(review) A Cup of Tea For Writer: Curhatan Penulis Merangkai Karya

Gambar

Sabtu, 11 Januari 2014 saat ada ajakan dari CISC Karawang untuk nonton bareng sepak bola EPL antara Chelsea vs. Hull City di Karawang Central Plaza saya iseng ke toko buku ketika jeda pertandingan. Sebenarnya sih sedang mencari bukunya JK Rowling (pakai nama samaran si Richard itu tuh) yang baru, tapi berhubung belum ada maka penjelajahanku mengantar pada sebuah buku motivasi buat nulis, terbitan Stiletto. Yang menjadi magnet untuk membelinya adalah cover yang simple dan tulisan back cover yang mengintimidasi. “Belakangan ini, menulis terdengar sangat seksi. Begitu banyak orang yang ingin menjadi penulis. Motivasi mereka pun beragam. Dari mengisi waktu senggang, ingin terkenal, hingga mencari nafkah. Impian untuk menjadi seterkenal JK Rowling pun melambung. Terkenal, royalty melimpah, tulisan difilmkan, diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan seterusnya. A cup of tea for Writer membagi semangat itu pada para pembaca. Semangat itu akan menyala di hati, menerangi. Menghangatkan. Selamat membaca sambil menikmati secangkir teh Anda.”

Nasehatnya kujalakan, dengan segelas teh porsi  besar akhirnya saya menikmati buku kumpulan kisah inspiratif para penulis Indonesia. Dengan cuaca hujan yang saat ini lebih sering menyapa, saya membaca kisah-kisahnya dengan tempo cepat. Saya ingat, waktu itu saya iseng twit sebelum membacanya. Seperti biasanya saya selalu sharing sama teman-teman di media social bacaan apa yang sedang kunikmati. Tak ada sehari saya kelar membacanya.

Buku ini berisi 20 kisah (curhat) para penulis baik senior ataupun yunior, mulai dari awal mereka membangun karya. Dengan rincian: 14 penulis terpilih sebagai kontributor, 4 penulis tamu (Reda Gaudiamo, Ika Natasah, Ollie, dan Dian Kristiani) serta 2 penulis editor Stiletto (Triani Retno A dan Herlina P Dewi). Benar-benar perjuangan (mayoritas) meraka dari awal. Kisahnya ditarik dari basic bahkan ada beberapa cerita yang menariknya sampai saat masih Sekolah Dasar. Senang susahnya menerbitkan karya perdana, pertentangan dengan keluarga akan profesi yang tak menjanjikan sebagai penulis, teror calon penulis yang tak lolos seleksi, sampai nasehat harus bermental baja karena akrab dengan kata penolakan dari penerbit. Banyak bertebaran kata-kata mutiara sebagai penyemangat bagi yang berniat menjadi penulis.

Beberapa kalimat yang menembak hati saya adalah:

“Aku berusaha mempertahankan keikhlasan dalam menjalani kehidupan. Yang kuyakini hingga saat ini adalah jika aku mengejar kekayaan, aku akan hancur. Namun jika aku menjalani semuanya dengan ikhlas dan mensyukuri sekecil apapun yang kudapatkan, aku akan memperoleh lebih banyak hal besar untuk kusyukuri. Hidup adalah rangkaian proses yang tak ada habisnya. Begitu pula dengan dunia menulis. Ada proses yang harus kulalui. Di sinilah aku pada akhirnya. Aku bukanlah penulis. Aku hanya seseorang yang merangkai impian melalui jalinan kata indah yang tak akan ada habisnya. Aku mencandu kata-kata, aku akan terus berada di dalam dunia kata hingga kelak aku berkata pada dunia bahwa aku pernah ada.” (Monica Anggen)

“Ketika kau tak bisa mengucapkan sesuatu, tidak usah takut karena kau masih bisa menulisnya. Lakukan sekarang dan kau akan merasa lega.” (M. A. Sitanggang)

“Touching lives with words. Sounds superficial and cheesy, but sometimes it’s happen, and when it’s does, I’m flattered” (Ika Natasha)

“Pada akhirnya hidup adalah memilih dan memilah. Meniatkannya dengan kuat, meyakininya sepenuh hati, lantas memperjuangkannya sekuat tenaga. Selebihnya, terserah Tuhan hendak menggiring ke mana.” (Lalu Abdul Fatah)

“Begitulah. Bersama buku, aku bermimpi dan hidup. I do really love my job.” (Herlina P Dewi)

