‘Virginity Tests’ Throw Spotlight on Indonesia’s Conflicted Sexual Morality

go International sodara sodara..

World

A small-town education chief in Indonesia made headlines last week after he reportedly planned to impose mandatory virginity tests on female students entering high school. He cited concerns over premarital sex and teen prostitution as the reason. But H.M. Rasyid, the Education Agency chief of Prabumulih, a town in South Sumatra province, wasn’t saying anything Indonesians hadn’t heard before.

In recent years, other figures have argued for virginity tests — an invasive, humiliating procedure that is based on pseudo science — including a provincial legislator in eastern Sumatra in 2010 and a district chief in western Java in 2007. Both proposals were withdrawn after public outrage, but some conservative politicians and religious figures remain in favor of the idea. Says Masruchah, deputy chair of the National Commission on Violence Against Women (and who, like many Indonesians, uses one name): “They have no understanding about human rights. They are more worried…

View original post 460 more words

Suap #3

Gambar

Ini adalah catatan ketiga dari lima, sebuah pengalaman tentang Suap yang terjadi di sekeliling kita.

Sebagai orang berkecimpung di bidang HR (Human Resource) dan GA (General affairs) kejahatan suap adalah kejahatan yang paling mengancam. Sebagian besar orang yang terjun di bidang itu sudah mengetahui, namun sayangnya banyak yang abai atau istilah umunya ‘sudah biasa’. Padahal suap adalah salah satu bentuk korupsi. Sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh KPK (Komisi Pemberantas Korupsi). Yaitu  Pasal 12B ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001, berbunyi:

“Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya”

Di situ jelas sekali suap termasuk gratifikasi, walau ruang lingkup lebih kecil, bukan sebagai pegawai negeri tapi hanya sebatas karyawan. Tapi tetap saja kan, orang-orang yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kelangsungan Perusahaan ada di departemen HRD dan GA. Berikut beberapa item yang rawan suap yang selamanya bersinggungan dengan saya.

# Catering

Ada setumpuk proposal catering di meja kerja yang diajukan oleh pengelola cetering. Pada dasarnya saya selalu ingin sebuah persaingan yang sehat dalam pelayanan makan buat karyawan bukan pada seberapa besar uang suap yang coba diberikan. Untuk saat ini di Perusahaan kami nilai nominal makanan yang disepakati adalah Rp 9.000,-. Angka yang kecil di tengah gempuran harga kebutuhan bahan pokok makanan di pasaran. Di proposal biasanya ada range harga per menu. Mulai Rp 6000,- sampai Rp 15.000,-. makin tinggi harga yang diambil maka jelas makin bagus menu yang disajikan. Ada 4 menu utama yang disediakan yang bisa jadi pilihan karyawan agar tak bosan, yaitu ayam, daging, telur dan ikan. Menunya pun bervariasi dan sudah terjadwal selama satu bulan, sehingga bisa dikontrol dan dijaga nutrisi yang disajiakn. Tidak ada peraturan khusus dalam Undang-undang berapa kalori yang harus dipenuhi oleh seorang karyawan saat istirahat makan.

Yang mendapat tugas mengontrol kualitas catering memang departemen GA tapi mereka harusnya mendapat masukan/kritik dari seluruh karyawan. Nah, berdasarkan pengalaman. Sebuah pelayanan tak mungkin bisa memuaskan semua pihak. Ada saja yang komplain. Mulai dari isi menu, penyajian yang ga higienis, pelayanan dari pihak catering yang lambat, dsb. Biasanya catering yang baru memberikan pelayanan yang prima dan menu yang menarik untuk memberi kesan pertama yang wah. Biasanya juga, untuk shift 1 (siang) mereka konon berani merugi dengan memberi menu maximal, tapi mereka mengeruk keuntungan dengan menu ala kadar untuk shift 2 (malam) dan shift 3 (dini hari). Hal itu dikarenakan orang-orang office yang non-shift (siang) tetap puas dan mempertahankan catering mereka. Hal yang sebenarnya tak saya setuju karena mau siang, malam ataupun dini hari harusnya tetap OK.

