Hasil Drawing 8-Besar UCL dan EL 2013/2014

Gambar

Postingan ringan, mengenai hasil undian 8-besar liga Eropa.

UCL:

Chelsea FC (Inggris)               vs         Paris Saint-Germain (Prancis)
Bayern Muenchen (Jerman)    vs         Manchester United (Inggris)
FC Barcelona (Spanyol)          vs         Atletico Madrid (Spanyol)
Borussia Dortmund (Jerman) vs         Real Madrid (Spanyol)

EL:

AZ Alkmaar (Belanda)           vs         SL Benfica (Portugal)
Olympique Lyon (Perancis)    vs         Juventus (Italia)
FC Basel 1893 (Swiss)            vs         Valencia CF (Spanyol)
FC Porto (Portugal)                vs         Sevilla FC (Spanyol)

Tebakanku yang juara UCL adalah Chelsea dan EL nya Juventus.

Karawang, 220314

Yang Terjadi Hari Ini

Gambar

Kamis, 20 Maret 2014 apa saja kejadian yang tak biasa di hari ini?

1.      1. Whats App Upgrade

Ga tahu sudah berapa kali saya upgrade ini aplikasi chat lintas platform, sudah terlalu sering. Jadi saat pagi hari ada pemberitahuan di BB bahwa versi terbaru sudah ada. Biasanya memang langsung saya klik unduh, sayangnya jaringan bermasalah, sehingga dua kali gagal. Blackberry world sedang error. Saya biarkan saja sampai sore sudah tiga kali percobaan. Di kesempatan keempat, setelah menjemput istri pulang kerja, saya coba lagi. HP saya taruh di atas bantal, pintu rumah saya buka maksudnya biar sinyal lancar, dan klik unduh lagi. Dari 6.1 Mb, butuh sekitar setengah jam. Saya tinggal cuci piring, tahu-tahu sudah 100%. Setelah saya isi data verifikasi, saya lihat ga banyak perubahan di versi 2.11.662 ini.

2.      2. Gagal Bertemu

Pagi-pagi saya sudah dikasih peringatan untuk menghadap bos atas kesalahan yang kulakukan kemarin. Saya tak sengaja menghapus file payroll sehingga program gajian ga bisa jalan. Kejadiannya cepat sekali, saat saya mau format flashdisk yang gagal detect, partisi yang kena malah yang lain dan karena saya hilang fokus saya dengan cepat meng-IYA-kan saja klik konfirmasi format. Dan Boom! di tutup buku gajian bulan ini akan dihitung manual pakai excel, sementara, gara-gara salah klik saya. Fatal, sehingga pagi ini saya dipanggil bos untuk disidang. Sayang gagal bertemu karena dia sedang ada urusan ke Polsek setempat, sedang ada urusan yang lebih urgent. Kuakui saya salah dan minta maaf, saya kehilangan konsentrasi. Jagoan memang kadang harus terjatuh, konsekuensi apapun saya siap terima.

3.      3. Beli Manggis

Kemarin tiba-tiba istri bilang pengen makan buah manggis karena yang dibeliin bapak sudah habis, jadinya hari ini saya mampir ke toko buah.

“Mas berapa harga manggis ini?” saya tunjuk salah satu buah yang sudah pilah-pilah.

“Biasa mas,” jawabnya.

Dalam hati saya bingung, saya ga pernah beli buah manggis di sini, masak jawabnya gitu. “Iya, biasanya berapa?”

“Dua puluh ribu.”

Karena saya tergesa, tanpa menawar langsung saya bayar. Setelah dibungkus sang penjual kasih kembalian tiga ribu. Saya heran karena saya bayar dengan uang pas.

“Buat penglaris, buat langganan.”

Saya hanya mengernyitkan dahi sambil berlalu dari toko itu. Saya ga tahu harga per-kilo berapa. Biasanya ibu kalau beli buah terjadi tawar-menawar, mudah-mudahan penjualnya jujur. Di zaman sekarang ini, menjadi pedagang yang jujur sudah langka.

4.      4. Nyekar ke Makam (alm) Najwa

Seminggu ini istri merengek minta saya nengokin makam anak kami yang pertama. Katanya dia sering bermimpi ketemu anak perempuan, mungkin dia kangen. Dalam mimpi dia pengen digendong ayahnya terus. Akhirnya sore tadi saya bersama adik ipar dan ibu ke sana untuk kirim doa. Makamnya mulai banyak ditumbuhi rumput, daun-daun pohon bambu berserakan di sekeliling, kami bersihkan. Setelah tabur bunga, kita kirim doa, “tenang di surga nak.”

5.      5. Tabloid Bola

Sudah lama ga beli tabloid Bola. Terakhir bulan Agustus tahun lalu pas liga Inggris akan bergulir. Banyak perubahan selama ini ternyata. Harganya sudah tembus di angka delapan ribu, terbitnya bukan dua kali seminggu tapi sekarang sekali seminggu, halamannya dipangkas jadi 44 saja itupun isi yang saya inginkan yaitu bola international hanya separo. Dan yang mengejutkanku, beritanya standar sekali, sangat biasa justru bagusan berita online macam bolanet, detiksport, atau goal. Di tengah gempuran persaingan dengan media digital, media cetak dituntut untuk lebih kreatif. Kita dengan mudah akan mendapatkan akses informasi tim pujaan, sehingga media cetak yang beritanya lebih lambat harus punya nilai lebih dengan memberikan feature istimewa, kalau mau bertahan. Dan kurasa Bola kini dalam tekanan.

Karawang, 210314

(review) The Book Thief: Words Are Life

Gambar

Narrator/Death: The only truth that I truly know is that I am haunted by humans.

Film dinarasikan oleh malaikat kematian (disuarakan Roger Allam), dibuka dengan sebuah adegan di sebuah kereta menuju kota fiktif di Jerman di era paling kelam abad 20 tahun 1939. Seorang anak perempuan Liesel Meminger (Sophie Nelisse) – dengan nama panggilan Lisa, yang menjerit atas kematian saudara laki-lakinya, mati kedinginan dan lapar. Pemakamana adiknya yang singkat di tengah hujan salju, Lisa menemukan sebuah buku yang terjatuh dan membawanya pulang, buku berjudul: “The Grave diggers Handbook”. Lisa ditampung dan dijadikan anak angkat oleh Hans Hubermanns (Goeffrey Rush) seorang ayah yang kekanak-kanakan, seorang tukang cat dan Rossa Hubermanns (Emily Watson), ibu yang galak. Di era Hitler di mana malaikat kematian begitu sibuknya. Lisa yang buta huruf, anak yatim piatu, tinggal bersama orang tua angkat. Dia belajar membaca saat usia 11 tahun, namun dari situlah dia mulai menyukai tulisan. Siang hari sekolah sambil membantu Rossa malam harinya bersama Hans belajar membaca. Pada suatu malam Lisa melihat buku-buku dibakar, dia mencuri salah satunya untuk melepas dahaga membacanya.

