HP yang pernah mewarnai hidupku

Membicarakan masalah HP yang pernah saya pakai sebenarnya menguak sejarah perjalanan hidup di masa lalu. Setiap HP punya kenangan tersendiri. Semuanya mempunyai kisah pahit manis yang indah untuk diingat. Paling puas memakai HP N-Gage QD, walaupun saya bukan gamer sejati, tapi saya sangat suka dengan fitur dan bentuk fisiknya. Ya, semua HP yang saya pegang sampai sekarang tak ada yang lebih hebat dari N-Gage QD. Nomor HP saya sebenarnya jarang sekali ganti. Tercatat saya setia pada 3 provider. Pertama saya memakai nomor XL yang di tahun 2004 tergolong nomor elit karena sinyal bagusnya dan tarif mahalnya. Nomor tersebut hilang di tahun 2007 dicuri orang.  Lalu saya punya nomor IM3 di tahun 2007 sampai sekarang masih saya pakai, terakhir saya coba 3 di tahun 2008 dan masih setia sampai sekarang. Pernah coba sesekali nomor lainnya, cuma untuk telp keluarga atau teman agar murah tapi ya berakhir di tempat sampah.

Nah dari nomor tersebut saya menjelajah waktu muda dengan beberapa HP. Ok, berikut sejarah HP saya runtut dari yang pertama saya punya sampai yang terbaru.

1. Nokia 3200

Gambar

Di tahun 2004 HP Nokia ini termasuk bagus. Ringtone polyphonic-nya sudah membuatku ceria.  Body-nya transparan jadi bisa diganti-ganti warna dasar sesukanya. Pernah saya pasang kertas gambar, saya kasih daun kering atau sekedar wajah pesepakbola. Salah satu HP dengan design terbaik menurut saya. Sayangnya keypad-nya ga nyaman. Bentunya bulat-bulat, untuk mengetiknya harus jeli. Zaman dulu masih pakai infra red, jadi untuk memindahkan data music atau gambar kedua HP harus diciumkan. Saya termasuk orang yang mudah terpana, waktu itu saya takjub. Hebat sekali memindahkan data hanya cukup disinggungkan, tanpa kabel. **ditabokbluetooth. Walaupun saya suka sama ini HP, sayangnya hanya setahun memiliki. Karena waktu itu lagi booming HP baru untuk para Gamer.

2. N-Gage QD

Gambar

Inilah HP yang membuat saya berpaling dari model klasik 3200. Saya sama bareng Ikhsan, teman saya yang sama-sama gamer akhirnya ke Ruko Roxy Jakarta untuk tukar tambah. Harganya masih Rp 2 jutaan waktu itu. Dengan perhitungan ngasal, saya yang sudah kebelet pengen QD akhirnya melepas 3200 dengan bandrol yang murah. Selanjutnya hari-hari saya benar-benar dimanja sama ini HP. Hampir semua game klasik bisa dimainkan, mulai dari Mario Bross, Street Fighter, Virtua Fighetr, Fifa sampai Aspalt. Benar-benar memukau. Kakak QD yang lebih ramping tapi lebar sebenarnya labih bagus, karena ada fitur Radio FM. Sayangnya ketika menerima telpon HP-nya dipasang miring kayak kuping gajah.

Dulu saya ga ada niat untuk menggantinya, saya mau pakai selamalamalamalamanya. Walau di awal tahun 2007 saya beli HP baru lagi tapi tetap saya pakai ini QD. Sampai akhirnya pada suatu Jumat kelabu, terjadi pencurian di sederet kos yang mekenyapkan QD-ku. Kejadiannya ga terdeteksi dengan jelas. Waktu itu Jumat siang pas sholat wajib. Sederet kosan kemalingan, kosan yang laki saja jadi disinyalir pencuri sudah paham lika liku TKP. Pulang sholat saya masih belum ‘nggeh’ kalau kecurian. Tapi agak janggal karena kos tetap terkunci, sementara lemari baju saya berantakan. Malamnya saya beli novel Harry Potter 7 dan nonton film the Golden Compass, pulang larut. Nah pas mau buka itu QD kok ga ada di lemari. Akhirnya setelah saya obrak abrik, positif hilang. Saya berteriak, “Tiiiidaaaaak!” tetangga kos heboh, eh saya jadi merasa orang yang masih beruntung karena tetangga pada kehilangan uang, HP, dompet beserta kartu saktinya. Bye bye my best HP.

3. Motorola C115

Gambar

Saya mempunyai HP ini hadiah dari kampus. Salah satu syaratnya saya harus daftar pasca-bayar kartu Indosat Mentari / Matrix. Diluardugaanku HP jadul ini sangat bermanfaat dan terkesan. Karena memakai nomor yang gonta-ganti, maka ini HP settingnya berubah-ubah. HP yang mirip fisik Doraemon ini, menyiman banyak kenangan selama perjuangan kuliah. Selain bandel karena sering kebanting, HP warna biru ini ringtone monokrom-nya enak didengar. Mungkin karena biasa jadinya, ga ada masalah. Sayang saya harus berpisah karena waktu itu, dipinjam pacar dan tak kembali. Katanya HP nya digadai buat bayar pulsa Rp. 50 ribu di counter. Sialan, HP klasik keren seperti itu cuma seharga gocap.

