Westlife

Gambar

Tiba-tiba pengen bikin tulisan tentang Westlife, gara-gara hari Minggu tanggal 16 Feb kemarin di NET tv jam 21:00 ada konsernya ‘What About Us’. Jadwal acara tv harusnya diisi sama konser live Iwan Fals dari Cimahi, namun tertunda beberapa saat sehingga sekitar 30 menit muncul konser boyband ini. Saya ga akan membahas detail lagu-lagu mereka, saya hanya akan berbagi masa-masa saya menyukai lagu-lagunya. Westlife terkenal juga dengan kegemarannya mendaur-ulang lagu jadul, dari ‘I Have A Dream’, ‘My Girl’, ‘Uptown Girl’, ‘Be With You’ sampai satu album utuh berisi lagu Frank Sinatra dalam ‘Allow Us To Be Frank’.

Harus saya akui dulu saya suka sama lagu-lagu boyband yang satu ini. Dulu saat awal kemunculannya di akhir 90an. Awalnya saya dengar ini boyband di radio PTPN FM. Lalu single ‘Swear It again’ melejit. Dunia, khususnya Eropa dan Asia digunjang demam Westlife.

Mengikuti jejak Boyzone yang sama-sama dari Irlandia, Westlife juga didominasi seorang lead vocal. Kalau di Boyzone ada Ronan Keating maka Westlife punya Shane Filan. Nyaris semua lagu dia yang memimpin. Tak heran Shane pun akhirnya bersolo karir pasca bubar tanggal 23 Juni 2012. Eh sebelum bubar, Brian sudah terlebih dahulu cabut tahun 2004 untuk fokus ke keluarga dan nyanyi sendiri, namun gagal di pasaran. Sehingga dari tahun 2004 sampai 2012 Westlife hanya berempat.

Album ‘Westlife Duluxe’ saya sampai rusak karena keseringan diputar. Tahun 90an adalah puncak era pita kaset dimana saat itu mp3 baru mulai merambah masyarakat. 6 single dari album perdana mereka sukses mewarnai masa remaja saya. Lalu muncul labum kedua ‘Coast to Coast’ dengan lagu andalan pertama ‘My Love’ tahun 2000. Sama suksesnya dengan album perdana. Dua tahun berselang album ‘World Of Our Own’ muncul memperkenalkan single ‘Queen Of My Heart’ yang lebih mellow. Sukses lagi. Kemudian mereka terlena dengan sejuknya puncak popularitas. Saat kita di puncak kejadian selanjutnya jelas adalah penurunan, puncak adalah titik tertinggi sebuah pencapaian. Nah, Westlife mulai menuruninya dengan merilis album Best Of dalam ‘Unbreakable’. Setelah itu mereka tetap rutin meliris satu album dalam setahun. Berturut-turut album ‘Turn Around’, ‘Allow Us To Be Frank,’ ‘Face To Face’, ‘The Love Album’, ‘Back Home’ dilepas ke pasaran. Oiya sempat juga mereka berduet dengan idola lamaku: Sherina Munaf lewat lagu ‘I Have A Dream’. Sebuah kejutan, waktu itu di sekolah sang ketua kelas memberitahuku mereka duet, sempat kukira hanya april fool, namun ternyata bukan hoax. Saya langsung berburu kasetnya. Berisi satu lagu di kedua side-nya, hanya didaur-ulang. Dengan harga Rp 15 ribu kita dapat sebuah pin-up poster yang ku laminating dan ditempel di kamar. Mengingat itu, lucu ya.

Saya memiliki album Westlife dari ‘Westlife Duluxe’, ‘Coast to Coast’, ‘World of our own’, ‘Best of’, ‘Turn Around’, ‘Allow us to be Frank’, ‘Face To Face’ dan terakhir ‘The Love Album’ setelah itu jejak Westlife menghilang dari peredaran, baik kemunculannya di tv atau keseharianku.

Saya ga mau munafik dengan bilang: saya benci Westlife, seperti yang dilakukan oleh banyak generasi saya yang sudah dewasa. Banyak teman-teman saya mengatakan ‘khilaf’ pernah menyukai Westlife di masa remaja, terutama pria. Mereka berdalih itu masa labil saat masih sekolah sehingga masih mencari jati diri. Menyukainya semacam dosa yang membuatnya malu, sehingga masa khilaf itu tak mau diingat, dikenang atau malah bahkan tak mau mengakuinya. Well, saya tak mau seperti itu. Memang ada benarnya juga, masa remaja saya diwarnai euforia Westlife, tapi tetap saya tak akan melepasnya dengan muak. Makanya saat ini banyak yang menghina boyband macam One Direction, Smash dan sejenisnya. Kita harus maklum, saya harus maklum. Saya mungkin salah satu yang anti-boyband saat ini, ya karena sekarang sudah lewat masanya. Sesekali saya juga sebal melihatnya, langsung saya ganti channel kalau ada mereka. Masa memang sudah berubah. Lagu yang diputar dalam kehidupna juga harus menyesuaikan.

Westlife memang sudah bubar dan tinggal kenangan. Namun lagu-lagunya tetap patut dikenang. Seperti N’Sync, Boyzone, dan (mungkin) segera menyusul Backsteet Boys yang sudah pernah mewarnai masa peralihan saya. Maka suka-ga-suka bagiku Westlife tetaplah #legenda.

Westlife (1998-2012): Shane – Brian – Kian – Nicky – Mark

Karawang, 180214

Advertisements

19 thoughts on “Westlife

  1. “Uptown girl” setelah didaur ulang kemudian diparodi jadi Kampung Girl 🙂
    Westlife ini cukup pantas dijadikan memorabilia, lagu-lagunya masih enak didengar.

    Usia Boyband rata – rata gak selama band rock. Bisa jadi karena datang saatnya ketampanan mulai memudar dimakan usia, mereka kehilangan kepercayaan diri untuk manggung.

    Kalo musik rock, sampai usia 55 tahun ke atas pun ada yg masih eksis manggung.

  2. Wah, ternyata ngikutin perkembangan Westlife juga. 😀

    Saya dulu penggermar berat Boyzone. Kalau Westlife, suka sama lagu2nya. 🙂
    Kangen ya, sama jamannya boyband saat vokal yang lebih diutamakan ketimbang dance. Tapi teteup, wajah tampan yang paling penting dari dulu sampai sekarang :p

  3. Nice post. Masa kecil saya juga diwarnai lagu-lagu Westlife, tetapi saya baru menjadi penggemar saat mereka sudah bubar. Tahun lalu saya download video-video klipnya dan akhir-akhir ini saya sering menyetelnya berualng-ulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s