(review) Saving Mr. Banks: Don’t You Ever Stop Dreaming

Gambar

Walt Disney: Well, there’s buses, mailboxes, guard’s uniforms, the English flag…

Ini adalah film kenangan untuk penulis Pamela Lyndon Travers (diperankan dengan brilian oleh Emma Thompson) atau lebih dikenal dengan P.L Travers, salah satu karya besarnya ‘Mary Poppins’ adalah sebuah buku yang sangat personal olehnya. Jadi saat bukunya akan diadaptasi film, dia mengawasi dengan ketat. Takut maha karyanya dirusak Hollywood, dia terbang langsung dari London ke New York untuk memantau langsung proses pembuatan filmnya.  Mrs Travers  adalah seorang yang perfeksionis jadi adaptasi filmnya harus sesuai keinginannya. Alurnya maju mundur antara masa kecil P.L Travers dengan masa proses pembuatan film tahun 1960an.

Diceritakan Pamela masa kecilnya begitu sulit. Ayahnya Travers Goff (Colin Farrel) adalah seorang bankir yang memperjuangkan keluarga karena kesulitan keuangan. Mr. Goff jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia membuat Pamela kecil histeris karena belum siap kehilangan sosok seorang ayah. Dari pengalaman hidupnya tersebut dan dibalut fantasi itulah lahir buku yang kita kenal: ‘Mary Poppins’. Sehingga saat Mr. Disney (Tom Hanks) akan mengadapasinya P.L Travers galau, takut dirusak.

Film ‘Mary Poppins’ sendiri sukses besar yang rilis tahun 1964, sayangnya Walt Disney sudah meninggal. Mendapatkan 13 nominasi Oscar dan pendapatakn lebih dari 100 juta Dollars. Masuk dalam salah satu film yang paling menguntungkan. Termasuk dalam koleksi Film Disney Masterpiece. Lagu-lagunya memorable, dan sering sekali diputar di Amerika.

Penampilan Tom Hanks sebagus biasanya. Mengherankanku dia tak masuk nominasi Oscar di tahun ini. Padahal penampilan yang brilian juga ditampilkan saat menjadi kapten Phillips. Sedang Emma dengan luar biasa bisa menampilkan sosok penulis yang melihat detail-detail kecil sehingga sulit dipuaskan. Ini mungkin adalah satu akting terbaik Emma. Dan ada satu lagi aktor yang tampil memukau, sebagai sopir bernama Ralph, Paul Giamatti yang low tapi sangat antusias terhadap cerita Mary Poppins. Di sebuah adegan dia minta tanda tangan yang dipersembahkan untuk anaknya. Salah satu adegan yang paling menawan tahun 2013 tentu saja saat Mr. Disney mengalah pergi ke London. Itu scene masterpiece yang menggugah semangat. Sayangnya penampilan kaku Colin Farrel sedikit mengendurkannya.

Butuh kesabaran menikmati ‘Saving Mr. Banks’. Satu jam pertama mungkin sedikit membosankan karena akan dipenuhi drama. Namun alurnya tetap terjaga. Ibaratnya membangun susunan cerita, mulai dipertengahan dan sampai akhirnya meledak marah Travers itu kita seperti disuguhi sepiring coklat, terasa manis. Mengingat cv sang sineas yang telah membuat film ‘the Blind Side’ yang mengantar Sandra Bullock akhirnya menerima Oscar pertamanya maka ‘Saving Mr. Banks’ termasuk sebuah pencapaian manis John Lee Hancock.

‘Mary Poppins’ bercerita tentang seorang pengasuh yang…, hei memang ada yang tak tahu cerita legenda ini? Well, ini salah satu karya klasik literature cerita anak-anak wajib baca dan koleksi. Jadi rasanya kurang pas saya cerita tentang Penguin di review film pembuatannya. Oiya satu lagi, saat muncul credit title jangan beranjak dulu dari tempat duduk. Ada kado indah, sebuah rekaman asli P.L Travers. Apa isinya? Nikmatilah sendiri agar terasa lebih syahdu!

Saving Mr. Banks

Director: John Lee Hancock – Screenplay: Kelly Marcel, Sue Smith – Stars: Emma Thompson, Tom Hanks, Colin Farrel, Annie Rose Buckley, Paul Giammati – Skor: 4/5

Iklan