Sinetron

Gambar

Sungguh mengherankan tayangan tak bermutu justru banyak yang berminat nonton. Ratingnya jelas tinggi karena acara-acara tersebut terus diproduksi dan ditempatkan di jam utama. Laku, laku banget. Acara musik live yang norak. Gosip murahan yang wara-wiri setiap menitnya. Tayangan komedi garing yang tak mendidik sampai sinetron. Untuk catatan kali ini saya ingin fokus terhadap sinema elektronik atau lebih dikenal dengan sinetron.

Mungkin ini yang namanya geting nyanding, apa yang saya benci justru menimpa saya. Istri saya dan seluruh keluarganya suka menonton sinetron. Saya sebal sekali kalau pas acara ngumpul keluarga, tv yang nyala pilihannya jatuh ke SCTV dengan sepertinya tiada henti berisi sinetron, RCTI dengan haji buburnya, Indosiar dengan serial noraknya atau MNC dengan sinetron setting jadulnya. Hebatnya lagi mereka hafal dan bisa diskusi detail apa saja yang telah terjadi dan kemungkinan nasip sang tokoh ke depan. Makanya kalau saya paling formalitas ikut duduk segera menghabiskan kopi untuk beranjak menyendiri lanjut menikmati buku. Saya seperti kejebak di antara tawa dan sinis karakter sinetron.

Saya pernah lihat sepintas salah satu karakter sinetron kita adalah Batman. Manusia kelelawar burjubah kitam yang muncul di antara penduduk desa setting zaman dulu. Anda tak salah baca, Batman produksi DC komik itu. Serius.

Pernah juga lihat tokoh-tokohnya berkulit biru seperti warga planet Pandora yang ada di film Avatar. Gila! Lali ada karakter bersorban laksana jin di film-film Timur Tengah sampai ke setting zaman kerajaan, judulnya Gajah Mada. Ini dunia sudah kacau jangan dibuat makin kacau.

Tayangan sinetron di ruang keluarga hanya akan kalah kalau ada bola. Biasanya semua ngalah buatku karena bola tak bisa di-pause karena tiap menitnya live. Kalau udah gitu ada yang ikut nonton ada yang menyingkir ke kamar buat lanjut nonton sinetron. Padahal dulu pas sebelum berkeluarga sampai awal saya bergabung dengan keluarga istri mereka suka menonton berita di TV1 atau Metro, anehnya setelah resmi jadi keluarga saya malah dihajar sinetron nyaris setiap hari.

Untungnya penderitaan sinetron sudah berakhir setelah saya pindahan rumah. Jadi merdeka mau nonton apa saja silakan. Pilihan nonton pun bisa saya atur lagi seperti waktu lajang dulu. Kalau istri mau nonton acara buruk (versi saya) termasuk sinetron maka saya akan tegur, “seleranya tolong di-upgrade”.

Sebenarnya saya sendiri jarang nonton TV. Acara rutin yang kuikuti hanya bola. Sesekali lihat kartun, atau kalau cari teman makan sambil nonton ya lihat berita. TV hanya sebagai teman kala sedang malas ngapa-ngapain. Teman buang waktu, atau pengen update kabar terbaru. Apalagi sekarang lagi masa kampanye terselubung jelang Pemilu 2014. Pemilik TV malah berlomba menampakkan diri untuk mencalonkan diri jadi pemimpin Indonesia tercinta ini. Metro dengan Paloh-nya, MNC grup dengan Win-HTnya, AnTV dan Tv1 dengan ARB nya sampai selubung pemerintah di TV nasional. Sudah tak objektif lagi. Muak lihat penampakan yang seolah-olah mereka berhasil dan layak, padahal pepesan kosong. Jadi ketika kita dihajar sinetron dan mau menghindarinya kita malah disuguhi parade badut politik.

