Klose

Image

“I’m happy I didn’t tear any tendons and therefore didn’t need an operation.”

Sebuah umpan lambung Candreva dari sisi kiri pertahanan Inter dapat diselesaikan dengan manis melalui tendangan voli. Saat waktu menyisakan 10 menit itulah Miroslav Klose mengantarkan kemenangan Lazio di pekan ke 18 atau laga pembuka tahun 2014. Klose memang menjadi kartu as Lazio dalam 2,5 tahun terakhir. Saat pertama kali didatangkan musim panas 2011, Laziale seperti mendapat hadiah istimewa. Transfer dari Bayern Muenchen dengan gratis, Klose langsung syetel dengan skuat Biru Langit. Kenangan paling indah terjadi saat epic derby bulan Oktober 2011. Saat kedudukan sama kuat 1-1 melawan Roma, Klose mencetak gol kemenangan di menit 90. Kemenangan di menit akhir yang manis melawan seteru abadi. Di musim pertama bersama kami, Klose menghasilkan 15 gol.

Status Klose memang tak tergantikan, baik sebagai striker tunggal atau menggunakan formasi dua penyerang. Di musim kedua Klose tetap tampil bagus. Terbukti di tengah persaingan sengit posisi striker timnas Jerman kalau tak cidera, dia tetap jadi pilihan utama. Padahal timnas Jerman berisi segudang penyerang muda kelas dunia. Di Piala Eropa 2012 Jerman tersingkir di semifinal setelah kalah 2-1 melawan Italia, Klose mencetak  sebuah gol melawan Yunani.

Di musim keduanya bersama Lazio, musim 2012/2013 posisi pelatih bergeser dari Edy Reja ke Vladimir Petkovic. Klose tetap striker nomer satu. Di tengah musim Lazio menempel ketat Juventus dengan hanya selisih 5 poin. Sayang kesalahan transfer Lazio kembali terulang, pemain incaran banyak yang terlepas salah satunya Honda yang saat itu nyaris bergabung tiba-tiba gagal di penghujung transfer window. Akhirnya Lazio hanya mendapat striker tua cuma-cuma Louis Saha. Benar saja, pasca pergantian tahun rentetan hasil buruk terjadi. Lazio melorot terus sampai akhirnya terlempar dari zona UCL dan EL di klasemen penutup 2012/2013. Namun musim tersebut dapat terselamatkan dengan gelar manis Copa Italia. Di final melawan Roma, Lulic menjadi pahlawan melalui gol tunggal. Sehingga tiket EL yang harusnya jadi hak Roma malah kita rebut.

Satu lagi memori indah Klose yaitu saat melawan Bologna di pekan 35 serie A yang menghasilkan lima gol dalam satu pertandingan. Record yang bertahan 27 tahun itu pecah.

“Dari semua striker sepanjang sejarah Lazio, baru saya yang bisa mencetak lima gol dalam satu pertandingan.Saya merasa semua rekan memberi bantuan dilapangan.Bahkan, semua tampak sempurna,” – La Gazetto Dello Sports

Di musim ketiganya 2013/2014, paruh musim Klose lebih sering cidera. Hasilnya Lazio tercecer di papan tengah, sampai akhirnya di tengah musim, pekan lalu sang pelatih Petkovic dipecat dan Lazio kembali mendatangkan Reja. Kedatangan Reja memang memberi harapan baru. Dengan optimisme tinggi, di laga pertamanya 2014 melawan Inter Milan semalam. Lazio menerapkan formasi 4-5-1 dengan Klose sebagai penyerang tunggal. Diluar dugaan, kiper utama Machetti dicadangkan dengan memasang Etrit Berisha. Saya yang terpaksa nonbar bareng karena paruh musim ini TVRI melepas hak siarnya, sembari menunggu kepastian Global TV. Bersama Lazio Indonesia Region Karawang (LIRK) dan ICI Karawang kita membirukan kafe Green Kopitiam, Galuh Mas – Karawang. Tepat tengah malam saya meluncur ke sana. Ternyata Supporter Inter jauh lebih banyak, jauh lebih riuh, dan jauh lebih kompak. Mereka menyanyikan chant tanpa lelah dari sebelum dimulai dengan menggunakan drum dan leader-nya memimpin pakai toa. Sementara LIRK yang hadir hanya sebelas orang. Karena kalah orang dan duduk santai temanku sampai nyeletuk, “kalian nonton bola apa nonton porno, masak pada diam saja.”

Kick off, Lazio mengambil inisiatif serangan. Awal yang bagus buat Reja. Baru seperempat jam, Konko cidera. Cavanda in. Klose terasa dominan, setiap dapat bola di depan gawang Hasan, bola selalu mengarah kepadanya. Babak pertama skor kaca mata. ICI Karawang masih bernyanyi kompak. Perlu diketahui Lazio dan Inter adalah saudara. Biasanya saling bantu di klasemen. Ingat kasus musim 2008 saat Inter butuh poin guna juara dan mengamankan dari kejaran Roma? Saat pekan akhir Lazio terasa mengalah agar gap Inter-Roma terjaga. Semalam persaudaraan terasa kental. Chant-nya pun sering menghujat klub seteru mulai dari Milan, Juve sampai Roma. Rehat laga dimanfaatkan untuk makan sambil ngobrol.

Babak kedua kembali dimulai, kini Inter lebih menguasai pertandingan. Menit 61 Onazi masuk menggantikan Gonzales. Lazio nyaris kebobolan saat tendangan spekulasi Nagatomo dari luar kotak penalty, untungnya Berisha sigap. Jual beli serangan terjadi. Tampak Edy Reja teriak-teriak di pinggir lapangan untuk mengatur skema, salah satu ciri khas Reja  yang saya rindukan. Menyenangkan kembali melihat Opa Reja bersama kami lagi.

Saat laga memasuki menit 80 itulah sebuah umpan lambung Can…

Karawang, 070114

Iklan

21 thoughts on “Klose

  1. Miroslav Klose….suka kalo nyebut namanya lidah langsung meringkel-meringkel…kalo dia masih masuk squad timnas Jerman 2013 ntar dia mungkin pemain tertua dan tersering ikut piala dunia apalagi kalo ngengol, sejak pindah ke Italia aku kurang mengamati sepak terjang Klose di serie A tapi masih hebat saja dia gol-golnya itu pasti bikin puas penonton baik dari sundulan kepala, chip, apalagi kalo volly cetaaaaaaar gitu khas pemain Bavaria.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s