Duel 6 Poin

image

Tebak skor Chelsea versus City. Salah satu skorer-nya dan analisa 3 kalimat. Skor 2-0 milikku. Good luck foc-ers!
Penebak | Chelsea vs City | skorer
LBP 2-0 all
Analisa: Momentum menjauh dari kejaran City akan dimanfaatkan dengan Maximal. Tanpa Costa, Blues tetap tajam dengan King Drogba. 2 gol dicetak di babak kedua. KTBFFH.
Zul 2-1 Hazard (rev 1)
Analisa: Ini momentum untuk Chelsea makin menjauh dari Chelsea, duel ini akan berlangsung sangat ketat dan dimenangi dgn skor tipis. Chelsea 2-1 City. Hazard, Ini momentum untuk Chelsea makin menjauh dari Chelsea, duel ini akan berlangsung sangat ketat dan dimenangi dgn skor tipis.
Imunk 1-1 Silva
Analisa: Jiah ditelikung bung Zul
semangat City memperkecil jarak poin dengan Chelsea. City akan bermain terbuka (serangan lewat sayap), dengan dua gelandang jangkar. Tensi tinggi jelas tersaji, dengan kualitas  yang beda tipis, skor imbang cukup adil.
Lik Jie 2-1 Hazard
Analisa: Ketigax Chelsea Islan 2-1 mbak Siti.. Tampaknya tahunnya mbak Chelsea Islan nih, setelah sukses di tetangga masa gitu…golnya oleh Hazard.
Erwin 2-3 Kun (coret)
Analisa: –
Deni 1-0 Hazard
Analisa: Duel Di Stamford Bridge ini akan sangat ketat dan sengit,c Chelsea dan City akan sama-sama  melakukan skema menyerang.. Namun Chelsea sebagai tuan rumah bisa mencuri goal di menit-menit akhir.. Kemenangan dengan skor tipis pun akan dimenangkan Chelsea.. Yang otomatis membuat jarak point Chelsea makin menjauh lagi ..skorer : Hazard 1-0
Puthut 1 – 3 Dzeko (coret)
Analisa: City akan menyerang dari kick off untuk menjaga kemungkinan scudeto. Gol Dzeko.
Saha 2-0 Drogba
Analisa: Kematangan Mou dalam menghadapi sesama penghuni big four masih akan terbukti di laga ini. City akan memegang penguasaan bola, namun absennya yaya akan sangat terasa di city. Selisih 8 poin di klasemen adalah hasil dari laga ini.
Huang 1-1 Lamp
Analisa: Absennya Costa dan Fabregas di kubu Chelsea, dan serta Yaya Toure di kubu tamu, sedikit banyak akan mempengaruhi hasil laga malam ini. Laga mungkin akan berjalan alot cenderung monoton. Frank ‘The Blues Legend’ Lampard sekali lagi akan menjadi aktor penting kegagalan mantan timnya meraih poin maksimal.
Gol by Lamps.
Gentong 3-1 Hazard
Analisa: Walau tanpa Costa, Chelsea tetaplah garang. Minus Yaya di tengah, City seperti kehilangan jendralnya. 3 poin akan berhasil di amankan Chelsea kali ini.
Jefan 0-1 Kun
Analisa: Ini adalah momentum bagi mpok City untuk mengejar devisit point… Semangat untuk memenangkan pertandingan akan terlihat sejak kick off…akan tersaji pertandingan menarik dengan  drama, intrik dan aksi-aksi memukai pemain kelas dunia, namun nampaknya devi fortuna akan memihak kepada Manchester biru.
Aditya 2-2 Terry
Analisa: Partai yang sekiranya akan berjalan sengit, permainan terbuka akan diperagakan kedua tim, absennya Costa bukan jadi hambatan berarti karena masih ada Hazard dan Willian sebagai tukang obrak-abrik, gol akan ditentukan dari sang kapten Terrry.
Karawang, 010215