Lalu dimana letak korupsi suap yang mungkin terjadi? Jelas, adalah para pengambil kebijakan dalam pemilihan catering. Sudah menjadi rahasia umum, sebuah catering untuk bisa masuk ke dalam Perusahaan diharuskan membayar sejumlah uang sebagai pelicin. Uang yang beredar tak sedikit, karena sejauh yang saya tahu tak ada yang namanya pemilik catering itu miskin. Mereka menyuplai banyak Perusahaan, semakin banyak order maka semakin jayalah catering tersebut.

Dulu saya pegang Departemen HRD dan GA, sekarang sih sudah fokus ke HRD. Sayangnya mental orang-orang di sekitar kita memang tak kuat. Banyak yang mencoba memberi amplop, uang kopi, uang rokok atau sejenisnya. Bukannya sombong, saya ga minat uang panas. Selalu saya tolak, baik secara baik-baik atau keras. Karena kalau itu saya terima maka secara otomatis saya pasti akan terikat dan sangat terpengaruh dalam pengambilan keputusan. Jadi dengan tak menerima suap saya bisa sebebas-bebasnya mengganti catering yang ga bagus. Minimal ada 3 pengaduan komplain dari karyawan yang terbukti benar, maka kontrak catering langsung saya putus. Sederhana sekali bukan?

Permasalahnya di lapangan tak sesederhana itu, banyak Perusahaan yang susah melepas catering walau pelayanan jelek. Menunggu diberi Surat Peringatan (SP) 1, 2 dan 3 baru diganti. Sehingga muncul kecurigaan dari karyawan, ’pasti sudah disogok nih’. Jadi benar kata KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) bahwa gratifikasi itu dilarang, karena akan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan. Bahkan hanya sekelas Perusahaan.

Suap # 2

Gambar

Ini adalah catatan kedua dari lima, sebuah pengalaman tentang Suap yang terjadi di sekeliling kita.

Sebagai orang berkecimpung di bidang HR (Human Resource) dan GA (General affairs) kejahatan suap adalah kejahatan yang paling mengancam. Sebagian besar orang yang terjun di bidang itu sudah mengetahui, namun sayangnya banyak yang abai atau istilah umunya ‘sudah biasa’. Padahal suap adalah salah satu bentuk korupsi. Sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh KPK (Komisi Pemberantas Korupsi). Yaitu  Pasal 12B ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001, berbunyi:

“Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya”

Di situ jelas sekali suap termasuk gratifikasi, walau ruang lingkup lebih kecil, bukan sebagai pegawai negeri tapi hanya sebatas karyawan. Tapi tetap saja kan, orang-orang yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kelangsungan Perusahaan ada di departemen HRD dan GA. Berikut beberapa item yang rawan suap yang selamanya bersinggungan dengan saya.

# Recruitment

Di tengah krisis saat ini, masalah perut memang sangat sensitive. Mencari kerja itu memang gampang-gampang-susah. Kondisi actual di lapangan, banyak sekali pencari kerja di mana-mana. Silakan ke kantor pos, ke kantor Depnaker, ke BKK sekolah, dan menjamurnya job fair di berbagai kota. Ini salah satu potensi besar terjadi korupsi bagi pemegang pengambil keputusan. Pengalaman saya selama memegang perekrutan karyawan, ada oknum yang memanfaatkan orang yang lagi butuh kerja.

