Lima Orang

https://lazionebudy.files.wordpress.com/2014/09/dsc_00231.jpg
Bukannya mau riya’ tapi ingin sharing saja. Saya pernah berjanji: “Kalau kelahiran kali ini ibu dan anak sehat dan lancar maka saya akan mengirim pulsa 50 ribu kepada lima orang teman yang pernah membantu saya. Tanpa saya beri tahu mereka.” Dan Alhamdulillah tanggal 10 Agustus 2014 lalu persalinan lancar seperti yang diharapkan. Maka dari tanggal 11 Agustus – 15 Agustus 2014, berturut-turut saya kirim pulsa elektrik kepada mereka yang terpilih. Sebagai catatan kelima orang terpilih ini setahuku ga punya blog, atau kalau punya blog mereka ga aktif. Jadi kemungkinan mereka baca ini tulisan dibawah 5%.
1. Inu
Saya memanggilnya pak Kepala Suku. Teman sekolah STM, dia adalah ketua kelas yang dipilih secara terpaksa. Saat itu wali kelas (hello pak Nurdin!) sedang membuat susunan pengurus kelas. Saat bagian ketua, ga ada yang mengusulkan. Maka sebagai teman sebangku dengan Inu saya teriak namanya dan semua teman setuju saja. Toh apa enaknya jadi orang yang nantinya direpotin. Teman ke perpustakaan Solo, teman nonton film, teman sharing paling dekat semasa pakai seragam putih abu-abu. Dan kebetulan menjadi perantara perkenalan saya dengan May, istriku. Sehingga layak ditaruh di paling atas dalam list ini.
2. Kapten Eko
Di kantor dulu saya dipanggil Spongebob, karena senangnya saya sama serial ini. Dan sang kapten bajak laut adalah Kapten Eko. Beliau teman akrab saat kerja di pabrik furniture 8 tahun yang lalu. Teman sharing kalau ada masalah apapun. Satu-satunya teman saya yang saya taruh namanya di penghormatan di surat undangan menikah. Pemberi semangat saat saya down. Dan walau sudah lama terpisah jarak, sering dia bertanya kabar atau sekedar menyapa ‘hi..’ di facebook. Saya menghormatinya sebagai orang yang di-tua-kan, yah walau hanya selisih 4 tahun denganku. “aye aye kapten!”
3. M.AJI.C
Aji, teman SMP yang membuatku semangat saat pulang kampung. Setelah silaturahmi dengan keluarga dan tetangga, nama Aji ada di top list orang yang ingin ku kunjungi saat mudik. Teman sebangku SMP, penggemar Milan yang walau sudah jarang bertemu tetap berkabar baik lewat Whats App, facebook atau sekedar sms. Salah satu momen yang mengharukan dengannya adalah saat lulus SMP kita mau lanjut sekolah kemana? Karena saya suka elektronika dan selepas STM mau bekerja maka saya lanjut ke STM 1 Solo, yang diikuti olehnya. Sayang mata dia minus, harus pakai kata mata sehingga saat seleksi jurusan elektonika dia gagal. Diluar dugaku, Aji kekeuh lanjut di STM 1 Solo dengan mengambil jurusan yang ‘lebih rendah’ yaitu teknik bangunan hanya demi tetap satu sekolahan denganku. Saat itu dia malah bergurau, “siapa tahu nanti jadi arsitek”.
4. PAI
Namanya Pia, tapi saya panggilnya Pai, yah walau nama aslinya juga jauh dari kata Pia. Teman sekampus istriku, lulusan cum claude. Sering membatu ngerjain tugas kuliah. Sering jalan bareng, setiap ada momen khusus jadi orang pertama yang berkunjung. Walau teman May tapi dekat juga denganku, mungkin karena dia penggemar buku juga. Selepas kuliah, dia lanjut di kampusnya menjadi penjaga perpustakaan. Yang jelas kalau ingat Pia saya selalu ingat adegan Spongebob di episode ‘I am the biggest fan” kala Tomy – jelly spotter dkk terjepit di gua karena pintu gua dijaga ratu ubur-ubur. Spongebob dengan berani kelaur dari gua dan membuat gelembung berbentuk pai. Sehingga ratu ubur-ubur pergi membawa gelembung pai. Semua orang lalu mengelu-elukan si Kuning, ketika ditanya “bagaimana kamu tahu kalau dia suka pai?” Spongebob dengan tertawa khasnya berteriak, “semua orang kan suka Pai.”
5. Agus Agus
Pak Agus adalah seorang manager HRD. Jasa utamanya jelas saat dia memilih saya menjadi leader HRD dari ratusan kandidat. Mungkin bagi pak Agus dia hanya menjalankan tugas, tapi bagiku saat dia memilih saya untuk bergabung di Perusahaan tersebut saya menemukan pengalaman luar biasa sebagai HR. Saya sangat berterima kasih. Walau sekarang sudah terpisah Perusahaan, tapi tetap saya tak kan bisa melupakannya. Saat seorang HRD meng-acc pilihan karyawan untuk bergabung, saya mengibaratkannya sebagai “perpanjangan Tangan Tuhan.”
Ruang HRD NICI – Karawang, 140914

Advertisements

8 thoughts on “Lima Orang

  1. Nama temannya istrinya mirip nama panggilan teman saya, tapi saya memanggilnya Nyonya, Pak. Atau kadang Nyonya Edogawa. Dia penjaga perpus kampus juga. Dan sebenernya avatar saya ini sedang berfoto bareng si Pia teman saya itu, hehee. Jangan-jangan memang Pia yang sama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s