Oscar Prediction 2015: Look Up, Who’s Fly!

Akhirnya tiba juga acara yang dinanti itu. Tepat sehari sebelum diumumkan saya mencoba memprediksi. 15 kategori akan saya coba tebak hitung kancing. Daftar legkap kandidat ada di sini. Mari kita mulai:

1. Best Animated Feature

Baru dua film yang saya tonton, Boxtrolls dan Big Hero 6. Namun sudah yakin Big Hero 6 akan menang, jadi 3 film sisanya ga kulanjutkan cari. Semua syarat ada di film ini. Pengen rasanya dipeluk Baymax untuk untuk mengucapkan selamat.

2. Original Score

Ada tiga yang membuatku benar-benar terpesona, Mr. Turner, The Grand Budapest Hotel dan The Theory of Everything. Saya pilih yang terakhir. Sekali tonton kelembutan musiknya masih membekas sampai keesokan harinya saya tulis reviewnya.

3. Original Song

Hanya dari Selma yang sudah kutonton dan itu sudah cukup untuk meyakinkanku menebak “Glory” bakalan menang. Apalagi film sekelas Selma hanya mendapat 2 nominasi itu sungguh mengherankan. Dengan peluang best picture yang tipis, sayang sekali kalau film perjuangan King ini pulang dengan tangan hampa.

4. Best Cinematography

Unbroken memang ungul di kategori ini. Saya terpesona dengan film Wes Anderson, sejauh ini hanya film dia yang kuberi skor 5/5 untuk Oscar tahun 2015. Namun selalu, yang terbaik belum tentu menang. Apalagi Birdman sungguh luar biasa cinematografi-nya. Jadi maaf Yeoman, saya dengan yakin menebak Emmanuel Lubenzki.

5. Best Film Editing

Jelas sekali kategori ini dimenangkan Birdman. Editing film seolah-olah melakukan long take dari awal sampai menjelang akhir adalah sebuah masterpiece.

6. Best Visual Effect

Interstellar. Keunggulan utama film Nolan ini ada di sini. Oke adegan perang Dawn of the Planet of the Apes itu luar biasa. Tapi siapa yang tak terkesima scene visualisasi ‘black hole’ yang bukan sekedar teori segalanya?

7. Best Supporting Actress

Kategori ini tak ada yang benar-benar membuatku terpesona. Semuanya biasa tak ada yang wah. Sungguh mengecewakan aktris senior Meryl yang tampil biasa di Into the woods masuk nominasi lagi. Laura Dern di Wild juga sekedar lewat. Karena hanya Boyhood yang belum kutonton, jadi mending saya jagoin Patricia Arquetta, siapa tahu dia bermain bagus. Sebuah tebakan liar dari daftar yang biasa.

8. Best Supporting Actor

Ini kebalikan dari yang supporting actress, semuanya bagus. Yang unik dari daftar ini adalah ada dua pemeran Hulk. Awalnya saya berharap Mark akan menang namun di hari-hari terakhir saya justru dikejutkan penampilan Robert Duvall yang luar biasa di the Judge. Penampilan hakim yang rapuh saat diadili, jadi saya tebak aktor senior ini yang akan terseyum nanti.

9. Costume Design

Lobby Boy! Zero itu karakter unik dan memorable, topi miringnya membuatku tersenyum sepanjang film. Saingan berat paling dari Into the Woods yang menampilkan banyak dongeng sehingga memanjakan mata dengan banyaknya opsi tampilan, maksudku red riding hood? Haha, awas nanti dimakan Sapin! Yah, whatever. Saya pilih Milena Canonero dalam the Grand Budapest Hotel yang menang.

10. Adapted Screenplay

Lupakan si Sniper yang so so. The Imitation Game memikatku, terutama saat klimak pengungkapan jati diri Turing. Sayang The Theory of Everything ditulis dengan jauh lebih indah, paling suka saat Stephen menemukan ide black hole via baju yang dipakainya. Jadi pilihanku jatuh ke anthony McCarten.

Memasuki 5 kategori utama. Jreng jreng jreng, dum dum dum… (ceritanya suara drum dan simbal biar dramatis).

>.<

11. Original Screenplay

Bagus semua. Tahun ini naskah asli yang tercantum di daftar bagus semua (thank god, si sniper ga masuk di sini). Terakhir, Sabtu kemarin nonton Nightclawler. Itu film klimak to the maxx. Masuk salah satu yang terbaik 2014. Foxcatcher yang suram, itu ide bagus. Namun kini yang benar-benar terbaik yang wajib menang. Wes Anderson, please….