Rudy: You’re stealing books? Why?

Lisa: When life robs you, sometimes you have to rob it back.

Lisa mempunyai seorang tetangga pirang teman sekolahnya Rudy Steiner (Nico Liersch) yang ayahnya berangkat perang. Lalu keluarga ini menyembunyikan seorang Yahudi bernama Max (Ben Schnetzer) yang sakit-sakitan. Kisah bergulir dalam keseharian yang dilanda kekhawatiran perang. Lisa pada suatu saat mengantarkan sebuah pakaian bersih hasil laudry ke orang kaya, di sana dia melihat sebuah perpustakaan keluarga dengan buku berlimpah. Di sana dia diberi izin meminjamnya. Rasa lapar akan buku akhirnya tersalurkan.

Max menghadiahinya sebuah buku kosong agar Lisa mengisinya dengan kisah-kisah yang menawan. Words are life, Liesel. All those pages, they’re for you to fill. Namun kenyataan hidup memang pahit. Hans wajib militer, Rudy sedih karena rindu pada ayahnya dan nantinya saat menginjak usia 14 tahun dia akan wajib militer, Max adalah buronan dan barang siapa yang menyembunyikannya hukumannya sama. Cerita anak-anak di sebuah setting yang kelam. Bagaimanakah akhir dari perjalanan ini? Sang malaikat maut melalui narasinya berujar, “tak ada manusia yang hidup abadi”.

Pondasi cerita yang sangat bagus dari awal sampai tengah ini sayangnya ditutup dengan anti-klimak. Berdasarkan buku best seller karya Markus Zusak yang menawan, harusnya sang sutradara Brian Percival sudah mempunyai bahan yang bagus, sayangnya dia tersandung dengan ending yang rapuh. Dengan akting cast nya istimewa. Rush tampil prima dengan alat musiknya, orang tua yang nrimo akan keadaan hidup, Watson tampil lugas sebagai ibu yang galak namun di sisi lain feminim, dan tentu saja akting menawan Sophie, sebagai pusat cerita dia yang saat syuting berusia 13 tahun tampil solid. Dengan wajah cantik dan bilingua-nya yang meyakinkan, sinarnya akan terang di masa depan.

Gambar

The Book Thief

Director: Brian Percival – Screenplay: Michael Petroni – Cast: Roger Allam, Sophie Nelisse, Goeffrey Rush, Emily Watson – Skor: 3,5/5

Karawang, 200314

Drogba Pulang, Chelsea ke 8 Besar Liga Champions

Gambar

(sahabar lama bertemu lagi)

Untuk pertama kalinya Didier Drogba kembali berkunjung ke Stamford Bridge sebagai lawan. 8 tahun membela Chelsea, akhirnya pagi dini hari tadi Drogba yang sekarang memakai seragam Galatasaray melawan rekan-rekannya. Pada pertandingan sebelumnya di Turki Chelsea berhasil menahan tuan rumah 1-1. Drogba tampil relative bagus sepanjang laga. Dan saat dia pulang ke Londong, sambutan fan The Blues begitu meriah. Salah satu banner yang paling disorot adalah gambar Drogba dengan tulisan: always in our hearts.

Pertandingan berlangsung seru, Chelsea unggul cepat seperti harapan saat laga baru berjalan 4 menit. Melalui skema serangan balik cepat Eto’o mengantar Chelsea unggul 1-0. Kemudian jual beli serangan terjadi. Fokus kepada sang legenda Drogba.

The Blues berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0, 3 menit seblum rehat melalui Cahil. Melalui sepak pojok, Terry berhasil menyundul bola ke gawang. Sempat di blok oleh Muslera, Cahil yang berdiri bebas melesakkannya dengan keras. Babak pertama Chelsea unggul agg. 3-1, situasi yang sangat nyaman.

Babak kedua relative tenang, tuan rumah begitu dominan. Nyaris tanpa peluang berbahaya, karena setiap pemain Chelsea mereka mencoba menahan bola lebih lama, bahkan saat serangan balik pun bola tidak dengan segera dieksekusi. Di menit ke 67’ terjadi duel, Drogba mendapatkan kartu kuning. Terlihat begitu santainya dia, bahkan sering tersenyum walau dilanggar. Tak ada gol lagi tercipta, sehingga skor 2-0 ini sudah cukup untuk mengantar Chelsea ke babak 8 besar.

Terima kasih Drogba. Di mana pun Anda berada, Anda selalu di hati kami.

Gambar

(aksi yang seru)

Gambar

(banner yang istimewa)

Karawang, 190413

Partick Star: The Real Star OF All Time

Gambar

Catatan: Nostalgia kali ini saya nukil dari catatan bulan Oktober 2010. Tentang karakter idola, Patrick si bintang jenius bodoh. Karakter istimewa di Bikini Bottom.

Spongebob : Apa yang biasanya kamu lakukan saat aku pergi?

Patrick : Menunggu kamu kembali.

Sambil ditemani kopi, mendengarkan theme song pembuka film Spongebob Squarepants seperti mendapat suntikan semangat yang benar-benar baru. Semangat yang belum tentu bisa didapat di pagi hari ketika briefing dengan atasan.

 “who lives in a pineapple under the sea

absorbent and yellow and porous is he

if nautical nonsense be something you wish

then drop on the deck and flop like a fish”

Ini adalah catatan pertamaku tentang Spongebob Squarepants. Kartun ter-favorite-ku sepanjang masa, mengalahkan Dragon Ball yang dulu kupuja-puja. Aku cinta film Spongebob Squarepants, walau semuanya kadang menyebalkan (kecuali Gery Siput tentu saja).