(review) The Imitation Game: A Great British Hero

Featured image

Ini film berdasarkan kisah nyata, saya belum tahu kisah Alan Turing sebelum menontonnya jadi ya bener-bener menikmati tiap detail yang disuguhkan. Film dibuka dengan setting tahun 1950an, sebuah laporan dari warga kepada polisi bahwa ada perampokan di rumah Alan Turing (Benedict Cumberbath). Namun setelah sampai di tempat ternyata Alan merasa ga kehilangan. Rumahnya memang diobrak-abrik seseorang tapi ga ada yang hilang jadi polisi diminta kembali saja ke kantor. Sang polisi curiga, pasti ada sesuatu yang disembunyikan. Lalu judul film muncul dan kisah ditarik ke belakang.

Alan adalah seorang ahli matematika yang melamar pekerjaan di pemerintahan Inggris sebagai pemecah kode. Terutama kode rahasia dari Negara Jerman, yang saat itu sedang digdaya dengan Hitler-nya. Dalam wawancara yang sepertinya akan gagal karena Alan tak bisa Bahasa Jerman, sambal bilang ini mungkin adalah wawancara tercepat dan memanggil Margaret, sang sekretaris untuk mengusirnya, Alan mengeluarkan kalimat sandi ‘Enigma’ yang membuatnya kaget, sehingga wawancara yang tadinya akan selesai akhirnya dilanjutkan. Enigma, kata ini akan muncul berkali-kali dalam film. Dalam tim pemecah kode menggunakan mesin Enigma, Alan yang terlihat kaku dan aneh memang kurang jiwa sosialnya. Dalam sebuah adegan, saat Alan diajak makan siang bareng dia pengen lanjut kerja, saat sudah pada mau berangkat, dia malah pesan makanan lain. Bener-bener freak..

Sampai akhirnya tim dirombak. Alan mengirim surat kepada PM Inggris, Churchill melalui Stewart Menzies (Mark Strong) sekaligus meminta dana yang lebih besar, yang kebetulan ke London. Alan punya hak penuh untuk menentukan tim, 2 orang dipecatnya. Padahal orang lebih senior, mereka marah. Tim bergejolak, namun Alan bergeming. Dibukanya lowongan di koran dengan sebuah teka-teki silang. Saat sudah berkumpul para kandidat, dan tes akan dimulai muncullah seorang wanita yang datang terlambat, satu-satunya kandidat wanita. Adalah Joan Clarke (Kiera Knightley) yang berhasil memecahkan soal kurang dari 6 menit. Dari sini saya sudah menduga, paling ini akan jadi pasangannya Alan.

Kisah lalu bolak-balik setting waktunya. Salah satunya adalah Alan yang masih SD, dia yang jenius dan unik dari yang lain sering di-bully. Saat tertekan dan sepertinya dia tak punya teman, muncullah Christopher Morcom (Jack Bannon) teman kelasnya. Dari situ mereka akrab. Dengan cerdas film ini ditampilkan hitam-putih untuk masa kecilnya. Christ yang suka kriptograph akhinya menularkan hobinya kepada Alan. Dari situ ada rasa cinta tak terucap, dilihat dari sorot matanya.

Tim pemecah kode setelah beberapa kali gagal, diancam akan dibubarkan karena tak kunjung membuahkan hasil. Alan dan teman-teman meminta tambahan waktu 4 bulan, kalau gagal silakan dihancurkan mesinnya. Stewart Menzies lalu memberinya waktu satu bulan. Dalam adegan romantis, Alan akhirnya melamar Joan (saya langsung teriak, “tuh bener kan”). Mereka tunangan, cicin yang diberikan Alan adalah kawat yang dia temukan di jas nya lalu melipatnya menjadi cincin. Saat waktu menipis, di sebuah pesta dansa Joan bersama teman wanitanya berkenalan dengan teman Alan. Lalu secara tak sengaja ketemu ‘momen ureka’ yang ternyata tepat.

