(Review) Miss Meadows: Miss It!

Featured image

“Toodle-oo!” Punctuated by the catchphrase. Jangan muntah setiap dengar kata ini, Seakan-akan jadi sebuah mantra doa penutup melakukan seuatu.

Daya jual film ini jelas adalah seorang Katie Holmes. Itu juga yang membuatku memutuskan menikmatinya. Film dibuka dengan manis, terlalu manis bahkan. Miss Meadows (Katie Holmes) sedang pulang dari mengajar SD dengan berjalan kaki, menikmati sore yang cerah sambil bersenandung lalu baca buku. Dia baru saja pindahan. Burung berkicau menyambutnya, beberapa kijang jinak berlarian kecil. Terlihat sempurna untuk sebuah komplek perumahan untuk dihuni. Sampai akhirnya dia disapa oleh seorang bapak-bapak, dari dalam mobil lelaki tersebut menggodanya untuk mengajaknya makan malam bersama. Dengan sopan Miss Meadows menolak, dikeluarkannya sepucuk senjata dan memaksa dia untuk masuk ke mobil. Dengan senyum Miss Meadows mengambil tas jinjingnya dan menembak lelaki yang berniat jahat tersebut. Miss Meadows bukan guru SD biasa, oh jelas saya sudah tahu. Dari trailer, poster film saja sudah terlihat jelas Holmes menodongkan senjata sambal tersenyum. Dan ternyata poster film tersebut dibuat dari adegan pembuka.

Lalu film melambat. Pengenalan karakter lain, dari tetangganya yang memuji kecantikan Miss Meadows, ibunya yang perhatian (walau hanya dikenalkan lewat telpon) selalu jadi tempat curhat, sampai lingkungan sekolahnya yang welcome. Terlihat menarik. Suatu hari Miss Meadows melihat katak di tengah jalan mau menyebrang, dia menghentikan mobilnya lalu menyapa katak tersebut dan membantunya melewati jalan. Dari sini saya sempat berharap film ini akan memberi twist, dengan bisa berbahasa binatang, misalnya. Atau pas ada burung-burung berkicau di taman rumahnya Miss Meadows menyapanya. Namun ternyata ga ada dalam skenario dia bisa Bahasa binatang. Hufh… kembali ke sapa katak tadi, dia dihampiri polisi muda, seorang Sheriff (karakter tanpa nama, diperankan oleh James Badge Dale) kenapa berhenti di tengah jalan. Dari sapaannya terlihat sang sheriff jatuh hati, lalu diam-diam mencatat nopol mobilnya.

Suatu siang, sang sheriff sudah nongkrong di depan sekolah, tempat kerja Miss Meadows. Wah ceritanya polisi jatuh hati dan berjuang demi cinta. Gayung bersambut, mereka jalan untuk pendekatan sampai akhirnya saling mencinta. Tenang saja, walau ada adegan dewasanya tapi dibuat seaman mungkin untuk ditonton remaja, ga vulgar. Miss Meadows hamil, dan mereka memutuskan akan menikah. Saya sempat berharap akan ada konflik berat, sheriff-nya kabur misalnya. Namun ga kudapatkan. Salah seorang muridnya bernama Heather (Ava Kolker) sudah men-slot dia akan menjadi pagar ayu pembawa bunga di pesta pernikahannya. Sampai di 2/3 film saya ga menemukan konflik berarti. Walau ada juga adegan Miss Meadows membantai perampok toko, tapi sekali lagi dibuat soft. Batin saya ini film apaan sih!? Datar sekali, sampai akhirnya menjelang hari H pernikahan Miss Meadows tak hadir karena ada suatu sebab. Curiga ada yang menghalanginya, sang sheriff bak pahlawan mencoba menyelamatkan sang putri. Ada apa gerangan?

Miss Meadows memegang senjata untuk melindungi dirinya dari ancaman bahaya yang mungkin datang. Saya sih nangkap pesan moralnya itu saja. Holmes di sini juga sudah mulai terlihat kerutan di wajah, walau masih manis tapi umur tak bisa bohong. Ibu Suri Cruise ini tampil ala kadarnya, yah seperti biasa tak akan kamu temui dia bad-ass dalam adegan action yang menyala-nyala. Oiya, producer film ini ya Katie Holmes sendiri. Wah enak juga ya, actor membiayai film dengan bintang utama dirinya sendiri. Overall, Miss Meadows sesuai prediksi. Manis gula tanpa kopi. Biasa banget. Bisa kalian lupakan, miss it! “Toodle-oo!”

Miss Meadows | Director: Karen Leigh Hopkins | Screenplay: Karen Leigh Hopkins | Star: Katie Holmes, James Badge Dale, Callan Mulvey | Skor: 2/5

Karawang, 120215

Iklan