Luang

Gambar

November datang tepat di akhir pekan sehingga memberi waktu luang yang banyak. Update status yang sering saya posting di jejaring sosial adalah ’menikmati pagi dengan kopi, buku dan musik yang lembut itu adalah salah satu kenikmatan dunia’. Bulan sepuluh lalu memang banyak waktu luang, jadi saya berharap bulan ini akan lebih sering.

Mungkin terdengar agak aneh, saya paling senang menyendiri dan hanya berteman buku. Pasca menikah kebiasaan ini tak bisa kurubah sehingga tak jarang istriku marah karena merasa dicuekin. Padahal saya sesekali saya sudah mencoba untuk menemaninya ngobrol. Yang dibicarakan juga hal-hal yang menurut saya tak penting. Macam temannya yang sakit, keluarganya rewel, atau sekedar curhat masalah dapur. Tiap berdua dengannya waktu terasa lama. Pernah suatu ketika saya sudah menyediakan waktu dengannya dua jam penuh, adzan tengah hari menyelamatkan saya untuk beribadah. Nah setelah beribadah saya lagi pengen main game di laptop, dia marajuk. Saya biarkan saja, saat keseruan menyusun plant untuk mencegah serangan zombie, tiba-tiba dia datang menendang gelas kopi yang baru saya seduh. Marah! Saya lebih marah, saya hanya meminta untuk menghormati waktu luang saya dan membiarkan saya bercinta dengan hobiku. Tiga hari penuh setelahnya, kita tak bicara.

Dulu masa lajang saya kos di sebuah tempat yang terpencil. Di tengah lapang yang sekelilingnya masih banyak pohon menjulang tinggi. Di sebelah utara sawah membentang sejauh mata memandang, sebelah timur ada tambak ikan, di selatan di atas bukit adalah area pekuburan. Teman-teman saya yang pernah main bilang saya kos di tempat yang tak semestinya dihuni warga. Saya cuek saja, karena di sebelah barat ada beberapa penduduk asli yang tinggal walau masih jarang. Bagi saya ini adalah tempat yang sempurna untuk menyendiri. Tiap pagi udara yang kuhirup masih segar, menikmati kopi, mendengarkan musik lembut dan memandang sawah adalah suasana yang tak ternilai harganya. Di tempat inilah saya banyak meluangakn waktu untuk menyusun draft tulisan. Memang harus diakui hanya segelintir orang yang meyakini bahwa menyendiri itu menyenangkan. Semua buyar setelah saya menikah. Saya merindunya.

Dengan menikah memang kita harus banyak kehilangan, banyak pengorbanan. Salah satu hal paling kurindukan dari masa lalu adalah menikmati waktu luang yang tenang tanpa gangguan. God, moga dia ga baca tulisan ini.

Karawang, 011113

Iklan

17 thoughts on “Luang

  1. Saya selalu menyediakan waktu khusus buat menyendiri, Mas. Baca buku dan nonton film. Semua saya lakukan di kamar kos saya yg nyaman dan tenang ini. Masa-masa ini sangat saya nikmati dan syukuri, sebab belum tentu saya masih bisa menikmatinya lagi kalau sudah menikah nanti, hehe….

  2. 🙂 bicarakan baik-baik dengan istri.Setiap orang butuh “own time” ketika dia bisa menyendiri dan manjadi diri sendiri. Tapi jangan lupa juga tanggung jawab dan perhatian pada orang-orang yang kita cintai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s