“Akhirnya aku bangkit. Jika satu pintu tertutup, aku harus membuka pintu yang lain. Banyak kesempatan di luar sana yang bisa kuraih. Menerbitkan buku tadinya hanya sebuah impian yang ingin kuwujudkan tanpa tahu kapan waktunya. Aku bersyukur karena masih ada celah untukku.” (Juliana Wina Rome)

“Hal paling mendasar yang bisa kita dapatkan dari menulis adalah bahwa menulis itu menyenangkan. Sangat menyenangkan. Dengan menulis kita bisa menciptakan sebuah dunia baru lalu melakukan apa saja di dunia itu.” (Whianyu Sanko)

Dan tak kusangka, twit saya mendapat retwit dari Stiletto pada tanggal 16 Januari 2014. Review ini sekaligus menjawab bahwa saya juga menikmati kegiatan menulis, yah walau hanya sekedar ulasan di blog. Ehemm…

Gambar

Karawang, 300114

Iklan

Megan Fox Menyelamatkan Saya #Nostalgia

Gambar

Catatan: Nostalgia kali ini adalah catatan 15 Mei 2010 dari sebuah kota pinggiran Cikarang yang penuh kenangan. Monggo disimak curhatnya…

Cikarang yang panas. Pulang kuliah mampir ke rental Odiva buat sewa film Chocolate. Lumayan lah reload 60 ribu dapat 2 pin spongebob. Sempat nanya-nanya bisa dapat poster film ga? Eh dikasih ama penjaganya, lumayanlah bisa nambah koleksi yang dipajang di kos.

Dengan tangan kiri memegang poster film, kupacu motor ku menuju kos membelah kota Cikarang yang panas. Perjalanan dari Jababeka menuju Lippo sebenarnya perasaan sudah ga enak karena motorku tak memakai spion kanan, awal bulan jatuh nabrak pagar dan belum sempat diganti. Benar saja sampai di jalan sekitar Taman Sentosa saya di semprit polisi. Disuruh minggir.

“Selamat siang, bisa lihat SIM dan STNK”

Setelah menyerahkan 2 kartu sakti jalanan tersebut, saya digiring ke pos polisi. Dengan lunglai kumenghitung sekelebat di kepala isi dompet. Hah ada 70 ribu (miskin amat saya), kena tilang paling kecil 50 ribu itu pun kalau polisinya ga rese. Padahal pertengahan bulan gini rencananya duit segitu akan buat beli Cinemags, akan buat nonton Robin Hood, akan buat makan mie ayam nanti sore dan dalam sekejap seluruh rencana ‘akan’ tersebut kini terancam gagal.

Setelah duduk manis di kursi pos polisi, kutaruh poster film di sisi kiri dan tas kuliah di sisi kanan, saya pun mulai mendengar ‘ceramah’ beliau.

“Anda tahu kesalahannya?”

Saya hanya mengangguk putus asa. Pak polisi pun seperti mendapat angin segar buat mendikte saya.

“Mengemudi kendaraan bermotor, dengan tidak memakai spion dikenakan denda XX XXX XXX kemudian helm anda tidak standart SNI dikenakan denda XXX XXX XXX , lalu bla bla bla….”

Busyet, ternyata nominal yang disebut pak polisi melebihi value yang ada di dompet yang angka nol yang lebih banyak dari yang ku duga. Keringat dingin mulai turun. Saya sempat membela diri (baca memelas) karena saya anak kuliah lah, lagi ga punya duit lah, minta maaf lah dan ternyata akting saya payah. Lalu muncullah kata sakti yang sering saya dengar dari teman-teman.

“Mas, kalau mau ‘damai’ cukup bayar saya XXX XXX XXX di sini dan semuanya beres”

Saya hanya bisa menelan ludah, waduh isi dompet ternyata masih kalah dari angka yang disebut. Dengan bodohnya saya bilang sekali lagi saya lagi bokek pak.

Polisi tersebut hanya memandang saya lekat-lekat lalu sepertinya cuma iseng bertanya, ini kertas apa? Sambil membuka gulungan poster film yang tadi saya taruh di meja.

Sesaat membentangkan poster dan memandang lekat-lekat, beliau melihat saya lalu melihat poster melihat saya lagi dan melihat poster lagi. Untuk beberapa detik yang tak saya ketahui maknanya, saya hanya duduk manyun menanti vonis selanjutnya.

