(review) Nighclawler: A Darkly Video Treat

“Aku tidak bisa membahayakan kesuksesan Perusahaan aku untuk mempertahankan seorang karyawan yang tak bisa dipercaya”

Wow, just wow. Film yang bagus, cerita yang disuguhkan sangat berkelas. Film dibuka di sebuah kota Los Angeles, Louis Bloom (Jake Gyllenhaal) di malam hari sedang mencoba mencuri pagar besi, kepergok petugas. Berpura-pura tersesat, Lou yang melihat petugas mengenakan jam tangan keren malah merampoknya. Pagar tersebut dijualnya kepada penadah, kepada penadah dia bilang butuh kerjaan. Dia pekerja keras, loyalitas, dan semangat tinggi. Dia meminta tolong untuk dimasukkan kerja, bahkan sebagai magang sekalipun. Namun dengan entengnya dia ditolak, “kami tak mempekerjakan seorang pencuri”.

Dari adegan pembuka kita sudah diberitahu bahwa Lou bukan orang baik-baik. Catat itu dengan benar, karena akan jadi pegangan kita sampai akhir film. Lalu saat dia mengendarai mobil menelusuri kota dia melihat ada kecelakaan lalu lintas, dia melihat dari dekat. Ada beberapa petugas sedang mencoba menolong korban, lalu ada pencari berita sedang mengambil gambar. Diperhatikannya dengan seksama, setelah dengar tawar menawar dengan sebuah stasiun televisi bahwa dia punya gambar berita kecelakaan kerja via telepon, harga video sang kameramen sungguh pantas. Tiga ratus dollar untuk sebuah rekaman sesaat. Dia pun mendekati kameramen, untuk meminta kerjaan namun ditolak mentah-mentah. Lou pun menyusun strategi untuk menjadi kameramen.

Dicurinya sebuah sepeda di pantai, lalu dijual dan duitnya buat beli kamera kecil, lalu dia search di internet untuk mempelajari kode panggilan darurat polisi, radio pemancar sampai menggunakan GPS mobil. Akhirnya momen yang ditunggu datang juga, dia berhasil mendapatkan gambar video bagus untuk dijual ke Tv-news, bertemu Nina Romina (Rene Russo) sang pimpinan berita pagi dia menjual seribu dollar, namun laku 250 dollar. Padahal dia tahu pasarannya bukan seribu dollar. Dari situ kita tahu, Lou adalah seorang business-man. Catat itu baik-baik, karena akan jadi pegangan kita sampai akhir film. Lou menabrak aturan jurnalistik, dan moral. Video yang dihasilkannya vulgar dan ekplisit.

Lalu dia pun buka lowongan untuk pekerja magang sebagai partnernya. Didapatnya seorang pemuda dengan latar belakang ga jelas, kerja serabutan, tempat tinggal ga nentu sampai pendidikan yang kurang. Debat di restoran saat interview ditampilkan dengan bagus, “sell your self!”. Tawar-menawar gaji, sampai akting gugup Rick (Riz Ahmed) yang menyakinkan. Dimulailah petualangan mencari video yang layak jual ke tv. Mulai dari kecelakaan lalu lintas, perampokan, kekerasan jalanan sampai pembunuhan semuanya terjadi di malam hari. Salah satu momen Lou mendapati kecelakaan lalu lintas, sang korban tergeletak diambilnya gambar tersebut. Namun karena angel-nya ga bagus, sang korban diseret di tengah untuk mendapatkan pencayahaan yang pas. Dari situ kita tahu, Lou orang yang licik, catat itu dengan baik-baik, karena akan jadi pegangan kita sampai akhir film.

Dalam sbuah scene dia menjelaskan untuk menjadi sukses, orang harus mengetahui potensi diri sendiri. Lalu mengetahui kelebihan dan kekurangannya, kelebihan itulah yang digali terus dan dikembangkan akan menjadi apa kamu kelak. Menjadi kameramen adalah pilihan karirnya dan dia yakin akan sukses di situ. Dari sini kita tahu Lou adalah orang yang cerdas. catat itu dengan baik-baik, karena akan jadi pegangan kita sampai akhir film.

Sampai akhirnya dia mendapatkan sebuah berita besar. Sebuah perampokan disertai pembunuhan terjadi, dia berhasil mendapat gambar sebelum polisi datang. Bahkan bisa merekam sepintas dua penjahatnya sebelum kabur, lalu direkamnya TKP pembunuhan di rumah besar tersebut beserta tiga korban penuh darah. Sampai detail ke dalam rumah. Ini akan jadi sebuah video dengan harga mahal, karena eksklusif. Benar saja Nina berani bayar 15.000 Dollar plus gratis gambar kecelaakn lalu lintas seorang kru kameremen. Bahkan Lou meminta dalam berita, nama production house (dadakan) dicantumkan dengan presiden-nya Lou. Sebuah lompatan karir. Rick dijadikan assisten / wakil presiden dengan kenaikan gaji dari 30 dollar semalam menjadi 75 dollar.

Puncak cerita, Lou mengetahui plat mobil pembunuh. Dari internet, dia berhasil menemukan alamat rumah lalu membuntutinya sampai di sebuah resto. Lalu dia menghubungi 911 bahwa dia melihat duo pembunuh. Lalu disiapkannya kamera untuk merekam penangkapan. Tahu bahwa ini akan jadi sebuah video ekslusif Rick meminta bonus. Sempat terdiam sesaat, Lou menyetujuinya. Sebuah pengambilan video berbahaya, berhasilkah?

Well, saya terpukau. Sebuah cerita yang sangaaaat bagus. Pantas sekali masuk best original screenplay. Seandainya menang, ya emang pantas walau jagoankua karya Wes Anderson. Akting Jake sangat keren, heran ga masuk nominasi best actor. Lebih bagus dia ketimbang Cooper. jadi benarkah cahaya akan lebih terang terlihat di malam hari?

Nightclawler | Director: Dan Gilroy |Screenplay: Dan Gilroy | Cast: Jake Gylenhaal, Michael Papajohn, Marco Rodriguez | Skor: 4.5/5

Karawang, 210215

Advertisements

11 thoughts on “(review) Nighclawler: A Darkly Video Treat

  1. Pingback: Oscar Prediction 2015: Look Up, Who’s Fly! | Lazione Budy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s