Saya mencatat ada 3 adegan yang menyentuh. Pertama saat Alan dipanggil sang kepala sekolah untuk diberitahu sebuah kabar buruk. Saat itu Alan menampakan wajah kosong, sebuah kesedihan mendalam tak terucap. Kedua saat kode berhasil dipecahkan, saat tahu Jerman akan menyerang sebuah wilayah, rekan Alan berujar bahwa kakaknya ada di kota itu, saat akan dihubungi via telpon Alan melarangnya sampai berkelahi. Alan dianggap monster karena membiarkan saudaranya meninggal, namun dia juga benar karena kalau diberitahu maka nantinya Jerman akan mengubah kodenya. Sunyi dan meyayat hati, sambil mengelap darah yang keluar dari hidung Alan berujar: “Do you know why people like violence? It is because it feels good.” Dan yang ketiga saat pengakuan Alan kepada Joan, itu menyedihkan sekali. “Care for you. I never did. I just needed you to break Enigma. I’ve done that now, so you can go”. Tamparan yang pantas, namun saat narasi tulisan di ending saya turut prihatin atas jalan hidup yang Alan pilih.

Nah kalimat terakhir yang muncul: “Which they said known these days as computers” saya malah teringat pas kuliah di matakul “pengenalan dasar computer” ternyata Alan Turing pernah dibahas, walau sambal lalu. Berarti saya (seharusnya) tahu kisah ini. Duh! Dah tua, mulai pikun. Sama sih pendapat saya dengan pas tahu asal usul computer, rasanya Enigma machine/Turing Machine terasa berlebihan.

Terakhir, film biopic digarap dengan sangat bagus jelas pantas masuk Oscar. Benedict memang main apik, dari pesaing lain yang sudah kutonton, Steve dan Cooper, Benedict kini leading tapi ga tahu ya kalau The Theory of Everything dan Birdman kelahap, persaingan bisa bergeser. Sedang untuk Kiera saya rasa masih kurang. Well, Truly excellent film and definitely Oscar worthy material for both the film and the actors. The entire cast are amazing. We’ll see…

The Imitation Game | Director: Morten Tylum | Screenplay: Graham Moore | Cast: Benedict Cumberbath, Keira Knighley, Matthew GoodeRory Kinnear | Skor: 4/5

Karawang, 300115

(review) American Sniper: Don’t Pick It Up

Jelek. Itu yang terlintas di benak saat akhirnya muncul catatan ending. Bagaimana bisa film seburuk ini ditempatkan nominasi Oscar? Saya berani bertaruh, Cooper ga ada menang best actor.

Dari adegan pembuka saja, saya langsung memberi nilai negative. Seorang anak kecil yang akan melempar granat mortir kea rah pasukan tank, ditembak jatuh oleh sniper. Lalu sang ibu berpekik dan melanjutkan usaha si anak, ditembak juga. Adegan pembuka yang mewakili isi keseluruhan cerita. Ada aturan tak tertulis dalam cerita yang saya nikmati, salah satunya jangan memperlihatkan secara implisit pembunuhan anak-anak dan wanita. Di mataku, rate film American Sniper langsung jatuh.

Chris Kyle (Bradley Cooper) adalah seorang sniper kelas wahid. Bertugas di Timur Tengah untuk melindungi pasukan Amerika dalam operasi militer di sana (dalam film ini di sebut Tur). Saking hebatnya menembak, teman-teman yang bertugas denganya merasa aman. Jadi saat konvoi pasukan untuk menyisir sebuah daerah, Kyle ada di atas gedung untuk mengamati lokasi sekitar perjalanan.

Kyle mendaftar di militer, seperti biasa adegan awal ya pasukan latihan militer yang keras. Berguling di pantai, lari penuh keringat, push up sampai latihan menembak. Kyle berkenalan dengan Tara Renae (Sienna Miller) di sebuah pub. Awalnya Tara menolak berkenalan dengan laki-laki lain, yang terlihat melepas cincin nikah/tunangannya. Lalu datang Kyle, mereka cocok. Sampai akhirnya menikah dan punya anak. Lalu cerita berkutat dari keluarga dan tur ke Timur Tengahnya. Gitu terus berulang-ulang sampai akhir.

