CATATAN INKHEART #nostalgia

Gambar


Catatan:

Tulisan ini pernah di-publish di facebook tanggal 16 Maret 2010 dan blog Multi-ku. Saya pindahkan ke sini buat nostalgia. Ke depannya mungkin beberapa tulisan akan saya pindahkan juga. Yup, #nostalgia

Untuk Anna,

Yang bahkan menyingkirkan The Lord of the rings sebentar, demi membaca buku ini.

(Apalagi yang bisa diharapkan ibu dari anaknya?) Dan untuk Elinor, Yang meminjamkan namanya, Meskipun dalam ceritaku bukan peri ratu

“Menarik melihat cara penyajian per bab novel ‘Inkheart’ karya Cornelia Funke. Tiap awal bab akan ada semacam catatan yang dinukil dari buku lain atau suatu yang menarik yang isinya menjabarkan secara linier garis cerita. Tulisan ini sengaja saya ketik secara manual dari buku bersampul merah tersebut agar menikmati catatannya lebih nyaman dan ringkas, sekaligus sebagai referensi teman-teman buat memilih bacaan (cerita fantasi). Pecinta dongeng pasti akan menyukai ini.”

Datang, datang

Datang sepatah kata, datang,

Datang di waktu malam,

Ingin menyala.

Debu. Debu, debu. Malam.

(Paul Celan, Enfuhrung)

1. Tamu asing di malam hari

Sinar bulan memantul di mata kuda kayu dan tikus waktu Tolly mengambil keduanya dari bawah bantal. Jam berdetak dan dalam keheningan ia merasa mendengar suara kaki telanjang melangkah di lantai, lalu cekikikan, bisikan, dan suatu bunyi, seperti lembar-lembar yang dibuka.

(Lucy M. Boston, Anak-anak dari Green Knowe)

2. Rahasia-rahasia

“Tapi apa yang bisa dilakukan anak-anak ini tanpa cerita?” Tanya Naftali Red Zebulun menjawab, “Mereka pasti bisa menerimanya. Buku cerita bukan roti. Orang bisa hidup tanpa buku cerita.”

“Tapi aku tidak bisa hidup tanpa buku cerita,” kata Naftali.

(Issac B. Singer, Naftali sang pendongeng dan kudanya Sus)

3. Pergi ke selatan

“Dibalik hutan liar itu terdapat dunia yang begitu luas, kata si Tikus. “Dan dunia itu bukan urusan kita, kau, juga aku. Aku belum pernah pergi ke dalamnya dan tidak akan pernah pergi ke sana, apalagi kau, kalau saja kau punya sedikit akal sehat.”

(Kenneth Grahame, Angin di pohon Willow)

4. Rumah penuh buku

“Kebunku adalah milikku,” kata si raksasa tegas, “semua tahu itu dan tak seorang pun boleh bermain di dalamnya selain aku.”

(Oscar Wilde, Si raksasa yang kikir)

5. Hanya satu gambar

Barangsiapa mencuri buku atau tidak mengembalikan buku yang dipinjamnya, ditangannya buku itu akan berubah menjadi ular yang mematikan. Otaknya tidak berfungsi lagi dan kelumpuhan melanda sekujur tubuhnya. Begitu nyaring dia akan berteriak memohon ampun, namun derita takkan dikurangi sampai ia mulai membusuk. Ngengat buku akan menggerogoti isi perutnya seperti cacing-cacing maut yang tidak bisa mati. Dan jika dia menjalani hukuman terakhirnya, api neraka akan memanggang tubuhnya sepanjang masa.

