Hasil Drawing 8-Besar UCL dan EL 2013/2014

Gambar

Postingan ringan, mengenai hasil undian 8-besar liga Eropa.

UCL:

Chelsea FC (Inggris)               vs         Paris Saint-Germain (Prancis)
Bayern Muenchen (Jerman)    vs         Manchester United (Inggris)
FC Barcelona (Spanyol)          vs         Atletico Madrid (Spanyol)
Borussia Dortmund (Jerman) vs         Real Madrid (Spanyol)

EL:

AZ Alkmaar (Belanda)           vs         SL Benfica (Portugal)
Olympique Lyon (Perancis)    vs         Juventus (Italia)
FC Basel 1893 (Swiss)            vs         Valencia CF (Spanyol)
FC Porto (Portugal)                vs         Sevilla FC (Spanyol)

Tebakanku yang juara UCL adalah Chelsea dan EL nya Juventus.

Karawang, 220314

Yang Terjadi Hari Ini

Gambar

Kamis, 20 Maret 2014 apa saja kejadian yang tak biasa di hari ini?

1.      1. Whats App Upgrade

Ga tahu sudah berapa kali saya upgrade ini aplikasi chat lintas platform, sudah terlalu sering. Jadi saat pagi hari ada pemberitahuan di BB bahwa versi terbaru sudah ada. Biasanya memang langsung saya klik unduh, sayangnya jaringan bermasalah, sehingga dua kali gagal. Blackberry world sedang error. Saya biarkan saja sampai sore sudah tiga kali percobaan. Di kesempatan keempat, setelah menjemput istri pulang kerja, saya coba lagi. HP saya taruh di atas bantal, pintu rumah saya buka maksudnya biar sinyal lancar, dan klik unduh lagi. Dari 6.1 Mb, butuh sekitar setengah jam. Saya tinggal cuci piring, tahu-tahu sudah 100%. Setelah saya isi data verifikasi, saya lihat ga banyak perubahan di versi 2.11.662 ini.

2.      2. Gagal Bertemu

Pagi-pagi saya sudah dikasih peringatan untuk menghadap bos atas kesalahan yang kulakukan kemarin. Saya tak sengaja menghapus file payroll sehingga program gajian ga bisa jalan. Kejadiannya cepat sekali, saat saya mau format flashdisk yang gagal detect, partisi yang kena malah yang lain dan karena saya hilang fokus saya dengan cepat meng-IYA-kan saja klik konfirmasi format. Dan Boom! di tutup buku gajian bulan ini akan dihitung manual pakai excel, sementara, gara-gara salah klik saya. Fatal, sehingga pagi ini saya dipanggil bos untuk disidang. Sayang gagal bertemu karena dia sedang ada urusan ke Polsek setempat, sedang ada urusan yang lebih urgent. Kuakui saya salah dan minta maaf, saya kehilangan konsentrasi. Jagoan memang kadang harus terjatuh, konsekuensi apapun saya siap terima.

3.      3. Beli Manggis

Kemarin tiba-tiba istri bilang pengen makan buah manggis karena yang dibeliin bapak sudah habis, jadinya hari ini saya mampir ke toko buah.

“Mas berapa harga manggis ini?” saya tunjuk salah satu buah yang sudah pilah-pilah.

“Biasa mas,” jawabnya.

Dalam hati saya bingung, saya ga pernah beli buah manggis di sini, masak jawabnya gitu. “Iya, biasanya berapa?”

“Dua puluh ribu.”

Karena saya tergesa, tanpa menawar langsung saya bayar. Setelah dibungkus sang penjual kasih kembalian tiga ribu. Saya heran karena saya bayar dengan uang pas.

“Buat penglaris, buat langganan.”

Saya hanya mengernyitkan dahi sambil berlalu dari toko itu. Saya ga tahu harga per-kilo berapa. Biasanya ibu kalau beli buah terjadi tawar-menawar, mudah-mudahan penjualnya jujur. Di zaman sekarang ini, menjadi pedagang yang jujur sudah langka.

