Media Cetak

Dari zaman SD sampai sudah berkeluarga sekarang ini ada beberapa majalah / Koran / tabloid yang rutin saya baca. Media cetak tersebut mewarnai saya baik beli secara rutin ataupun eceran. Berikut media cetak yang paling sering saya baca:

1. Bobo

Gambar

(sekarang lebih komersial penuh iklan, tapi tetap saya terpesona daya tahan Bobo)

Bisa jadi majalah Bobo adalah bacaan wajib anak-anak di era saya. Dengan tagline ‘Teman Bermain dan Belajar’, Bobo berhasil bertahan lintas generasi. Waktu saya SD ini majalah saya baca bekas yang kubeli di warung depan Sekolah. Dari yang harganya saat itu Rp 1.200,- saya bisa dapat membelinya seharga Rp 100,-. Artikel favorite saya waktu itu adalah cerpen dan cerita bergambar seri yang rutin ada seperti Bona Gajah Kecil Belalai Panjang, Negeri Nirmala, sampai sempalan cerita film anak yang diulas secara acak. Serial Ksatria Baja Hitam adalah yang paling disuka. Sampai saat ini majalah ini tetap terbit, terakhir baca dan beli adalah tahun 2007 saat covernya Harry Potter. Ditengah gempuran pesaing dan era internet, Bobo termasuk luar biasa.

2. Annida

Gambar

(saat ini web Annida-online.com mulai promo mau cetak lagi, cuma ga rutin. Mungkin butuh waktu berbenah guna tampil lagi)

Oke, ini adalah majalah Islam untuk remaja perempuan. Saya secara tak sengaja membacanya ketika liburan sekolah berkunjung di perantauan kakakku di Cikampek. Saat ini satu rumah ada beberapa penghuni teman kerja kakak saya. Salah satunya ternyata suka baca dengan banyak koleksi buku, salah satunya majalah Annida. Dari keisengan membaca Annida itu saya akhirnya ketagihan, setelah liburan sebulan (era Gus Dur Ramadhan libur full sebulan) saya malah rutin beli. Isinya bagus, cerpen Islami yang dibuat oleh pembaca. Dari ini majalah saya mengenal Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Pipiet Senja (alm), Samsa Hawa dll. Sayang Annida gagal bersaing dalam percetakan dan akhirnya stop produksi. Saat ini Annida merambah internet dan kalau saya merindunya saya buka di web: annida-online.com. Isinya masih ‘Inspirasi Tak Bertepi’.

3. Bola

Gambar

(Bola terakhir yang saya beli edisi special EPL)

Tabloid Bola bisa jadi adalah yang paling lama bertahan kunikmati. Dari SMP saya sudah membacanya. Saat itu Lazio, klub favorite saya lagi bagus-bagusnya. Saat itu ada 2 tabloid olahraga yang terbit secara bersamaan seminggu dua kali. Saling sikut dan bersaing, namun dalam perjalanan tabloid GO akhirnya KO dan tutup usia. Sampai saat ini saya masih sesekali membelinya. Bahkan kini Bola selain terbit seminggu dua kali juga terbit harian. Hebat juga masih bertahan di era digital yang serba update.

4. Bola Vaganza

Gambar

(sempat mau beli ini edisi, cuma pegang doang ga jadi)

Majalah ini sebagai penunjang tabloid Bola yang sudah kubaca, terbit sebulan sekali. Puncaknya adalah saat Italia juara Piala Dunia 2006. Tulisannya enak, ulasannya bagus. Sempat coba 442 Indonesia yang lugas. Pasca Italia juara saya tak membelinya lagi. Kurasa membelinya kurang bermanfaat. Jadi koleksinya hanya setahun beli, 2005-2006.

5. Cinemags

Gambar

(ini mungkin salah satu edisi terbaik Cinemags, di mana interaksi editor dan pembaca masih seru-serunya ga segaduh sekarang)

Di saat kuliah saya satu kos sama seorang maniak film, dia yang pertama beli ini majalah. Waktu itu harganya Rp 32.500,- terlihat mahal. Cuma gara-gara isinya bagus dengan bonus poster gede yang dipasang di kos akhirnya saya malah kepincut membelinya rutin. Dari majalah Cinemags lah saya akhirnya menemukan banyak teman untuk kopi darat guna nonton bareng. Sebelumnya saya ga terlalu movie freak tapi gara-gara kena virus kini film adalah hiburan wajib.

6. TotalFilm Indonesia

Gambar

(ini edisi pertama kali saya beli, mana bisa menolak pesona Leo?)

Ini majalah adopsi UK yang terbit tahun 2009 di Indonesia. Waktu kemunculan pertama, pengemar setia Cinemags mencibirnya. Tak sedikit yang memprediksi akan senasip dengan First yang adopsi Singapure yang layu di perjalanan. Ulasannya pada wah, teman-teman yang waktu itu setia Cinemags pada iseng beli. Saya penasaran dan ikutan coba beli di edisi ke 3. Ternyata memang ulasannya padat dan superb. Sempat beli 2 majalah film bersamaan tapi lama-lama tekor juga karena sesekali-pun beli majalah yang lain macam M2 atau Showblitz (KO juga). Dan akhirnya kualitas memang tak bohong. Sampai sekarang saya rutin membelinya. Membandingkan 2 majalah tersebut seperti membandingkan kualitas film local kita dengan Hollywood, jauh.

7. Kompas

Gambar

(salah satu artikel favorite saya: Kompas Kita. Interaksi dengan orang ‘penting’ tanya jawab via email)

Baru 3 bulan lalu saya berhenti langganan, selain alasan sudah pindah rumah, kurasa koran Kompas mulai kewalahan dengan informasi digital yang lebih cepat macam web: detik, okezone, merdeka, yahoo!, dll. Apalagi di kantor juga langganan makanya mending baca di kantor saja pas sebelum mulai kerja atau pas istirahat 10 menit ngopi. Paling yang utama dituju adalah artikel bola, opini, metropolitan, sudoku dan headline-nya. Oiya, Kompas Minggu saya masih beli walau eceran. Saya masih belum bisa lepas baca cerpen Minggu dan sosialita. 😀

Selain ke 7 nya saya memang sesekali membaca majalah lain seperti Intisari, tabloid Soccer, koran Republika, atau majalah Rolling Stone Indonesia tapi ga serutin ke 7 nya. Kita sudah merambah dunia digital dimana segala informasi sebegitu cepatnya sampai kepada pembaca. Era masa depan yang tak lama lagi, (mungkin) segalanya akan begeser dari media cetak ke media elektronik. Walau sejujurnya saya masih menyukai bau kertas saat menikmati tulisan. Or is it just me?

 Note: semua gambar diambil dari google.

Karawang, 240913

Advertisements

12 thoughts on “Media Cetak

  1. enakan baca koran biasa memang, bisa lihat2 dulu dgn cepat sebelum memutuskan mau baca yg mana. koran online klamaan ngeklik satu2.

    btw penampakan bobo tdk spt bobo awal2 ya.

    salam
    /kayka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s