(Prasasti di perpustakaan biara San Pedro, Barcelona, dikutip Alberto Manguel)

6. Api dan bintang-bintang

Di sana mereka tampil bersama beruang, anjing, kambing, monyet, dan marmot yang menari-nari; meniti tambang di ketinggian, berjungkir balik de depan dan ke belakang, melempar lalu berdiri di atas pedang dan pisau tanpa terluka sedikit pun, menelan api dan mengunyah batu, memeragakan seni sulap di balik mantel dan topi atau menggunakan piala-piala ajaib dan rantai, bernyanyi semerdu burung bulbul, berteriak seperti merak, dan mencicit seperti rusa, berkumpul dan menari diiringi suara suling.

(Wilhelm Hertz, Buku akrobat)

7. Di balik kegelapan malam

Seribu musuh di luar rumah

Lebih baik daripada satu di dalam.

(Peribahasa Arab)

8. Sendiri

“Sayangku,” akhirnya nenekku berkata. “Apa kau yakin tidak bakal sedih harus menjadi tikus sepanjang sisa hidupmu?”

“Bagiku tidak ada bedanya,” aku menjawab. “Tidak masalah menjadi apa atau bagaimana wujudku selama tetap ada yang mencintaiku.”

(Roald Dahl, Ratu penyihir)

9. Pertukaran yang berbahaya

Sejenis penyakit buku yang kejam dan parah menjangkiti jiwa manusia. Betapa hina, merasa terikat pada benda lemah yang terdiri atas kertas, tulisan yang tercetak, serta perasaan orang yang sudah mati. Bukankah akan lebih baik, lebih bermartabat, dan lebih perkasa jika kita tinggalkan saja sampah itu di tempatnya lalu melangkah memasuki dunia sebagai manusia super yang bebas, merdeka dan tuna aksara?

(Solomon Eagle, Moving a library)

10. Gua sang singa

Dengarlah! (Orang-orang dewasa tidak perlu membaca bagian ini). Aku tidak bermaksud mengatakan pada kalian bahwa buku ini akan berakhir tragis. Sejak awal kukatakan ini buku kesayanganku. Tetapi sekarang akan muncul hal-hal yang mengerikan.

(William Goldman, The Princess Bride)

11. Pengecut

Rumah! Itulah makna suara-suara lembut itu, belaian-belaian sayang datang dalam hembusan angin, tangan-tangan kecil tak terlihat, yang memanggil dan menariknya ke arah tertentu.

(Kenneth Grahame, Angin di pohon Dedalu)

12. Terus ke selatan

Jalan ini tak ada habisnya

Dari pintu tempat ia bermula.

Terbentang hingga di kejauhan sana,

Mesti kujalani sedapat yang aku bisa.

Kaki letih, tapi kuberjalan juga,

Sampai kudapati jalan yang lebih besar,

Tempat banyak jalur dan urusan bertemu.

Lalu ke mana? Aku tidak tahu.

(J.R.R. Tolkien, The Lord of the rings: Sembilan pembawa cincin)

13. Markas Capricorn

Namun Selig menjawab pertanyaan yang terakhir: Sepertinya dia terbang ke negeri seberang Kegelapan. Tempat yang tak dihuni manusia dan tidak ada binatang tersesat ke sana, langitnya berwarna bagai tembaga dan besi menjadi tanahnya, tempat kekuatan-kekuatan jahat bersembunyi dibawah payung jamur-jamur yang membatu dan di lorong-lorong yang sudah ditinggalkan tikus tanah.

(Issac B. Singer, Naftali sang pendongeng dan kudanya Sus)

14. Tugas terlaksana

“Tidak ada gunanya mencari dia,” gerutu si Berang-berang “Apa maksudmu?” Tanya Susan. “Dia pasti belum jauh. Kita harus menemukannya! Apa maksudmu bahwa kita tidak perlu mencarinya?”

“Karena sudah jelas di mana dia berada saat ini!” jawab si Berang-berang “Apa kalian belum mengerti juga? Dia pergi ke perempuan itu, si Penyihir Putih. Dan dia menghianati kita!”