4.      4. Nyekar ke Makam (alm) Najwa

Seminggu ini istri merengek minta saya nengokin makam anak kami yang pertama. Katanya dia sering bermimpi ketemu anak perempuan, mungkin dia kangen. Dalam mimpi dia pengen digendong ayahnya terus. Akhirnya sore tadi saya bersama adik ipar dan ibu ke sana untuk kirim doa. Makamnya mulai banyak ditumbuhi rumput, daun-daun pohon bambu berserakan di sekeliling, kami bersihkan. Setelah tabur bunga, kita kirim doa, “tenang di surga nak.”

5.      5. Tabloid Bola

Sudah lama ga beli tabloid Bola. Terakhir bulan Agustus tahun lalu pas liga Inggris akan bergulir. Banyak perubahan selama ini ternyata. Harganya sudah tembus di angka delapan ribu, terbitnya bukan dua kali seminggu tapi sekarang sekali seminggu, halamannya dipangkas jadi 44 saja itupun isi yang saya inginkan yaitu bola international hanya separo. Dan yang mengejutkanku, beritanya standar sekali, sangat biasa justru bagusan berita online macam bolanet, detiksport, atau goal. Di tengah gempuran persaingan dengan media digital, media cetak dituntut untuk lebih kreatif. Kita dengan mudah akan mendapatkan akses informasi tim pujaan, sehingga media cetak yang beritanya lebih lambat harus punya nilai lebih dengan memberikan feature istimewa, kalau mau bertahan. Dan kurasa Bola kini dalam tekanan.

Karawang, 210314

(review) The Book Thief: Words Are Life

Gambar

Narrator/Death: The only truth that I truly know is that I am haunted by humans.

Film dinarasikan oleh malaikat kematian (disuarakan Roger Allam), dibuka dengan sebuah adegan di sebuah kereta menuju kota fiktif di Jerman di era paling kelam abad 20 tahun 1939. Seorang anak perempuan Liesel Meminger (Sophie Nelisse) – dengan nama panggilan Lisa, yang menjerit atas kematian saudara laki-lakinya, mati kedinginan dan lapar. Pemakamana adiknya yang singkat di tengah hujan salju, Lisa menemukan sebuah buku yang terjatuh dan membawanya pulang, buku berjudul: “The Grave diggers Handbook”. Lisa ditampung dan dijadikan anak angkat oleh Hans Hubermanns (Goeffrey Rush) seorang ayah yang kekanak-kanakan, seorang tukang cat dan Rossa Hubermanns (Emily Watson), ibu yang galak. Di era Hitler di mana malaikat kematian begitu sibuknya. Lisa yang buta huruf, anak yatim piatu, tinggal bersama orang tua angkat. Dia belajar membaca saat usia 11 tahun, namun dari situlah dia mulai menyukai tulisan. Siang hari sekolah sambil membantu Rossa malam harinya bersama Hans belajar membaca. Pada suatu malam Lisa melihat buku-buku dibakar, dia mencuri salah satunya untuk melepas dahaga membacanya.

Rudy: You’re stealing books? Why?

Lisa: When life robs you, sometimes you have to rob it back.

Lisa mempunyai seorang tetangga pirang teman sekolahnya Rudy Steiner (Nico Liersch) yang ayahnya berangkat perang. Lalu keluarga ini menyembunyikan seorang Yahudi bernama Max (Ben Schnetzer) yang sakit-sakitan. Kisah bergulir dalam keseharian yang dilanda kekhawatiran perang. Lisa pada suatu saat mengantarkan sebuah pakaian bersih hasil laudry ke orang kaya, di sana dia melihat sebuah perpustakaan keluarga dengan buku berlimpah. Di sana dia diberi izin meminjamnya. Rasa lapar akan buku akhirnya tersalurkan.