Dan keajaiban terjadi, setelah kembali menggulung poster film beliau kembali duduk dan berkata:

“Mas karena hari ini saya lagi baik mas tidak saya tilang dan mohon kaca spionnya segera dipasang hal ini juga demi kebaikan mas juga pengendara lainnya. Tapi cewek mas saya tahan”

Lho, untuk beberapa detik saya bingung. Dengan lugunya saya tanya cewek yang mana yak?

Pak polisi yang baik hati dan tidak sombong tersebut hanya mengangkat poster film yang berarti bonus dari odiva tersebut diminta olehnya. Tanpa pikir dua kali saya mengiyakan dan sesegera mungkin cabut dari pos terkutuk tersebut tanpa mengeluarkan sepeser pun.

Dalam sisa perjalanan saya hanya meruntuk dalam hati.

“God damn it! god damn it! Megan Fox menyelamatkan saya!”

Ruanglain31, Cikarang 15 Mei 2010.

(sesaat jelang final FA cup)

Karawang, 290114

Mata

Gambar

Entah setan apa yang menghinggapinya, hari ini Juan Maguel Mata Garcia (akan) bergabung dengan Setan Merah. Setelah tiga hari penuh mengisi headline gossip transfer winter, akhirnya sore tadi Mourinho mengizinkannya pergi ke Manchester United. Patut disayangkan sebenarnya karena selama dua musim beruntun dia adalah pemain terbaik pilihan supporter. Dengan bandrol yang kabarnya mencapai 37 juta Pound (akan jadi pemain termahal MU sekaligus pemain yang paling mahal dijual Chelsea), The Blues masih untung karena ketika musim panas 2011 dia dibeli dari Valencia seharga 23,5 juta Pound.

Mata mengawali karir profesionalnya di Valencia tahun 2007, setalah menjadi pemain muda binaan Real Madrid. Dia jadi pujaan publik Mestalla walau usianya masih sangat muda. Selama empat musim, Mata mengoleksi 43 gol dari 179 penampilan. Setelah tampil bagus bersama El Che, Mata menarik minat pelatih baru Chelsea saat itu, Andre Villas Boas (AVB). Mata adalah rekrutan pertama dan prosesnya sangat cepat. Kala itu, AVB hanya berujar sangat menginginkan gelandang kiri Spanyol tersebut, tak ada dua hari dia resmi berlabuh di Stanform Bridge. Kalau dillihat sekilas, tampangnya memang mirip AVB. Berjampang, cakep. Awalnya Mata diproyeksikan untuk menyokong penyerang Spanyol, Torres yang selama di tangan Don Carlo redup namun malah Mata yang justru bersinar. Mengenakan nomor keramat 10, lungsuran dari Benayoun, dia melakukan debut saat menang 3-1 atas Norwich City. Mata termasuk pemain yang berkontribusi besar mengantar Chelsea juara Liga Champion untuk yang pertama kalinya di akhir musim 2011/2012. Tak salah jika true blue menyukainya. Menjadi pemain kedua setelah Ruud Gullit tahun 1996 yang menyabet best player di musim perdana.

Di musim keduannya, bersama midfield baru Oscar dan Hazard yang begitu mobile di tengah, Mata tetap tak tergeser. Lini tengah Chelsea begitu padat dan sungguh mumpuni, dia tetap stabil penampilannya. Sempat terseok di liga, Chelsea yang berganti nahkoda dari Di Matteo ke Benitez, mengakhir musim dengan gelar Piala UEFA. Gelar yang sejujurnya tak pernah dalam pikiran kita dan sekali lagi dia terpilih menjadi pemain pujaan fan.

Di musim 2013/2014, Chelsea memasuki era baru menyambut pulangnya the Special One. Gegap gempita Bridge ternyata tak segemelap hati Mata. Pernyataan Jose Mourinho yang secara gamblang mengatakan tak akan cocok permainan Mata dengan strateginya membuatnya tak mendapatkan tempat di tim inti. Waktu itu Jose pernah berujar bahwa dua pemain dipersilakan pergi yaitu Mata dan Luiz. Sebagian fan berang, namun banyak yang santai saja. saya di tengah-tengahnya. Saya sebal kalau dua bintang tersebut tersingkir sementara pas Jose resmi berlabuh ke London saya juga pernah berujar, silakan pilih pemain kesukaan Jose. Selama di tangannya saya optimis Chelsea akan banyak mendulang gelar. Kegalauan fan awalnya tak terbukti, keduanya tetap dalam tim walau minim menit bermain.