Ada kasus, pada suatu siang ada tamu dua orang perempuan yang ingin ketemu HRD. Security yang menerimanya menghubungi saya, dia menanyakan kepada saya apakah tamu ini dipersilakan masuk walau sang tamu menyebut nama yang dimaksud tak ada di daftar departemen HRD. Saya yang penasaran mempersilakannya masuk. Lalu berceritalah mereka berdua bahwa mereka sudah membayar sejumlah uang kepada sesorang yang mengklaim HRD Perusahaan ini, mereka membayar guna mandapat jaminan langsung keterima kerja. Di kasus lain dengan kisah yang sama, bahkan sang penipu menggunakan nama saya. Ketika saya introgasi sang korban, dia malah bilang, ’Bukan. Bukan bapak yang ketemu saya di Depnaker.’ Berarti sang penipu tahu nama-nama HRD buat kedok kejahatannya.

Kasus lain lagi, ada yang bahkan sudah dapat seragam kerja lalu mempunyai surat pengantar dari HRD untuk mengikuti training. Mereka sudah membayar kepada sesorang. Setelah kita check, surat pengantarnya palsu. Kop surat dan stempel Perusahaan hasil scan dan di-edit. Nama yang tandatangan juga ga ada di daftar karyawan Perusahaan.

Ada juga kasus dari karang taruna lokal yang meminta agar mereka bisa memasukkan ’putra daerah’ ke Perusahaan kami. Dasarnya adalah Keputusan Bupati Karawang No 1 tahun 2011 bahwa karyawan Karawang harus 60% dan non-Karawang 40%. Saya sih mempersilakan mereka mengirim lamaran untuk mengejar kuota tersebut, tapi tetap harus mengikuti prosedur rekrut yang sah. Tapi ketika kita kasih kesempatan test dan ada yang lolos, mereka malah meminta uang jasa rekrut yang nilainya wah untuk satu orang. Kita yang tahu itu langsung membatalkannya. Weleh, jadi mereka membuat semacam jasa rekrut di mana Perusahaan diharuskan membayar bila ada orang-orangnya yang ketrima. Semacam konsultan JAC atau Selnajaya. Ga bisa gitu, untuk posisi operator kita melakukannya sendiri tanpa menambah budget rekrut, karena orang yang melamar jauh lebih banyak dari kebutuhan, jadi lebih mudah. Kita pakai jasa rekrut konsultan hanya untuk posisi-posisi staff up.

Pertanyaan, di mana letak potensi korupsi bernama suap di bagian rekrut ini? Well, saya bukan satu dua kali dicoba suap orang agar bawaannya bisa masuk kerja. Baik itu saudara, keluarganya, atau hanya sebatas teman. Nilai sogokannya juga bukan main besarnya. Setahun bisa beli mobil baru, kalau saya mau terima. Karena kita Perusahaan di bidang otomotif maka gaji seorang operator pun sudah lebih dari cukup untuk seorang lajang, apalagi ditambah tunjangan yang lain. Makanya banyak yang berani bayar mahal untuk bisa masuk kerja. Permasalahnya ternyata terbongkar banyak karyawan yang memainkan kesempatan ini, sungguh memprihatinkan justru orang dalam yang menusuk saya.

Belum lagi ada banyak lobi yayasan rekrut yang mencoba memasukkan proposalnya ke HRD agar bisa kerja sama. Tawarannya lebih gila lagi. Bukannya mau riya’, tapi alhamdulillah sejauh ini tak ada satu pun yang saya terima. Saya selalu menegaskan bahwa rekrut benar-benar murni tes dari tahap tertulis sampai MCU harus lulus semua untuk menjadi karyawan tanpa ada uang suap.

Dari hal ini makanya tak heran banyak rekan HR yang kaya mendadak karena tak kuat menahan godaan suap. Saya selalu berpegang prinsip, keluarga harus diberi makan yang halal. Karena segala tindakan kita akan diminta pertanggung jawabnya nanti. Salah satu pertanyaan malaikat adalah, harta dari mana dan untuk apa. Jadi saya mending mencicil rumah 15 tahun, naik sepeda motor buntut atau hutang kanan kiri kalau uang bulanan tak mencukupi. Itu lebih lebih baik daripada kaya tapi bukan dari harta yang halal.

