Duel Dua Tim Kaya P$G Versus Chelsea

image

Kuis Psg v Chelsea dibuka. Skor, skorer-nya. Analisa minimal 3 kalimat. Ditutup jam 21:00. Skor 1-2 buat ku. Good luck foc-ers!
Penebak | PSG vs Chelsea | Skorer
LBP 1-2 all
Analisa: Psg dalam misi balas dendam. Chelsea dalam performa (menuju) musim terbaiknya. Leg satu dan dua akan dilewati Blues dengan mulus. Drogba dengan pengalamannya akan membuat publik Paris terdiam.
Imunk 2-1 Ibra
Analisa: Setelah ane dapat pertamax, jadwal padat Psg tak membuat semangat mereka pudar. Dimotori Ibra, tekanan bakal tertuju langsung ke jantung pertahanan Chelsea. Kerjasama yang baik dan sikil individu yang okelah yang membuat Ibra bisa mencetak gol.
Satu lagi, sepertinya BG layak dapat red card.
Gentong 1-1 Ibra
Analisa: Kekuatan kedua tim relatif seimbang. Berbekal pernah mengalahkan Barca akan membuat mental pemain Psg tinggi. Tapi hasil seri lebih adil buat keduanya, karna Chelsea juga bukan tim sembarangan.
Huang 1-1 Ivanov
Analisa: Akan ada duel emosional antara David Luiz dan mantan timnya. Namun banyaknya punggawa Les parisiens yang cedera akan membuat pertandingan berjalan kurang menarik. Sepasang gol akan menghiasi babak pertama untuk selanjutnya pertandingan berjalan dengan penuh kehati-hatian.
Widi 3-1 Ibra
Analisa: Maen dikandang pasti motivasi menang ada di pihak tuan rumah.
tapi Chelsea punya stamina bagus krn BPL kmrn libur. Tp yakin PsG akan menang dilaga ini.
Jokop 3-2 Ibra.
Analisa: Bermain dikandang didikung pemain-pemain  berkualitas, Psg bisa menundukkan Chlesea untuk leg 1 ini. saling serang dan mungkin memanfaatkan kesalahan jadi banyaknya goal.
Erwin 2-0 Cavani
Analisa: Sebagai tuan rumh PSG bakal lagsung menekan. Duel lini tengah akan sengit terjadi. Tapi  PSG lebih efektif memanfaatkan peluang.
Aditya 2-2 Diego Costa
Analisa: Partai big match antara 2 konglomerat, 2 striker kelas dunia (Ibrahimovic vs Costa), 2 playmaker berkelas (Fabregas vs Verratti), & 2 hot progres (Hazard vs Lucas Moura), partai yang mungkin akan berjalan sengit dengan adu kreativitas lini tengah dan adu benteng (Silva vs Terry) yang bakal dapat tugas berat mengawal Ibra / Costa.
Jacobs 1-3 Costa
Analisa: Momok berat Chelsea untuk lanjut ke putaran berikutnya. Persaingan ketat antar lini siap ditampilkan. Dan saya belum nonton 50 Shades of Grey.
Lik Jie 2-1 Ibra
Ibra lagi pengen ngegolin, sedangkan Chelsea islan lagi hazard Time. Biasanya kalo alot, Ivanovic malah ngegolin. Sepertinya begitu.
Deni 2-3 Costa
Analisa: Pertandingan yang berat buat Chelsea di leg 1 ini. Bakal terjadi pertarungan sengit di lini tengah. Namun dengan pemain-pemain  tengah Chelsea yang berkualitas seperti Hazard, Fabregas dan Oscar. Menurut gue Chelsea akan memenangkan pertandingan ini dengan skor tipis 3-2. Skorer Diego costa ..👍
Aji 3-2 Ibra
Analisa: Walaupun maen tidak fulltim tapi dukungan tuan rumah akan menambah smangat juang Psg. Pertarungan lini tengah akan sengit, striker tuan rumah yang lebih tajam akan menentukan hasil.
Zul 2-4 Hazard
Analisa: Pertandingan akan berjalan seru, Chelsea beruntung tersingkir dari piala FA, Persiapan dan istirahat jadi lebih banyak untuk menghadapi PSG.
Will  2 – 1 Ibra
Analisa: Ibra dan Cavani bakal merepotkan defense chelsea, bola banyak bergulir di sisi lapangan tim tamu yg bermain defensif, Chelsea mungkin akan kebobolan dari setpiece.
Jefan 2-2 Luiz
Analisa: Pertandingan dengan tensi tingkat tinggi. Saling jual beli serangan bakal tersaji. Ibra kadabra dan Dego Costa akan saling unjuk taring. Terry dan T. Silva akan kerepotan mengawal lini pertahanan. Sosok David Luiz mungkin akan menjadi sorotan dalam laga ini.. Satu gol dari Chelsea akan timbul akibat kesalahan David Luiz namun dia sukses membayar kesalahan itu dengan Gol Headingnya.
Karawang, 160215

Iklan

(review) Selma: Powerful Speech

Film kandidat Best Picture Oscar 2015 ke 6 yang kutonton adalah Selma, lagi-lagi berdasarkan kisah nyata. Tentang pahlawan Amerika, Martin Luther King Jr. dalam perjuangannya untuk mendapatkan pengakuan warga Negara Amerika bagi kulit hitam. Setting utama adalah tiga bulan yang mencekam tahun 1965. Film dibuka dengan elegan Martin Luther King Jr. (David Oyelowo) sedang berhias memakai dasi dibantu istrinya Correta Scott King (Carmen Ejogo) untuk acara penganugerahan nobel perdamaian.

