Analekta 7 Warna – Review

Kemarin saya tak sengaja membaca sebuah blog yang isinya tentang perayaan ulang tahun yang ke tujuh belas sebuah band yang booming di akhir 90-an, Sheila on 7. dalam blog tersebut para fan-nya, Sheilagank sepakat membuat sebuah karya dalam bentuk 7 cerpen yang ditiap awal cerita terselip satu lagu Sheila on 7.

Berikut review singkat ke 7 cerpen yang saya baca dalam waktu singkat pasca sholat Jumat siang tadi.

1. Badai karya Davira S. R.

Ceritanya tentang dua anak miskin yang mempunyai mimpi besar. Yang satu pintar menggambar yang satu hebat berlogika. Terpisah dalam rentang lima belas tahun, dan di akhir mereka bisa bertemu lagi. Mengutip lagu Sahabat Sejati.

2. Berhenti Berlari karya Galuh F. Galura

Ada sedikit kejutan di akhir, bahwa ada cinta lokasi antar para relawan di sebuah kamp pengungsian dari bencana gunung Merapi, Yogyakarta. Jadi kedua tokoh ini saling memuji dan kasih perhatian hingga saling suka dalam hati. Sampai akhirnya di hari terakhir perpisahan terungkap maksud berhenti berharap.

3. Bias karya Putra Zaman

Cinta dalam kesetiaan dibalas sebuah penghianatan. Terungkap secara tak sengaja di sebuah resto cepat saji. Dan diluar duga, minta putus karena kembali ketemu sang mantan. Saat terpuruk kita memang bisa alihkan ke sisi positif dengan fokus ke karir. Namun ketika dalam kestabilan hati, sang pujaan hati tiba-tiba meminta ketemuan untuk balikan, sayangnya semua terlanjur tercerai berai.

4. Kereta Api Bima karya Winona Rianur

Ya, buat aku tersenyum. Sepasang kekasih terpisah jarak untuk hubungan cinta mereka. Sampai pada suatu kesempatan sang wanita ingin memberi kejutan kepada sang pujaan hati dengan datang tanpa memberi tahu. Sayangnya justru dia yang terkejut terhadap kenyataan di sana. Endingnya bikin tersenyum seperti yang diungkap dalam lagu tersebut.

5. Menunggu Mas Har karya Putri Widi Saraswati

Dalam flash cerita cepat dari seorang remaja menikah dan mempunyai seorang putra sampai akhirnya sang putra dewasa, sang suami Har adalah pekerja yang tinggal jauh di rantau. Penuturannya rapi dan yang paling bagus di antara semuanya. Walau saya sudah bisa menduga dari awal saat acara lamaran. Ya, itu aku!

6. Mesin Jahit Ibuku karya Nina Noichil

Hubungan special antara seorang ibu dan putrinya. Serasa bangga terhadap pembelian tak sengaja sang suami atas mesin jahit di gaji pertama saat lajang. Sang ibu selalu setia membuat dan memperbaiki baju keluarga. Saya yakin pakaian tersebut selalu ada cinta di setiap rajutannya. Hingga akhirnya sang putri sudah dewasa dan walau awalnya tak dapat restu untuk menikah dengan pilihannya akhirnya jalan terus. Menyesakkan, air mata terlambat yang mengharap ingin pulang (ke masa lalu).

7. Relativitas cinta karya Nayadini

Pemuja rahasia. Cinta antara sahabat dan pacar. Sebuah perjalanan tol yang dimanfaatkan sang sahabat yang ternyata seorang pemuja rahasia. Setiap tertidur di mobil maka itulah masa untuk mengambil foto pose tidur sang putri. Endingnya tetap ceria tanpa solusi harus apa. Seperti itulah cinta tanpa harus memiliki.

Overall, dari ketujuh cerita semua ending-nya ketebak. Nyaris tanpa twist. Sebagai pecinta cerpen yang tiap minggu menikmati koran, cerita yang tersaji terasa remaja sekali khas Sheila on 7 di masa jaya. Mengingat usia yang sudah lewat masa itu, kurasa yang disajikan Analekta 7 Warna standar cerita remaja. Yang tebaik jelas, Menunggu Mas Har. Ada kegembiraan yang membuncah ketika Bagus menyadari dia tak sendiri. Saya ucapakan selamat ulang tahun Sheila on 7 dan bagi Sheilagank, selamat berkarya!

(review ditulis dalam waktu 10 menit, cepat-cepat untuk merayakan dirgahayu RI)

Karawang, 170813

Iklan

6 thoughts on “Analekta 7 Warna – Review

  1. Terima kasih sudah membaca & memberikan review! 🙂 I really appreciate it.
    Iya, memang, saat saya mendapat ide untuk membuat proyek ini, yang terpikir adalah membuat dan mengumpulkan cerita-cerita yang manis dan menyentuh perasaan, sehingga tak terlalu mengetengahkan twisted ending.
    Otherwise, semoga Anda menikmati:)

    Regards,
    Putri Widi S.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s