Squidward Tentacle yang selalu sial yang kalau ketawa hidungnya kembang kempis seperti mau runtuh, Spongebob Squarepant yang punya kotak tertawa dan imajinasi hampir tak terbatas, Patrick Star pengangguran yang dungunya tak terselamatkan, Eugene Krab yang matanya membentuk simbol dollar setiap ada makhluk laut yang memesan krabby patty, Sandy mamalia darat bergigi maju yang selalu memakai helm kedap air, Plankton yang ambisius menguasai dunia seekor makhluk bersel satu yang beristrikan sebuah mesin Karen, Gery siput penurut yang tidak memiliki kosakata lain selain “meow”, dan juga karakter yang tergolong ghaib seperti Flying Dutchman, Mindy dan Neptune. Tak lupa pula duo hero Mermaidman & Barnicles Boy.

Untuk kali ini saya ingin mengutip kata-kata Patrick Star yang memorable, unik dan luar biasa (kalian tahu maksudku). Coba tebak petikan dialog berikut ada di episode apa saja…

1. Mr.Krab: Patrick,kamu kupecat!

Patrick:Tapi saya bekerja disini pun tidak

Mr.Krab: Kalo gitu maukah kamu bekerja mulai sekarang?

Patrick: Wah Mauuu

Mr.Krab: Kamu kupecat !!

 

2. Flying Dutchman : Aku beri kau 3 permintaan

Patrick : Aku minta lima

Fying Dutchman : Baik, kuberi kau 4 permintaan

Patrick : 3, ambil atau tidak

Flying Dutchman : Baiklah 3 permintaan

 

3. Mr. Krab : Itu harganya 5 dollar

Patrick : Aku hanya punya 7 dollar

 

4. Sandy: Ucapan gila

Patrick: Itu bukan ucapan gila. ini ucapan gila. !*@&$^!*(@$(*!& (Sandy mukul kepala Patrick)

 

5. Spongebob: Aku tidak akan keluar dari rumah selamanya !

Patrick: Untuk selamanya ?

Spongebob: Untuk selama-lamanya

Patrick: Untuk selama lama lama lama lamanya ?

Spongebob: Untuk selama lama lama lama lama

Patrick: (Patrick nyaut) Untuk selama lama lama lama

Spongebob : Cukup patrick !

 

6. Patrick: Hidup itu enak ..

Patrick: Mudah datang mudah pergi ….

(pensil ajaib , scene si Patrick digambarin kumis ama si Spongebob )

 

7. Spongebob: Selamat tinggal Wormy

Patrick: Mengapa matahari selalu terbenam di hari yang indah ini ?

 

8. Patrick: Apakah kamu Squidward?

Squidward (orang lain mirip Squidward): Tidak

Patrick: Apakah kamu Squidward?

Squidward (orang lain mirip Squidward): TIDAK!

Patrick: Apakah kamu Squidward sekarang?

Pipa Air (………………)

Patrick: Kurasa bukan.

 

9. Patrick: (bersiul ke burung)

Spongebob: Patrick, saya tidak tau kamu bisa bahasa burung.

Patrick: Itu bukan bahasa burung Spongebob, itu bahasa Italy

 

10. Spongebob: Aku benci kau, Patrick.

Patrick: Aku benci juga.

Spongebob: Aku benci kau tak peduli apapun itu!

Patrick: Aku akan membencimu bahkan jika aku tidak membencimu.

Spongebob: Aku akan membencimu bahkan jika itu masuk akal.

Patrick: Aku benci kau bahkan jika kau jadi aku. Itulah betapa aku membencimu.

 

11. Spongebob: Saya Marah !

Patrick: Saya juga !

Spongebob: Kenapa kamu marah?

Patrick: Saya ga bisa melihat dahiku sendiri ! kalo kamu?

 

12. Patrick: Taukah kamu apa yg lebih lucu dari 23?

Spongebob: Apa itu?

Patrick: 24

 

13. Spongebob: Patrick, sudah brapa lama kita disini?

Patrick: (melihat jam tangannya yg digambar sendiri pake pen) wah, saya harus menggambar batere baru untuk ini

 

14. Patrick: Spongebob? Psssttttttt, Spongebob?? Pssssssssssssst. Saya mau mengatakan sesesuatu, sesuatu yg sangat penting !!

Spongebob: APA??

Patrick: Hai

 

15. (Spongebob berubah berbentuk negara texas)

Spongebob: Hey, Patrick. Apakah aku?

Patrick: Bodoh?

Spongebob: Bukan, Saya Texas!

Patrick: Apa bedanya?

 

16. Patrick: Saya punya penggumuman !!! (semua org melihat ke Patrick)

Patrick: Saya harus ke WC

 

17. Spongebob: (meniup balon dalam bentuk gajah)

Patrick: (dengan lantang berteriak) JERAPAH !!!

 

18. Spongebob: Apa kamu yakin mau jadi bodoh untuk jadi temanku lagi?

Patrick: Pengetahuan tidak akan bisa menggantikan persahabatan. Aku memilih jadi bodoh!!!

 

19. Patrick berteriak : “AKU JELEK DAN AKU BANGGA!!!”

Gambar

Hidup Patrick Star!

Ruanglain31 – Cikarang, 241010

(Nevermind, I’ve got an idea!)

Karawang, 180314

Buku – Film – Bola (BFB)

Beberapa hari yang lalu saya mendapat pesan lumayan panjang di grup Whats App sepak bola, salah satunya pesannya ‘“Hidup seperti pertandingan bola. Babak pertama (masa muda) menanjak karena pengetahuan, kekuasaan, jabatan, usaha bisnis, salary dsb. Babak kedua (masa tua) menurun karena darah tinggi, trigliserid, gula darah, asam urat, kolestrol. Semoga para sahabat waspada dari awal hingga akhir, harus menang 2 Babak!”

Pesan tersebut bisa diartikan secara luas, salah satunya ya nikmati hidup, jaga kesehatan, tetap syukur dan jangan serakah akan kekayaan dunia. Jangan karena kesibukan di babak pertama dalam hidup (usia muda) kita lupa menikmati hidup menyalurkan hobi dalam setiap momen. Menjalani hidup ini, saya orangnya santai, terlampau santai malah. Memang hidup harus punya target, punya ‘barisan bebek’ namun tetap hobi jangan sampai tak jalan. Bukan hanya di setiap akhir pekan, setiap hari saya selalu berusaha menyenangkan diri sendiri. Dan ketiga hal ini adalah posisi teratas dalam rutinitas fun menjalani singkatnya hidup ini.

