(review) The Book Thief: Words Are Life

Gambar

Narrator/Death: The only truth that I truly know is that I am haunted by humans.

Film dinarasikan oleh malaikat kematian (disuarakan Roger Allam), dibuka dengan sebuah adegan di sebuah kereta menuju kota fiktif di Jerman di era paling kelam abad 20 tahun 1939. Seorang anak perempuan Liesel Meminger (Sophie Nelisse) – dengan nama panggilan Lisa, yang menjerit atas kematian saudara laki-lakinya, mati kedinginan dan lapar. Pemakamana adiknya yang singkat di tengah hujan salju, Lisa menemukan sebuah buku yang terjatuh dan membawanya pulang, buku berjudul: “The Grave diggers Handbook”. Lisa ditampung dan dijadikan anak angkat oleh Hans Hubermanns (Goeffrey Rush) seorang ayah yang kekanak-kanakan, seorang tukang cat dan Rossa Hubermanns (Emily Watson), ibu yang galak. Di era Hitler di mana malaikat kematian begitu sibuknya. Lisa yang buta huruf, anak yatim piatu, tinggal bersama orang tua angkat. Dia belajar membaca saat usia 11 tahun, namun dari situlah dia mulai menyukai tulisan. Siang hari sekolah sambil membantu Rossa malam harinya bersama Hans belajar membaca. Pada suatu malam Lisa melihat buku-buku dibakar, dia mencuri salah satunya untuk melepas dahaga membacanya.

Rudy: You’re stealing books? Why?

Lisa: When life robs you, sometimes you have to rob it back.

Lisa mempunyai seorang tetangga pirang teman sekolahnya Rudy Steiner (Nico Liersch) yang ayahnya berangkat perang. Lalu keluarga ini menyembunyikan seorang Yahudi bernama Max (Ben Schnetzer) yang sakit-sakitan. Kisah bergulir dalam keseharian yang dilanda kekhawatiran perang. Lisa pada suatu saat mengantarkan sebuah pakaian bersih hasil laudry ke orang kaya, di sana dia melihat sebuah perpustakaan keluarga dengan buku berlimpah. Di sana dia diberi izin meminjamnya. Rasa lapar akan buku akhirnya tersalurkan.

Max menghadiahinya sebuah buku kosong agar Lisa mengisinya dengan kisah-kisah yang menawan. Words are life, Liesel. All those pages, they’re for you to fill. Namun kenyataan hidup memang pahit. Hans wajib militer, Rudy sedih karena rindu pada ayahnya dan nantinya saat menginjak usia 14 tahun dia akan wajib militer, Max adalah buronan dan barang siapa yang menyembunyikannya hukumannya sama. Cerita anak-anak di sebuah setting yang kelam. Bagaimanakah akhir dari perjalanan ini? Sang malaikat maut melalui narasinya berujar, “tak ada manusia yang hidup abadi”.

Pondasi cerita yang sangat bagus dari awal sampai tengah ini sayangnya ditutup dengan anti-klimak. Berdasarkan buku best seller karya Markus Zusak yang menawan, harusnya sang sutradara Brian Percival sudah mempunyai bahan yang bagus, sayangnya dia tersandung dengan ending yang rapuh. Dengan akting cast nya istimewa. Rush tampil prima dengan alat musiknya, orang tua yang nrimo akan keadaan hidup, Watson tampil lugas sebagai ibu yang galak namun di sisi lain feminim, dan tentu saja akting menawan Sophie, sebagai pusat cerita dia yang saat syuting berusia 13 tahun tampil solid. Dengan wajah cantik dan bilingua-nya yang meyakinkan, sinarnya akan terang di masa depan.

Gambar

The Book Thief

Director: Brian Percival – Screenplay: Michael Petroni – Cast: Roger Allam, Sophie Nelisse, Goeffrey Rush, Emily Watson – Skor: 3,5/5

Karawang, 200314

Iklan

12 thoughts on “(review) The Book Thief: Words Are Life

  1. Wah kemarin saya sudah lihat “judul” filemnya mas, cuma gak “ngeh” aja buat nontonnya.
    Setelah baca prolog dari mas, jadi kepengen nonton 🙂

    • iya, kelam. Emang susah bikin film anak-anak di era kelam Jerman. Banyak yang gagal, Boy striped pajamas juga runtuh di ending. Makanya book thief ini juga beresiko besar, ternyata terbukti gagal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s