Prediksi Pemenang OSCAR 2014

Gambar

Prediksi OSCAR 2014

Catatan: Seminggu ini saya mem-posting review film semua Kejar pasang karena pengumuman Oscar tinggal 2 hari lagi. Sehingga kalau tetap komit satu-hari-satu-posting di hari kerja, ga akan terkejar. Seminggu ini juga ga ada postingan #nostalgia, tak ada review buku. Saya masih hutang dua review Bartimaeus. Tak ada tulisan curhat masalah pribadi. Tak ada cerita bola, padahal tengah pekan lalu Chelsea ditahan Galatasaray dan menjadi satu-satunya wakil EPL yang selamat dari kekalahan UCL 16-besar. Serta Lazio yang kemarin secara dramatis tersingkir menyakitkan di menit akhir. Semua itu sengaja saya tahan untuk mengisi slot review film. Bahkan malam ini saya posting dua. Hhhmm…, salah perhitungan. Sebelum HARI-H saya sudah siapkan prediksi pemenang Oscar. Tulisan kedua malam ini special untuk gelaran akbar penganugerahan piala Oscar.

Dan berikut beberapa prediksi saya…

1.      Best Animated Feature: Frozen

Baru menyaksikan tiga film dari lima yang dinominasikan. Se-dekade terakhir, baru tahun ini tak ada Pixar di dalamnya. Despicable Me 2 terlalu lemah di cerita walau kita dihujani Minions seperti harapan, lalu The Croods walau mempesona tentang pra-sejarah namun terlalu mudah diprediksi. Pun Frozen, saya bahkan sudah bisa menebak arah film saat baca preview-nya. Namun kelembutan Disney selalu bisa membekukan hati kita.

2.      Best Supporting Actor: Jared Leto – Dallas Buyers Club

Kelima film sudah saya tonton, namun peran sebagai seorang transgender yang meyakinkan tentunya jauh lebih sulit ketimbang si gemuk yang berotak jorok, bajak laut kerempeng, penyidik koruptor atau majikan yang kejam. Di Dallas Buyers Club, Jared Leto sungguh bermain cantik.

3.      Best Supporting Actress: Julia Roberts – August: Osage County

Saya terpesona dengan gaya Barbara yang terlihat begitu tegar sekaligus rapuh dalam drama keluarga yang penuh kekacauan ini. Julia berhasil mengimbangi akting hebat Meryl, baik dalam gesture atau mimik muka. Dan tentu saja teriakan fenomenal, yang mungkin jadi salah satu quote terbaik tahun 2013: Eat the fish, Bit*h!

4.      Best Actor: Matthew McConaughey – Dallas Buyers Club

Saya pengen segera melihat Leo segera pecah telur mengangkat piala Oscar, namun di sisi lain Bale juga bermain sungguh bagus sebagai sang penipu ulung. Walau beraksi dengan meyakinkan sebagai budak, Chiwetel peluangnya paling kecil. Di sektor ini pilihan pemenang jadi begitu mudah di tentukan saat kita melihat Matthew yang kurus kerempeng namun tetap bisa tersenyum bak seorang jagoan.

5.      Best Actress: Meryl Streep – August: Osage County

Kabarnya Cate Blanchett bermain bagus di Blue Jasmine, sayang sampai tenggat waktu yang ditentukan saya ga berhasil menyaksikannya, begitu pula aksi Judi. Rasanya saya begitu yakin bisa mencoret Amy Adams dan Sandra Bullock dalam persaingan. Head-to-head terjadi antara Cate dan Meryl. Dan saya kembali berharap sang aktris senior ini pecah rekor dengan meraih piala keempatnya.

“Saya sangat bahagia untuk film kami, di mana saya dan Julia juga dinominasikan. Kami semua merasa bangga akan film August: Osage County. Dengan penghargaan dari Academy, kami berharap akan memberi perhatian pada film kami di seluruh dunia,” – Daily Mail.

Ya, saya sungguh mencintai film ini juga.

6.      Best Original Screenplay: American Hustle

David O. Russels layak mengangkat piala Oscar tahun ini. Bersama Eric Warren Singer, David membuat naskah film tipu-menipu jadi begitu bernyawa. Lihat saja, lima bintang besar semuanya berkilau karena dapat porsi yang pas dalam tiap adegan. Setelah hasil Oscar yang mengecewakan dalam Silver Linings Playbook dan The Fighter, dia layak berpesta tahun ini.

7.      Best Adapted Screenplay: Captain Phillips

Pengen sekali menunjuk Before Midnight, seri ketiga kisah cinta karya Richard Linklater. Namun ketegangan di tengah laut dalam drama penyelamatan sang kapten begitu mempesona. Sejak di adegan perompak berhasil menduduki kapal sampai akhirnya tiga letusan terdengar, film ini begitu luar biasa. Ayolah, kita harus akui kali ini drama di atas laut lebih menarik ketimbang di dasar laut Bikini Bottom.