Max menghadiahinya sebuah buku kosong agar Lisa mengisinya dengan kisah-kisah yang menawan. Words are life, Liesel. All those pages, they’re for you to fill. Namun kenyataan hidup memang pahit. Hans wajib militer, Rudy sedih karena rindu pada ayahnya dan nantinya saat menginjak usia 14 tahun dia akan wajib militer, Max adalah buronan dan barang siapa yang menyembunyikannya hukumannya sama. Cerita anak-anak di sebuah setting yang kelam. Bagaimanakah akhir dari perjalanan ini? Sang malaikat maut melalui narasinya berujar, “tak ada manusia yang hidup abadi”.

Pondasi cerita yang sangat bagus dari awal sampai tengah ini sayangnya ditutup dengan anti-klimak. Berdasarkan buku best seller karya Markus Zusak yang menawan, harusnya sang sutradara Brian Percival sudah mempunyai bahan yang bagus, sayangnya dia tersandung dengan ending yang rapuh. Dengan akting cast nya istimewa. Rush tampil prima dengan alat musiknya, orang tua yang nrimo akan keadaan hidup, Watson tampil lugas sebagai ibu yang galak namun di sisi lain feminim, dan tentu saja akting menawan Sophie, sebagai pusat cerita dia yang saat syuting berusia 13 tahun tampil solid. Dengan wajah cantik dan bilingua-nya yang meyakinkan, sinarnya akan terang di masa depan.

Gambar

The Book Thief

Director: Brian Percival – Screenplay: Michael Petroni – Cast: Roger Allam, Sophie Nelisse, Goeffrey Rush, Emily Watson – Skor: 3,5/5

Karawang, 200314

Drogba Pulang, Chelsea ke 8 Besar Liga Champions

Gambar

(sahabar lama bertemu lagi)

Untuk pertama kalinya Didier Drogba kembali berkunjung ke Stamford Bridge sebagai lawan. 8 tahun membela Chelsea, akhirnya pagi dini hari tadi Drogba yang sekarang memakai seragam Galatasaray melawan rekan-rekannya. Pada pertandingan sebelumnya di Turki Chelsea berhasil menahan tuan rumah 1-1. Drogba tampil relative bagus sepanjang laga. Dan saat dia pulang ke Londong, sambutan fan The Blues begitu meriah. Salah satu banner yang paling disorot adalah gambar Drogba dengan tulisan: always in our hearts.

Pertandingan berlangsung seru, Chelsea unggul cepat seperti harapan saat laga baru berjalan 4 menit. Melalui skema serangan balik cepat Eto’o mengantar Chelsea unggul 1-0. Kemudian jual beli serangan terjadi. Fokus kepada sang legenda Drogba.

The Blues berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0, 3 menit seblum rehat melalui Cahil. Melalui sepak pojok, Terry berhasil menyundul bola ke gawang. Sempat di blok oleh Muslera, Cahil yang berdiri bebas melesakkannya dengan keras. Babak pertama Chelsea unggul agg. 3-1, situasi yang sangat nyaman.

Babak kedua relative tenang, tuan rumah begitu dominan. Nyaris tanpa peluang berbahaya, karena setiap pemain Chelsea mereka mencoba menahan bola lebih lama, bahkan saat serangan balik pun bola tidak dengan segera dieksekusi. Di menit ke 67’ terjadi duel, Drogba mendapatkan kartu kuning. Terlihat begitu santainya dia, bahkan sering tersenyum walau dilanggar. Tak ada gol lagi tercipta, sehingga skor 2-0 ini sudah cukup untuk mengantar Chelsea ke babak 8 besar.

Terima kasih Drogba. Di mana pun Anda berada, Anda selalu di hati kami.

Gambar

(aksi yang seru)

Gambar

(banner yang istimewa)

Karawang, 190413

Partick Star: The Real Star OF All Time

Gambar

Catatan: Nostalgia kali ini saya nukil dari catatan bulan Oktober 2010. Tentang karakter idola, Patrick si bintang jenius bodoh. Karakter istimewa di Bikini Bottom.

Spongebob : Apa yang biasanya kamu lakukan saat aku pergi?

Patrick : Menunggu kamu kembali.