Buku

Gambar

(buku yang menumpuk, waktu yang sedikit)

Setiap bulan saya pastikan ada budget buat beli buku. Yang pasti beli majalah film dan sebuah novel. Ini minimal, biasanya akan lebih. Setiap ke toko buku, banyak yang pengen dibeli, setelah nikah bukan hanya minat dalam genre yang jadi pertimbangan namun juga harganya. Tapi tetap beli buku jalan terus. Jadi wajar kini koleksi di perpus keluarga sudah dua rak buku penuh, karena pembelian ini rutin sejak pertama kali kerja tahun 2004. Ingat sekali, gaji pertama yang ga seberapa saya belikan novel Harry Potter dan Batu Bertuah, album musik M2M: The Best Of dan sebagian dikasih ke ibu. Semenjak itu saya tak terhentikan.

Mayoritas adalah novel bergenre fantasi dan anak, namun saya tak membatasinya. Selama itu terlihat menarik, dapat review OK atau terdengar bagus bisa jadi akan masuk ke rak. Selain buku cerita dan majalah, saya dulu juga langganan koran, koran yang katanya nomor satu nasional. Kewalahan membaca setiap hari, saya putuskan menjadi langganan dua kali tiap akhir pekan. Namun semenjak beli BB, koran jadi sedikit tersingkir. Kualitas berita cetak memang jauh lebih bagus ketimbang internet namun saya kewalahan menyimpan koran di rumahku yang sempit. Perpus pribadi saya sudah terisi buku, apalagi harganya awal tahun ini naik sehingga akhirnya kita memutuskan menghentikan beli rutin. Dan kurasa koleksi buku lebih menjanjikan masa depan, untuk anak-istri dan cucu sebagai warisan.

Film

Gambar

(komunitas Gila Film di Jakarta)

Saya sudah suka film dari kecil. Dulu di kota kecil pinggiran Solo, ada bioskop Palur Teater. Jaraknya sekitar satu kilometer dari rumahku. Sesekali kakakku mengajak nonton di sana, bukan film blockbuster luar negeri hanya film lokal seperti Warkop DKI, Doyok-Kadir atau film horror Suzana. Zaman itu hiburan tak sebanyak sekarang variannya. Sesekali ke tanah lapang di komplek TNI-ABRI buat nonton layar tancep, sambil makan kacang dan jagung bakar. Film jadul Berry Prima sama Advent Bangun. Dari memori-memori masa kecil yang menyenangkan itu, kebiasaan bergeser ke TV swasta yang menyajikan film Layar Emas tiap Selasa dan Kamis malam. Bahagia itu sederhana.

Menginjak masa Sekolah bersama teman-teman yang sekelasnya mayoritas pria kita sempatkan ke bioskop di kota Solo. Di kota Bengawan ini jumlah bioskop lebih bervariasi, harganya Rp 4.500,-. Saya ingat sekali film pertama yang kami tonton berempat bersama Wisnu, Yudi, dan Seno adalah film The Fast and The Furious. Film balap yang keren itu selalu membekas di hati. Sebenarnya kita berniat nonton Ada Apa Dengan Cinta? yang kala itu sedang booming, namun selalu kehabisan tiket. Setelah berkali-kali gagal, dan terpaksa nonton di stodio sebelah akhirnya dapat juga kita menikmati film yang membawa Nicholas Saputra dan Dian Sastro melambung itu.

Selepas sekolah saya tetap continue nonton, apalagi saya kerja dan kuliah di kota Cikarang tinggal di kos yang hanya lima menit dari Mal Lippo ada bioskopnya. Jadi deh tiap akhir pekan nonton film. Hampir selalu sendirian saya ke bioskop, selain nonton saya juga maniak game ding-dong yang seruangan dengan lobi bioskop. Dari sekedar hobi, akhirnya saya iseng buat review film dan menemukan komunitas film di Jakarta. Saya juga langganan majalah film sehingga wawasan jadi lebih luas. Kegemaran yang terus kebawa sampai sekarang. Yah walau di Karawang tak ada 21 atau Blitz, saya dipaksa nonton di laptop atau dvd bajag-an yang jelas hobi nonton film lanjut terus.

Bola

Gambar

(salah satu malam terbaik sebagai seorang Laziale)

Saya sudah suka main bola sejak kecil. Sewaktu SD seingatku kita main bola di jam istirahat sekolah dengan gawang hanya memakai batu bata ditumpuk dua di kedua sisinya. Kalau sore main di tanah lapang di kampung atau main di depan halaman rumah orang yang punya selep-padi, siangnya buat menjemur padi sorenya buat main bola.

Namun saya benar-benar menikmati yang namanya pertandingan sepak bola di layar kaca sejak piala dunia 1998. Jagoanku Italia yang tersingkir sama tuan rumah via adu pinalti. Waktu itu striker mahal Christian Vieri sedang on fire dan mencetak 5 gol selama perhelatan. Gara-gara Vieri saya jadi mendukung Lazio, yang saat itu bermain di sana walau hanya semusim. Dia hijrah ke Inter dengan bandrol gila sebagai pemain termahal di dunia. Tapi hatiku sudah tertambat di Olimpico, sehingga kepindahan Vieri tak mengubah jagoan.

Lalu karena jagoanku Italia maka saya menjadi pendukung Chelsea yang di akhir 90an memiliki banyak pemain negeri Pizza. Dari Gianluca Vialli, Pierluigi Casiraghi, Roberto Di Matteo sampai Gianfranco Zola. Semua pemain bintang. Saat peralihan pemain, klub metropolitan ini tetap kujagokan. Sehingga akhirnya bergeser dari ‘di mana pemain Italia’ menjadi ‘seorang True Blue’.

Dari cerita singkat kecintaanku pada klub ibu kota tersebut, akhirnya ketagihan sampai sekarang. Bola, jelas sudah menjadi bagian hidupku. Setiap pekan kalau ada laga Chelsea dan Lazio maka dapat dipastikan saya akan update.

Gila Buku, Gila Film, Gila Bola. Dari ketiganya saya menikmati hidup yang singkat ini.

Karawang, 140314

Drogba

Gambar

“What a draw. I’m the luckiest man in this competition. In both games I’ll be playing at home!”

Kemarin tanggal 11 Maret 2014 legenda hidup Chelsea FC, Didier Drogba berulang tahun ke-36. Pemain besar yang begitu dipuja publik London Biru. Sepakan bola terakhirnya berseragam Chelsea menghasilkan piala Champions 2012. Sebuah perpisahan manis setelah selama 8 tahun bersama.