Seorang warga kulit hitam setelah interview singkat untuk mendapatkan kewarganegaraan ditolak. Lalu disusunlah kekuatan untuk sebuah pengakuan. Digalang warga kulit hitam untuk demo jalan kaki dari Selma menuju Montgomery, Alabama. Pergerakan massa awalnya kocar-kacir, massa dihadang polisi dan dipukuli sampai babak belur. Gas air mata ditembakkan, scene yang menyayat hati. Ada terikan protes, “Presiden Johnson bisa mengirim pasukan ke Vietnam, namun ga bisa menghadang kami.” Melalui berita tv hitam putih, terlihat banyak warga yang simpati.

Lalu disusunlah kembali kekuatan, mengajak warga untuk bersatu. Kini massa bukan hanya dari warga kulit hitam, namun banyak juga warga kulit putih yang ikut bergabung. Massa kini jauh lebih banyak dan kekuatan lebih besar. Di jembatan Edmund Pettus mereka berkumpul siap maju. King ikut di barisan paling depan. Saat massa siap maju, diluardugaan polisi huru-hara bukannya menghadang seperti sebelumnya, tapi justru membuka jalan. Pasukan menepi membuka barisan. Di sini King terdiam, ragu. Apakah meneruskan langkah, dengan segala resiko ataukah mundur. Ternyata tanpa bicara sepatah katapun, dia pelan-pelan duduk yang diikuti pasukannya. Kemudian berdiri dan berjalan balik, mengejutkanku (karena saya juga belum tahu detail sejarah Selma). Massa yang juga tampak bingung lalu ikut mundur. Perdebatan muncul, harusnya inilah timing yang tepat untuk merebut simpati dan memenangkan voting, tapi kenapa malah balik badan? Ada apa gerangan? Sampai akhirnya ada warga kulit putih yang mendukung pergerakan terbunuh. Why? oh Why?

Well, ternyata menikmati film ini butuh perjuangan lebih. Diluar pidato King yang membara, film berjalan lambat. Sempat terkantuk-kantuk, lalu rewind lagi. Setidaknya tiga kali rewind untuk menuntaskan durasi 2 jam lebih. Awalnya mau nyerah saja, ganti film lain (Mr. Turner dan Nighrcrawler sudah menunggu antrian) namun berhubung tenggat waktu Oscar kurang dari seminggu maka harus kutuntaskan malam itu juga. Sampai ending penjelasan nasib para karakter, hari sudah lewat tengah malam. Memang butuh kesabaran ya menonton film biopic dengan tempo lambat. Apa yang saya dapat? Momen warga kulit hitam melawan dan mencoba mendapat pengakuan sudah lewat tahun lalu saat 12 Years A Slave dapat Oscar jadi saya bias pastikan Selma ga akan menang Best Picture. Tapi Selma secara keseluruhan lebih nendang, karena nilai historical nya lebih bagus. Lalu David Oyelowo aktingnya bagus banget, lebih bagus ketimbang Cooper yang dinominasikan best actor. Beberapa actor besar kasih andil, Brad Pitt dengan Plan B productionya sebagai executive producer. Oprah Winfrey ambil peran. Tom Wilkinson jadi presiden Johnson. Tim Roth pun ada.  Tapi tetap juaranya David yang memberikan penampilan prima. Speech-nya membius, salah satunya yang paling berkesan: “Who murdered Jimmie Lee Jackson? Every white lawman who abuses the law to terrorize. Every white politician who feeds on prejudice and hatred. Every white preacher who preaches the bible and stays silent before his white congregation. Who murdered Jimmie Lee Jackson? Every Negro man and woman who stands by without joining this fight as their brothers and sisters are brutalized, humiliated, and ripped from this Earth.”

Merinding mendengarkannya. Powerful, membakar semangat sekaligus mengintimidasi. Hasilnya? Sudah kita ketahui semua, kini banyak warga kulit Amerika jadi public figure. Bahkan Presiden-nya-pun kini kulit hitam. Selayaknya kita harus berterima kasih pada Pahlawan Martin Luther King Jr. atas perjuangannya. Kick racism out!

Selma | Director: Ava DuVernay | Written: Paul Webb | Cast: David Oyelowo, Tim Roth, Tim Wilkinson, Oprah Winfrey | Skor: 3.5/5

Karawang, 170215