Dalam sebuah tur, teman Kyle sesama sniper terluka bagian mata, dia tertembak sniper lawan. Ini sebuah penghinaan untuk seorang penembak, Kyle dan kawan-kawan marah besar dan bersiap membalas dendam. Lalu dalam adegan yang dibuat secara dramatis, sang sniper lawan dalam sasaran Kyle namun daya jangkaunya melebihi batas. Di satu sisi, instruksi dari bos agar menahan tembakan dahulu sebab kalau sniper lawan jatuh maka tempat persembunyian mereka otomatis diserang. Saat dilemma itulah, Kyle harus memutuskan, menarik trigger saat ada kesempatan atau menunggu sang bos memberi perintah. Sampai akhirnya sebuah angin ribut datang tiba-tiba, benar-benar film ala India yang dramatis.

Dalam sebuah adegan Kyle sekeluarga sedang di tempat umum, bertemu dengan eks pasukan yang pernah diselamatkan Kyle dan menganggap Kyle adalah hero. Di sinilah menurut saya, film ini berlebihan. More war propaganda ala Amerika. Kyle dianggap pahlawan di sana, sehingga tak heran dalam sepekan film ini berhasil tembus 100 juta. Angka yang luar biasa untuk sebuah film biopic. Film ini memang berdasarkan kisah nyata, benar-benar feel Oscar dapat. Salah satu kata yang mengena sekali adalah: I’m willing to meet my creator and ask for every shot that I took. Sebuah pekerjaan yang berat.

Secara keseluruhan film ini jelek. Mengagung-agungkan Amerika seolah mereka punya kuasa penuh dalam perang Irak. Mereka jagoan dan setiap tentara yang tewas dalam perang adalah pahlawan. Lalu apakah Kyle akhirnya juga tewas dalam perang?

Ini film Eastwood, tapi ga semua filmnya bagus kan. Kecuali kalau kamu fan beratnya, silakan. Namun nasehat saya buat kalian yang gat ahu Eastwood, hanya satu: Don’t waste your time or money!

American Sniper | Director: Clint Eastwood | Story: John Hall | Cast: Bradley Cooper, Sienna Miller, Kyle Gallner, Cole Konis | Skor: 1.5/5

Karawang, 280115

Kecerdasan Emosi

Ada 3 contoh cerita yang dipaparkan dalam briefing motivasi pagi ini mengenai kecerdasan emosi.

  1. Di sebuah masjid ada seorang pencuri sandal. Kebetulan pak ustadz sedang keluar dari masjid dan memergokinya. Sang pencuri lari dan dikejar sampai akhirnya tertangkap. Sang ustadz menasehatinya, kenapa mencuri? “Kembalikan sandal tersebut. Kalau ga punya uang, ini saya kasih uang dan belilah sandal.”
  2. Di sebuah sekolah, di toilet putri setiap pagi cermin nya selalu kotor dengan lipstick. Banyak kecupan-kecupan nakal di sana yang membentuk bibir. Sang guru kesal, maka dibuatlah pengumuman: “dilarang mengotori cermin toilet”. Namun keesokan harinya masih saja ada bekas bibir di cermin. Kesal, kasus ini dilimpahkan kepada kepala sekolah. Dengan bijak sang kepala sekolah lalu mengumpulkan seluruh siswi di toilet lalu dia memanggil office boy (OB). Dan memerintahkan kepadanya untuk membersihkan cermin. Dengan cekatan sang OB mengambil kain lap lalu mencelupkannya ke dalam toilet jongkok dan mengelapkannya ke cermin, lalu berujar: “beginilah setiap hari saya bersihkan cerminnya”.
  3. Seorang ibu sepulang dari pasar menemukan dinding rumahnya penuh coretan anaknya yang masih balita, di usia segitu dia senang sekali belajar menulis di mana saja. Padahal sudah diperingatkan berkali-kali untuk jangan mencoret-coret dinding. Sang suami lalu mengambil tindakan, tembok dilapisi kertas dan berujar kepada sang anak, “Silakan salurkan kreatifitas kamu nak di sini”.