Namun saat tahun berganti dan Mata hanya tampil 17 kali, itupun tak penuh dan tanpa gol spekulasi kembali menyeruak. Penampilan terakhir Mata berseragam Chelsea adalah saat menumbangkan Soton 2-0. Saat itu Mata yang starter dan memberi sedikit kontribusi, saat babak kedua belum lama berjalan dia diganti Oscar, saat itulah bahasa tubuh kekecewaan Mata terlihat, dia tak bersalaman dengan Jose dan berjalan lunglai keluar lapangan. Tertunduk sedih. Media pun mencium adanya kemungkinan dia cabut, mengingat ini adalah musim piala dunia sehingga Mata butuh menit bermain lebih untuk satu tempat di timna Spanyol.

Gambar

(ini nih gambar yang ramai diperbincangkan)

“Saya ingin agar dia berada di sini. Saya tidak ingin dia pergi, itulah keinginan saya. Tetapi pintu saya terbuka, pintu klub juga terbuka untuk Mata jika ingin keluar,” Mourinho pasca laga lawan Soton..

Inilah mind game ala Mourinho. Tak ingin pergi namun pintu selalu terbuka. Benar saja, tak ada menit bermain lagi untuknya, kegalauan Mata akhirnya membuka pintu negosiasi dengan manajemen Manchester Untited. Hanya berselang dua hari, keluarga Mata sudah mengkonfirmasi bahwa dia akan ke Old Trafford. Agen Mata langsung terbang dari Spanyol ke Inggirs. Awalnya harga Mata ada di angka 39 juta, namun United menawar 35 juta. Chelsea meminta 37 juta dengan tambahan paket Rooney, mereka menolak. Namun sang pemain sudah berniat cabut sehingga akhirnya Chelsea meminta harga 37 juta, MU menyanggupi. Kamis (23/01) Mata medical, dan Sabtu siang nanti ini tinggal konfirmasi resmi atau 48 jam berselang. Well, ini tawar-menawar kayak di pasar loak aja ya.

Dengan kepergian Mata ke Manchester United, maka berakhir pula cintaku padanya. Kontrak berdurasi lima tahun itu hanya berjalan separuh, yang saya sayangkan adalah Mata ke rival EPL. Walau banyak yang bilang ini strategi Mou untuk merengkuh gelar EPL, karena MU dan Chelsea sudah bersua dua kali maka head-to-head dengan rival big four akan terjadi dengan Mata di dalamnya. Tapi tetap saja saya kecewa. Sesuatu yang lumrah kalau fan benci klub lawan, MU adalah rival langsung Chelsea dalam pemburuan gelar dalam satu dekade ini. Sayang sekali Mata malah pilih ke sana, padahal tahun ini MU hampir bisa dipastikan nir-gelar. Kalau menit bermain, masih banyak klub lain yang siap menampung. Jadi sebelum kata resmi pindah, saya sudah bisa berucap selamat tinggal kepada Mata. MU menyelamatkan Mata untuk menyelamatkan MU. Semoga tak menyesal menyebrang ke Reds Devil. Jadi bagaimana nasib David Luiz selanjutnya?

Karawang, 250114

(review) Her: Now We Know How

Gambar

Samantha: I feel like I can be anything with you

Pertama kali lihat sampul dvd-nya saya kaget, ini film dengan pede memasang banyak tanda winner dari berbagai penghargaan film festival, kanan kiri atas penuh. Sebelum nominasi Oscar diumumkan saya sudah menonton ini film jadi harapan saya tetap tak muluk. Perlu dicatat, mood menonton sangat berpengaruh atas kepuasan akhir. Mood saya lagi bagus-bagusnya, ditonton di malam Minggu dengan pasangan ditemani kanan camilan kiri teh hangat di kala hujan. Jadi mood menonton saya optimal, demi medapat bukti tanda winner tersebut.

Her bercerita tentang masa depan di mana teknologi begitu canggih sehingga komputer sudah bisa berinteraksi dengan manusia. Bayangkan saja, kita bisa ngobrol dengan komputer, bisa nyusuh beresin file, nyuruh ngetik apa yang kita bilang pun bisa. Hebat! Saking hebatnya zaman itu seorang pria kesepian terlihat gila karena terjebak teknologi. Adalah Theodore Twombly (Joaquin Phoenix), yang pernikahannya di ambang perceraian. Dia galau dalam kesendirian, seperti tanpa gairah menjalankan rutinitasnya. Setelah membeli Operating System (OS) bernama Samantha (disuarakan oleh Scarlett Johansson) hidupnya berubah. Dengan Samantha dia banyak cerita, curhat tentang masalah yang menghinggapinya. Semakin hari, Twon merasa jatuh hati. Mengajakanya jalan-jalan, berbagi banyak keceriaan. Dalam sebuah adegan, Twonbahkan berfantasi bercinta dengan Samantha.