(C.S. Lewis, The Chronicles of Narnia: Sang Singa, sang penyihir, dan lemari)

15. Kebahagiaan dan kemalangan

Saat itu tengah malam, Bingo tidak bisa tidur, lantainya keras, namun ia sudah terbiasa. Selimutnya kotor dan berbau busuk, tapi ini juga bukan hal yang asing untuknya. Sebuah lagu terngiang-ngiang dan ia tidak dapat mengenyahkannya dari kepalanya. Lagu kemenganan orang-orang Wendel.

(Michael de Larrabeiti, The Borribles go for broke: Buku kedua trilogy The Borribles)

16. Pada zaman dulu

Dia mengangkat buku itu. “Aku akan membacakan buku ini untukmu, sebagai hiburan.”

“Apa di dalamnya ada soal olahraga?”

“Anggar. Gulat. Siksaan. Cinta sejati. Kebencian. Balas dendam. Raksasa. Pemburu. Penjahat. Orang-orang baik. Perempuan-perempuan cantik. Ular. Laba-laba. Kesakitan. Kematian. Pemberani. Pengecut. Pria-pria perkasa. Pengejaran. Pelarian. Kebohongan. Kebenaran. Gairah. Keajaiban.”

(William Goldman, The Princess bride)

17. Penghianat yang dihianati

Kesenangan ganjil timbul ketika ia menyaksikan sesuatu perlahan-lahan musnah, melihatnya menghitam lalu berubah menjadi sesuatu yang lain. […] Rasanya ia ingin sekali memanggang sate sosis dalam kobaran api itu, sementara buku-buku itu melantak dijilat kematian bersama setiap kepak sayap merpati-merpati putih di depan rumah. Sementara buku-buku itu membumbung berhamburan dalam pusaran bunga api, dihembus pergi angin yang gelap oleh orang.

(Ray Bradbury, Fahrenheit 451)

18. Lidah ajaib

Tuan Trelawney, dokter Livesey, dan yang lainnya memintaku menuliskan kembali seluruh kisah tentang Pulau Harta Karun dari awal sampai akhir, dan tidak merahasiakan apa pun kecuali letak pulau itu. Karena itu sekarang kuambil pena bulu, di tahun 17… dan mulai dengan ketika ayahku menjadi pemilik penginapan “Admiral Benbow” lalu seorang pelaut tua yang kulitnya coklat terbakar matahari dengan bekas luka tebasan pedang datang pertama kali untuk tinggal bersama kami.

(Robert L. Stevenson, Pulau Harta Karun)

19. Harapan yang menipis

Kaa menurunkan kepala dan sejenak merebahkannya perlahan di pundak Mogli. “Hati yang tabah dan lidah yang terjaga,” pujinya. “Dengan ini kau akan bisa bertahan di rimba ini, anak manusia. Tapi sekarang pergilah segera bersama teman-temanmu. Tidurlah karena bulan sebentar lagi akan berakhir dan apa yang sekarang akan terjadi tak perlu kau hiraukan.”

(Rudyard Kipling, Buku rimba raya)

20. Ular dan Duri

Para anggota Borrible berbalik dan di sana, tepat di ujung jembatan terlihat lingkaran cahaya putih menyilaukan, muncul dari bawah langit yang gelap. Sinar itu lampu mobil yang berada di utara jembatan, dari arah itulah beberapa menit lalu mereka baru saja melarikan diri.

(Michael de Larrabeti, The Borribles go for broke: Buku kedua trilogy The Borribles)

21. Basta

Hutan ini, yang sekarang begitu tenang, pasti waktu itu dipenuhi jerit kematian, pikirku. Dan bayangan itu begitu jelas sehingga rasanya aku bisa mendengar suara mereka.

(Robert L. Stevenson, Pulau harta karun)

21. Aman

Sejak saat itu hari-hari berlalu dengan lambat, namun untungnya setiap fajar baru membawa pergi sedikit ketakutan yang membebani jiwa pemuda malang itu.