12. Best Actress

Awalnya terkesan Pike bakal menang karena sebagai film pertama Oscar yang saya tonton, namun mendekati hari H justru drama keluarga Alice mengalihkan dukunganku. Kini saatnya Julianne Moore angkat piala. Finally, finally, finally…

13. Best Actor

Kecuali Cooper, ke-4 nya bagus. Slot Cooper emang harusnya diisi si Jake. Saya apresiasi Steve yang keluar dari pakem komedi, hebat euy tiap dia bicara semua perhatian langsung fokus ke dia. Namun di kategori ini, hanya dua yang paling berpeluang menang. Keaton dan Eddie. Saya pilih Eddie, senyum nyebelin di atas kursi roda dengan mimik meyakinkanlah sebabnya.

14. Best Director

Ini kisahku mencari Boyhood ke lapak-lapak: 1. Pak ada film Boyhood? | Banyak mas pilih aja di rak itu | Ini film India pak | Katanya nyari film Boliwood? 2. Di lapak lain, mas ada film ini? [sambil nunjuki HP bertuliskan Boyhood] | Film apa ini? | Oscar | Oh pernah lihat, saya bantu cari [5 menit kemudian] Ini mas ketemu | Oh makasih [hati berbunga-bunga, tersenyum girang. Pas saya terima ternyata film Robinhood] 3. Muter lagi ke lapak lain, karena pada ga ngerti juga saya langsung cari ke rak drama terbaru. [5 menit kemudian ga ketemu] akhirnya saya tanya: Mas ada film Boyhood? | Penjualnya diam, memperhatikan saya dari atas ke bawah lalu berujar: Film XXX banyak di sini, silakan pilih di rak pojokan. God damn it! H-1 gagal nonton. Hiks.

Saya belum nonton tapi kenapa saya bisa yakin nebak Boyhood? Jawabnya ada di 12 tahun proses pembuatannya. Harus di-apresiasi dengan piala.

15. Best Picture

Selain Boyhood, Whiplash sampai H-1 belum ketonton. 5 Film Ok, 1 film NG. Buang yang NG, kita fokus ke 5 kandidat. Yang terbaik selalu paling kecil untuk menang, maaf The Grand Budapest Hotel saya coret. The Imitation Game, sip film ini memang bagus tapi tidak sampai membuat klimak di akhir. Selma, King’s Speech-nya luar biasa sayang momen perlawanan kulit hitam momennya sudah lewat tahun lalu di 12 Years a Slave. The Theory of Everything adalah jagoanku di hari Rabu lalu. Namun itu langsung digeser manusia burung sehari setelahnya. Yup, tahun ini saya menjagokan Birdman yang akan menang. Film yang intens dari awal sampai akhir. Ditampilkan dengan pesona luar biasa semua aktor yang terlibat. Ending-nya membuat kita pecah dua pendapat, dan juri Oscar sangat suka ending bercabang semacam ini. Jadi apa yang dilakukan Riggan saat melompat dari jendela? Untuk mengangkat piala Oscar tentunya.

Karawang, 220215 — SAP finally GO LIVE!

Iklan

(review) Nighclawler: A Darkly Video Treat

“Aku tidak bisa membahayakan kesuksesan Perusahaan aku untuk mempertahankan seorang karyawan yang tak bisa dipercaya”

Wow, just wow. Film yang bagus, cerita yang disuguhkan sangat berkelas. Film dibuka di sebuah kota Los Angeles, Louis Bloom (Jake Gyllenhaal) di malam hari sedang mencoba mencuri pagar besi, kepergok petugas. Berpura-pura tersesat, Lou yang melihat petugas mengenakan jam tangan keren malah merampoknya. Pagar tersebut dijualnya kepada penadah, kepada penadah dia bilang butuh kerjaan. Dia pekerja keras, loyalitas, dan semangat tinggi. Dia meminta tolong untuk dimasukkan kerja, bahkan sebagai magang sekalipun. Namun dengan entengnya dia ditolak, “kami tak mempekerjakan seorang pencuri”.

Dari adegan pembuka kita sudah diberitahu bahwa Lou bukan orang baik-baik. Catat itu dengan benar, karena akan jadi pegangan kita sampai akhir film. Lalu saat dia mengendarai mobil menelusuri kota dia melihat ada kecelakaan lalu lintas, dia melihat dari dekat. Ada beberapa petugas sedang mencoba menolong korban, lalu ada pencari berita sedang mengambil gambar. Diperhatikannya dengan seksama, setelah dengar tawar menawar dengan sebuah stasiun televisi bahwa dia punya gambar berita kecelakaan kerja via telepon, harga video sang kameramen sungguh pantas. Tiga ratus dollar untuk sebuah rekaman sesaat. Dia pun mendekati kameramen, untuk meminta kerjaan namun ditolak mentah-mentah. Lou pun menyusun strategi untuk menjadi kameramen.