Berhasilkah Twon mengatasi kesendiriannya? Apakah dia akhirnya bercerai? Bagaimana nasib hubungan aneh ini selanjutnya? Semua tersaji dalam film karya Spike Jonze, dengan embel-embel ‘a Spike Jonze love story’, Her akan menghantar Anda dalam kisah cinta yang tak biasa. Spike Jonze adalah orang dibalik kamera film  Being John Malkovich (BJM), Adaptation dan Where The Wild Things Are (WTWTA). Film keren di mana manusia bisa memasuki otak orang lain dan menjadi orang tersebut selama beberapa menit. Lalu ‘Adaptation’ tentang usaha seseorang mengadaptasi buku best seller Pencuri bunga Anggrek dan akhirnya malah terlibat dalam kasus dengan penulisnya. Sedang WTWTA adalah adaptasi dari karya klasik Maurice Sendak tentang anak yang berada di dunia fantasi dan bermain bersama hewan-hewan buas. Jadi bisa dipagari film Her jelas akan bermain dalam ketidakwarasan dan perlu mikir untuk menikmatinya.

Sayangnya untuk yang ini saya kurang suka. Saya memasukkan BJM dalam film berpengaruh sepanjang masa, saya terpesona dengan WTWTA dan lebih terpukau dengan Adaptation, namun untuk Her maaf saja filmnya terlalu sunyi, ceritanya mudah ditebak dan untuk sebuah nominasi film terbaik Oscar, Her terlalu lembek. Ketika saya posting kekecewaan ini film di Facebook, ada yang komplain. Saya terima kok masukan kalian, prinsip saya kalau saya menonton film ga puas ya saya akan bilang jelek sekalipun itu film Oscar. Saya tak peduli, Her tak memberikan klimak yang berarti. Saya bahkan mengantuk, dan berkali-kali ditepuk istri untuk tetap fokus. Saya paksakan sampai menit terakhir dan hasilnya adalah sebuah kekecewaan. Dan daripada berdebat panjang kenapa saya ga suka, saya lebih baik membuat review yang dibagikan ke Facebook. Sekali lagi, Her terlalu lembek…

Catatan: Jelas ini bukan film jagoanku di Oscar tahun ini. Akan tetapi sebuah entah ini hanya sebuah kebetulan atau tidak, pengalaman dalam dua tahun terakhir film nominasi Oscar pertama yang saya tonton bersama istri selalu menang Best Picture. Dua tahun lalu The Artist, istri saya komen: ‘Ah ga mungkin menang ini kan film hitam putih. Ceritanya masih kurang’. Lalu Argo setahun berselang, istriku komen: ‘Terlalu mudah diprediksi, ga akan menang’. Istriku memang tak fanatik film, dia hanya ikut saja saya ajak nonton. Sayangnya komennya tak berbanding lurus dengan juri Oscar. Kasus Her yang saya takuti adalah pasca menontonnya dia komen: ‘Film apaan ini, film bikin ngantuk gini jangan sampai menang Oscar’. Waduh! Alarm bahaya telah meraung…

Her

Director: Spike Jonze — Cast: Joaquin Phoenix, Amy Adams, Scarlett Johansson, Rooney Mara, Olivia Wilde — Screenplay: Spike Jonze — Skor: 2.5/5

Karawang, 230114

Red Pyramid #Nostalgia

Gambar

Catatan: Nostagia keenam ini adalah tentang novel karya Rick Riordan, orang yang menghasilkan best seller Percy Jackson series. Di-upload pada tanggal 23 September 2011. Saat itu sebuah penerbit RBH membuat kuis, hadiahnya kita jadi first reader novel baru ‘Red Pyramid’. Aturannya adalah upload sampul novel dan kenapa kalian berhak mendapatkan novel tersebut. Pemenang dihitung dari banyaknya komen dengan syarat satu akun dihitung satu. Ini adalah keterangan yang saya tulis dan bawahnya adalah pemberitahuan saya menang, nomor tiga. Sayangnya, novel ini hanya saya pegang selama tiga jam. Karena setelah novel ini sampai di rumah, saat baca di masjid saat menjemput istri (saat itu calon deng) tas saya hilang dicuri orang yang di dalamnya ada dua novel salah satunya ini. Sudah saya buat note di tempat lain cerita ini, sekalian minta maaf ke RBH. Hiks, sedih karena saya baru baca satu bab dan lebih sedih lagi karena ga enak hati sama RBH.

