Proxy War

Tema briefing motivasi dan inspirasi pagi ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Pak Endang, selaku Factory Manager share masalah proxy war, topik yang kemarin beliau dapat di pusat. Sejujurnya saya baru dengar istilah proxy war kali ini.

Berapa jumlah penduduk dunia saat ini? Ada yang bilang 7 milyar. Ada yang tahu persisnya? Kemudian in focus dinyalakan, sambungin laptop muncul di layar sebuah situs update total penduduk dunia: http://www.worldometers.info/world-population/. Dalam hati saya sempat terpukau, wow canggih. Setiap hari angka populasinya update. Lalu dari grafik terlihat penduduk dunia dari abad ke abad naik. Dari data tersebut kita bisa tarik kesimpulan, makin tinggi populasi dunia makin bertambah kebutuhan pangan. Sebenarnya dari penelitian, titik temu kebutuhan dan ketersediaan pangan itu di tahun 2011. Itu artinya mulai tahun 2011, jumlah manusia akan lebih tinggi ketimbang ketersediaan kebutuhan pokok makanan. Ada 3 wilayah yang produktif dalam menyokong swasembada pangan. Pertama, Afrika di mana hutan liar masih berlimpah. Kedua Amerika Latin dan yang terakhir Indonesia! 3 wilayah ini disebut daerah equvalen. Tongkat kayu ditanam tumbuh, sepanjang waktu.

Bayangkan, Negara kita adalah satu-satunya wilayah yang katanya dalam 20 tahun ke depan tanahnya masih terbentang untuk bercocok tanam. Kenapa saya sebut satu-satunya, Afrika dan Amerika Latin terdiri dari banyak Negara. Jadi wajar Negara kita tercinta ini jadi rebutan banyak pihak. Maka karena kita berdiri sendiri akan lebih mudah ditaklukkan ketimbang 2 benua tersebut. Muncullah pihak ketiga yang memainkan peran di sini. Pihak ketiga inilah yang menyebabkan proxy war (perang proxy) antara Indonesia dengan sebuah kubu. Ibaratnya proxy war adalah ada pihak ketiga melempar batu, lalu menghilang yang kena batu 2 kudu dan berperang. Misalkan Malaysia, kita harus bersikap hati-hati karena Malaysia adalah Negara persemakmuran, kalau kita berurusan denganya otomatis Inggris, Singapura, dkk akan membantunya. Perang di sini bukan pertempuran fisik karena konon militer kita adalah terbaik ketiga di dunia.

Proxy war bisa berarti pelemahan generasi muda kita. Narkoba jelas ada di posisi pertama untuk diperangi. Lalu korupsi, lalu perebutan sumber energi, dst. Nah, sebenarnya perebutan kebutuhan pangan di masa depan ada di urutan kedua, yang pertama ternyata energi. Permainan harga minyak itu salah satu bentuk nyata proxy war. Contoh terhangat, harga minyak menjelang akhir tahun penentuan UMK (Upah Minimum Kabupaten)  dinaikkan. Saat UMK diketuk, harga BBM diturunkan sementara UMK ga mungkin turun dong. Negera Indonesia adalah Negara agraris dan maritim. Namun ke depan kita akan impor beras yang ironinya dibuat di sini. Bingung? Sample-nya, bisa-bisanya kita impor ikan dari China. Unik tapi nyata. Singkatnya ada pihak ketiga yang mendesign Indonesia menjadi Negara industri yang menjadikan kita babu di negeri sendiri. Terdengar kasar, tapi fakta. Serem ya, membayangkan itu saya jadi kasihan dengan generasi berikut kita, anak cucu kita.

Nah, perang KPK dan Polri yang saat ini lagi hangat bisa jadi salah satu bentuk proxy war. Saya sih ga condong ke kanan atau kiri, karena politik dinamis. Indonesia sendiri diprediksi dalam 10 tahun ke depan akan kehabisan sumber energi, terutama minyak bumi. Karena minyak bumi adalah sumber yang tak bisa diperbarui, maka kita harus cari alternative. Salah satunya adalah kelapa sawit, yang saat ini jadi rebutan banyak pihak. Seandainya wilayah Indonesia dipagari dan tidak ada manusia bisa keluar masuk, kita masih bisa hidup karena kekayaan alam yang besar. Kesimpulannya, kita jadi sasaran tembak yang empuk.

Maka generasi muda, bangkitlah. Negera membutuhkan kalian. Jangan mudah terprovokasi, buka mata buka telinga, buka hati. Kepada kalian kita semua berharap.

Karawang, 050215

Advertisements

9 thoughts on “Proxy War

  1. Pingback: Peran Pemuda Dalam Menghadapi Proxy War | Lazione Budy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s