Didier Yves Drogba Tebily memulai karier profesionalnya di Le Mans saat berusia 18 tahun, lalu tahun 2002 dia pindah ke Guingamp. Di sana dia mencetak 17 gol dalam 34 pertandingan. Hanya semusim di sana, Drogba dibeli Marseille dengan bandrol 3,3 juta £. Tampil gemilang dengan mencetak 19 gol semusim, membuat Chelsea kepincut.

Pada tahun 2004, saat Chelsea memulai revolusi setelah dibeli taipan minyak asal Rusia, Roman Abramovic. Setelah sebelumnya gagal dengan striker mahal lainnya dan memecat Claudio Ranieri, Chelsea mempekerjakan Jose Mourinho, yang sukses dengan tropi Champions bersama Porto. Salah satu rekrutan besarnya adalah striker asal Pantai Gading, Didier Drogba. Awalnya saya pesimis melihatnya. Pemain keling yang walau sudah teruji di liga Perancis belum tentu hebat di liga Inggris. Apalagi harganya yang mahal, 24 juta £. Terlampau mahal untuk seorang yang saat itu belum terkenal.

Namun waktu juga yang membuktikan. Perlahan tapi pasti Drogba jadi pemain penting London Biru. Musim perdananya kita sukses merengkuh double winner: EPL dan Carling cup. Di musim keduanya, Drogba makin menancapkan tajinya sebagai pemain istimewa dalam skuad dengan tampil konsisten dan menghantar Chelsea merengkuh gelar EPL back-to-back nya.

Saat Mourinho dipecat 20 September 2007, dia sempat berujar akan mengikuti jalan sang mentor, namun niat itu diurungkan demi fan. Sempat mengalami kemunduran, Chelsea bangkit musim 2009/2010 di bawah pelatih Carlo Ancelotti. Di musim pertamanya the Blues meraih double winner: FA cup dan EPL, salah satu momen indah yang selalu saya kenang adalah saat laga terakhir melawan Wigan, kita menang besar 8-0. Drogba dan Lampard berebut pinalti. Drogba punya kepentingan menambah gol untuk memastikan gelar top scorer, menjauh dari kejaran Roo. Lampard berkepentingan untuk memastikan gelar EPL guna mengamankan jarak dari MU, karena Lampard yang bertugas sebagai penendang utama. Dalam siaran langsung, terlihat mereka berdua saling ambil-rebut bola. Lucu, toh akhirnya juara juga. Drogba terkenal karena ketajamannya dalam bola atas, kuat fisik, kemampuan olah bola yang bagus. Dan satu lagi, dia selalu menjadi penentu kala Chelsea bermain di final FA cup, community shield dan Carling cup, sehingga saking seringnya dia mencetak gol di sana, publik menjulukinya king of Wembley.

Di musim ke 2010/2011 nya Drogba tetap tajam walau Chelsea mengalami kemunduran. Di tengah musim, awal tahun 2011, Chelsea memutuskan membeli penyerang mahal Fernando Torres dari Liverpool. Awalnya akan di-plot sebagai striker utama, namun ternyata Drogba belum tergantikan. Musim itu Chelsea hampa gelar, Carlo dipecat. Musim 2011/2012 di bawah era Andre-Villas Boas (AVB) dan assisten Roberto Di Matteo (RDM), Chelsea mengalami gejolak. Penampilan yang tak konsisten, AVB dipecat pada di tengah musim memaksa RDM naik pangkat. Di sisa musim itulah, mungkin salah satu era paling luar biasa sebagai fan Chelsea. Terseok-seok di liga, tertatih di Champions, serta ketar-ketir di FA. Namun ternyata berhasil masuk final FA dan Champions. Untuk kedua kalinya kita di final kejuaran paling bergengsi.

Pada final Champions di stadion Allianz Arena melawan tuan rumah Bayern Muenchen, Chelsea kembali memakai strategi parkir bus. Tangguh di sektor belakang. Babak pertama skor 0-0. Babak kedua setelah diserang dari berbagai sisi, akhirnya Bayern unggul di menit 83 melalui sundulan Mueller. Chelsea bereaksi cepat, di menit 88 mereka mendapat satu-satunya tendangan pojok. Dan momen saat Drogba menyundul bola ke pojok kiri gawang Neuer itulah saya berteriak histeris, 1-1. Waktu 90 menit berjalan skor sama kuat. Di babak tambahan, Drogba sempat membuat kesalahan saat dia menyenggol pemain Bayern sehingga mereka dapat tendangan pinalti. Giliran Cech yang jadi penyelamat. Tendangannya dengan bagus dapat digagalkan. Hingga akhirnya pertandingan harus dilanjutkan dengan babak adu bejan.

Saat kedudukan 3-3, penendang kelima sekaligus terakhir Chelsea , Didier Drogba melakukannya dengan sempurna. Chelsea berpesta-pora menyambut gelar Liga Champions pertamanya.

Selama 8 tahun berseragam Chelsea Drogba menghantar Chelsea meraih gelar: 3 EPL, 2 Carling cup, 4 FA cup, 2 Community shield, 1 LIGA CHAMPIONS, menyumbang 157 gol. Benar-benar pemain pujaan Stanforn Bridge. Sayangnya saat kontraknya habis di akhir musim 2012, manajemen hanya menawari perpanjangan setahun sementara sang legenda ingin durasi yang lebih lama. Negosiasi gagal mencapai titik temu. Kita pun kehilangan pemain hebat, salah satu yang terbaik sepanjang masa. Tendangan terakhirnya untuk Chelsea menghasilkan gelar juara di kompetisi tertinggi.

Pengundian 16 besar UCL 2013/2014, memaksa Drogba yang sekarang pemain Galatasaray untuk melawan Chelsea. Leg 1 sudah berlangsung dengan berkedudukan 1-1. Drogba main bagus, selama bermain dia menunjukkan profesionalitasnya. Di leg 2 saat gantian Chelsea menjadi tuan rumah tanggal pekan depan, bisa dipastikan fan Chelsea akan menyambutnya secara antusias layaknya menyambut kepulangan sang pahlawan. Patut disimak, 90 penuh kamera akan mengarah padanya. Welcome home, Didier!

Happy birthday 36 years. You always will be in our hearts.

Gambar

Karawang, 120314

Perenungan

Gambar

Konon survey membuktikan:

1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai (mubazir).