Berbicara tentang sosok Rick Riordan saya teringat petuahnya yg tercetak di sebuah majalah film terbitan awal tahun 2010. Dalam nasehatnya beliau memberi 3 poin penting untuk menjadi penulis:

1. Carilah mentor yang anda hormati dan ia mempercayai kemampuan anda. Jangan takut minta tolong kepada seseorang.

2. Banyak-banyak membaca. Dengan ini anda akan mempelajari gaya penulisan dan struktur penulisan dari buku yang telah anda baca.

3. Menulislah setiap hari. Tulis cerita yang anda dengar, deskripsikan orang yang anda lihat. Tidak terlalu penting tulisan apa yang anda buat, namun ini akan menjadi sarana latihan yang penting. Menulis seperti olahraga, dimana anda akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu apabila anda berlatih.

Pencipta dunia Olympus modern ini kini kembali dengan karya terbarunya berjudul Red Pyramid. Mengingat keseruan seri novel Percy Jackson, Red Pyramid layak kita tunggu. Apakah Rick Riordan mampu menyamai kesuksesan Percy?

Gambar

Ini pemberitahuannya:

Hari ini pengumuman, saya no 3.

Thank you buat teman2 semua yg bantu komen.

>.<

Setelah melalui perdebatan yang sengit dan berdasarkan data yang masuk, Juri memutuskan. Yang berhak memjadi First Reader Red Pyramid adalah :

1. ASLAN HEADMASTER (51 KOMEN),

2. HW PRAKOSA’AQIIL APRILIANTO ( 44)

3. LAZIONE BUDY ( 43)

4. WINDI ASRIANI INDIGO (37)

5. EL FIETRY JAMILATUL INSAN (36)

6. SANTO DHE MIAZZ AL FARUQO (31)

7. RIFDA JILAN SY (27)

SELAMAT BAGI SELURUH PEMENANG 🙂

KIRIM ALAMAT, EMAIL & HP VIA INBOX.

UNTUK PEMENANG DI KOTA JAKARTA, DEPOK BUKU BISA DIAMBIL SAAT LAUNCHING RED PYRAMID AKHIR OKTOBER, LUAR KOTA BUKU AKAN DIKIRIMKAN KE ALAMAT MASING-MASING.

BAGI PESERTA YANG BELUM BERUNTUNG JANGAN KECEWA, KARENA KAMI MEMILIKI BANYAK PROMOSI MENARIK LAINNYA.

Read Books, Read Life 🙂

Warm Regards

RBH

Karawang, 220114

Eto’o

Gambar

Sejujurnya saya kurang suka dengan striker yang satu ini. Memori luka di laga Liga Champions 2005 masih teringat jelas saat Chelsea tumbang melawan Barcelona. Juga saat Chelsea lawan Inter tahun 2010, dia mencetak gol di Bridge. Perjalanan membawanya berseragam biru musim 2013/2014. Transfer yang kutebak sia-sia mendatangkan pemain tua 32 tahun, setidaknya setengah musim ini dia terseok-seok untuk membuat gol sampai akhirnya Minggu malam lalu dia mencetak hattrick ke gawang Manchester United yang mengantarkan kemenangan meyakinkan sehingga gap dengan Arsenal dan Manchester City tetap terjaga.

Samuel Eto’o memulai karir profesionalnya di Real Madrid pada tahun 1997 – 2000. Di Los Galacticos dia tak menemukan tempat utama, walau tersiar kabar dia kurang tampan untuk sebuah tim penuh bintang. Selama di Madrid dia dipinjamkan ke klub Leganes, Espanyol dan Real Malorca. Lalu tahun 2000 dia hijrah permanen ke Real Malorca, di sinilah dia menemukan ketajamannya. Dengan koleksi 48 gol, Eto’o mengantar Malorca masuk liga Champion untuk pertama kalinya dan meraih gelar Copa del rey. Kegemilangan tersebut mengantarnya berbaju Barcelona tahun 2005. Di Nou Camp dia ada di puncak karir, mengoleksi banyak gelar termasuk gelar individu pemain terbaik Afrika tahun 2005, melanjutkan sukses dua kali sebelumnya. Tahun 2009 setelah mengantar Barcelona meraih treble Eto’o memutuskan pindah ke Inter Milan.