Suap #1

Gambar

Ini adalah catatan pertama dari lima, sebuah pengalaman tentang Suap yang terjadi di sekeliling kita.

Sebagai orang berkecimpung di bidang HR (Human Resource) dan GA (General affairs) kejahatan suap adalah kejahatan yang paling mengancam. Sebagian besar orang yang terjun di bidang itu sudah mengetahui, namun sayangnya banyak yang abai atau istilah umunya ‘sudah biasa’. Padahal suap adalah salah satu bentuk korupsi. Sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh KPK (Komisi Pemberantas Korupsi). Yaitu  Pasal 12B ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001, berbunyi:

“Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya”

Di situ jelas sekali suap termasuk gratifikasi, walau ruang lingkup lebih kecil, bukan sebagai pegawai negeri tapi hanya sebatas karyawan. Tapi tetap saja kan, orang-orang yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kelangsungan Perusahaan ada di departemen HRD dan GA. Berikut beberapa item yang rawan suap yang selamanya bersinggungan dengan saya.

Limbah

Kalau membicarakan limbah, atau lebih spesifik lagi di Perusahaan kami yaitu scrap besi, pasti yang terbesit adalah Madura. Ya, Anda tak salah. Limbah besi memang tendernya didominasi oleh orang-orang Madura, atau keturunan Madura. Namun saat ini lagi bergejolak tentang hak pengambilan limbah, yaitu perebutan ‘putra daerah’ untuk masuk dalam tender. Istilah halusnya organisasi pemuda / organisasi social, istilah kasarnya preman daerah. Limbah (dalam artiang luas, bukan hanya besi) memang sangat menggiurkan bisnisnya. Hitungan kasarnya ada uang besar yang beredar di sana.

Dalam perjalanan waktu, perebutan hak pengambilan limbah ini, mereka saling sikut dan memberi suap kepada pihak departemen GA. Nah di sini lah kejelian, kejujuran, dan sebauh keberanian GA untuk mengambil keputusan.

Dua tahun lalu, saya sempat didatangi tamu yang mengaku putra daerah situ yang berhak untuk mengambil limbah. Saya menjelaskan bahwa kita sudah kerja sama dengan pihak lain, dan ada kontrak. Mereka ga mau tahu, bahkan besoknya mengerahkan pasukan (orang-orang bertatto) untuk memaksa dimenangkan tendernya. Saya orangnya simple saja, telpon polisi biar dia yang menjelaskan duduk permasalahannya. Besoknya lagi, mereka datang dengan menawarkan sejumlah uang. Jelas saya tolak. Bahkan (maaf kalau bahasanya kasar) menawarkan perempuan, langsung saya panggil security untuk mengusir mereka. Besoknya lagi, saat sore pulang kerja dibuntuti, sampai rumah saya. Kembali mereka merecoki masalah limbah. Saya sampai jengah, tapi tetap harus sabar menghadapi hal ini. Akhirnya saya buat perjanjian, saya tak bisa menerima proposal dari kalian dikarenakan sudah ada kontrak dengan pihak lain, dan saya menghargai kontrak tersebut. Saya minta surat itu disampaikan ke bos nya.

Ribet ya jadi praktisi HRD dan GA. Kasus yang saya menelpon polisi-pun bukan penyelesaian yang bijak. Karena setelah semua beres mereka melayangkan invoice (tagihan) sebagai jasa pengamanan karena memanggil personel ke Perusahaan. Dan yang lebih mengherankan saya, invoice-nya geDhe. Duh, polisi polisi. Menyelesaikan masalah dengan masalah.

Bersambung…

Karawang, 230813

Football Is Life

Gambar

(menyaksikan permainan Chelsea kita lebih jarang)

Fanboy!