Dari ketiga kasus di atas, kita bisa ambil hikmah. Salah satu bentuk kecerdasan emosi adalah bisa memberikan solusi yang baik saat kita kena masalah. Dalam keseharian kita, kita harus akui kita pernah melakukan kesalahan. Nah inti dari cerita ini, bagaimana kita menyelesaikannya dengan cerdas. Baik atasan atau bawahan, baik rekan kerja atau karyawan lain, tinggal kita menyikapinya. Apakah dengan marah bisa menyelesaikannya? Ataukah dengan jawaban dan tindakan yang tepat dengan memberi solusi agar kesalahan serupa tak terulang.

Terakhir, dalam sebuah training yang dimulaia jam 09:00 tepat ada seorang ibu yang tergopoh-gopoh datang jam 09:30 untuk duduk di barisan paling depan. Sang trainer hanya tersenyum lalu berujar, “tenang saja bu, Anda tak terlambat. Hanya saja training-nya kita mulai lebih awal …”

Ruang HR NICI – Karawang, 270115

Big Match Lazio Versus Milan

image

Serie A memasuki putaran kedua. Setelah pekan 1 Milan tuan rumah, giliran Lazio the Great menggelar laga di Olimpico. Kuis ditutup jam 00:00 Wib. Seperti biasa, skor 2-0 milikku. Good luck foc-ers!
Penebak | Lazio vs Milan | skorer
LBP 2-0 all
Analisa: Dan posisi 4 di akhir putaran kedua bukanlah tempat yang ideal untuk sebuah tim target Scudetto. Milan akan dijadikan pelampiasan kemarahannya. Klose akan jadi kartu truf untuk memulangkan skuad Inzaghi tanpa poin.
Zul 2-0 Djorjevic (coret)
Analisa: Setelah kalah pekan lalu kalah atas Napoli, Lazio butuh pelampiasan, dan Milan akan menjadi korban pelampiasan Lazio.
Imunk 1-2 Menez
Analisa: Ajang pembuktian buat Super Pippo untuk menunjukkan kualitas Milan. Milan yg mengincar posisi 3 besar akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan laga malam nanti. dimotori Alesio Cerci yg baru dipinjam dari ATM, Milan akan bermain terbuka dengan mengandalkan serangan dari sayap. Menez yg akan mencetak goal pada laga malam nanti.
forza Milan!
Aditya1-1 Mauri.
Analisa: Partai yang berjalan seimbang & Milan yang terkenal spesialis seri diyakini bakal kembali sulit mencetak gol ke gawang Lazio, partai ini akan menghasilkan Il Capitano Mauri sebagai pencetak gol dari titik putih.
Erwin 2-2 Menez
Analisa: Cerci akan menunjukan kualitasnya di milan saat mnghadapi Lazio, kedua tim sama-sama baru mengalami kekalahan kandang d liga. Berbagi angka adalah hasil yg adil
Jefan 0-0 –
Analisa: Partai ini di yakini bakal seimbang, kedua tim sama-sama tak ingin kalah. Solidnya lini pertahanan kedua tim akan membuat kiper sedikit tenang. Tanpa gol namun terjadi jual beli serangan.
Huang 1-1 Pazzini
Analisa: kehilangan Anderson akan menjadi handicap terbesar tuan rumah. Namun di sisi lain, kondisi milan tak lebih baik. Pazzini akan datang sebagai supersub yang akan mencetak gol yang menyelamatkan milan dari kehilangan poin lebih banyak lagi.
Jokop 2-1 Djojevic
Analisa: Lazio yang didukung oleh fan yang di curva nord tidak akan menyia-nyiakan kesempatan menggebuk Milan yang lagi dirudung hasil yang tidak maksimal dibeberapa pertndingan mereka. 2-1 for Lazio.
Gentong 3-1 Klose
Analisa: Nencoba objektif, Lazio memang berada di atas Milan. Apalagi main di kandang sendiri. Tak akan ada halangan berarti. Kali ini 3 poin untuk Lazio.
Aji 1 – 3 Menez
Analisa: Dengan ball possition Milan akan menguasai pertandingan. Walaupun mereka anti dengan tim yabg cenderung bertahan, dan mengandalkan counter attack. Karena lazio bermain di kandang mereka tidak akan menunggu untuk meraih angka. Permainan terbuka akan tersaji. Yang menguasai lini tengah yg akan meraih angka
forza Milan!
Jacobs 0-2 Sharaaway
Analisa: Demi menjatuhkan Lajio ke papan bawah Milan akan menunjukkan kualitasnya. Permainan menyerang ditunjukkan pada pertandingan ini. Boyhood pun akan menang oscar padahal bagusan Transformers.
Karawang, 240115