Sambil ditemani kopi, mendengarkan theme song pembuka film Spongebob Squarepants seperti mendapat suntikan semangat yang benar-benar baru. Semangat yang belum tentu bisa didapat di pagi hari ketika briefing dengan atasan.

 “who lives in a pineapple under the sea

absorbent and yellow and porous is he

if nautical nonsense be something you wish

then drop on the deck and flop like a fish”

Ini adalah catatan pertamaku tentang Spongebob Squarepants. Kartun ter-favorite-ku sepanjang masa, mengalahkan Dragon Ball yang dulu kupuja-puja. Aku cinta film Spongebob Squarepants, walau semuanya kadang menyebalkan (kecuali Gery Siput tentu saja).

Squidward Tentacle yang selalu sial yang kalau ketawa hidungnya kembang kempis seperti mau runtuh, Spongebob Squarepant yang punya kotak tertawa dan imajinasi hampir tak terbatas, Patrick Star pengangguran yang dungunya tak terselamatkan, Eugene Krab yang matanya membentuk simbol dollar setiap ada makhluk laut yang memesan krabby patty, Sandy mamalia darat bergigi maju yang selalu memakai helm kedap air, Plankton yang ambisius menguasai dunia seekor makhluk bersel satu yang beristrikan sebuah mesin Karen, Gery siput penurut yang tidak memiliki kosakata lain selain “meow”, dan juga karakter yang tergolong ghaib seperti Flying Dutchman, Mindy dan Neptune. Tak lupa pula duo hero Mermaidman & Barnicles Boy.

Untuk kali ini saya ingin mengutip kata-kata Patrick Star yang memorable, unik dan luar biasa (kalian tahu maksudku). Coba tebak petikan dialog berikut ada di episode apa saja…

1. Mr.Krab: Patrick,kamu kupecat!

Patrick:Tapi saya bekerja disini pun tidak

Mr.Krab: Kalo gitu maukah kamu bekerja mulai sekarang?

Patrick: Wah Mauuu

Mr.Krab: Kamu kupecat !!

 

2. Flying Dutchman : Aku beri kau 3 permintaan

Patrick : Aku minta lima

Fying Dutchman : Baik, kuberi kau 4 permintaan

Patrick : 3, ambil atau tidak

Flying Dutchman : Baiklah 3 permintaan

 

3. Mr. Krab : Itu harganya 5 dollar

Patrick : Aku hanya punya 7 dollar

 

4. Sandy: Ucapan gila

Patrick: Itu bukan ucapan gila. ini ucapan gila. !*@&$^!*(@$(*!& (Sandy mukul kepala Patrick)

 

5. Spongebob: Aku tidak akan keluar dari rumah selamanya !

Patrick: Untuk selamanya ?

Spongebob: Untuk selama-lamanya

Patrick: Untuk selama lama lama lama lamanya ?

Spongebob: Untuk selama lama lama lama lama

Patrick: (Patrick nyaut) Untuk selama lama lama lama

Spongebob : Cukup patrick !

 

6. Patrick: Hidup itu enak ..

Patrick: Mudah datang mudah pergi ….

(pensil ajaib , scene si Patrick digambarin kumis ama si Spongebob )

 

7. Spongebob: Selamat tinggal Wormy

Patrick: Mengapa matahari selalu terbenam di hari yang indah ini ?

 

8. Patrick: Apakah kamu Squidward?

Squidward (orang lain mirip Squidward): Tidak

Patrick: Apakah kamu Squidward?

Squidward (orang lain mirip Squidward): TIDAK!

Patrick: Apakah kamu Squidward sekarang?

Pipa Air (………………)

Patrick: Kurasa bukan.

 

9. Patrick: (bersiul ke burung)

Spongebob: Patrick, saya tidak tau kamu bisa bahasa burung.

Patrick: Itu bukan bahasa burung Spongebob, itu bahasa Italy

 

10. Spongebob: Aku benci kau, Patrick.

Patrick: Aku benci juga.

Spongebob: Aku benci kau tak peduli apapun itu!

Patrick: Aku akan membencimu bahkan jika aku tidak membencimu.

