Persatuan Indonesia

DSC_0033[1]
(kompas terbitan hari ini, saatnya gerakan bersama)

Rampung sudah hajatan besar Pilpres 2014. Kemarin tanggal 22 Juli 2014 secara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil akhir perhitungan suara dengan menetapkan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut dua, Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemenang. Unggul jauh atas pasangan nomor urut satu, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dengan selisih 8.421.389 suara.

Saya yang sedari pagi sudah excited menunggu pengumuman rekapitulasi sudah ga konsen bekerja, pengennya segera pulang tenggo. Namun setelah Asar malah ada meeting stock opname, jadi saat jam 16.00, jadwal pembacaan hasil resmi saya malah bahas acara perhitungan barang di gudang. Saya ga konsen sama sekali. Namun di saat-saat meeting, saya iseng buka HP untuk pantau hasil di portal berita, ternyata ada kabar mengejutkan. Pasangan nomor urut satu menarik diri dari rekapitulsai dan menolak hasil Pilpres yang dinilainya cacat hokum. Duuuer! Ono opo iki? Mana katanya yang siap menang siap kalah? Mana jiwa ksatria nya? Mana janji untuk menerima hasil KPU? Seorang negarawan sejati tidak akan menyandera Negara dengan sbuah ketidakpastian demi kepentingan individu dan golongan!

Saat meeting selesai jam 5 sore saya langsung streaming TV via Xpreia M. Ternyata pengumuman resmi ditunda sampai jam 20:00 karena masih ada 2 provinsi yang belum selesai. Ingin cepat-cepat pulang, saya langsung kejar kerjaan, walau dipaksa buka puasa di kantor, akhirnya saat adzan Isya berkumandang saya bisa mancal kuda besi Sikusi untuk bergegas pulang.

Dan, saat penghuni rumah ternyata sepi karena masih pada taraweh, saya yang baru sampai rumah, saya langsung pantengin tv. Sempat molor setengah jam dari jadwal, akhirnya ketua KPU membacakan hasil resminya. Satu per satu provinsi dibacakan, sempat dihentikan sesaat karena calon nomor urut 2 datang di tengah acara. Akhirnya saat waktu menunjukan pukul 21:20 WIB sang ketua KPU ketuk palu dengan hasil akhir:

Prabowo – Hatta : 62.576.444 (46.85%)
Jokowi – JK : 70.997.833 (53.15%)

Pasca pengumuman tersebut Jokowi – JK melakukan pidato kemenangannya di atas kapal Phinisi di pelabuhan Sunda Kelapa.
“Lupakan nomor satu, lupakan nomor dua, salam tiga jari untuk Persatuan Indonesia.”

Ruang HR PT. NICI, Karawang 230714

Iklan