(review) The Grand Budapest Hotel: A brilliantly entertaining fantasy outing

Featured image

Film kandidat best picture Oscar 2015 pertama yang saya tonton. Banyak daya Tarik dari film ini bagiku, jauh sebelum masuk nominasi. Saoirse, Wes, review bagus, bintang-bintang besar (nyaris semuanya bermain apik)  sampai judul yang sedap didengar. Namun baru sempat ketonton minggu lalu. Kita kupas satu-satu. Saoirse Ronan, semua filmnya saya coba tonton. Walau mayoritas subjektif dalam menilai, pertama kali lihat di film Atonement. Sejak itu saya tandai ini actress, terakhir saya lihat di film the Host yang kata teman-teman so so, tapi bagiku tetap memukau. Nama putri pertamaku Najwa Saoirse. Lalu Wes Anderson, semua filmnya bagus. Pertama lihat di Royal Tenenbaum yang gila, superb sekali. Terakhir film Moonrise Kingdom tentang pramuka yang memukauku. Lalu rata-rata teman bilang ini film bagus, dan benar saja akhirnya Wes masuk Oscar.

Film dibuka dengan sebauh adegan anak perempuan yang memberi karangan bunga di sebuah memorial Mr. Gustave, dibukanya sebuah buku berjudul The Grand Budapest Hotel, dan sang narrator mulai bersuara. Kisah bergulir mundur mempertemukan Zero tua (Tom Wilkinson) dengan seorang penulis muda (Jude Law) dengan background lucu Bill Murray yang cuek sebagai M. Ivan. Lalu kisah berjalan mundur lagi, dan kita sampai di sebuah hotel bergensi yang jadi judul film ini. Adalah Mr. Gustave (Ralph Fiennes) yang sedang mengantar pulang seorang janda kaya raya, Madame D (Tilda Swinton) pulang dari tempat menginapnya, didamping sang lobby boy Zero (Toni Revoloni), sampai di mobil sang lady berfirasat bahwa mungkin ini pertemuan terakhirnya, dia takut akan ada apa-apa. Namun Mr Gustave meyakinkannya. Setelah mobil keluar, kita diperkenalkan lebih detail dengan bintang utama Zero, bagaimana dia sampai terdampar di hotel ini. Setelah masa magang selesai dan interview singkat dia resmi jadi lobby boy.

Pada suatu pagi Zero yang mengambil koran untuk dibawa ke hotel terkejut saat dibacanya headline hari ini, Madame D meninggal dunia. Segera dia memberitahu Mr. Gustave. Bergegas berdua mereka ke rumah almarhum, di perjalanan kereta saat melewati perbatasan ada razia (di titik ini Wes dengan cerdas menarik benang merah di ending-nya). Saat penggeledahan, Zero dinyatakan illegal karena seorang imigran tak berijin yang bekerja di Negara tersebut. Sempat melawan, namun akhirnya Mr. Gustave terselamatkan oleh kepala polisi Henckels (Edward Norton) yang sudah dikenal dekat. Perjalanan dilanjutkan, sampai di rumah alm. Madame D sedang ada pembacaan surat wasiat oleh Deputy Kovacs (, dan mengejutkan Mr. Gustave karena sebuah lukisan tak ternilai harganya yang bergambar ‘seorang laki-laki remaja memegang apel / Boy with apple’ itu diwariskan kepadanya. Sang anak Dmitri (Adrien Brody) tak terima, terjadi baku hantam yang membuat gaduh ruang sidang melibatkan anak tangan Dmitri, Jopling (William Dafoe). Malamnya Mr. Gustave menjelaskan bahwa lukisan itu sangat mahal kepada Zero, dia penasaran pengen lihat. Ke lantai atas, setelah scene sunyi menatap keindahan lukisan, mereka memutuskan mencurinya. Dibantu Serge X (Mathieu Amalric) mereka kabur kembali ke hotel.