Sebagai penggemar sepak bola, saya sempat kecewa ketika mendengar kabar bahwa hak siar EPL (English Premier League) dilepas pihak MNC. Kontrak 3 tahun dari musim 2010/2011 sampai 2012/2013 tak diperpanjang. Nilai kontrak yang awalnya USD 39 juta kita menjadi USD 90 juta. Dua kali lipat. Nilai yang fantastis untuk sebuah hak siaran sepak bola. Menurut pemilik MNC, Hary Tanoesoedibjo (HT) keuntungan menyiarkan liga Inggris tak seberapa.

“Kami tidak mendapat hak siar Liga Inggris tidak apa-apa. Sebab kami masih memiliki tayangan yang lebih menguntungkan. Pangsa pasar kami saat menayangaknnya hanya 7-23 persen. Naum saat pertandingan sepak bola lokal, share  kita bisa sampai 90 persen. Itu artinya dari 10 orang yang disurvey, pasti 9 orang menonton siaran kami. Ini yang lebih menguntungkan”.

HT pun menilai Orange tv dan Nexmedia terlalu berani mengambil hak siar liga Inggris. Grup MNC sebenarnya masih ada dana berlimpah. Namun sepertinya HT lebih menatap proyek yang lebih besar yaitu Piala Dunia 2014. seperti yang kita tahu, hak siar Piala Dunia tahun depan untuk Indonesia ada di Grup Bakrie yaitu TV1 dan Antv. Namun seperti gossip yang beredar, Bakrie sedang diterpa badai keruntuhan. Sehingga sahamnya kini mulai memuai ke seteru. Konon, target HT tahun depan mengakusisi mayoritas saham TV milik Bakrie.

Dengan kerumitan hitungan uang tersebut, muncullah TV kabel bernama TV Orange (teman-teman Football On Chat lebih suka menyebutnya TV Jeruk) yang dengan berani membeli hak siarnya. TV berbayar tersebut mulai gencar berpromosi sejak liga belum mulai. Ga usah melihat survey, analisa rumit ataupun hitungan yang memusingkan. Banyak teman-teman saya yang berbondong-bondong kini mau merogoh kocek-nya guna berlangganan. Dengan hitungan kasar, pasang parabola Rp 800 ribu dan biaya berlangganan Rp 99 ribu/bulan. Angka tersebut rasanya masih wajar, Cuma bagi saya menonton bola secara gratis terlanjur melenakan.

TV swasta lokal, Indosiar dan SCTV hanya mendapat siaran langsung pertandingan di hari Sabtu dan Minggu. Semua pertandingan yang akan disiarkan hanya yang kick-off antara jam 9 pm s/d 10 pm WIB. Intinya jika ada live bola EPL bukan di akhir pekan di jam segitu maka bisa dipastikan tak akan ada siaran live! Weleh-weleh. Jadi mid-week ini silakan gigit jari.

Kalau saya pribadi, nyerah sajalah. Masih ada La Liga, Serie A, Bundesliga, Ligue 1 atau bahkan ISL sekalipun. Kalau ga live ya sesekali mending streaming seperti yang saya lakukan saat ini, menonton laga City vs Newcastle. Via vipboxonline.eu atau wiziwig.tv

Ya, Football is life (common England). Magnetnya luar biasa.

Karawang, 200813

Analekta 7 Warna – Review

Kemarin saya tak sengaja membaca sebuah blog yang isinya tentang perayaan ulang tahun yang ke tujuh belas sebuah band yang booming di akhir 90-an, Sheila on 7. dalam blog tersebut para fan-nya, Sheilagank sepakat membuat sebuah karya dalam bentuk 7 cerpen yang ditiap awal cerita terselip satu lagu Sheila on 7.

Berikut review singkat ke 7 cerpen yang saya baca dalam waktu singkat pasca sholat Jumat siang tadi.

1. Badai karya Davira S. R.

Ceritanya tentang dua anak miskin yang mempunyai mimpi besar. Yang satu pintar menggambar yang satu hebat berlogika. Terpisah dalam rentang lima belas tahun, dan di akhir mereka bisa bertemu lagi. Mengutip lagu Sahabat Sejati.