Dicurinya sebuah sepeda di pantai, lalu dijual dan duitnya buat beli kamera kecil, lalu dia search di internet untuk mempelajari kode panggilan darurat polisi, radio pemancar sampai menggunakan GPS mobil. Akhirnya momen yang ditunggu datang juga, dia berhasil mendapatkan gambar video bagus untuk dijual ke Tv-news, bertemu Nina Romina (Rene Russo) sang pimpinan berita pagi dia menjual seribu dollar, namun laku 250 dollar. Padahal dia tahu pasarannya bukan seribu dollar. Dari situ kita tahu, Lou adalah seorang business-man. Catat itu baik-baik, karena akan jadi pegangan kita sampai akhir film. Lou menabrak aturan jurnalistik, dan moral. Video yang dihasilkannya vulgar dan ekplisit.

Lalu dia pun buka lowongan untuk pekerja magang sebagai partnernya. Didapatnya seorang pemuda dengan latar belakang ga jelas, kerja serabutan, tempat tinggal ga nentu sampai pendidikan yang kurang. Debat di restoran saat interview ditampilkan dengan bagus, “sell your self!”. Tawar-menawar gaji, sampai akting gugup Rick (Riz Ahmed) yang menyakinkan. Dimulailah petualangan mencari video yang layak jual ke tv. Mulai dari kecelakaan lalu lintas, perampokan, kekerasan jalanan sampai pembunuhan semuanya terjadi di malam hari. Salah satu momen Lou mendapati kecelakaan lalu lintas, sang korban tergeletak diambilnya gambar tersebut. Namun karena angel-nya ga bagus, sang korban diseret di tengah untuk mendapatkan pencayahaan yang pas. Dari situ kita tahu, Lou orang yang licik, catat itu dengan baik-baik, karena akan jadi pegangan kita sampai akhir film.

Dalam sbuah scene dia menjelaskan untuk menjadi sukses, orang harus mengetahui potensi diri sendiri. Lalu mengetahui kelebihan dan kekurangannya, kelebihan itulah yang digali terus dan dikembangkan akan menjadi apa kamu kelak. Menjadi kameramen adalah pilihan karirnya dan dia yakin akan sukses di situ. Dari sini kita tahu Lou adalah orang yang cerdas. catat itu dengan baik-baik, karena akan jadi pegangan kita sampai akhir film.

Sampai akhirnya dia mendapatkan sebuah berita besar. Sebuah perampokan disertai pembunuhan terjadi, dia berhasil mendapat gambar sebelum polisi datang. Bahkan bisa merekam sepintas dua penjahatnya sebelum kabur, lalu direkamnya TKP pembunuhan di rumah besar tersebut beserta tiga korban penuh darah. Sampai detail ke dalam rumah. Ini akan jadi sebuah video dengan harga mahal, karena eksklusif. Benar saja Nina berani bayar 15.000 Dollar plus gratis gambar kecelaakn lalu lintas seorang kru kameremen. Bahkan Lou meminta dalam berita, nama production house (dadakan) dicantumkan dengan presiden-nya Lou. Sebuah lompatan karir. Rick dijadikan assisten / wakil presiden dengan kenaikan gaji dari 30 dollar semalam menjadi 75 dollar.

Puncak cerita, Lou mengetahui plat mobil pembunuh. Dari internet, dia berhasil menemukan alamat rumah lalu membuntutinya sampai di sebuah resto. Lalu dia menghubungi 911 bahwa dia melihat duo pembunuh. Lalu disiapkannya kamera untuk merekam penangkapan. Tahu bahwa ini akan jadi sebuah video ekslusif Rick meminta bonus. Sempat terdiam sesaat, Lou menyetujuinya. Sebuah pengambilan video berbahaya, berhasilkah?

Well, saya terpukau. Sebuah cerita yang sangaaaat bagus. Pantas sekali masuk best original screenplay. Seandainya menang, ya emang pantas walau jagoankua karya Wes Anderson. Akting Jake sangat keren, heran ga masuk nominasi best actor. Lebih bagus dia ketimbang Cooper. jadi benarkah cahaya akan lebih terang terlihat di malam hari?

Nightclawler | Director: Dan Gilroy |Screenplay: Dan Gilroy | Cast: Jake Gylenhaal, Michael Papajohn, Marco Rodriguez | Skor: 4.5/5

Karawang, 210215