8.      Best Visual Effects: Gravity

Star Trek memang mempesona baik dalam cerita ataupun suguhan visual yang memanjakan mata. Tapi tak bisa dipungkiri Gravity memberi warna baru dalam cinema, di mana kita sepanjang film di ajak melayang di luar angkasa. Yak, tahan nafas Anda sampai pendaratan.

9.      Best Original Song: Let It Go – Frozen

Hanya satu kata untuk lagu di film Frozen: amazing! Saya justru merasa lagu di sini lebih bagus ketimbang filmnya sendiri. Sebenarnya bukan hanya Let It Go doang sih, lagu-lagu yang lain juga sama menakjubkannya, khas Disney yang membuat kita berdendang.

10.  Best Original Score: Her

Di film sunyi dan membuat saya sering menguap, score Her menjadi penyelamat misi cinta aneh manusia terhadap OS. Rintikannya bisa memacu emosi untuk bilang: Now We Know Her!

11.  Best Cinematography: Gravity

Melayang-layang dalam ketidakpastian ditata dengan sangat megah. Inside Llewyn Davis bisa jadi pesaing utama, namun keunggulan utama Gravity ya ada di cinematography-nya. Sangat mudah untuk bilang mereka pasti menang.

12.  Best Director: David O. Russell – American Hustle

Yuhui! Hanya Alfonso Cuaron yang membuatku berfikir dua kali, siapakah sutradara terbaik tahun ini. Sekali lagi ada rasa kecewa di dua film sebelumnya yang membuatku yakin juri akan menunjuk David O. Russel berjaya. Kesabarannya kembali mengarahakn J-Law dan Cooper layak dibalas oleh Hustle!

13.  Best Picture: American Hustle

Di kategori utama ini, dari beberapa web yang saya kunjungi, banyak yang memilih 12 Years A Slave, apalagi ini film mengukir jejak manis di BAFTA Award tahun. Ditambah film dengan kisah nyata biasanya lebih diunggulkan. Menurutku film terbaik 2013 adalah Captain Phillips. Ingin sekali menjagokannya, sayang Greengrass tak masuk nominasi best director. Karena sering kali pemenang film terbaik berbanding lurus dengan sutradara terbaik. Mungkin tahun lalu pengecualian sehingga keluar rel, namun tahun ini saya yakin akan kembali ke jalur lagi. Dan American Hustle melengkapi malam sempurna David.

Oke, berdoalah lebih khusuk. Takdir senyum-manyun menanti Senin siang nanti. We will have to wait and see! Have a healthy and happy Oscar weekend.

Karawang, 030314 – a prediction by LBP

Iklan

(review) American Hustle: Lie – And We Loved Each Other.

Gambar

Sydney Prosser: You’re nothing to me until you’re everything.

Christian Bale menanggalkan baju Batman-nya, dengan kepala botak dan penampilan jadul memakai kaca mata besar, dia menyamar secara meyakinkan. Amy Adams memakai pakaian kerah you-can-see menjadi penggoda para klien. Bradley Cooper mendadani penampilannya menjadi penyidik ala KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) berwajah preman. Jennifer Lawrence Menjadi istri Bale yang cerewet dengan rambut keritingnya. Dan Jeremy Renner melengkapi cast bintang sebagai seorang walikota yang dicintai warganya.

Film dibuka dengan Irving Rosenfeld (Christian Bale) seorang penipu ulung yang berdandan menutupi kepala botaknya dengan rambut palsu, berpenampilan bak seorang bisnisman. Bersama Sydney Prosser (Amy Adams) dan Richie DiMaso (Bradley Cooper) mereka bertiga sedang mencoba menjebak walikota dengan sekoper uang suap. Skenarionya mereka diutus seorang syeik untuk memberikan uang pelicin guna mendapat izin mendirikan casino di New Jersey. Sebagai walikota yang terkenal bersih dan dicintai warga Carmine Polito (Jeremy Renner) terang-terangan menolaknya dan meninggalkan pertemuan. Seakan rencana rencana ini berantakan, lalu film pun digulirkan ke belakang, melihat latar belakang semua karakter.

Irving Rosenfeld adalah anak tukang kaca yang sejak kecil diajarkan menipu. Sewaktu kecil dia disuruh ayahnya memecahkan kaca toko di sekitar tempat usahanya, sehingga kacanya laku. Perbuatan anak kecil tentu saja dianggap hanya kenakalan, sehingga permintaan maaf dan denda ala kadarnya. Tak heran sewaktu dewasa dia menjadi seorang penipu. Sydney Prosser adalah remaja bosan dengan rutinitas bekerja di majalah cosmopolitan, walau awalnya bekerja dengan hati tapi waktu membuatnya tak betah, sehingga dia melakukan bisnis ilegal. Richie DiMaso adalah seorang penyidik FBI, yang suka menjatuhkan para politikus. Menganggap mereka kotor, sehingga sering melakukan penjebakan di mana ruang pertemuan sudah disiapkan dengan alat perekam. Carmine Polito adalah walikota yang terlihat bersih, dengan hati melayani masyarakat. Saat dijebak dia sedang berusaha membuka kesempatan lapangan kerja sebanyak-banyaknya, sehingga tawaran pembukaan casino dari seorang syeik Abu Dhabi terlihat menggiurkan.