Spongebob: Aku akan membencimu bahkan jika itu masuk akal.

Patrick: Aku benci kau bahkan jika kau jadi aku. Itulah betapa aku membencimu.

 

11. Spongebob: Saya Marah !

Patrick: Saya juga !

Spongebob: Kenapa kamu marah?

Patrick: Saya ga bisa melihat dahiku sendiri ! kalo kamu?

 

12. Patrick: Taukah kamu apa yg lebih lucu dari 23?

Spongebob: Apa itu?

Patrick: 24

 

13. Spongebob: Patrick, sudah brapa lama kita disini?

Patrick: (melihat jam tangannya yg digambar sendiri pake pen) wah, saya harus menggambar batere baru untuk ini

 

14. Patrick: Spongebob? Psssttttttt, Spongebob?? Pssssssssssssst. Saya mau mengatakan sesesuatu, sesuatu yg sangat penting !!

Spongebob: APA??

Patrick: Hai

 

15. (Spongebob berubah berbentuk negara texas)

Spongebob: Hey, Patrick. Apakah aku?

Patrick: Bodoh?

Spongebob: Bukan, Saya Texas!

Patrick: Apa bedanya?

 

16. Patrick: Saya punya penggumuman !!! (semua org melihat ke Patrick)

Patrick: Saya harus ke WC

 

17. Spongebob: (meniup balon dalam bentuk gajah)

Patrick: (dengan lantang berteriak) JERAPAH !!!

 

18. Spongebob: Apa kamu yakin mau jadi bodoh untuk jadi temanku lagi?

Patrick: Pengetahuan tidak akan bisa menggantikan persahabatan. Aku memilih jadi bodoh!!!

 

19. Patrick berteriak : “AKU JELEK DAN AKU BANGGA!!!”

Gambar

Hidup Patrick Star!

Ruanglain31 – Cikarang, 241010

(Nevermind, I’ve got an idea!)

Karawang, 180314

Buku – Film – Bola (BFB)

Beberapa hari yang lalu saya mendapat pesan lumayan panjang di grup Whats App sepak bola, salah satunya pesannya ‘“Hidup seperti pertandingan bola. Babak pertama (masa muda) menanjak karena pengetahuan, kekuasaan, jabatan, usaha bisnis, salary dsb. Babak kedua (masa tua) menurun karena darah tinggi, trigliserid, gula darah, asam urat, kolestrol. Semoga para sahabat waspada dari awal hingga akhir, harus menang 2 Babak!”

Pesan tersebut bisa diartikan secara luas, salah satunya ya nikmati hidup, jaga kesehatan, tetap syukur dan jangan serakah akan kekayaan dunia. Jangan karena kesibukan di babak pertama dalam hidup (usia muda) kita lupa menikmati hidup menyalurkan hobi dalam setiap momen. Menjalani hidup ini, saya orangnya santai, terlampau santai malah. Memang hidup harus punya target, punya ‘barisan bebek’ namun tetap hobi jangan sampai tak jalan. Bukan hanya di setiap akhir pekan, setiap hari saya selalu berusaha menyenangkan diri sendiri. Dan ketiga hal ini adalah posisi teratas dalam rutinitas fun menjalani singkatnya hidup ini.

Buku

Gambar

(buku yang menumpuk, waktu yang sedikit)

Setiap bulan saya pastikan ada budget buat beli buku. Yang pasti beli majalah film dan sebuah novel. Ini minimal, biasanya akan lebih. Setiap ke toko buku, banyak yang pengen dibeli, setelah nikah bukan hanya minat dalam genre yang jadi pertimbangan namun juga harganya. Tapi tetap beli buku jalan terus. Jadi wajar kini koleksi di perpus keluarga sudah dua rak buku penuh, karena pembelian ini rutin sejak pertama kali kerja tahun 2004. Ingat sekali, gaji pertama yang ga seberapa saya belikan novel Harry Potter dan Batu Bertuah, album musik M2M: The Best Of dan sebagian dikasih ke ibu. Semenjak itu saya tak terhentikan.

