The Drop: Classic Suspence

Perlu diketahui, penulis naskah film ini adalah orang yang sama telah memukau kita lewat The Mystic River dan Shutter Island. Premis penyampaian cerita ga jauh beda, jadi kalau kalian suka dua film tersebut kalian juga akan suka film ini.

Bob: He gonna hurt our dog

Film dibuka dengan deskripsi ‘drop’ yang ada di judul. Seorang bartender kesepian, Bob Saginowski (Tom Hardy) bersama sepupunya Marv (James Gandolfini) yang bekerja di bar milik Chovka (Michael Aronov) mengalami perampokan. Dua rampok menggondol uang dari meja kasir. Seorang petugas bar Rardy (Michael Esper) terluka di kepala. Dua perampok yang mengenakan topeng, teridentifikasi salah satunya mengenakan jam tangan rusak. Detektif Torres (John Ortiz) berusaha menyelediki kasus ini.

Dalam perjalanan pulang kerja, Bob menemukan seekor anjing yang meringkik terluka di tong sampah di komplek perumahan. Mencoba menyelamatkannya, sang pemilik rumah Nadia (Naomi Rapace) menghampirinya. “ngapain ngulik-ulik tong sampah gue?” anjing jenis pitbull tersebut akhirnya akan dirawat Bob. Anjing yang akan jadi sebab utama konflik film. Pitbull yang dikasih nama Rocco tersebut beberapa hari kemudian sudah sembuh dan jadi anjing yang imut. Pada suatu hari ada pria asing yang menyapanya saat jalan-jalan di taman, “anjing yang cantik”. Eric Deeds (Matthias Schoenarts) ternyata adalah pemilik Rocco, dia lalu meminta kembali atau Bob harus membayar mahal.

Sementara sang pemilik bar yang marah, meminta uangnya dilacak dan ditemukan. Saat pagi yang bersalju, di samping bar ditemukan potongan tangan (dengan jam tangan mati) dalam kresek. Kresek yang berisi duit hasil rampokan. Dalam penuturan akhirnya kita tahu bahwa perampokan tersebut sebenarnya sudah dirancang oleh mereka sendiri lalu hasil rampokan akan dibagi. Marv yang merasa resah dan bersalah akhirnya mengambil tindakan, tindakan yang sangat beresiko.

Tom Hardy menampilkan pesona yang luar biasa. Dari tatapan diamnya saja sudah menyiratkan banyak makna. Bisa jadi karakter Bob adalah satu penampilan terbaiknya. Rada aneh juga membayangkan seorang Bane di Batman yang bad-ass dan tangguh namun di sini freak dan takut sama penjahat kelas teri. Begitu juga saat melihat Naomi, sang gadis bertato naga tersebut rapuh sampai menitikan air mata. Dan ini mungkin adalah penampilan terbaik James Galdolfini. “I had something once. I was respected. I was FEARED”. Menghentak ngeri, You’re got it sir, dialog yang bagus. Dituturkan dengan meyakinkan.

Secara keseluruhan film ini bagus. Walau tensi menurun dari dua script yang saya sebut di awal, tapi tetap layak tonton. First thing first: story. Dan The Drop memenuhi ekspektasi itu.

The Drop | Director: | Screenplay: | Cast: Tom Hardy, Naomi | Skor: 4/5

Karawang, 130315

Iklan

5 thoughts on “The Drop: Classic Suspence

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s