Rumah Baru

Ketika pertama kali bekerja dalam rantau, saya berharap suatu saat saya kembali pulang dan menetap di kampong halaman. Di kampung, punya banyak kebun. Rumah tinggal bangun. Tanaman sayur dan buah tinggal petik. Udara maish hijau, segar. Apalagi kalau mau belajar dari para senior yang merantau yang membayangkan mencicil rumah di sebuah perumahan selama bertahun-tahun saja waktu saya begidik ngeri.

Sepuluh tahun setelah di negeri orang, semua rencana itu patah dengan sendirinya oleh waktu. Bulan Juni 2013 lalu saya resmi memulai cicil rumah mungil di pinggiran kota. Prosesnya ternyata tak semudah yang saya kira. Berkas yang harus dimasukkan ke developer satu map penuh. Tercatat selama enam bulan baru selesai semuanya dan rumah siap ditempati. Dari akhir tahun 2012 baru selesai Juni ini.

Awalnya saya akan kredit pakai BTN, seperti orang kebanyakan. Ternyata pegawai BTN terhilat sombong dan merasa sangat kita butuhkan. Padahal proses kredit seperti ini semuanya saling membutuhkan, kebetulan saja mereka diatas angin. Setelah dua bulan negosiasi yang sia-sia saya putuskan pindah ke BII.

Dan saya sempat mau mundur karena setelah urusan dengan BII selesai malah di developer-nya gentian bermasalah. Mereka ternyata belum buat MOU dengan pihak bank. So saya biarin saja proses berjalan apa adanya, kalau jadi beli ya monggo kalau cancel sih silakan saja.

Singkat cerita, saya di acc untuk membeli rumah secara kredit. Mulai mencicil bulan Juni 2013 dan akan lunas bulan Juni 2028. Ngeri kan, berarti usia saya 40-an baru selesai. Kalau dibayangkan memang terlihat gila. So jalani saja.

Lebaran hari kedua, tanggal 2 Syawal 1434 H bertepatan hari Jumat, 9 Agustus 2013 kami pindahan. Dibantu orang tua dan saudara, dengan menggunakan mobil box yang 3 kali bolak balik akhirnya resmi menempati rumah baru.

Bagi teman-teman blogger yang mau main atau sedekar mampir berkunjung, monggo. Pintu kami selalu terbuka buat kunjungan kalian.

Gambar

Perumahan Karawang Green Village

Blok V5 / 23 – Teluk Jambe Timur

Karawang Barat

Gambar

(yang pertama saya selamatkan dan ditata adalah koleksi buku)

Iklan

18 thoughts on “Rumah Baru

  1. mana dong foto rumahnya yang full face..
    btw selamat menempati rumah baru.. semoga lancar tidak ada kendala.. amien
    2028? huff..

    • Pas sudah sudah difoto-foto tapi bb nya dibersihin memorinya. Jadi kesimpan di laptop rumah sehingga ga ke-upload.
      Yang kepasang ya yang terbaru doang.

      Doain lancar deh. 15 tahun, wow!

      • nanti aja kalo sudah finishing di upload lagi..

        btw 15 tahun akan terasa cepat karena nanti sebulan berasa cepat sekali.. hehehe..

  2. Selamat menempati rumah baru, kapan2 pengen silaturahim ke karawang 🙂 Akang sendiri statusnya sama masih nyicil :mrgreen: InsyaAlloh nggak kerasa koq, lagipula daripada nyicil kendaraan yang makin lama makin murah mendingan nyicil rumah semakin lama semakin mahal.

  3. Waah, asyiknya punya rumah baru…. Semoga betah, ya….
    Sebenarnya salah satu mimpi saya adalah punya rumah sendiri juga, hehe…. Ini lagi ngumpulin uang mukanya 😀

  4. Waaah selamat atas rumah baru nya. Dulu papa saya juga cicil rumah selama 10 tahun, beliau dulu beli rumah dari umur 24 atau 25 gitu. Jadi setelah nikah di umur 26, mama saya dikasih hadiah rumah. #curhat
    Eh iyaaa papa saya kerja di BTN, kalau kita satu kota mungkin papa bisa bantu tentang kredit-kredit rumah begitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s