2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubadzir.

3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.

4. Sebuah Universitas, 70% materi kuliahnya tidak dapat diterapkan.

5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng tidak bermakna.

6. Pakaian dan peralatan dalam sebuah rumah, 70%nya nganggur tidak terpakai.

7. Seumur hidup cari duit banyak?, 70% nya dinikmati ahli waris.

“Hidup seperti pertandingan bola”

Babak Pertama (masa muda) Menanjak karena Pengetahuan, Kekuasaan, Jabatan, Usaha Bisnis, Salary dsb.

Babak kedua (masa tua) menurun “

Karena Darah Tinggi, Trigliserid, Gula Darah, Asam Urat, kolestrol, dsb .

Semoga Para Sahabat Waspada dari Awal hingga Akhir, Harus Menang 2 Babak!

Tidak Sakit Juga Harus Check Up, tidak Haus juga harus Minum.

Galau juga Harus Cari Solusi, benar Juga Harus Mengalah.

Powerfull juga Perlu Merendah, tidak Cape’ pun Perlu Rehat.

Tidak kaya pun Perlu Bersyukur, sesibuk Apa pun Juga Perlu Olahraga.

Sadarlah, Hidup itu Pendek, pasti ada Saatnya Finish!

Jangan tertipu dengan usia MUDA? Karena syarat mati tidak harus TUA?

Jangan terpedaya dengan tubuh badan SEHAT?

Karena syarat mati tidak mesti SAKIT.

Teruslah berbuat baik, berkata baik, memberi nasihat yang baik. Walaupun tidak banyak orang yg memahamimu, jadilah seperti jantung? Yang tidak terlihat tetapi terus berdenyut setiap saat hingga membuat kita terus hidup menjelang akhir hayat?

AJAL Tak MengenaL Waktu Usia.

Jadi…

Terus Berbuat Baik dan menyampaikan Kebenaran terhadap sesama.

Semoga kita diberi umur yg panjang,sehat untuk berubah: semakin baik,semakin dewasa, semakin bijak, makin dekat dgn Tuhan setiap hari.

Salam bahagia dan sukses!

(diambil dari chat Whats App grup Football On Chat)

Karawang, 120314

Yang Terjadi Dalam Sepekan

Gambar

(sortir data saldo JHT BPJS karyawan)

<img class="size-full wp-image" id="i-1411" alt="Gambar" src="https://lazionebudy.files.wordpress.com/2014/03/img00299-20140311-0350.jpg?w=650"(So many books to read, so little time)

<img class="size-full wp-image" id="i-1412" alt="Gambar" src="https://lazionebudy.files.wordpress.com/2014/03/img00302-20140311-0724.jpg?w=650"

(memantau dari lantai atas karyawan training)

Gambar

(ada lomba masak kreasi singkong di masjid dekat rumah)

Gambar

(buku ‘Sang Fotografer’ dan ‘Heroes of the Valley’, kiriman dari Klaten sudah sampai)

Karawang, 110314

Just for fun #Nostalgia

Gambar

Catatan: Nostalgia Minggu ini saya nukil prediksi Oscar tahun 2011, sisa pesta Oscar seminggu lalu. Terlihat saat lajang dan menikah itu beda, termasuk kualitas tulisan dan analisa.

Total ada 10 halaman dengan front 11 Calibri spasi single untuk catatan ini, namun karena kepanjangan saya hanya mem-publish separonya. Lagipula untuk kategori-kategori biasa kurang seru untuk dibahas. Semoga ketika teman-teman membacanya senikmat saya menulisnya.

Sebenarnya saya pengen buat tulisan prediksi Oscar sejak beberapa hari lalu, tapi keinginan untuk menonton semua nominasi best picture dulu sebagai uji kelayakan sebelum 27 Februari rasanya mustahil terwujud. Saya baru melihat 6/9 darinya, jadi saya tak mau menduga-duga ketiga film ini: True Grit, Black Swan dan Winter’s Bone. Kemungkinan saya baru melihatnya kala pemenang sudah diungkap.

Sebelum membuka kran yang baik, kita mampir sejenak ke razzies award.

Saya ingin menumpahkan kekesalan pada film The Last Airbender (TLA). Sebelum menontonnya saya sudah diwanti-wanti oleh banyaknya review buruk, baik dari internet, majalah atau berbincang dengan teman. Tapi sebagai film yang paling kunanti no 3 tahun 2010 saya tetep harus nonton, untungnya bukan 3D. Nah kebetulan 21 Cikarang tayang ini film tepat di hari ultahku, so saya bayar karcis dobel untuk teman saya. Hasilnya, bukan hanya kado yang buruk dari M. Night Shyamalan, teman saya bahkan protes mulu kenapa kau pilih film jelek gini di momen ultahmu. God damn it! Andai ia tahu saya juga bete berat hampir sepanjang film.

Jadi Tak diragukan lagi, saya dengan mantab pilih film TLA buat menang piala yang digagas John Wilson ini. Seandainya gagal menang, ada baiknya saya me-remove semua file film Mr. Night dari kompi saya termasuk masterpiece The Sixth Sense. Mungkin.

Honorable mention

Ini adalah 3 film yang saya sukai secara kualitas tapi ga masuk Oscar best picture.

The Next Three day

Terlalu aksi bukan academy friendly, Paul Haggin terjun ke profesi sutradara menangani Russel Crowe dan Elisabeth Bank dalam drama penjara. Terlihat di sini sang sineas emang cerdas dalam menyusun plot yang menghibur, penulis naskah tentu tahu mana yang patut ditampilkan dan tidak. Dari adegan pembuka saja kita sudah ditarik secara timeline dengan bagus. Sayangnya kecerdikan Crowe dalam menangani masalah dengan sempurna malah menjadi bumerang. Kelebihannya malah menjadi kelemahan utama film ini.

The Ghost Writer

Saya sudah membaca bukunya jauh hari sebelum filmnya muncul rumor diadaptasi, dengan cover bendera England dengan judul hanya the Ghost. Saya menantinya dengan sabar untuk tayang di bioskop Cikarang, sayangnya sampai kasetnya dirilis penantian itu tak kunjung terealisasi. Akhirnya melalui Odiva, saya bisa menontonnya. Sebagus novelnya, semenarik yang kuharapkan. Ending-nya lebih revolusioner khas Roman Polanski, kertas yang berterbangan seperti menampar-nampar wajah kita akan pahitnya kenyataan.

