Suap # 2

Gambar

Ini adalah catatan kedua dari lima, sebuah pengalaman tentang Suap yang terjadi di sekeliling kita.

Sebagai orang berkecimpung di bidang HR (Human Resource) dan GA (General affairs) kejahatan suap adalah kejahatan yang paling mengancam. Sebagian besar orang yang terjun di bidang itu sudah mengetahui, namun sayangnya banyak yang abai atau istilah umunya ‘sudah biasa’. Padahal suap adalah salah satu bentuk korupsi. Sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh KPK (Komisi Pemberantas Korupsi). Yaitu  Pasal 12B ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001, berbunyi:

“Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya”

Di situ jelas sekali suap termasuk gratifikasi, walau ruang lingkup lebih kecil, bukan sebagai pegawai negeri tapi hanya sebatas karyawan. Tapi tetap saja kan, orang-orang yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kelangsungan Perusahaan ada di departemen HRD dan GA. Berikut beberapa item yang rawan suap yang selamanya bersinggungan dengan saya.

# Recruitment

Di tengah krisis saat ini, masalah perut memang sangat sensitive. Mencari kerja itu memang gampang-gampang-susah. Kondisi actual di lapangan, banyak sekali pencari kerja di mana-mana. Silakan ke kantor pos, ke kantor Depnaker, ke BKK sekolah, dan menjamurnya job fair di berbagai kota. Ini salah satu potensi besar terjadi korupsi bagi pemegang pengambil keputusan. Pengalaman saya selama memegang perekrutan karyawan, ada oknum yang memanfaatkan orang yang lagi butuh kerja.

Ada kasus, pada suatu siang ada tamu dua orang perempuan yang ingin ketemu HRD. Security yang menerimanya menghubungi saya, dia menanyakan kepada saya apakah tamu ini dipersilakan masuk walau sang tamu menyebut nama yang dimaksud tak ada di daftar departemen HRD. Saya yang penasaran mempersilakannya masuk. Lalu berceritalah mereka berdua bahwa mereka sudah membayar sejumlah uang kepada sesorang yang mengklaim HRD Perusahaan ini, mereka membayar guna mandapat jaminan langsung keterima kerja. Di kasus lain dengan kisah yang sama, bahkan sang penipu menggunakan nama saya. Ketika saya introgasi sang korban, dia malah bilang, ’Bukan. Bukan bapak yang ketemu saya di Depnaker.’ Berarti sang penipu tahu nama-nama HRD buat kedok kejahatannya.

Kasus lain lagi, ada yang bahkan sudah dapat seragam kerja lalu mempunyai surat pengantar dari HRD untuk mengikuti training. Mereka sudah membayar kepada sesorang. Setelah kita check, surat pengantarnya palsu. Kop surat dan stempel Perusahaan hasil scan dan di-edit. Nama yang tandatangan juga ga ada di daftar karyawan Perusahaan.

Ada juga kasus dari karang taruna lokal yang meminta agar mereka bisa memasukkan ’putra daerah’ ke Perusahaan kami. Dasarnya adalah Keputusan Bupati Karawang No 1 tahun 2011 bahwa karyawan Karawang harus 60% dan non-Karawang 40%. Saya sih mempersilakan mereka mengirim lamaran untuk mengejar kuota tersebut, tapi tetap harus mengikuti prosedur rekrut yang sah. Tapi ketika kita kasih kesempatan test dan ada yang lolos, mereka malah meminta uang jasa rekrut yang nilainya wah untuk satu orang. Kita yang tahu itu langsung membatalkannya. Weleh, jadi mereka membuat semacam jasa rekrut di mana Perusahaan diharuskan membayar bila ada orang-orangnya yang ketrima. Semacam konsultan JAC atau Selnajaya. Ga bisa gitu, untuk posisi operator kita melakukannya sendiri tanpa menambah budget rekrut, karena orang yang melamar jauh lebih banyak dari kebutuhan, jadi lebih mudah. Kita pakai jasa rekrut konsultan hanya untuk posisi-posisi staff up.

Pertanyaan, di mana letak potensi korupsi bernama suap di bagian rekrut ini? Well, saya bukan satu dua kali dicoba suap orang agar bawaannya bisa masuk kerja. Baik itu saudara, keluarganya, atau hanya sebatas teman. Nilai sogokannya juga bukan main besarnya. Setahun bisa beli mobil baru, kalau saya mau terima. Karena kita Perusahaan di bidang otomotif maka gaji seorang operator pun sudah lebih dari cukup untuk seorang lajang, apalagi ditambah tunjangan yang lain. Makanya banyak yang berani bayar mahal untuk bisa masuk kerja. Permasalahnya ternyata terbongkar banyak karyawan yang memainkan kesempatan ini, sungguh memprihatinkan justru orang dalam yang menusuk saya.

Belum lagi ada banyak lobi yayasan rekrut yang mencoba memasukkan proposalnya ke HRD agar bisa kerja sama. Tawarannya lebih gila lagi. Bukannya mau riya’, tapi alhamdulillah sejauh ini tak ada satu pun yang saya terima. Saya selalu menegaskan bahwa rekrut benar-benar murni tes dari tahap tertulis sampai MCU harus lulus semua untuk menjadi karyawan tanpa ada uang suap.

Dari hal ini makanya tak heran banyak rekan HR yang kaya mendadak karena tak kuat menahan godaan suap. Saya selalu berpegang prinsip, keluarga harus diberi makan yang halal. Karena segala tindakan kita akan diminta pertanggung jawabnya nanti. Salah satu pertanyaan malaikat adalah, harta dari mana dan untuk apa. Jadi saya mending mencicil rumah 15 tahun, naik sepeda motor buntut atau hutang kanan kiri kalau uang bulanan tak mencukupi. Itu lebih lebih baik daripada kaya tapi bukan dari harta yang halal.

Iklan

11 thoughts on “Suap # 2

  1. Alhamdulillah masih ada yang berpegang pada prinsip yang benar 🙂

    di tempat saya bekerja juga jelas2 ada materi khusus tentang Fraud. Karena sangat berhubungan dengan uang jadi lebih rawan lagi. banyak karyawan yang terkena kasus berbau fraud bahkan langsung di pecat dan dipidanakan.

  2. kaya tapi banyak beban. mending sejahtera aja…. memang suap sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dinegara kita. dan sudah mendarah daging. ya mau di apain lagi…kembali kediri kita sendiri. apa kita salah satu dari manusia suap atau tidak?

  3. wah saya sedang cari info ttg selnajaya prima, untuk saya baca tulisan anda. saya tiba2 dihubungi langsung untuk menawarkan pekerjaan dan interview. terima kasih banyak loh atas tulisan anda ini, saya diperingatkan lebih dahulu sebelum bergabung.

    • Selnajaya bagus, mereka membuat perjanjian (mou) dengan HRD Perusahaan, di mana salah satu poinnya setiap calon karyawan yang OK diterima oleh Perusahaan maka mereka mendapat fee. Calon karyawan tidak perlu membayar ke mereka atau ke Perusahaan. Jasa konsultan seperti ini sekarang menjamur. Yang bagus menurut saya Selnajaya, JAC, Fuji. Mereka semacam ‘calo’ dalam artian positif. Menjadi penghubung antara calon pekerja dan Perusahaan. Cuma masalahnya kalau calon pekerja sudah setuju dengan mereka maka data kalian akan masuk data base di sana minimal 1 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s