UMK Karawang 2014 Final

Gambar

(Kantor Pemda Karawang yang sempat diduduki ribuan buruh berhari-hari)

Setelah melalui perundingan alot berhari-hari dengan diwarnai demo, pendudukan kantor Bupati, bentrok antar ormas, bentrok antar Serikat, adegan buruh menginap di Pemda, bentrok TNI vs Polisi (yang ini alasan pribadi yang kebetulan terjadi di hari demo buruh) sampai perang urat syaraf. Akhirnya UMK Karawang 2014 sudah final, tanggal 20 November 2013 kemarin Bupati Karawang, Ade Swara ketok palu dan menandatanganinya. Rinciannya adalah:

UMK Dasar Rp 2.447.450,-

– UMK TSK (Tekstil Sandang dan Kulit) : Rp 2.484.162,-

– UMK Kelompok Usaha I                       : Rp 2.496.375,-

– UMK Kelompok Usaha II                      : Rp 2.624.000,-

-UMK Kelompok Usaha III                      : Rp 2.814.590,-

Nilai ini meleset dari tuntutan buruh yang awalnya meminta di angka 3.7 juta yang saat menjelang penutupan melunak minta 3.2 juta. Padahal dengan diketuknya palu di angka 2.8 juta ini berarti Karawang menduduki nilai UMK tertinggi se-Indonesia. DKI Jakarta yang sudah jauh hari menentukannya ‘cuma’ di angka 2.4 juta. Nilai UMK Jakarta 2014 ini sama dengan UMK karawang tahun 2013 untuk sektor tertinggi.

Sementara posisi kedua diduduki Kabupaten Bekasi yang selisih 5 (lima) rupiah untuk UMK dasar. Deadline penentuan UMK memang tanggal 20 November 2013 kemarin, sekarang Karawang tinggal menanti ketok palu dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Wait and see, biasanya 99% acc kalau dari Bupati sudah tanda tangan.

Harusnya buruh Karawang lebih bersyukur dengan jadi juara satu. Mudah-mudah ini yang terbaik tanpa mempolitisir segala keputusan yang dibuat. Semoga..

Sebagai pembanding UMK Bekasi 2014:

UMK Dasar Rp. 2.447.445,-

– UMK Untuk rumah sakit/klinik : Rp. 2.101.374,-

– UMK Kelompok usaha III         : Rp. 2.496.394,-

– UMK Kelompok usaha II          : Rp. 2.692.190,-

– UMK Kelompok usaha I           : Rp. 2.814.562,-

Karawang, 211113

Iklan

39 thoughts on “UMK Karawang 2014 Final

  1. harapan perusahaan adalah jika UMK naik, seharusnya kinerja buruh juga naik.
    Atau bisa jadi alamat efisiensi akan digencarkan oleh perusahaan yang masih labil ekonomi , ujung-ujungnya adalah pengurangan buruh.
    semoga mereka para buruh, bermetamorfosis jadi pengusaha . 😀

  2. Saya tinggal di Kuningan, UMK-nya terkecil nomor dua di Jabar. Apa bisa saja terjadi investor melirik ke Kuningan karena biaya tenaga kerja lebih murah? Bisa jadi pindahan dari Karawang.

  3. Saya baru tahu kalau UMK Karawang lebih tinggi daripada Jakarta. Tertinggi di Indonesia? Barangkali tidak ya?

    UMK buruh di Karawang lebih besar dari gaji saya yang PNS profesional. 🙂

  4. ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika naiknya UMK terlalu tinggi — di perusahaan yang marginnya tinggi, kenaikan segitu mungkin tidak akan berdampak banyak dan karyawan bisa sangat happy.. tapi di perusahaan yang marginnya pas-pasan, mungkin perusahaannya malah akan limbung dan tutup atau pindah ke tempat yang upah buruhnya lebih murah ya… Semoga semuanya berjalan lancar.

  5. Sebenarnya msh jauh dari harapan qt smua,, bersyukur memang, tp buat perusahaan yg omsetnya milyaran, umk segitu memang msh mengiris hati. Mudah2an tahun kedepan g perlu demo lg. Tp ada aturan yg menyesuaikan gaji dengan keuntungan perusaahan. Jd sama2 adil u/ prusahaan kcil, menengah maupun besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s