Mayoritas adalah novel bergenre fantasi dan anak, namun saya tak membatasinya. Selama itu terlihat menarik, dapat review OK atau terdengar bagus bisa jadi akan masuk ke rak. Selain buku cerita dan majalah, saya dulu juga langganan koran, koran yang katanya nomor satu nasional. Kewalahan membaca setiap hari, saya putuskan menjadi langganan dua kali tiap akhir pekan. Namun semenjak beli BB, koran jadi sedikit tersingkir. Kualitas berita cetak memang jauh lebih bagus ketimbang internet namun saya kewalahan menyimpan koran di rumahku yang sempit. Perpus pribadi saya sudah terisi buku, apalagi harganya awal tahun ini naik sehingga akhirnya kita memutuskan menghentikan beli rutin. Dan kurasa koleksi buku lebih menjanjikan masa depan, untuk anak-istri dan cucu sebagai warisan.

Film

Gambar

(komunitas Gila Film di Jakarta)

Saya sudah suka film dari kecil. Dulu di kota kecil pinggiran Solo, ada bioskop Palur Teater. Jaraknya sekitar satu kilometer dari rumahku. Sesekali kakakku mengajak nonton di sana, bukan film blockbuster luar negeri hanya film lokal seperti Warkop DKI, Doyok-Kadir atau film horror Suzana. Zaman itu hiburan tak sebanyak sekarang variannya. Sesekali ke tanah lapang di komplek TNI-ABRI buat nonton layar tancep, sambil makan kacang dan jagung bakar. Film jadul Berry Prima sama Advent Bangun. Dari memori-memori masa kecil yang menyenangkan itu, kebiasaan bergeser ke TV swasta yang menyajikan film Layar Emas tiap Selasa dan Kamis malam. Bahagia itu sederhana.

Menginjak masa Sekolah bersama teman-teman yang sekelasnya mayoritas pria kita sempatkan ke bioskop di kota Solo. Di kota Bengawan ini jumlah bioskop lebih bervariasi, harganya Rp 4.500,-. Saya ingat sekali film pertama yang kami tonton berempat bersama Wisnu, Yudi, dan Seno adalah film The Fast and The Furious. Film balap yang keren itu selalu membekas di hati. Sebenarnya kita berniat nonton Ada Apa Dengan Cinta? yang kala itu sedang booming, namun selalu kehabisan tiket. Setelah berkali-kali gagal, dan terpaksa nonton di stodio sebelah akhirnya dapat juga kita menikmati film yang membawa Nicholas Saputra dan Dian Sastro melambung itu.

Selepas sekolah saya tetap continue nonton, apalagi saya kerja dan kuliah di kota Cikarang tinggal di kos yang hanya lima menit dari Mal Lippo ada bioskopnya. Jadi deh tiap akhir pekan nonton film. Hampir selalu sendirian saya ke bioskop, selain nonton saya juga maniak game ding-dong yang seruangan dengan lobi bioskop. Dari sekedar hobi, akhirnya saya iseng buat review film dan menemukan komunitas film di Jakarta. Saya juga langganan majalah film sehingga wawasan jadi lebih luas. Kegemaran yang terus kebawa sampai sekarang. Yah walau di Karawang tak ada 21 atau Blitz, saya dipaksa nonton di laptop atau dvd bajag-an yang jelas hobi nonton film lanjut terus.

Bola

Gambar

(salah satu malam terbaik sebagai seorang Laziale)

Saya sudah suka main bola sejak kecil. Sewaktu SD seingatku kita main bola di jam istirahat sekolah dengan gawang hanya memakai batu bata ditumpuk dua di kedua sisinya. Kalau sore main di tanah lapang di kampung atau main di depan halaman rumah orang yang punya selep-padi, siangnya buat menjemur padi sorenya buat main bola.