Sampai di hotel, berita kejutan datang. Alm Madame D ternyata setelah penyelidikan, dia dibunuh dengan racun. Berita buruknya, Mr Gustave jadi tersangka. Henckels yang memimpin penangkapan, saat adegan ini Edward Norton ekpresinya dapet banget. Di penjara, Mr Gustave punya banyak teman karena terkenal baik dan jujur. Grand Budapest Hotel tetap berjalan, Lobby Boy yang menjenguk Mr Gustave memberitahukan bahwa tersangka kini mengarah ke Serge X. Wah Mr Gustave kaget, dan yakin ini pasti ada konspirasi. Akhirnya bersama para napi pilihan, direncanakanlah sebuah pelarian dari penjara. Berhasilkah? Di mana posisi Saoirse Ronan dalam cerita ini? Bagaimana nasib Grand Budapest Hotel? Lukisan yang dicuri akhirnya ke siapa? Tonton sendiri ya…

Well, saat film akhirnya berakhir saya langsung berteriak bravo! Wes Anderson kembali memukau saya. Moonrise Kingdom yang tema nya ‘hanya’ pramuka saja saya kasih nilai 5/5 maka bisa jadi ini film klimax x to the max. Keren sekali. Khas Wes dimana kita disajikan cerita layaknya membaca buku, per bab. Tapi ini tingkatanya lebih tinggi, sangat tinggi, ya mungkin inilah saatnya Wes meraih Oscar. Sebelum menonton film pesaing saya langsung memutuskan inilah Film yang akan menang penghargaan tertinggi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Inilah waktu yang tepat. Boy With Apple, Angkat topi semuanya teman-teman.

Oiya setting film ini adalah sebuah Negara fiktif Zubrowka mengingatkanku pada Negara di Eropa Timur yang bergolak di pertengahan abad 20. Salah satu momen yang membuat trenyuh adalah alasan Zero sampai di hotel tersebut. Pengen nangis rasanya, betapa perang begitu meluluhlantakan sendi-sendi kehidupan, termasuk pengaruh besar di ending cerita ini. Come on, give Mr Wes Oscar, please…

The Grand Budapest Hotel | Director: Wes Anderson |Written by: Wes Anderson, Stefan Zweig | Cast: Ralph Fiennes, F Murray Abraham, Mattheiu Amalric, Adrien Brody, Williem Dafoe, Jude Law, Saoise Ronan, Bill Murray, Edward Norton, Tida Swinton, Tom Wilkinson | Skor: 5/5

Karawang, 210115

(review) Boxtroll: The Troll Hunter, Roald Dahl Wanna-Be

Featured image

Film animasi kandidat Oscar 2015 pertama yang saya tonton. Tagline-nya menantang kita, Dare to be box? Dari orang yang pernah mempesona kita dengan film Coraline. Film dibuka dengan sebuah kota menjelang malam, warga segera menutup rapat-rapat pintu dan jendela karena ada boxtroll yang berkeliaran yang bisa menculik anak-anak. Tersebutlah Archibald Snacther (Ben Kingsley) – si topi merah, dan pasukannya yang menawarkan kepada wali kota Lord Portkey Rind (Jared Haris) — si topi putih, untuk membasmi para boxtroll. Sang walikota setuju, tapi pertaruhannya besar yaitu topi putih sebagai lambang kekuasaan akan berpindah tangan.

