilah idep-idep sambil olah raga. Berangkat kerja naik motor, nikmatilah bisa lebih cepat sampai kantor. Berangkat kerja naik angkot, nikmatilah bisa sapa senyum dengan orang lain. Berangkat kerja naik mobil, nikmatilah bisa terhindar dari terik dan hujan. Selalu meniikmati momen yang ada saat ini.

5. Menyikapi Perbedaan

Setiap orang dicipta dengan bentuk dan sifat yang berbeda. Ga ada yang sama persis, bahkan untuk orang kembar sekalipun. Pernah lihat orang kembar yang benar-benar identik? Apakah mereka ga ada perbedaan? Tentunya ada. Minimal sidik jari, jadi kesimpulannya tak ada manusia yang sama. Maka dari itu kita harus menyikapi perbedaan dengan bijak. Jangan pernah menyombongkan diri.

6. Jangan Khawatir

Masa depan adalah misteri, kita tak tahu apa yang akan terjadi. Lakukan yang terbaik saat ini, yang ada di depan kita tanpa mengkhawatirkan esok. Pikiran khawatir hanya akan memberi rasa cemas dan negative, ingat pikiran negative bisa menggerogoti kesehatan. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Jadi lupakan masa lalu, jangan khawatirkan masa depan, lakukan apa yang bisa membuatmu berguna saat ini.

7. Rileks

Pekerjaan memang melelahkan, memusingkan, bikin kepala pening. Saat pulang, letakkan semua itu. Buat pikiran rileks, kalau perlu no HP untuk urusan kerja off. Bbm/WA/Line urusan bisnis deactive. Sampai di rumah, temui keluarga Anda dengan ceria. Tontonlah film, bacalah buku, bercanda dengan anak. Dan seterusnya. Hidup ini singkat, pekerjaan penting tapi keluarga jauh lebih penting. Dengan pikiran rileks besok paginya saat kembali aktivitas badan dan pikiran akn jauh lebih fresh dan sehat. Good Luck!

Karawang, 180315 – Dibawakan oleh FM di briefing pagi inspirasi dan motivasi NICI pada tanggal 18 Maret 2015 – NICI? Yes We Can!