(Mark Twain, Petualangan Tom Sawyer)

22. Malam penuh kata

Anak kecil mana yang tidak menganggap dirinya bisa melihat perahu layar Peter pan di langit ketika ia tidak bisa tidur pada malam hangat di musim panas? Aku akan mengajarimu cara melihat kapal itu.

(Robert Cottoneo, Ketika seorang anak kecil pada suatu hari di musim panas)

23. Fenoglio

Kalian tidak mengenaliku, kecuali kalau kalian pernah membaca buku yang berjudul Petualangan Tom Sawyer, tapi itu tidak penting. Buku itu ditulis oleh Mr. Mark Twain dan apa yang dia ceritakan di dalamnya adalah benar—kurang lebih. Dalam beberapa hal dia melebih-lebihkan, tetapi kebanyakan memang begitulah kejadiannya. Soal itu sih sebetulnya tidak perlu dipermasalahkan. Aku belum pernah mengenal seseorng yang tidak sesekali berbohong dalam hidupnya.

(Mark Twain, Petualangan Huckleberry Finn)

24. Akhir yang salah

Cerita, novel, dongeng—semua seperti makhluk hidup dan mungkin memang makhluk hidup. Semua punya kepala, kaki, sistem peredaran darah, dan pakaian seperti manusia sungguhan.

(Erich Kastner, Emil dan para Detektif)

25. Firasat buruk dan dugaan

Dan sekarang barulah ia meletakan bukunya. Dan melihat padaku. Dan berkata, “Hidup ini tidak adil, Bill. Kita memberitahu anak-anak kita bahwa hidup ini tidak adil, padahal itu muslihat licik. Itu bukan Cuma sekedar kebohongan, itu kebohongan yang kejam. Hidup ini tidak adil, tidak pernah adil dan tidak akan pernah menjadi adil.”

(William Goldman, The Princess Bride)

26. Hanya satu ide

“Mungkin memang benar begitu,” kata si orang-orang sawah.

“Tapi janji adalah janji, dan janji harus ditepati.”

(L. Frank Baum, The Wizard of OZ)

27. Di rumah

Untukmu, si miskin—perpustakaanku

Cukuplah sebagai harta.

(William Shakepeare, The Tempes)

28. Persinggahan yang nyaman

“Aku tidak punya ibu,” kata Peterpan

Ia juga sedikit pun tidak merindukannya.

Ia menganggap ibu terlalu berlebihan.

(James M. Barrie, Peter pan)

29. Pippo si cerewet

“Kalian mendapat informasi yang salah,” Butterblume berkata pada lelaki itu.

“Di sini tidak ada pemukiman, bermil-mil dari sini juga tidak ada.”

“Jadi, tidak aka nada yang bisa mendengarkan kau berteriak,” kata lelaki Sisilia itu dan melompat ke depan Buttercup dengan kegesitan yang mencengangkan.

(William Goldman, The Princess Bride)

30. Di balik kerimbunan bukit

“Jangan ganggu dia,” kata Merlin. “Mungkin dia baru akan mau berteman denganmu kalau telah mengenalmu lebih dekat. Burung hantu tidak bisa diburu-buru.

(T.H. White, The once and future king)

31. Kembali terperangkap

Dia meminta pendapat Raja sambil diam-diam berharap Raja akan melarang putranya pergi. Namun raja malah berkata, “Yah, sayang, petualangan memang bermanfaat bahkan untuk orang yang masih sangat kecil sekalipun. Petualangan akan tetap tersimpan dalam diri seseorang, meskipun di kemudian hari bisa saja ia tidak ingat petualangan itu lagi.