Di Inter inilah dia bertemu dengan Jose Mourinho, dan sukses besar di tahun pertamanya. Kesuksesan treble winner yang pertama bagi tim Italia setelah di final menumbangkan Bayern Meunchen 2-0. Berarti dia dua kali beruntun merengkuh gelar triple, luar biasa. Jalan karirnya tak terhenti di sini. Jose yang pindah ke Madrid untuk menemukan tantangan baru. Setahun berselang Eto’o memutuskan bergabung dengan tim kaya baru Rusia, Anzhi Makhachkala. Dia memecahkan rekor pemain bergaji termahal di dunia, sebesar £350.000/pekan. Nyaris semua orang mengira itulah akhir perjalanan Samuel Eto’o. di masa tua mencari tim yang lebih memberi uang ketimbang gelar.

Tenggelam dari hingar bingar liga kelas atas Eropa, musim kepulangan Jose ke London membawanya kembali ke liga papan atas. Chelsea yang di awal musim gencar mengajak Rooney bergabung akhirnya gagal mendapatkannya sehingga di waktu yang sempit harus mendapatkan striker matang. Saat transfer musim panas akan ditutup, Chelsea mengkonfirmasi melepas Lukaku ke Everton dengan posisi pinjam dan resmi menggaet Samuel Eto’o. Kabar yang sejujurnya melukai saya. Lukaku sudah dalam posisi siap tempur bersama the Blues malah lagi-lagi dipinjamkan. Malah mendapatkan penyerang yang dulu pernah menikam kita. Bisa jadi ini adalah transfer panik atau memanggil mantan anak didik Jose. Setidaknya Eto’o hanya setahun di London, batinku dulu.

“Ini bukanlah keputusan yang sulit. Saya melihat kualitas yang Chelsea miliki, dan saya sangat senang dengan Jose Mourinho, jadi ketika kesempatan itu datang, saya sangat gembira untuk menerimanya.” – Eto’o pasca resmi berseragam Chelsea.

Di Bridge Eto’o hanya bersaing dengan Torres yang masih kepayahan untuk menemukan kembali performanya dan Ba yang tak kunjung menemukan tempat. Namun tetap saja Eto’o gagal tajam. Saya sempat skeptis, Januari ini Chelsea harus mendapat striker matang untuk melapis Torres, mendepak Ba dan menyingkirkan Eto’o. Sampai akhirnya Minggu, 19 Januari 2014 malam dalam laga Super Sunday melawan rival MU, Eto’o cetak tiga gol. Stanford Bridge gemuruh, tiga poin penting yang membuat persaingan tiga besar EPL makin panas. Dengan hattrick pertamanya bersama Chelsea ini, mudah-mudahan Eto’o bisa memenuhi ekspektasi True Blue. Kita lihat saja, sejauh mana Samual Eto’o Fils akan membuat sejarah.

Karawang, 210114

Daftar Pemenang Golden Globe dan Nominasi Oscar 2014 (Selected List)

Image

Akhirnya berkesempatan juga mem-posting tulisan tentang dua penghargaan film paling bergengsi ini. Rencananya Senin malam mau posting daftar pemenang Golden Globe tapi ternyata dini harinya ada pengumuman pemenang Ballon D’Or 2013. Karena satu malam satu posting, di hari kerja maka kabar Ronaldo lebih seru untuk muncul terlebih dulu. Rabu-nya post nostalgia the BFG sudah ada dalam urutan. Kamis, karena baru saja selesai baca kumpulan cerpen bung Tofik Pram dan masih hangat-hangatnya maka segera harus dipasang di blog. Dan malam ini draft film ‘Her’ kembali masuk kotak dulu demi daftar pemenang Golden Globe dan nominasi Oscar 2014.

Golden Globe menang ‘hanya’ acara hura-hura, ga serius. Tapi tetap saja menarik disimak, walau ajang penghargaan kelas dua di bawah Oscar tetap saja pemenangnya adalah para seniman film besar. Ikut bahagia untuk Jen-Law yang makin mengkukuhkan bintangnya dengan meraih peran pembantu wanita terbaik. Turut senang atas piala sutradara terbaik yang jatuh ke tangan Alfonso Cuaron, sutradara favorite saya nih. Juga kepada Leo Di Caprio untuk perannya di The Wolf of Wall Street. Cate Blanchett sudah ter-prediksi menang atas penampilan luar biasanya di film Woody Allen. Untuk 12 Years a Slave pun sudah tepat pasca suksesnya di berbagai festival.