Setelah pengenalan karakter, kita lalu disuguhi alasan kenapa duet penipu Irwing dan Sydney mau bekerja sama dengan FBI. Rencana-pun disusun, awalnya atasan Richie tak menyetujui rencana ini, karena melibatkan uang besar sebagai kail-nya. Namun akhirnya berubah pikiran setelah mendengar rayuan. Adegan lalu ditarik kembali ke masa di awal film saat sang walikota keluar ruangan dengan marah. Irwing mengejarnya dan meminta maaf atas kelancangan mereka. Dengan pengalamannya dalam bersilat lidah sebagai penipu, Carmine termakan umpan. Negosiasi kembali dibuka. Lalu muncullah seorang karakter aneh Rosalyn (Jennifer Lawrence) sebagai istri Irving. Dia adalah istri yang cerewet dan protektif terhadap keluarga, tapi ternyata itu hanya sampul karena saat menjelang akhir kita dikejutkan fakta dibalik sifat hati-hatinya. Saat walikota menelpon ke rumahnya untuk memenuhi undangan negosiasi dengan syeik di hotel Plaza yang mengangkat adalah Rosalyn sehingga terpaksa diajak datang juga. Irwing yang ada affair dengan Sydney jelas keberatan. Di durasi satu jam film kita serasa ikut duduk dalam perundingan. Membiarkan para wanita pesta di luar, keadaan serasa menegangkan setelah tahu, Carmine mengajak seorang gangster. Apalagi kita tahu syeik palsu asal Abu Dhabi yang disewa FBI adalah seorang Mexico. Keadaan makin tegang saat sang gangster menyapanya dalam bahasa Arab. Batin saya teriak, ‘modaro koe!’ Saat semua terdiam, sesorang menjatuhkan gelas di atas meja sehingga konsentrasi buyar. Namun pihak walikota tetap fokus dan terdiam seakan masih meminta jawab dalam bahasa asing. Diluar duga Irwing dan Richie sendiri, si syeik palsu itu bisa menjawab dengan lancar. Sehingga kesepakatanpun terjalin, transaksi uang suap pun berlanjut.

Merasa ini adalah kemenangan besar, FBI berpesta. Namun Irwing malah seperti tersadar saat mendengar perkataan sang walikota yang membela rakyatnya. Setelah negosiasi selesai, Irwing meminta maaf ke rumah Carmine dan menjelaskan segalanya. Sadar dirinya dijebak, walikota marah besar lalu menghajar dan mengusirnya. Saat semuanya sudah terasa clear demi kepentingan setiap golongan, muncul twist yang membuat saya tersenyum. Karena ternyata sisi keberpihakan setiap karakter memang terlihat abu-abu sedari awal sehingga saat FBI melakukan penggerebekan, semua yang awalnya terlihat jelas malah berantakan. Twist apakah itu? Lihat sendiri biar kalian bisa berteriak ‘bravooo!’ seperti saya.

Inilah film yang digadang-gadang akan menang oscar tahun 2014 ini. bersama 12 Years A Slave, American Hustle mengirim banyak wakilnya. Bale tampil luar biasa, bertubuh gendut dan memakai kaca mata membuatku pangling. Jen-Law sekali lagi membuktikan bahwa oscar tahun lalu bukan hanya kebetulan. Amy Adams sama gilanya, menjadi seorang wanita affair yang bersisi dua, membuat kita bertanya-tanya ke arah siapakah dia berpihak. Renner juga tampil brilian, tebar senyumnya bak selebriti. Cooper pun 11-12, menampilkan sisi egois seorang pemberantas korupsi. Secara keseluruhan ini film istimewa karya David O Russell. Melanjutkan kehebatannya tahun lalu Silver Linings Playbook, dia kembali memasang Jen-Law dan Cooper. Sebuah prestasi luar biasa. Yang jadi tanya berapa piala yang akan diboyong film ini, layak kita nanti Senin nanti.

Film ini memaksaku membandingkan dengan keadaan di Indonesia. Coba bayangkan KPK menjebak suap seorang gubernur bersih dan dicintai misalkan saja, Jokowi. Akan menjadi heboh negara ini. Well, yang dilakukan FBI saya berpendapat seperti pernah dilakukan oleh KPK. Yah, siapa yang tahu? Politik memang rumit. Tetap semangat para pemangku jabatan bersih, moga istiqomah.

American Hustle

Director: David O Russell – Screenplay: Eric Warren Singer, David O Russell – Cast: Christian Bale, Bradley Cooper, Amy Adams, Jeremy Renner, Jenifer Lawrence – Skor: 4.5/5

Karawang, 020314 – Welcome March