(Eva Ibbotson, Rahasia peron 13)

32. Pelayan Capricorn

Karena aku tidak pernah melihat ayah dan ibuku, gambaran awalku tentang sosok mereka dengan tidak masuk akalnya kubuat berdasarkan nisan mereka. Dari bentuk huruf yang ada di nisan ayahku, aku mendapat gagasan aneh bahwa dia lelaki berbahu lebar, pendek, dan gemuk, dengan rambut keriting hitam dan kulit gelap. Dari bentuk dan tarikan garis tulisan “Juga Georgiana, istri almarhum yang tersebut di atas”, aku menarik kesimpulan yang kekanak-kanakan bahwa ibuku punya tahi lalat dan sakit-sakitan.

(Charles Dickens, Great Expectations)

33. Rahasia-rahasia

“Kalau aku menjadi ksatria,” kata Wart sambil melamun menatap perapian, “Aku akan meminta pada Tuhan agar Dia mengirimkan semua kejahatan di dunia ini padaku, hanya padaku. Kalau aku bisa mengalahkannya, tidak aka nada lagi kejahatan tersisa, dan kalau kejahatan mengalahkanku, hanya aku sendirilah yang menanggung akibatnya.”

“Pernyataanmu luar biasa sombong,” kata Merlin, “dan kaulah yang akan dikalahkan. Dan kau akan menderita karenanya.”

(T.H. White, The once and future king)

34. Tujuan yang berbeda-beda

Faber membenamkan hidungnya ke dalam bukuku. “Tahukah anda bahwa buku beraroma pala atau rempah-rempah dari negeri-negeri eksotis? Waktu kecil, aku suka sekali menciumnya.”

(Ray Bradbury, Fahrenheit 451)

35. Di rumah Capricorn

Dalam mimpi terkadang aku berjalan di rumah gelap yang tidak kukenal. Rumah yang asing, muram, dan mengerikan. Kamar-kamar gelap mengelilingiku hingga aku tak bisa bernapas lagi… (Astrid Linggren, Mio Anakku)

36. Kecerobohan

“Jadi kau pikir ini jebakan?” Tanya sang bangsawan.

“Aku selalu menganggap semua sebagai jebakan, selama tidak ada bukti yang menunjukan sebaliknya,” jawab sang pangeran. “Karena itulah aku masih hidup.”

(William Goldman, The Princess bride)

37. Kata-kata yang dibisikkan

Ia begitu menyukai air mata anak laki-laki itu sehingga ia mengulurkan jari-jarinya yang indah, membiarkan tetes-tetes air itu mengalir di sana. Suaranya begitu halus sehingga si anak laki-laki awalnya tidak mengerti apa yang dikatakannya. Lalu anak itu mengerti. Ia bilang bahwa menurutnya ia akan kembali sehat jika anak-anak percaya pada peri.

(James M. Barrie, Peter pan)

38. Hukuman untuk penghianat

“Dan kau?” Lobosh ingin tahu. “Kau, Krabat, apa kau tidak takut?”

“Lebih daripada yang kau duga,” kata Krabat. “Dan bukan hanya keselamatan diriku sendiri yang kucemaskan.”

(Otfried Preubler, Krabat)

38. Kuda hitam sang malam

“Dia menunduk dan mengeluarkan Sophie dari saku rompi. Sekarang Sophie berdiri di sana, memakai piama kecil, bertelanjang kaki. Dia menggigil dan melihat berkeliling, mengamati gumpalan kabut yang bergulung-gulung dan uap halus yang bergolak menakutkan.

“Di mana kita sekarang?” Tanya Sophie

“Kita ada di negeri mimpi,” kata si BFG. “Kita di tempat asal mimpi-mimpi.”

(Roald Dahl, The BFG)

39. Farid

Setiap perampok biasa mengintai jalan-jalan antar desa, memburu ke dusun dan kota serta merongrong penduduk. Dan setelah merampok caravan atau menjarah isi desa, mereka membawa hasil rampasan mereka ke tempat terpencil dan tersembunyi ini.

(Kisah Ali baba dan empat puluh perampok)

40. Ekor berbulu di ambang jendela

Hanya bahasa yang melindungi kita dari ketakutan akan benda-benda tak bernama.