Blue Valentine

Movie of the year, Ryan-Michelle deserves to Oscar. Hanya menyertakan Michelle Williams di oscar, rasanya tak adil. Blue Valentine menyuguhkan banyak rasa kala menontonnya. Manis, asam, asin. Tawa, sedih, senang, duka. Walau tak sekomplek rasa dalam Little Miss Sunshine, film ini sungguh memikat. Yah yang terbaik memang kadang terlewatkan. Untuk beberapa tahun ke depan, film ini akan selalu ku kenang. Seperti serangan ‘aliens’ di LMS dan komplekivitas pikiran Summer Finn.

Oke, berikut prediksi saya.

Best Actor

Nominee: Javier Bardem (Biutiful), Jeff Bridges (True Grit), Jesse Eisenberg (The Social Network), Colin Firth (The King’s Speech), James Franco (127 Hours)

All the bet goes to Colin Firth, yang membawa kehangatan dan kerapuhan pada kegagapan raja George VI di The King’s Speech. Jelas saya setuju, dengan hilangnya Ryan Gosling yang tampil sangat bagus di Blue Valentine yang bisa menampilkan segala ekspresi dari pemimpi, childish, pecundang, emosional, hopeless romantic. Jadi seandainya saya bisa mewawancarai Dean, apa film kartun favorite-nya, bisa jadi jawabnya Spongebob. Oops! Saya banget. So Si raja gagap layak dapat Oscar, akting Colin bahkan jauh lebih meyakinkan daripada Aziz gagap sekalipun.

“pppp-leeaa-ssee giii-vee meee, aaa-nnn oooss-caaaa-r” (bacanya terbata-bata dong biar menjiwai).

Best Actress

Nominee: Annette Bening (The Kids Are All Right), Nicole Kidman (Rabbit Hole), Jennifer Lawrence (Winter’s Bone), Natalie Portman (Black Swan), Michelle Williams (Blue Valentine)

This category is wide open. Jika ditanya harapan, saya vote Michelle Williams. Saya benar-benar menyukai Blue Valentine dari segala aspek. Namun karena ini prediksi dimana harapan ada di bawah analisa maka Annette Bening layak dikedepankan. Lihat aksinya kala mengusir Mark Ruffalo di depan pintu, keren bukan?

Best actor in a supporting role.

Nominee: Christian Bale (The Fighter), Jon Hawkes (Winter’s Bone), Jeremy Renner (The Town), Mark Ruffalo (The Kids Are All Right), Geoffrey Rush (The King’s Speech)

Hell yeah! Si Bruce Wayne tampil edan! Penampilannya sebagai aktor pendukung malah melebihi si aktor utama. Hey lihat, gaya berjalannya yang sebagai background scene ciuman Mark-Amy. It’s so memorable. Ok, Saya menyukai the Town, menunjuknya masuk 10 besar film favorite saya tahun 2010. Sayangnya ini film hanya menyetor 1 nominasi. Oh Jeremy, better luck next time. Before the winner this category publish I wanna say congrat for skinny Bale. Err, Early.

Best actress in a supporting role.

Nominee: Amy Adams (The Fighter), Helena Bonham Carter (The King’s Speech), Melissa Leo (The Fighter), Hailee Steinfeld (True Grit), Jacki Weaver (Animal Kingdom)

Ibu dengan anak yang banyak. Repot, sibuk, galak. Dibawakan dengan meyakinkan oleh Melissa Leo. Jadi ketika dirinya merasa dihianati oleh anaknya sendiri, Leo mengirim pasukan anaknya (yang cewek) guna menentang calon mantu. Haha, scene klasik tarung girls on girl. Lawannya di film ternyata jadi lawan di award juga, tak lain dan tak bukan adalah si calon mantu sendiri. Ya, Amy jangan durhaka.

Achievement in Cinematography

Nominee: Black Swan, Inception, The King’s Speech, The Social Network, True Grit

Untuk kategori ini sebenarnya saya ingin nunjuk Inception, namun rasanya sang pole position The King’s Speech lebih mantab. Bahkan menurutku lebih menegangkan dari dunia mimpi penuh aksi.

Art Direction

Nominee: Alice in Wonderland, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1, Inception, The King’s Speech, True Grit.

Saya harap Harry Potter menang, franchise yang menjadi fenomena dekade ini minim award. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Part 2 sebagai final saya yakin akan meledak lagi, namun siapa yang mau meng-garansi akan masuk nominasi lagi tahun depan. Untuk kali ini harapanku ku-tranform menjadi prediksi. Thanks God, Part 1 is good and deserve to win something!

Best animated feature film of the year

Nominee: How To Train Your Dragon, The Illusionist, Toy Story 3

Adalah skandal jika sampai Toy Story 3 gagal menang. Melanjutkan tongkat estafet yang dipegang Pixar dari 2008, tanpa melihat pesaing pun saya sudah men-stempel Toy Story 3 sebagai film kartun terbaik. Bukan hanya tahun ini tapi sepanjang masa. Saya memprediksi, tongkat Pixar akan lepas tahun depan mengingat Cars pertama yang biasa saja melanjutkan franchise-nya sama saja dengan menekan tombol alarm. Beeepppp! Plak, tongkat terjatuh. Saatnya Dreamwork Animations memungutnya?

Achievement in music written for motion pictures (Original Score)

Nominee: How to Train Your Dragon, Inception, The King’s Speech, 127 Hours, The Social Network

Dari pertama lihat scene si kembar Winklevoss yang mendayung dalam lomba di Paris, saya sudah menprediksi ini dia original score of the year. Penataan score nya pas banget dengan adegan yang ditampilkan. Catchy and awesome. The Social Network wins.

Achievement in music written for motion pictures (Original Song)

Nominee: Coming Home (Country Strong), I See the Light (Tangled), If I Rise (127 Hours), We Belong Together (Toy Story 3)

Karena saya belum nonton Country strong dan Tangled, saya hanya bisa mereka-reka 2 film terakhir. Vote Randy Newman, We belong Together, hihi padahal saya juga ga nggeh lagu If I rise nya Dido mengalun di menit berapa saat nonton 127 Hours.

