Autocorrect

Gambar

Autocorrect yang ada di Ms Word 2007 ini sebenarnya malah membuat ketikan kita sering salah. Harusnya kita off-kan saja ketimbang tiap kata yang kita tulis jadi kacau.

Computer, music, gossip, focus, dating, ad adi adalah beberapa contoh ketikan kata yang secara otomatis malah diperbaiki oleh mereka. Padahal bukan membenarkan tapi menjerumuskan ke dalam kesalahan. Sehingga bukannya autocorrect tapi untuk beberapa kata malah autofault. Kecanggihan komputer seperti dalam film Her yang mana komputer sudah bisa menterjemahkan ucapan menjadi sebuah ketikan rapi rasanya masih jauh dari era sekarang. Nanti juru ketik pada menganggur. Namun saya yakin hal itu bisa direalisasikan suatu saat nanti. Yang saya yakini itu bukan lima atau sepuluh tahun ke depan. Beberapa waktu yang lalu saya pernah baca ada seorang warga Indonesia yang menemukan alat bisa menterjemahkan ucapan ke bentuk tulisan, tapi itu jauh dari bayangan yang saya maksud, di mana ketika saya bilang ‘Ini ibu Budi’, maka di lembar Ms Word tertera persis seperti yang saya minta. Era itu masih jauh.

Laptop di rumah autocorrect-nya saya matikan. Caranya Office button > word option > proofing > autocorrect option, lalu uncheck semua. sementara komputer di kantor tetap seperti apa adanya. Itulah fungsinya check ulang sebelum dilepas. Ketikan saya juga belum bisa menggunakan sebelas jari, masih glotal-gratul dengan ujung jari di atas huruf sekenanya. Pernah coba dengan latihan menggunakan game Typing Shark, tapi ga lama nyerah. Pernah juga coba menggunakan panduan manual dari sebuah aplikasi yang ku install tapi tak kulanjutkan. Bagiku masih enakan yang sekarang, yang terpenting konsisten tiap hari mengetik saja pasti sedikit banyak akan ada bedanya.

Pekerjaan editor mungkin menjadi sebuah profesi yang menantang dan rasanya mengasyikkan karena menjalankan hobi dengan dibayar itu adalah sebuah kesuksesan tak ternilai. Layaknya seorang yang hobi bermusik, jadi musisi adalah puncak kenikmatan hidup. Begitu pula yang hobi main  bola, menjadi pesepakbola tentunya menyenangkan. Seneng-seneng dibayar. Sayangnya sejauh saya melihat ke belakang, pekerjaan yang saya geluti tak ada satu pun yang mempresentasikan hobi. Masih jauh dari harapan. Kebanyakan masuk-keluar PT.

Jadi sampai sekarang, mengetik selain dalam rutinitas kerja hanya mengisi waktu sela di rumah guna mengejar kesenangan. Masih dalam masa mencoba menjadwal ulang nasehat penulis hebat Stephen Edwin King: “Jika ingin menjadi penulis, maka tulis tulis tulis, tak ada nasehat selain itu. Membaca dan menulis empat sampai enam jam sehari, Jika tidak dapat menemukan waktu untuk itu, jangan berharap untuk menjadi penulis yang baik”.

Ia menetapkan setiap harinya dengan kuota 2000 kata dan tidak akan berhenti menulis sampai terpenuhi. King mendefinisikan bakat dalam berkarya tulis “Jika menulis sesuatu karena seseorang mengirimkan cek, jika kamu menguangkan cek tersebut dan  kemudian kamu bayar tagihan lampu dengan uang itu, maka saya anggap anda berbakat (menulis)”

Yup, autocorrect! Sudahkah Anda mencobanya? Kalau bukan sekarang kapan lagi?!

Karawang, 200214

Advertisements

21 thoughts on “Autocorrect

  1. kadang memang fitur autocorrect tidak dibutuhkan apalagi jika menulis berbahasa Indonesia. soal wejangan menulis oleh SEK itu boleh dicoba, intinya fokus dalam pekerjaan atau hobi..

  2. mau nulis “teh” malah jadi “the”…. “hukum” jadi “hokum” 😀
    tp saya kalau ngetik buat postingan biasanya di notepad yang nggak ada autocorrectnya. kalau ada yang membatasi jumlah kata, baru dipaste ke word

  3. Aku pun biasanya mematikan fitur auto correct ini sampai selesai menulis. Kalau udah kelar, mau dibaca lagi, baru diperiksa typo-nya.

  4. Autocorrect di PC memang lebih sering menyesatkan. Tapi pengalaman saya menggunakan iPad, autocorrectnya cukup bagus, asal bahasa yang dipilih tepat (Inggris atau Indonesia).

    Soal mengetik 10 jari, saya justru belajar di SMA dulu, waktu pelajaran perkantoran, yang salah satunya berisi ketrampilan mengetik. Sampai sekarang jadi otomatis. 10 jari tanpa harus selalu melihat ke keyboard. 😀

  5. Iya, autocorrect seringnya malah mengganggu, haha… Tapi kalau diedit-edit lagi list nya mungkin malah bermanfaat, hehe….

    Mas Lazione Budy kerja jadi editor?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s