(Toni Morrison, pidato sambutan ketika menerima anugrah Nobel sastra 1993)

41. Tempat yang gelap

“Jim, anak muda,” kata Lukas dengan suara serak, “perjalanan yang pendek telah usai. Maafkan aku, karena sekarang kau harus berbagi nasip denganku.”

Jim menelan ludah.

“Kita kan memang berteman,” jawabnya lirih dan menggigit bibir bawahnya supaya tidak bergetar terlalu kuat.

(Michael Ende, Jim Knopf dan Lukas sang masinis)

42. Berita dari Farid

“Baiklah,” kata Zoff. “Ini yang akan kukatakan, siapa yang merasa punya rencana lebih baik, bisa menceritakan rencananya itu nanti.”

(Michael de Larrabeiti, The Borribles go for broke: buku kedua trilogy the Borribles)

43. Beberapa kebohongan untuk Basta

“Lihat ini!” teriaknya. “Aku meludah di atas tanah ini dan mengutuknya. Laknat! Kalau kau bertemu pemiliknya, katakana padanya apa yang kau dengar ini, katakan padanya bahwa untuk ke-1219 kalinya Jennet Clouston menjatuhkan kutukan atas dirinya dan rumahnya, lumbung dan kandangnya, pelayan dan tamunya, lelaki, perempuan, gadis, anak-anak—terkutuk, terkutuklah mereka semua!”

(Robert L.Stevenson, Kipnapped)

44. Terbangun di malam gelap

Setiap jam sepanjang hari pelayan datang membawa bunga-bunga. Setumpuk bunga pohon ek, brown, meadowsweet, yang terindah dan terhalus yang bisa dikumpulkannya di hutan dan ladang.

( Evangeline Walton, The Four Branches of Mobinogi)

45. Sendiri

“Aduh, mengapa aku mau meninggalkan liang hobbit-ku?” kata Bilbo yang terlonjak-lonjak di punggung Bombur.

(J.R.R. Tolkien, The Hobbit)

46. Si Murai

Namun mereka membangunkannya dengan kata-kata, senjata mereka yang mematikan dan berkilauan.

(T.H. White, the book of Merlin)

47. Kesombongan Basta dan muslihat Staubfinger “Bagaimanapun aku tetap penasaran apakah kita akan disebut dalam syair-syair dan cerita-cerita. Tentu saja, kita ada dalam salah satunya; tapi maksudku: benar-benar diterangakn dalam kata-kata. Kau mengerti kan, diceritakan di samping perapian atau dibacakan lantang dari buku besar dengan tulisan bertinta merah dan hitam, terus-menerus, tahun demi tahun. Dan orang-orang berseru, ”Kami ingin mendengar kisah Froddo dan cincinnya!” kemudian mereka berkata, “Ya, itu salah satu cerita kesukaan kami.”

(J.R.R. Tolkien, The Two Towers: buku kedua trilogy The Lord of the rings)

48. Elinor tertimpa sial

Kemudian Charley menjelaskan padanya letak persis kantor polisi serta banyak petunjuk lain, bahwa dia harus berjalan lurus dari pintu masuk, kemudian setelah sampai di pekarangan, dia harus mengambil posisi di kanan dan menaiki tangga melalui pintu, dan dia harus mengangkat topi begitu masuk ruang kantor. Setelah itu Charley memintanya melanjutkan perjalanan sendirian dan berjanji padanya ia akan menunggu di situ, di tempat mereka berpisah.

(Charles Dicksens, Oliver Twist)

49. Nyaris

“Aku tidak tahu apa itu,” jawab Fiver sedih.

“Untuk sementara tidak ada bahaya, tapi ada yang sedang menuju ke sini—dia datang.”