Berikut ini daftar pemenang Golden Globe 2014:
Best Supporting Actress in a Mor tion Picture – Jennifer Lawrence – American Hustle
Best Original Score – Alex Ebert – All Is Lost
Best Original Song – “Ordinary Love” – Mandela: Long Walk To Freedom
Best Actress in a Motion Picture – Comedy or Musical – Amy Adams – American Hustle
Best Supporting Actor in a Motion Picture – Jared Leto – Dallas Buyers Club
Best Screenplay – Spike Jonze – Her
Best Foreign Film – The Great Beauty (Italia)
Best Animated Feature Film – Frozen
Best Director – Alfonso Cuaron – Gravity
Best Actor in a Motion Picture – Comedy or Musical – Leonardo Di Caprio – The Wolf of Wall Street
Best Motion Picture – Comedy or Musical – American Hustle
Best Actress in a Motion Picture – Drama – Cate Blanchett – Blue Jasmine
Best Actor in a Motion Picture – Drama – Matthew McConaughey – Dallas Buyers Club
Best Motion Picture – Drama – 12 Years A Slave

Daftar lengkapnya di sini: http://www.goldenglobes.com/awards

Oscar tahun ini diumumkan pada hari Kamis, 16 Januari 2014 berada di pole position film Gravity dan American Hustle yang mendapatkan 10 nominasi. Dan 12 Years a slave dibelakang mereka dengan 9 nominasi. Yang mengejutkan tak ada film Pixar tahun ini. Monster University terlepar dari nominasi, film animasi kurang menarik seperti ‘The Croods’ justru ada dalam daftar. Saya sendiri kurang suka Pixar membuat sequel, kecuali Toy Story film sequel Pixar mengalami penurunan. Jadi ‘Finding Dory’ pun yang rencananya dibuat saya kurang sreg juga.

Berikut Daftar Nominasi Academy Award 2014:

Best Picture
“12 Years a Slave”
“The Wolf of Wall Street”
“Captain Phillips”
“Her”
“American Hustle”
“Gravity”
“Dallas Buyers Club”
“Nebraska”
“Philomena”

Best Director
Steve McQueen – “12 Years a Slave”
David O. Russell – “American Hustle”
Alfonso Cuaron – “Gravity”
Alexander Payne – “Nebraska”
Martin Scorsese – “The Wolf of Wall Street”

Best Actor
Bruce Dern – “Nebraska”
Chiwetel Ejiofor – “12 Years a Slave”
Matthew McConaughey – “Dallas Buyers Club”
Leonardo DiCaprio – “The Wolf of Wall Street”
Christian Bale – “American Hustle”

Best Actress
Amy Adams – “American Hustle”
Cate Blanchett – “Blue Jasmine”
Judi Dench – “Philomena”
Sandra Bullock – “Gravity”
Meryl Streep – “August: Osage County”

Best Supporting Actor
Barkhad Abdi – “Captain Phillips”
Bradley Cooper – “American Hustle”
Jonah Hill – “The Wolf of Wall Street”
Jared Leto – “Dallas Buyers Club”
Michael Fassbender – “12 Years a Slave”

Best Supporting Actress
Jennifer Lawrence – “American Hustle”
Lupita Nyong’o – “12 Years a Slave”
June Squibb – “Nebraska”
Julia Roberts – “August: Osage County”
Sally Hawkins – “Blue Jasmine”

Best Animated Feature

“The Croods”

“Despicable Me 2”

“Ernest & Celestine”

“Frozen”

“The Wind Rises”

Best Original Screenplay

“American Hustle”

“Blue Jasmine”

“Dallas Buyers Club”

“Her”

“Nebraska”

Best Adapted Screenplay

“Before Midnight”

“Captain Phillips”

“Philomena”

“12 Years a Slave”

“The Wold of Wall Street”

Best Foreign Language

“The Broken Circle Breakdown (Belgium)”

“The Great Beauty (Italy)”

“The Hunt (Denmark)”

“The Missing Picture (Cambodia)”

“Omar (Palestine)”

Pengumuman pemenang akan disampaikan pada tanggal 2 Maret 2014. Masih sebulanan, jadi ada waktu buat menonton para kandidat dan me-review-nya dan tentu saja menjagokannya sebelum hari H. Bagi pecinta film, selalu ada semangat di setiap tahun. Mari melempar dadu.

Daftar lengkapnya di sini: http://oscar.go.com/nominees

Karawang, 180114