Harusnya ada peraturan yang mengatur agar pemilik TV tak boleh mencalonkan diri untuk jadi presiden. Acara TV kita makin kacau. Stasiun TV nya makin banyak tapi pilihan bijak tetap sedikit. Andai punya duit lebih buat langganan TV kabel. Eh, ga juga ding ntar malah waktu saya lebih banyak terbuang duduk di depan TV. Duh, salahkan Orange TV!

Karawang, 191113

47 komentar di “Sinetron

  1. Ane pernah ikut kuliah bersama dengan dosen tamu salah 1 petinggi stasiun tv. Sempat jg diutarakan knp ko tv indonesia didominasi oleh acara norak, jauh lebih bermutu fox, fiva, fx dkk yg harus pake tv berbayar. Jawab beliau: krn kalian2 di kotabesar yg ga doyan acara norak tersebut adalah kaum minoritas di indonesia. Iklan2 mau bayar di acara norak tp ogah ngiklan di acara yg kalian tonton lewat firstmedia dkk x__x. Yaaaa ujung2nya siy duit. Slama msh bnyk yg doyan, pasti ada trus. Btw sinetron kita relatif msh jauuuuuhhh lebih bagus ketimbang sinetron malay. Ane sendiri skr ini udah jarang nonton tv nasional, males, jelek acaranya

    Suka

  2. Sdh jarang bngt nonton TV. Pelarian utk hiburan skrg adl Youtube. Mau nonton apa aja, ada. Channel? Malah jauh lbh bnyk dr TV kabel. Bayarannya jg murah, cuman setara internet yg memang sdh terpasang sedari dulu. 😀

    Suka

  3. Pasang aja pak TV kabel, ga bakal ketagihan kok, soalnya isi acaranya suka diulang2. Mamaku juga dulu kerajingan sinetron, tapi sejak tontonan didominasi ama anak2nya yg suka nonton AFC atau Natgeo, mamaku sadar kalo tontonan begituan jauh lebih edukatif. Jadi mamaku ga pernah lagi nonton sinetron, katanya sih sinetron memusingkan, tak menghibur sama sekali.
    Eniwei, krna ak tinggalnya deket ama malaysia, dan kdg2 nntn channel2 mereka, jadi bisa dibilang kalo sinetron indonesia masih ‘bagusan’ loh dari mereka. Hohohoho

    Suka

  4. kalah telak sama sinetron2 korea yang ceritanya juga sebenarnya sederhana tapi dikemas apik… sehingga akhirnya menarik wisatawan datang ke sana…

    kalo kita? Mana ada orang tertarik sama gedebug-an atau wajah2 mak lampir begitu… bueeeeeehhh… 😦

    Suka

  5. jaman masih ada bapak, tontonan kami cuma berita, tinju, bulu tangkis. sekarang jaraaang banget nonton, palingan the comment di NET TV yg lumayan menghibur. itu juga terakhir sebulan yg lalu.

    emang bener kalo tv itu akan dirasa manfaatnya kalo gak dinyalain 😀

    Suka

  6. sepertinya masyarakat memang suka menonton tayangan yang tidak bermutu, melucu yang tidak bermutu dsb. Mereka engga sadar kalau hal itu makin membuat bodoh mereka saja..

    Suka

  7. Kompas sama net lumayan lah mas hehehe.
    Artis-artis sinetron itu mentingin “yang penting gue punya duit” sedangkan yang produksinya mentingin “yang penting rating tinggi, iklan banyak, duit pun lancar” mereka gak peduli kerjaan nya bermanfaat atau engga.
    Oh iya sekarang trans tv juga nyebelin, pagi sama malem joget-joget mulu isinya ><

    Suka

  8. sejak saya sampai Indonesia lagi, saya selalu setress setiap nonton TV, acarnya gak mutu banget! Makin gak mutu dari 2 tahun yang lalu. Tontonan yang lumayan buat betah didepan tv ya kalau gak berita, ya spongebob -_-

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s