Complain

Gambar

Kita Tak Kan Bisa Membuat Puas Semua Pihak

Selalu saja ada yang mengeluh, ada yang kecewa terhadap tindakan kita. Dalam diskusi di dunia maya, seorang teman editor sebuah majalah film sempat marah karena perdebatan pemilihan cover. Biasanya dalam satu bulan ada beberapa opsi pemilihan cover film apa yang akan dipajang, mereka memprioritaskan film blockbuster, film yang orang awan akan tertarik, film yang kemungkinan box office. Intinya film yang menjual sehingga kemungkinan orang beli terbuka lebar.

Dalam suatu momen, mereka memilih cover film ‘Eclipse’. Seri ketiga Twilight yang menghebohkan wanita dan juga segelintir pemuda. Padahal di waktu yang bersamaan ada film yang katanya lebih layak pajang. Debatnya panjang karena terasa dipaksakan. Saya setuju, seri Twilight adalah sampah. memalukan genre vampire. Merusak image seram manusia bertaring, dan membuat para banci – laki berbedak tebal kegirangan melihat Edward. Itu pemikiran kita.

Nyatanya majalah dengan cover ‘Eclipse’ malah booming. Banyak yang memuji. Banyak yang tertarik. Bahkan orang yang tak langganan atau rutin beli malah membelinya.

Saya tak heran. Pada dasarnya kita tak bisa membuat puas semua pihak. Sebagus apapun hasilnya pasti ada yang akan complain. Saya suka sekali Harry Potter, novel yang nyaris sempurna dari pembuka ‘bayi yang bertahan hidup’ sampai epilog Harry berkeluarga dengan Ginny. Namun jelas tak semua orang sependapat. Ada yang bilang ending-nya dipaksakan. Ada yang ngomong ga mungkin ada dunia lain di kota London, ada yang complain Harry adilnya dimatikan. Seperti itulah, tak kan bisa semua puas.

Di tempat kerja, tim kami pernah membuat kebijakan bahwa rekrut karyawan untuk posisi operator akan dialihkan ke Bursa Kerja Khusus (BKK) sebuah SMK Negeri. Alasan kami jelas, BKK lebih terpercaya karena banyak isu yang beredar rekrutan karyawan baru pada membayar ke pihak tertentu. Untuk memutus mata rantainya kami alihan ke pihak ketiga. Dengan BKK kita sudah tanda tangan Memorandum of Understanding (MOU) bahwa dilarang menarik biaya kepada pelamar kecuali biaya pendaftaran ke sana sebesar Rp 20 ribu apabila terbukti terjadi pelanggaran maka kita bisa tuntut secara hukum.

Kelihatannya bagus ya di atas kertas rencananya. Actual di lapangan memang berjalan dengan lancar dan sistematis sebab BKK sudah pengalaman menangani hal ini. Banyak Perusahaan (kebanayakan bahkan Perusahaan yang bonafid) yang sudah kerja sama dengan mereka sehingga tak terjadi masalah. Masalah justru timbul dari dalam. Banyak karyawan yang mengeluh kalau mau referensi saudara/teman untuk test jadi rumit karena daftar ke BKK. Ada yang complain banyak yang gagal. Ada bisik-bisik ini permainan HRD, ‘pasti ada pelicinnya’. Macam-macam. Yang perlu saya tanggapi saya tanggapi. Perlu diketahui, lamaran yang masuk ke Perusahaan itu tak sebanding dengan kebutuhan karyawan baru. Rincian kasarnya di pos security ada ribuan surat lamaran yang menumpuk via pos, di email ada ribuan yang mengantri, belum lagi referensi karyawan yang minta tolong diberi kesempatan test. Tolong pahami ini: Tak Mungkin Semua Dipanggil Untuk Tes! Bisa-bisa job yang lainnya tak terpegang. Apapun tindakan kita pasti ada yang ’omong’, apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak.

SBY misalnya mengeluarkan kebijakan BLT atau BLTS, rakyak akan selalu bicara. Selalu akan ada yang pro dan kontra. Segalanya harus ditimbang baik buruknya. Dan kurasa wajar saja, dalam hidup selalu ada dua sisi. Baik – buruk, hitam – putih, jauh – dekat, Ya – tidak. Mungkin sesekali ada sisi abu-abu tapi pendulumnya selalu akan mengarah pada satu sisi.

Jadi nikmati hidup, orang mau ngomong apa terserah asal kita ikuti aturan yang ada, ikuti prosedur yang benar. Kita berjalan di jalur selurus apapun complain selalu ada karena isi otak manusia memang berbeda-beda.

Karawang, 131113

Iklan

19 thoughts on “Complain

  1. memang benar. bila mencari kerelaan setiap orang, hingga mati pun tidak akan ketemu. semua ada konsekuensinya… 🙂 bahkan ketika keluar pertama kali keluar dari rahim ibu pun setiap manusia telah menanggung konsekuensi sendiri.

  2. Jd inget kisah Luqman dan anaknya yg sempat saya ceritakan kembali dulu di blog. Iya, orang akan selalu mengomentari apapun yang kita lakukan. Yg terpenting adl, lakukan yg kita anggap benar. Dan, biarkan saja Allah yg menilainya. 🙂

  3. Saya setuju, seri Twilight adalah sampah. memalukan genre vampire. Merusak image seram manusia bertaring, dan membuat para banci – laki berbedak tebal kegirangan melihat Edward. Itu pemikiran kita. << SUKA BANGET! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s