Achievement in visual effect

Nominee: Alice in Wonderland, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1, Hereafter, Inception, Iron Man 2

Hey, teman-teman yang saya sms tanggal 16-02-11 dini hari tadi (Zul, Budi, Andra, Dien, dkk) bahwa Inception hanya akan menang 1 kategori saya ralat ya. Setelah menonton ulang, Film Nolan ini layak menang visual effect. Kota dilipat, air yang tumpah dari tembok, kereta api di jalan raya, dan tentu saja scene upset down gravity nya Gordon Levitt. Melihat prediksi sesaat ke atas, bisa ditarik kesimpulan Alice in Wonderland bertangan hampa karena semua kategorinya sudah disebut dan zero result.

Adapted screenplay

Nominee: 127 Hours, The Social Network, Toy Story 3, True Grit, Winter’s Bone

Ketika baca status teman di facebook bahwa The Social Network sudah tayang di Bekasi bulan Novembar lalu, saya langsung bergegas berangkat. Di tengah pekan yang bangun kesiangan, sampai lupa mandi. Sebelum brangkat sempat nyebar sms ke teman-teman siapa yang bisa kuajak. Tak ada! Ya iyalah, pada beraktifitas. Setelah nonton, saya kagum secara keseluruhan dengan susunan naskah Aaron Sorkin, kick-ass the west wing! Hey lihat Garfield banting laptop, Jesse merancau, bahkan aktor pendulum mantan anggota boyband Nsync pun dibuat bagus. Bisa jadi ini satu-satunya film berkualitas punya Justin, akhirnya dia punya hit. Mari kita tersenyum tidak ada awalan “the” dalam facebook. Bravo Sorkin.

Original screenplay

Nominee: Another Year, The Fighter, Inception, The Kids Are All Right, The King’s Speech

Ini dia kategori yang paling saya sukai dalam film.

“Sebuah skenario yang baik dengan sutradara yang buruk akan menghasilkan film yang lumayan. Namun sebuah skenario yang buruk dengan sutradara yang baik sekalipun akan menghasilkan film yang buruk”_ Akira Kurosawa

Ok, saingan utamanya adalah the Fighter, Sebagai pelengkap Best Visual effect, I vote Inception. Naskah Inception digodok Nolan sendiri selama 10 tahun berdasarkan obsesi pribadi. Waktu yang tak sebentar untuk mewujudkannya. Tentu saya mengharapkan sesuatu yang luar biasa. Film tentang mimpi yang berlapis ini berbuntut panjang. Perdebatannya tak kan pernah habis dibahas, hype nya memecah banyak kubu. Yang suka, kalian layak mempertahankannya. Saya berharap akan muncul Inception-Inception yang lain untuk beberapa tahun ke depan. Untuk kali ini Mr. Akira menemukan opsi ketiga. Skenario yang baik-Sutradara yang baik jelas akan menghasilan film yang ber-kualitas. Mr. Nolan stands up please!

BEST DIRECTOR

Nominee: David O. Russell (The Fighter), Darren Aronofsky (Black Swan), David Fincher (The Social Network), Tom Hooper (The King’s Speech), Joel Coen & Ethan Coen (True Grit)

Karena belum menonton Black Swan dan True Grit saya tak bisa membahasnya. Hanya bisa me-reka Aronofsky yang belum pernah dapat Oscar mungkin ini waktu yang tepat. Lihat track record filmnya, Requiem for a dream yang ciamik, The fountain, Pi, dan yang terakhir The Wrestler yang mengantar Rouke menang Oscar. Oke, saya tak berani membahasnya lebih lanjut menerka-nerka tanpa tahu secara keseluruhan film adalah tindakan tak etis seperti menangkap bayangan.

Jadi mari kita bicarakan 3 yang lain. David O. Russels adalah orang yang tepat mengangkat film The Fighter. Setelah berpindah-pindah tangan, perjuangan Mark untuk mewujudkan biopic Ward terealisasi. Dan stempel sebagai film tinju terbaik dekade ini bukanlah isapan jempol belaka. Tom Hooper yang menampilkan nuansa Inggris masa perang dunia sangat indah. Secara esensi keseluruhan film ini milik Colin. Lihat pidatonya yang bertranformasi sampai ending yang menyentuh. Disuruh misuh-misuh, Penampilan Colin seperti one man show. So coret Hooper!

Setelah menonton The Social Network saya juga men-detect ini film bakalan menang di kategori ini. Jauh hari sebelum musim Oscar dimulai. Setelah saya melihat para pesaingnya saya tak mengubah prediksi. Apalagi saya pernah kecewa 2 tahun lalu gara-gara the Corious case of Benjamin Button gagal menang di kategori bergengsi, inilah saatnya Fincher tersenyum. Yee, kali ini tanpa Pitt.

Best Motion Picture of the year

Nominee: Black Swan, The Fighter, Inception, The Kids Are All Right, The King’s Speech, 127 hours, The Social Network, Toy Story 3, True Grit, Winter’s Bone.

Untuk memangkas 10 film nominasi paling bergengsi ini dengan cepat, maka kita kesampingkan film-film yang tak menyertakan sepaket kategori best director. Jadi otomatis saya coret , Inception, The Kids Are All Right, 127 hours, Toy Story 3, dan Winter’s Bone. Sedikti uneg-uneg, saya sebenarnya sangat berharap Toy story 3 yang maju sehingga bisa jadi animasi pertama yang menang. Ingat, film ini adalah juara tahun lalu di box office. Nyaris semua review bernada positif.

Berhubung saya belum nonton Black Swan dan True Grit maka saya akan mencoretnya juga. Nah sekarang saya mempunyai 3 besar; The Fighter, The King’s Speech, dan The Social Network.

Singkat saja, The Social Network yang akan menang. Analisanya sederhana, film pemenang best picture biasanya mengikuti perkembangan zaman dan isu yang sedang hangat diperbincangan. Mark Zuckerberg menjadi people of the year. Saat ini dunia maya Facebook adalah fenomena. Bahkan saya mengenal anda-anda sekalian lebih dekat melaui Facebook! Accidental billionaires, Oscar please.

Well, setiap insan mempunyai prediksi dan harapan masing-masing. Seandainya beberapa yang saya tulis ini terwujud, kalian bisa meneriakan: “ah hanya tebakan yang beruntung”. Namun seandainya banyak yang salah saya juga bisa mengelak: “this time an Oscar is unpredictable, isn’t it?

Ruang TLP – Cikarang, 160111 at 04.33 FT: Milan 0-1 Spurs.

(11 hari menjelang pesta di Kodak Theater, Los Angeles, California, Amerika Serikat)

Karawang, 100314