Meiga

Gambar

Ada lima hal yang ingin kami sampaikan:

1. Meiga itu masih muda, baru juga lulus bulan Juli. Jadi kenapa harus tergesa-gesa? Biarlah dia menjalani masa lajangnya dengan bekerja dulu. Membalas budi orang tua. Bersenang-senang dengan temannya. Biarkan dia menikmati kebebasannya. Lajang dan menikah itu kerhadap orang tua akan lain. Walaupun seandainya dia berjanji, “nanti tetap akan balas budi kok sama ibu”, tetap saja lain. Wanita menikah itu sudah jadi hak suami. Bahkan ada hadist yang menyebutkan suami mempunyai hak yang besar terhadap istrinya, melayani suami dengan baik dan mendahulukan ketaatan kepadanya daripada orang tua dan saudara kandungnya. Jadi (seharusnya) biarkanlah Meiga merdeka.

2. Meiga kuliah mengambil jurusan kebidanan, jadi biarkan dia mengabdi terhadap masyarakat. Biarkan dia mempraktekan ilmu yang dia dapat di bangku kuliah. Biarkan dia menjalani profesi yang diinginkannya. Dengan lulus kuliah, perjuangannya bukan sudah usai tapi justru baru saja dimulai. Kalau kalian beranggapan, “bisa kok jadi bidan dan istri bersamaan”. Sama seperti yang saya bilang tadi, beda! Memang bisa menjalaninya bersamaan, namun beda. Pengabdian terhadap dunia kesehatan antara lajang dan menikah,  beda. Sayang sekali sekolah tinggi-tinggi tapi sebelum mengabdi pada masyarakat sudah sibuk di dapur. Kamu bukan Wonder Woman Meiga.

3. Jadi kalian belum siap? Terus kenapa nekad dalam waktu dekat melangsungkan pernikahan? Hah, ijab dulu resepsinya belakangan? Kendalanya apa sih kalian? Duit? Resepsi sederhana pun bisa kok kita jalani. Waduh kok lebih kacau dari yang kami tahu. Jangan berpegangan Meiga anak bungsu resepsi harus meriah dan megah. Sebenarnya paling nyaman ya ijab dan resepsi dilangsungkan di hari yang sama, agar tak dua kali kerja. Nyatanya kalian malah sudah memutuskan Januari nanti ijab, resepsinya mengumpulkan uang dulu. Nikah itu tanggung jawabnya besar. Jangan main-main, pikirkan dengan matang. Nanti apa kata Ayu Ting Ting?

4. Kenapa kami tak dilibatkan dalam mengambil keputusan ini? Kemarin kita datang sekiranya hanya berkumpul dengan saudara-saudara, katanya ada arisan keluarga. Saya baru nggeh pas sampai di rumah bahwa malam ini Meiga dilamar. Secepat itukah? Kalian kan baru kenal lima bulan. Kenapa tak dirundingkan dulu, tiba-tiba sudah menentukan tanggal 5 ijab. kami kecewa karena tak dilibatkan.

5. Pacarnya Meiga kan baru masuk kuliah September ini, itupun setelah didesak ibu karena keluarga kita harus kuliah! Apalagi sempat kudengar kabar dia kuliah agar setara dan mengikuti permintaan keluarga kita. Usianya seperempat abad, memang tak ada kata terlambat untuk memulai namun kalau menuntut ilmu bukan dari keinginan sendiri, passion-nya beda. Menjalani karena diminta dan menjalani karena keinginan sendiri, itu tak akan sama.

Namun kelima poin itu tak keluar dari mulut kami, saat melihat ibu menangis karena kekecewaan kami saat acara kemarin. Sikap protes kami dengan hadir dan diam menatap televisi menyaksikan balap MotoGP bukannya ikut duduk dengan calon keluarga baru. Saya sih memang beneran tertarik finale race Valencia ini, tumben-tumbenan istriku ikut focus nonton sambil nanya, “yang namanya Rossi yang mana ya?”

Kami tak tega menginterupsi penjelasan ayah. Bahwa Meiga yang meminta sendiri segera nikah. Agar ada yang jaga dia, agar dia tak digoda lelaki lain. Sempat terbesit pikiran negative, hamilkah? Kalian membantah, tidak. Orang tua (dan kami) hanya bisa menasehati, toh pernikahan kalian yang menjalani.

Keputusan sudah diambil, kami tak bisa apa-apa selain doa yang terbaik. Semoga pilihan Meiga tak salah.

Karawang, 121113

Catatan: Seperti saya yang identik dengan Spongebob, Meiga sangat menggemari Doraemon. Kamarnya penuh biru, gambar kucing asal Jepang tersebut. Semoga ke depannya kalian bisa mewujudkan impian-impian kalian semudah mengambil benda ajaib dari kantong-nya.

Iklan

4 thoughts on “Meiga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s