2. Berhenti Berlari karya Galuh F. Galura

Ada sedikit kejutan di akhir, bahwa ada cinta lokasi antar para relawan di sebuah kamp pengungsian dari bencana gunung Merapi, Yogyakarta. Jadi kedua tokoh ini saling memuji dan kasih perhatian hingga saling suka dalam hati. Sampai akhirnya di hari terakhir perpisahan terungkap maksud berhenti berharap.

3. Bias karya Putra Zaman

Cinta dalam kesetiaan dibalas sebuah penghianatan. Terungkap secara tak sengaja di sebuah resto cepat saji. Dan diluar duga, minta putus karena kembali ketemu sang mantan. Saat terpuruk kita memang bisa alihkan ke sisi positif dengan fokus ke karir. Namun ketika dalam kestabilan hati, sang pujaan hati tiba-tiba meminta ketemuan untuk balikan, sayangnya semua terlanjur tercerai berai.

4. Kereta Api Bima karya Winona Rianur

Ya, buat aku tersenyum. Sepasang kekasih terpisah jarak untuk hubungan cinta mereka. Sampai pada suatu kesempatan sang wanita ingin memberi kejutan kepada sang pujaan hati dengan datang tanpa memberi tahu. Sayangnya justru dia yang terkejut terhadap kenyataan di sana. Endingnya bikin tersenyum seperti yang diungkap dalam lagu tersebut.

5. Menunggu Mas Har karya Putri Widi Saraswati

Dalam flash cerita cepat dari seorang remaja menikah dan mempunyai seorang putra sampai akhirnya sang putra dewasa, sang suami Har adalah pekerja yang tinggal jauh di rantau. Penuturannya rapi dan yang paling bagus di antara semuanya. Walau saya sudah bisa menduga dari awal saat acara lamaran. Ya, itu aku!

6. Mesin Jahit Ibuku karya Nina Noichil

Hubungan special antara seorang ibu dan putrinya. Serasa bangga terhadap pembelian tak sengaja sang suami atas mesin jahit di gaji pertama saat lajang. Sang ibu selalu setia membuat dan memperbaiki baju keluarga. Saya yakin pakaian tersebut selalu ada cinta di setiap rajutannya. Hingga akhirnya sang putri sudah dewasa dan walau awalnya tak dapat restu untuk menikah dengan pilihannya akhirnya jalan terus. Menyesakkan, air mata terlambat yang mengharap ingin pulang (ke masa lalu).

7. Relativitas cinta karya Nayadini

Pemuja rahasia. Cinta antara sahabat dan pacar. Sebuah perjalanan tol yang dimanfaatkan sang sahabat yang ternyata seorang pemuja rahasia. Setiap tertidur di mobil maka itulah masa untuk mengambil foto pose tidur sang putri. Endingnya tetap ceria tanpa solusi harus apa. Seperti itulah cinta tanpa harus memiliki.

Overall, dari ketujuh cerita semua ending-nya ketebak. Nyaris tanpa twist. Sebagai pecinta cerpen yang tiap minggu menikmati koran, cerita yang tersaji terasa remaja sekali khas Sheila on 7 di masa jaya. Mengingat usia yang sudah lewat masa itu, kurasa yang disajikan Analekta 7 Warna standar cerita remaja. Yang tebaik jelas, Menunggu Mas Har. Ada kegembiraan yang membuncah ketika Bagus menyadari dia tak sendiri. Saya ucapakan selamat ulang tahun Sheila on 7 dan bagi Sheilagank, selamat berkarya!