(Richard Adams, Watership Down)

50. Makhluk kecil yang rapuh

Ketika ia mengungkapkan harapanya yang tipis bahwa Tinker Bell akan senang dengan kehadirannya, Peter pan bertanya, “Siapa Tinker Bell?”

“Oh, Peter!” ia berseru terkejut. Namun, meski ia menjelaskannya Peter tetap tak bisa mengingatnya.

“Peri banyak sekali,” kata Peter. “Kurasa dia sudah mati”

Kurasa Peter benar. Peri hanya hidup singkat, tetapi mereka makhluk yang sangat kecil, sehingga waktu yang sedikit itu bagi mereka terasa cukup lama.

(James M. Barrie, Peterpan)

51. Kata-kata yang tepat

Inilah yang menakutkan: seolah dari lumpur di kedalaman yang paling dasar datang suara-suara dan teriakan-teriakan; debu yang tanpa bentuk bergerak dan berbuat dosa; sesuatu yang mati dan tak terlihat sosoknya menguasai perwujudan kehidupan.

(Robert L. Stevenson, Dr. Jekyll & Mr. Hyde)

52. Api

“Lalu—aku tahu!” kata Bagheera, tiba-tiba melompat. “Cepatlah kau pergi ke desa manusia di lembah gunung dan ambil beberapa Bunga Merah yang mereka tanam. Kalau tiba saatnya nanti, kau akan punya teman yang lebih kuat daripada aku, Baloo, atau siapa pun anggota kawanan kita yang menyayangimu. Ambilah bunga merah itu!”

Yang dimaksud Bagheera dengan Bunga Merah adalah api, tapi tidak ada penghuni rimba ini yang menyebutkan nama asli benda itu. Setiap makhluk rimba takut padanya seperti mereka takut pada kematian.

(Rudyard Kipling, The Jungle book)

53. Penghianatan, kebohongan, dan kebodohan Kemudian ia berkata, “Aku akan mati, itu sudah pasti; tidak ada jalan untuk lari dari penjara yang sempit ini!”

(Kisah Ali baba dan emapt puluh perampok)

54. Sang bayangan

Langitku kuningan

Tanahku besi

Bulanku segumpal tanah liat

Pes matahariku

Membakar ketika siang

Kabut kematian saat malam

(William Blake, Lagu ratapan kedua Enion dari Vala atau The Four Zoas)

55. Hanya desa yang terbengkelai

Dalam buku aku bertemu dengan mereka yang telah mati, seolah mereka masih hidup, Dalam buku aku melihat apa yang akan datang.

Semua akan hancur dan musnah seiring berlalunya waktu; Yang terkenang akan terlupakan, Jika Tuhan tidak menganugerahkan buku Untuk menolong manusia yang fana.

(Richard de Bury, dikutip dari Alberto Manguel)

56. Merindukan rumah

Namun Bastian tahu ia tidak akan pergi tanpa membawa buku itu. Sekarang ia baru mengerti bahwa ia datang ke sini hanya demi buku itu. Buku itu memanggilnya dengan caranya sendiri, karena buku itu ingin bersamanya, karena sejak awal buku itu memang miliknya!

(Michael Ende, Cerita tanpa akhir)

57. Pulang

Dan ia berlayar pulang

Setelah hampir setahun penuh

Dan berminggu-minggu

Dan sehari lagi

Sampai ia kembali tiba di kamarnya, ketika malam Makan malamnya menunggu Dan masih hangat.

(Maurice Sendak, Where the wild things are)

Ruanglain31@Cikarang, 15 Maret 2010 (Pikir lagi!)

Note: catatan ini ditulis ulang dengan iringan lagu Sherina Munaf dari album Gemini.

Gambar

Karawang, 281113

Advertisements

18 thoughts on “CATATAN INKHEART #nostalgia

  1. Ini tulis kutipannya karena sudah selesai baca atau dilihat sekilas trus sudah dianggap selesai? 🙂
    *inget katanya beli banyak buku beberapa gak kesentuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s