(review) Rudyard Kipling: Angkong Hantu

image

One down, five to go.
Apakah 6 novel baru yang kubeli akan selesai kubaca dalam sebulan? Entahlah, tapi setidaknya saya sudah memulainya malam ini. Dan langsung selesai baca satu buku. Adalah Angkong Hantu karya Rudyard Kipling yang kubaca dalam waktu sejam.
Angkong Hantu adalah seri fiksi klasik berisi dua cerpen yang diluar dugaan ku bukan kisah fabel. Kipling adalah penulis Inggris yang terkenal akan cerita anak-anak dan dongeng fabel. Walau judul buku berisi kata ‘hantu’ saya sempat mengira ini buku paling akan berkisah tentang dunia binatang yang bisa ngomong, seperti Just so stories karya Kipling yang kubaca bulan lalu. Tapi ternyata bukan. Dua cerpen ini berkisah tentang kehidupan orang Inggris di India dengan segala perniknya yang unik.
1. Angkong Hantu
Apa yang bisa Anda lakukan saat sebuah kesalahan selalu muncul untuk menghantui Anda? Dalam cerita menegangkan ini, seorang lelaki mencoba untuk membebaskan diri dari sebuah percintaan di masa lalunya. Tetapi bagaimana ia akan menikahi Kitty jika Agnes tak mau melepaskannya?
“Berbaringlah, perlahan, dan tetaplah tenang,” adalah nasihat yang selalu disampaikan dokter Heatherlegh kepada kebanyakan orang tewas karena kerja yang berlebihan. Ia meyakini bahwa kerja yang berlebihanlah yang menewaskan Tuan Pansay tiga tahun lalu. Heatherlegh menertawakan saya yang berpendapat bahwa Pansay meninggal dunia karena ada retakan di kepalanya dan sesuatu yang datang dari dunia kegelapan yang masuk lewat retakan tersebut hingga Pansay tewas. Dokter Heatherlegh yang merawat Pansay sebelum meninggal, tapi sayalah yang mengetahui fakta penyebannya. Saya pernah minta Pansay untuk menulis semua yang dilihatnya dari awal sampai akhir, kupikir itu akan menenangkannya dan menempatkan ketakutan – ketakutannya dalam bentuk tulisan. Ia menderita demam tinggi saat menulisnya, dan sedih saat kusadari kata-kata yang dituliskan tidak menenangkannya sama sekali. Lalu cerpen ini bercerita dengan berkilas balik dituturkan lewat tulisan yang tertanggal tahun 1885.
Pansay dihantui angkong (sebuah kereta yang ditarik empat orang) yang di dalamnya berisi mendiang mantan kekasihnya, Agnes. Agnes Wessington meninggal karena sakit, sejak diputuskan oleh Pansay. Di kota Simla, India tempat Pansay dan Agnes pernah menghabiskan banyak waktu indah, saat dia dan kekasih barunya Kitty sedang berkuda di sore hari yang cerah Pansay melihat angkong hantu. Kitty tak bisa melihatnya jadi saat kudanya terus melaju menabrak bayangkan angkong, Pansay berteriak panik. Namun ternyata angkong hantu berisi Agnes yang ditarik oleh 4 orang tersebut blur dan diterjang kuda Kitty seolah-olah udara kosong. Setelah kejadian tersebut Pansay dianggap orang gila oleh warga Simla. Dia sering terlihat bicara sendirian, sering berteriak panik lalu tiba – tiba tertawa. Lalu datanglah dokter Heatherlegh mencoba melakukan terapi. Hingga akhirnya terungkap fakta yang mengejutkan.
Di akhir abad 19 ada cerita sebagus ini. Luar biasa, rahasia kecil penyebab munculnya hantu sebenarnya sempat disinggung di awal tapi dengan cerdik Kipling membangun opini baru sehingga pembaca digiring untuk mengungkap penyebab kematian Pansay. Padahal itu hanya jalan untuk menuntut sebuah dendam.
2. Sebuah Penipuan Bank
Apakah seorang pria terhormat akan selalu menjadi pria yang terhormat dalam segala hal? Dalam kisah ini, seorang akuntan yang menyebalkan datang untuk bekerja di sebuah bank. Bagaimana mungkin Reggie bisa begitu sabar menghadapi keluhannya tiada henti?
Ia meneguk minuman keras dan perkataannya menjadi kasar. Ia membeli pakaian tetapi lupa membayar. Ia menikam seorang pemuda terpercaya yang sedang menunggang kuda. Dan memenangkan sebuah pertandingan dengan cara yang meragukan. Lalu, di antara sifat buruk dan kebodohan muncul satu sisi yang mengerjakan perbuatan baik dan kemudian menyembunyikannya, berdusta. — Ruangan Yang Berantakan.
Reggie Burke adalah orang Inggris yang menjabat manajer Bank Slink and Sialkote di India. Semua orang menyukainya, warga India mengenalnya sebagai seorang pelaku bisnis yang sukses dengan pengalaman perbankan yang baik. Pegawai menyukainya karena sifatnya yang humble terhadap warga asli. Keadaan kantor yang tenang dan nyaman seketika berubah saat dewan direksi mengumumkan bahwa akan ada akuntan baru yang dikirim dari Inggris. Tuan Silas Riley adalah seorang yang keras, tegas tanpa kompromi dan keinginan tahuannya terhadap India malah membuatnya dibenci. Reggie dan Riley dalam kerja samanya tak berjalan mulus. Riley menganggap Reggie terlalu liar, sukanya hanya bersenang-senang. Sementara Reggie beranggapan Riley terlalu kaku dan tak bisa adaptasi di tempat baru.
Namun di musim dingin berikutnya segalanya berubah, Riley sakit dan dokter memvonis hidupnya paling lama bertahan 3 bulan. Info ini hanya disampaikan dokter kepada Reggie, dan menasihatinya untuk membuat hari-hari terakhir dalam hidupnya damai beri Riley informasi yang positif agar semangatnya tetap ada. Namun sayang dewan direksi tahu perihal sakitnya. Akhirnya Reggie memutuskan melakukan penipuan besar-besaran terhadap bank untuk terus membuat Riley yang menyebalkan bisa mengakhiri hidupnya dengan tenang.
Well, cerita kedua ini terdengar familiar. Saya pernah membacanya sewaktu SD di majalah Bobo. Entah saat itu sang penulis hanya menerjemahkannya atas menjiplak ide cerita yang jelas saat cerita mengarah ke vonis Riley saya tahu akhir kisah ini.
Secara keseluruhan buku tipis ini memuaskan. Kipling emang penulis jempolan. Selalu menginspirasi…
KGV V5/23 – Karawang, 081014

Iklan

4 thoughts on “(review) Rudyard Kipling: Angkong Hantu

  1. Aku sbenarnya bukan penggemar fiksi. Tp buku ini kyknya bagus. Ntr kucoba cari di library. Skiranya versi bhs inggris nya tdk terlalu rumit, kucoba membacanya. Tfs.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s