Cerita lalu fokus kepada para boxtroll, sebuah makhluk troll yang memakai boks (mengingatkanku pada kura-kura) sebagai pakaian mereka, dalam kesehariannya mereka membawa barang-barang rongsokan dari dunia atas (kota) di malam hari. Membawanya pulang ke dunia bawah (sebuah tempat tinggal yang dibangun di bawah tanah oleh troll) untuk dijadikan perlengkapan hidup, siangnya mereka kembali dan tidur. Mulai dari roda, besi-besi tua, lampu, boneka, sampai kardus-kardus yang kiranya menarik dan bermanfaat. Tersebutlah dua karakter utama troll: Fish (Dee Bradley Baker) dan Shoe (Steve Blum) yang akan mewarnai sepanjang film. Boxtroll ketika diburu selalu masuk ke dalam bok ketakutan. Persis kura-kura pas mau ditangkap. Lucu sekali melihat ekspresi mereka. Dan yang mengejutkanku ada sebuah boxtroll seorang bayi manusia bernama Eggs (Issac Hempstead Wright) di antara mereka. Eggs secara flash sebuah musik yang menawan tumbuh menjadi remaja.

Eggs lalu bergabung dengan boxtroll lainnya setiap malam ke dunia atas. Lalu secara tak sengaja bertemu dengan putri Lord Portkey, bernama Winnie (Elle Fanning). Winnie yang penasaran dengan boxtroll akhirnya berhasil mengajak berbicara Eggs dan menjelaskan kenapa warga ketakutan. Justru Eggs yang terkejut karena, dalam sebuah drama pinggir jalan diparodikan boxtroll telah menculik seorang bayi Trubshaw, sehingga anggapan dunia atas itu tidak benar. Sampai akhirnya Winnie terperangkap di dunai bawah, dan terkejut sampai teriak: Where are the rivers of blood, and the mountains of bones? I was promised rivers of blood!

Keadaan makin runyam karena boxtroll makin hari makin habis yang setiap malam dibasmi pasukan topi merah. Dan sang boxtroll favorite, dalam adegan dramatisnya Fish tertangkap. Namun tetap saja para boxtroll itu sudah menjadi kewajaran, Eggs tak setuju. Shoe yang mengajak bercanda Eggs dengan main lempar serangga, tetap bergeming sedih. Cintanya pada Fish membulatkan tekad untuk menyelamatkannya. Bersama Winnie mereka mencoba membongkar rahasia di balik tertangkapnya boxtroll. Berhasilkah?

Mr Pickles: We exterminators! Of justice!

Mr. Gristle: We exterminate justice!

Well, saya terkejut. Film sesederhana ini bisa masuk nominasi best animasi Oscar. Ceritanya ketebak, plot hole di mana-mana, aksinya juga standar. Dibanding Coraline yang rilis 5 tahun lalu, jelas Boxtroll tak ada apa-apanya. Saya berani jamin ini film ga akan menang di perhelatan Oscar nanti, bahkan saat saya belum menonton pesaing yang lain. Duh! Overall, cerita film yang so so sini mengingatkanku pada kisah-kisah yang ditulis Roald Dahl dengan sentuhan warna-warni. Ingat The BFG, nah boxtroll dalam imajinasiku tampangnya mirip mereka tapi ga raksasa. Membayangkan BFG tersenyum pada ratu Inggris sama seperti senyum Fish yang innocene.

Oiya, saat credit title muncul nikmatilah, sampai lima menit akhir akan ada scene after credit. Nyentil sekali dua orang ini, Pickles dan Gristle. Kita hidup di dunia ini, hanya setitik air. Bahkan gerakkan kita pun sudah diatur yang Maha Besar. Besarkah? See…

Boxtroll | Directed by: Graham Annable, Anthony Stacci | Written by: Irena Brighull, Adam Pava | Cast: Ben Kingsley, Jared Haris, Elle Fanning, Nick Frost, Issac Hempstead Wright | Skor: 3/5

Karawang, 200115