Demo Buruh

Gambar

Ok, saya sebenarnya malas mengikuti perkembangan buruh akhir-akhir ini. Makin hari makin memprihatinkan. Saya yang dulu simpati kini jadi antipasti. Tindakan untuk melakukan demo yang resmi, tidak anarkis dan sesuai peraturan perundang-undangan sih silakan saja. Tapi actual di lapangan sekarang ini lihatlah. Sudah menjurus tindak pidana yang mengusik kenyaman publik. Ancam blokir jalan tol, menyandera kantor pemerintahan sampai pemaksaan untuk mogok kerja dengan cara sweeping ke Perusahaan tetangga. Sungguh iklim usaha yang tidak diharapakan.

Lihatlah berita, setiap tahun menjelang pergantian angka Masehi selalu terjadi demo buruh yang menuntut kenaikan UMR yang sulit diterima nalar. Contoh sederhana-nya di Karawang saja. tahun 2012 UMR sektor satu sebesar 1,5 juta. Tahun ini menjadi 2,4 juta dan tuntutan mereka tahun depan menjadi 3,7 juta. Luar biasa bukan. Jadi tak perlu skill mumpuni dan pendidikan tinggi untuk mencapainya. Saya dapat curhatan dari teman yang berprofesi guru dan dosen, mereka gajinya ga sampai segitu. Bahkan dengan lembur pun tak bisa menyentuhnya. Untuk menjadi pengajar jelas tak bisa sembarangan orang. Orang-orang akademis yang memunculkan generasi masa depan malah hidup dalam kesederhanaan. Sementara buruh menuntut lebih.

Kembali kepada individu masing-masing. Kaya miskin itu relative. Kalau tak syukur, gaji berapapun tak akan pernah merasa cukup. Contoh kalau gaji 2 juta untuk bisa maju ya tabung 1 juta, pakai 1 juta. Paksakan untuk menyisihkan sebagian uangnya. Bukannya malah menambah beban penggunaan 3 juta dengan cara hutang. Kalau seperti itu ya kedepannya berat, bahkan andai 3,7 juta di acc sekalipun.

Kejadian saat buruh memblokir jalan tol di Cikarang tahun lalu, di mana jalan tol dipenuhi manusia dan motor pun bisa melenggang itu sudah diluarkewajaran. Ini adalah demokrasi yang keblablasan. Maka saat saya membaca himbauan dari ketua serikat nasional (berinisial SI) maka saya hanya bisa tersenyum masam. Dalam edarannya akan dilakukan Mogok Nasional (Monas) seminggu penuh dari tanggal 28 Oktober s/d 1 November 2013. Tanggal 28, 29, dan 30 Oktober adalah ‘pemanasan’ tanggal 31 Oktober dan 1 November adalah puncaknya. Wew, demo saja ada pemanasannya bos! Dan seperti yang kita lihat dalam berita hari ini, demo buruh terjadi serentak. Walau dalam gertakannya akan melakukan di 20 propinsi dengan mengerahkan 3 juta buruh dalam kenyataannya ‘hanya’ 2 juta yang turun ke jalan.

Dari broadcast yang saya terima, teman-teman saya di Cikarang ada bentrok antara buruh dan ormas mengakibatkan buruh dilarikan ke rumah sakit kena bacok! Serem. Buruh mengklaim LSM/Ormas/Karang taruna/preman (coret yang tak perlu) melakukan serangan terlebih dahulu. Sementara pihak ormas membantah menyerang fisik dulu, mereka melakukan serangan karena diprovokasi dan mereka meminta demo bubar di sore hari. Dan keduanya sepakat menyalahkan polisi yang membiarkan bentrok terjadi. Saya miris mendengarnya saudara-saudara. Sangat miris.

Di tempat saya bekerja juga terjadi sweeping sehingga produksi off selama 1 shift penuh dari jam 07:00 sampai jam 16:00, shift sore produksi kembali jalan. Saat strike terjadi, saya sedang santai di rumah dengan baca novel dan musik pop yang menenangkan. Slow down, hidup ini singkat. Ga usah mengedepankan emosi, santai saja sobat. Oiya, novel ‘The Man Who Loved Books Too Much’ karya Alison Bartlett yang tadi kubaca bagus lho. Obsesi gila pecinta sastra, andai penghuni dunia semua suka buku. Iqro’!

Karawang, 311013

Iklan

21 thoughts on “Demo Buruh

  1. Mungkin terpicu rasa iri liat pejabat-pejabat gak ada sekolahnya bisa dapat gaji gede. Hahaha… Saya dulu juga simpati sama aksi demo buruh. Tapi lama-lama cara demonya jadi kelewatan, yang diminta juga makin gak wajar. Gak mikir kalo perusahaannya naikin gaji mereka, cost produksi juga naik, harga jual hasil produksi terpaksa dinaikkan. Kalo sebagian aja produsen menaikkan harga barang, biaya hidup otomatis jadi lebih tinggi. Gaji taun depan jadi beda tipis aja nilainya dengan taun ini.

  2. Sebetulnya kalau misal buruh itu minta dibayar penuh, its ok. Soalnya ada beberapa perusahaan yang masih membayar operatornya tak sesuai UMR. Padahal di laporan mereka tertulis sudah sesuai.

    Yah begitulah orang Indonesia. Siapa pun dia di mana pun posisinya, masih saja suka membohongi diri sendiri.

  3. kalau pun UMR dinaikkan… apa para perusahaan itu masih mau mempekerjakan mereka yah…. jangan-jangan pindah ke negaran lain yang upahnya lebih murah… terus…. buruh jadi pengangguran

  4. Sebenarnya aku lebih suka kalau demonya ngumpul di GBK kemudian melakukan do’a bersama memohon kemakmuran untuk negeri tercinta ini ( dan jangan lupa mohon juga kenaikan UMR-nya ) 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s