Tiga Kata Ajaib

Gambar

Bagi yang sudah pernah kerja di Perusahaan ketika saya menulis kalimat ‘Tiga Kata Ajaib’ saya yakin sebagian sudah paham apa yang saya maksud. Seperti yang biasanya disampaikan kepada calon karyawan baru, disetiap training akan diselipkan motivasi dalam bekerja, seperti jangan sampai melakukan 3M: Menerima barang NG (Not Good; baca ‘en-ji’), membuat barang NG dan Mengalirkan barang NG. Nah, kalau training motivasi maka di suatu kesempatan akan ada istilah ‘Tiga Kata Ajaib’. Tiga kata itu adalah:

MAAF – TOLONG – TERIMA KASIH

Dalam hidup, saya percaya bahwa apa yang kita tanam maka akan kita tuai. Singkatnya, kalau kamu ingin dihormati maka hormatilah orang lain. Bila kamu ingin dihargai maka hargailah orang lain. Jika kamu (suatu saat) perlu pertolongan, maka biasakan menolong sesama. Begitu seterusnya. Maka dari itu tanamlah kebajikan sebanyak mungkin dengan iklas tanpa pamrih, maka suatu saat Tuhan akan membalasnya. Kita tak tahu melalui tangan siapa yang jelas pasti ada.

Dalam dunia kerja, rasa saling menghormati sangat penting untuk interaksi. Baik dengan teman kerja, atasan, bawahan ataupun dengan kolega Perusahaan lain. Dalam prakteknya kita perlu menjalankan tiga kata ajaib tersebut. Biasakan ucapkan “MAAF” ketika akan memulai berbicara, di sini dalam artian ketika kita akan menyela pekerjaan orang lain. Di saat orang lain bekerja maka kita meminta maaf karena menggangunya.

“Maaf menggangu waktunya”

“Maaf sebelumnya, bisa bantu saya”

“Maaf menyela pekerjaannya sebentar”

Kata berikutnya adalah “TOLONG”. Walaupun itu adalah job mereka kita sebaiknya mencoba menghormatinya dengan membuka percakapan dengan meminta tolong. Contohnya ketika kita mau foto copy kita memberi instruksi kepada OB agar terdengar sopan maka tinggal bubuhi kalimat pembuka dengan kata ajaib ini.

“Bisa minta tolong, foto copy kertas ini?”

“Minta tolong kesediaanya besok lembur”

“Bisa minta tolong lanjutkan print out ini”

Dan kata ajaib terakhirnya adalah ucapan “TERIMA KASIH”. Setelah semua usai biasakan ucapkan terima kasih atas apresiasi-nya. Ini juga ga peduli apakah yang dilaksakan adalah job dia atau bukan. Bagian HRD paling sering mendengar kata ini setelah selesaikan pekerjaannya. Ya iya-lah interaksinya manusia tiap hari, bukan mesin atau alat ukur.

“Terima kasih sudah membantu”

“Terima kasih ya”

“Makasih sudah mau memperbaiki absensinya”

Ada analogi yang biasa saya paparkan ketika training karyawan baru. Si A mau meminta balik bolpoin yang dipinjam si B. Ini tergantung dari si A memulai percakapan.

Cara 1: “Kembalikan bolpoin saya sekarang”

Cara 2: “Maaf B, saya lagi butuh bolpoinnya. Tolong dikembalikan ya. Terima kasih”

Dari dua cara tersebut, pada intinya bolpoin memang kembali ke si A. Namun alangkah lebih bijak cara yang ke 2 dipakai, karena pasti membekas di pikiran si B untuk kembali menghargai orang lain. Simple tapi mengena.

Mari kita prakterkan tiga kata ajaib ini, dan rasakan bedanya!

Karawang, 081013

Advertisements

16 thoughts on “Tiga Kata Ajaib

  1. Iya, dosen saya juga cerita tentang perubahan sikap anaknya ketika bahasa sang ibu mengganti kalimat menjadi lebih baik atau ditambah dengan 3 kata diatas. Sangat bermanfaat 😀

  2. MAAF pak, saya izin komen disini yah..
    “setuju banget. tiga kata itu memang powerfull dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama saat kita yang butuh bantuan orang lain. hehe”

    TOLONG diikhlaskan komen saya ini yah. TERIMA KASIH

    *lebay*
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s