Namun saya benar-benar menikmati yang namanya pertandingan sepak bola di layar kaca sejak piala dunia 1998. Jagoanku Italia yang tersingkir sama tuan rumah via adu pinalti. Waktu itu striker mahal Christian Vieri sedang on fire dan mencetak 5 gol selama perhelatan. Gara-gara Vieri saya jadi mendukung Lazio, yang saat itu bermain di sana walau hanya semusim. Dia hijrah ke Inter dengan bandrol gila sebagai pemain termahal di dunia. Tapi hatiku sudah tertambat di Olimpico, sehingga kepindahan Vieri tak mengubah jagoan.

Lalu karena jagoanku Italia maka saya menjadi pendukung Chelsea yang di akhir 90an memiliki banyak pemain negeri Pizza. Dari Gianluca Vialli, Pierluigi Casiraghi, Roberto Di Matteo sampai Gianfranco Zola. Semua pemain bintang. Saat peralihan pemain, klub metropolitan ini tetap kujagokan. Sehingga akhirnya bergeser dari ‘di mana pemain Italia’ menjadi ‘seorang True Blue’.

Dari cerita singkat kecintaanku pada klub ibu kota tersebut, akhirnya ketagihan sampai sekarang. Bola, jelas sudah menjadi bagian hidupku. Setiap pekan kalau ada laga Chelsea dan Lazio maka dapat dipastikan saya akan update.

Gila Buku, Gila Film, Gila Bola. Dari ketiganya saya menikmati hidup yang singkat ini.

Karawang, 140314

Drogba

Gambar

“What a draw. I’m the luckiest man in this competition. In both games I’ll be playing at home!”

Kemarin tanggal 11 Maret 2014 legenda hidup Chelsea FC, Didier Drogba berulang tahun ke-36. Pemain besar yang begitu dipuja publik London Biru. Sepakan bola terakhirnya berseragam Chelsea menghasilkan piala Champions 2012. Sebuah perpisahan manis setelah selama 8 tahun bersama.

Didier Yves Drogba Tebily memulai karier profesionalnya di Le Mans saat berusia 18 tahun, lalu tahun 2002 dia pindah ke Guingamp. Di sana dia mencetak 17 gol dalam 34 pertandingan. Hanya semusim di sana, Drogba dibeli Marseille dengan bandrol 3,3 juta £. Tampil gemilang dengan mencetak 19 gol semusim, membuat Chelsea kepincut.

Pada tahun 2004, saat Chelsea memulai revolusi setelah dibeli taipan minyak asal Rusia, Roman Abramovic. Setelah sebelumnya gagal dengan striker mahal lainnya dan memecat Claudio Ranieri, Chelsea mempekerjakan Jose Mourinho, yang sukses dengan tropi Champions bersama Porto. Salah satu rekrutan besarnya adalah striker asal Pantai Gading, Didier Drogba. Awalnya saya pesimis melihatnya. Pemain keling yang walau sudah teruji di liga Perancis belum tentu hebat di liga Inggris. Apalagi harganya yang mahal, 24 juta £. Terlampau mahal untuk seorang yang saat itu belum terkenal.

Namun waktu juga yang membuktikan. Perlahan tapi pasti Drogba jadi pemain penting London Biru. Musim perdananya kita sukses merengkuh double winner: EPL dan Carling cup. Di musim keduanya, Drogba makin menancapkan tajinya sebagai pemain istimewa dalam skuad dengan tampil konsisten dan menghantar Chelsea merengkuh gelar EPL back-to-back nya.

Saat Mourinho dipecat 20 September 2007, dia sempat berujar akan mengikuti jalan sang mentor, namun niat itu diurungkan demi fan. Sempat mengalami kemunduran, Chelsea bangkit musim 2009/2010 di bawah pelatih Carlo Ancelotti. Di musim pertamanya the Blues meraih double winner: FA cup dan EPL, salah satu momen indah yang selalu saya kenang adalah saat laga terakhir melawan Wigan, kita menang besar 8-0. Drogba dan Lampard berebut pinalti. Drogba punya kepentingan menambah gol untuk memastikan gelar top scorer, menjauh dari kejaran Roo. Lampard berkepentingan untuk memastikan gelar EPL guna mengamankan jarak dari MU, karena Lampard yang bertugas sebagai penendang utama. Dalam siaran langsung, terlihat mereka berdua saling ambil-rebut bola. Lucu, toh akhirnya juara juga. Drogba terkenal karena ketajamannya dalam bola atas, kuat fisik, kemampuan olah bola yang bagus. Dan satu lagi, dia selalu menjadi penentu kala Chelsea bermain di final FA cup, community shield dan Carling cup, sehingga saking seringnya dia mencetak gol di sana, publik menjulukinya king of Wembley.