(review ditulis dalam waktu 10 menit, cepat-cepat untuk merayakan dirgahayu RI)

Karawang, 170813

Welcome EPL

Gambar

Hari ini saya bangun lebih awal setelah tidur Subuh. Istri saya minta diantar berangkat kerja karena ketinggalan jemputan. Dengan wajah masih mengantuk, saya melaju di kepadatan lalu lintas kota Karawang. Dalam perjalanan balik saya mampir ke lapak koran pinggir jalan, karena saya teringat bahwa Liga Inggris musim 2013/2014 besok dimulai. Niatannya hanya beli tabloid Bola yang terbit tiap Kamis dan Senin sore. Nyatanya sekarang ada harian Bola. Ini koran baru dirilis. Belum genap 100 edisi.

Dengan uang Rp 18 ribu saya beli 3 cetakan yang mengusung jelang Kick Off EPL (English Premier Leageu). Yang pertama adalah tabloid Bola, dengan gambar Eden Hazard dan Edin Dzenko. Ini tabloid yang rencana awal aku beli. Yang kedua adalah harian Bola, dengan gambar pasukan Arsenal yang sepertinya optimis menang di laga pembuka melawan Aston vila. ’Start Bagus Meriam London’. Dan yang ketiga adalah tabloid mingguan Soccer (kata ’hai’ nya sudah tiada). Memasang pemain dari lima tim besar yang diunggulkan juara EPL.

Bonusnya adalah jadwal lengkap EPL 2013/2014, yang ironisnya sama-sama diberikan kedua tabloid tersebut. Untuk Soccer dapat tambahan stiker bola dan diberi embel-embel ’special edition’. Membeli buku panduan liga memang sudah menjadi rutinitasku bertahun-tahun. Bahkan media internet yang sudah mewabahpun tak bisa menghentikannya.

Jagoanku untuk liga Inggris jelas selalu Chelsea FC. Dibawah asuhan Jose Mourinho, the Blues jadi unggulan utama. Diposisi kedua dan ketiga ada rival sekota, MU dan City. Sementara di tempat keempat diperebutkan tiga tim. Arsenal, Liverpool dan Spurs. Ramalan yang standar sekali, bahkan sudah ketebak sebelum saya baca ini media cetak. Untuk siaran live musim ini, ada 2 tv swasta yang memegang hak siar yaitu SCTV dan Indosiar. Patut disayangkan, karena selama 3 musim kebelakang kita terlanjur dimanja MNC dan Global tv. Apalagi ada desas-desus, musim ini laga big match ga akan live karena untuk hak siar di negara kita dipegang tv kabel Orange.

Di antara bahasan EPL terselit berita, La Liga juga memulai petualangannya besok. Gaungnya kalah telak, padahal di sana ada dua kekuatan besar Barca dan Madrid. Spanyol saja dibahas secuil, apalagi liga lain macam Ligue 1, Bundesliga dan Evedivisi? Kabar bagusnya. Pemain lama dalam siar-menyiarkan bola, RCTI kini ambil alih liga Spanyol yang saya yakini akan total dalam live. Bundesliga ke Kompas TV,  Liga Italia ke TVRI dan Liga Perancis ke B Channel.

Kembali ke EPL. Bagi saya saat ini liga paling bagus dan paling menghibur adalah EPL. Gaya kick and Rush masih paling memikat. Hebatnya lagi, tim-tim kandidat juara dihuni pelatih baru semua. Pellegrini di City, Mourinho di Chelsea dan pensiunnya godfatherEPL Sir alex Ferguson sehingga sang suksesor David Moyes kini mengemban tugas berat. Dari undian, pekan pertama Chelsea hanya lawan Hull City. Keyakinan penuh raub 3 poin untuk pesta pembuka menyambut kepulangan The Special One. Welcome home, Jose. Dan akhirnya penantian pekan-pekan penuh gairah kini tinggal hitungan jam. Ya, selamat datang liga Inggris!

Karawang, 160813

Note: bagi teman-teman yang mau ikut diskusi tentang sepak bola lewat mobile chat WhatsApp bisa menghubungi saya. Saat ini kita aktif di grup Facebook: Football on Chat, mulai tanggal 17 agustus 2013 besok diskusi kita akan merambah ke WhatsApp.