Di musim ke 2010/2011 nya Drogba tetap tajam walau Chelsea mengalami kemunduran. Di tengah musim, awal tahun 2011, Chelsea memutuskan membeli penyerang mahal Fernando Torres dari Liverpool. Awalnya akan di-plot sebagai striker utama, namun ternyata Drogba belum tergantikan. Musim itu Chelsea hampa gelar, Carlo dipecat. Musim 2011/2012 di bawah era Andre-Villas Boas (AVB) dan assisten Roberto Di Matteo (RDM), Chelsea mengalami gejolak. Penampilan yang tak konsisten, AVB dipecat pada di tengah musim memaksa RDM naik pangkat. Di sisa musim itulah, mungkin salah satu era paling luar biasa sebagai fan Chelsea. Terseok-seok di liga, tertatih di Champions, serta ketar-ketir di FA. Namun ternyata berhasil masuk final FA dan Champions. Untuk kedua kalinya kita di final kejuaran paling bergengsi.

Pada final Champions di stadion Allianz Arena melawan tuan rumah Bayern Muenchen, Chelsea kembali memakai strategi parkir bus. Tangguh di sektor belakang. Babak pertama skor 0-0. Babak kedua setelah diserang dari berbagai sisi, akhirnya Bayern unggul di menit 83 melalui sundulan Mueller. Chelsea bereaksi cepat, di menit 88 mereka mendapat satu-satunya tendangan pojok. Dan momen saat Drogba menyundul bola ke pojok kiri gawang Neuer itulah saya berteriak histeris, 1-1. Waktu 90 menit berjalan skor sama kuat. Di babak tambahan, Drogba sempat membuat kesalahan saat dia menyenggol pemain Bayern sehingga mereka dapat tendangan pinalti. Giliran Cech yang jadi penyelamat. Tendangannya dengan bagus dapat digagalkan. Hingga akhirnya pertandingan harus dilanjutkan dengan babak adu bejan.

Saat kedudukan 3-3, penendang kelima sekaligus terakhir Chelsea , Didier Drogba melakukannya dengan sempurna. Chelsea berpesta-pora menyambut gelar Liga Champions pertamanya.

Selama 8 tahun berseragam Chelsea Drogba menghantar Chelsea meraih gelar: 3 EPL, 2 Carling cup, 4 FA cup, 2 Community shield, 1 LIGA CHAMPIONS, menyumbang 157 gol. Benar-benar pemain pujaan Stanforn Bridge. Sayangnya saat kontraknya habis di akhir musim 2012, manajemen hanya menawari perpanjangan setahun sementara sang legenda ingin durasi yang lebih lama. Negosiasi gagal mencapai titik temu. Kita pun kehilangan pemain hebat, salah satu yang terbaik sepanjang masa. Tendangan terakhirnya untuk Chelsea menghasilkan gelar juara di kompetisi tertinggi.

Pengundian 16 besar UCL 2013/2014, memaksa Drogba yang sekarang pemain Galatasaray untuk melawan Chelsea. Leg 1 sudah berlangsung dengan berkedudukan 1-1. Drogba main bagus, selama bermain dia menunjukkan profesionalitasnya. Di leg 2 saat gantian Chelsea menjadi tuan rumah tanggal pekan depan, bisa dipastikan fan Chelsea akan menyambutnya secara antusias layaknya menyambut kepulangan sang pahlawan. Patut disimak, 90 penuh kamera akan mengarah padanya. Welcome home, Didier!

Happy birthday 36 years. You always will be in our hearts.

Gambar

Karawang, 120314