4. Nokia 6100

Gambar

Saya selingkuh dari N-Gage QD dengan membeli Nokia 7610 warna perak-merah di kanan kirinya. HP ini sangat rawan rusak. Sudah tak terhitung berapa kali ini HP di-instal ulang gara-gara mati. Walaupun begitu saya sangat sayang ini HP karena termasuk yang paling lama saya miliki. Dari tahun 2007 sampai sekarang ini HP masih ada dan masih nyala. Memori eksternalnya kalau dipasangkan 1Gb lemot, tapi kalau dikasih 256mb terasa kecil. Paling suka sama game Skyforce-nya. Ada 2 versi yang original sama Reloaded. Keduanya sudah tamat yang level beginner dan medium. Tapi yang level Hard belum. HP ini saya sebut juga HP clurit, karena ketika online di Facebook seringkali tulisan yang saya posting, baik status ataupun kementar terpotong. Entah mengapa bisa begitu, saking cintanya saya ga rela ini HP rusak dan tergeletak. Sehingga tahun lalu tetap saya servis dan sekarang masih OK, saya pasang nomor IM3.

5. Nokia 3220

Gambar

Ini adalah satu-satunya HP yang saya beli dalam kondisi second hand. Saya membelinya karena kangen dengan Nokia 3200 yang mana ini lebih berwarna kanan kirinya. Dan kakak saya mempunyai model ini, jadi saya pengen punya juga. Mungkin pembelian paling gagal yang pernah saya lakukan. Bayangkan saja, setelah beli HP ini tidak saya pakai. Hanya jadi pajangan di kos dan parahnya lagi, belum genap setengah tahun baterainya nge-drop karena keseringan di-charge. Baterai hamil tersebut saya ganti dengan yang baru tapi KW, tapi tetap saja mengecewakan. Saya serasa ditipu penjualnya. Asem! Sampai sekarang masih ada di rumah, tergeletak tak berguna. Pelajaran berharga dari HP ini adalah, jangan mudah percaya kata-kata manis penjual. Belilah selalu yang baru dan bergaransi resmi. Kalau ingat ini HP rasanya pengen tak banting ke muka penjualnya. Ups!

6. Blackberry Gemini Curve

Gambar

Baru tahun lalu membelinya, seminggu sebelum ulang tahun di bulan September. Sebenarnya saya malas meng-upgrade dengan teknologi yang maikin maju ini termasuk masalah HP. Cuma masalahnya Nokia Cluritku sudah tua dan sering tewas tanpa alasan. Akhirnya istri mengusulkan beli BB. Saya minta yang paling murah yang penting baru. Dan datanglah smart phone pertama di saku-ku. Satu bulan pertama sungguh mengecewakan, BB sering kali loading hitam. Lemotnya minta ampun, apalagi kalau online Facebook dah mending ga usah sekalian. Sampai sekarang kalau online mending via browse. Tapi setelah saya selidiki ternyata BB mempunyai kelemahan bahwa install harus di device-nya ga bisa di external memory. Huuu, pantas saja lemot. Jadinya app yang sudah saya download satu per satu saya saring dan yang kurang berguna saya buang. Keunggulannya mungkin hanya kontak BBM yang ternyata teman saya sudah sangat banyak yang memilikinya. Sayangnya bulan depan kabarnya BB melepas fitur unggulannya ini ke pesaing mereka, android. Duh! Kalau gitu sudah ga istimewa lagi dong.

Well, itu saja sejarah yang terekam di kehidupan saya sejauh ini tentang teknologi bernama HP. Sebenarnya hanya empat hal yang kuharapkan dari sebuah HP sampai sekarang. Pertama jelas buat telpon lancar. Kedua buat sms / bbm / semacamnya yang kirim dan terima pesan bisa sampai sehingga tidak terjadi miss. Ketiga, game. Ini cuma modus tambahan saja. Dan yang terakhir buat online nyaman. Dan sejauh ini nomor 3 berkombinasi dengan BB sungguh memuaskan.

Karawang, 250613

Iklan

Undian

Gambar

Saya orang yang sangat jarang memenangkan undian berhadiah, baik dari tingkat RT, door price kehadiran sampai undian tingkat nasional. Entah mengapa saya tak seberuntung orang lain. Saya sebenarnya sering ikut yang namanya undian. Dulu waktu kecil saya suka baca majalah ‘Bobo’ dan sering mengirim kuis, tak satupun menang. Padahal zaman kecil kirimnya via kartu pos dan butuh dana lebih untuk beli perangko. Undian di radio PTPN Solo yang diadakan sebuah produk shampoo yang waktu itu mengirim sampai ratusan bekas bungkusnya juga gagal. Saat itu saya sampai berburu bungkus shampoo dari bak sampah satu ke bak sampah lain di kampung. Bareng temanku Joko kita berpetualang dan mengirimnya ke kota. Sayangnya dia juga gagal. Gagal juga dalam undian door price kehadiran, tak terhitung. Di Koran dan tabloid yang sering saya ikuti juga tak satupun bisa menang kuis undian. Saat sudah bekerja dan membeli rutin majalah film, saya beberapa kali mengirim kuis ke Bandung. Dan tak satupun menang. Padahal di tahun 2010 yang sudah maju, saya tetap dipaksa mengirim via pos. ketika ada pesaing majalah film baru, dan cara pengiriman kuisnya sudah maju dengan memakai email, saya yang sudah puluhan kali mencoba ga pernah menang sekalipun. Aneh, herannya ketika saya mencoba kirim kuis di majalah yang sama memakai nama istri langsung menang di percobaan pertama! Duh. DVD film Reel Steel tersebut sampai diklaim istriku karena memakai nama dia.

Tapi, setidakberuntungnya saja dengan yang namanya undian saya pernah sesekali menang. Dan berikut diantara yang pernah saya dapatkan:

  1. Waktu sekolah, saya suka mendengarkan radio. Salah satunya adalah radio PTPN FM yang di dekat Fajar theatre Solo. Saya menang kaset music Latin, di percobaan pertama saya. Acaranya ‘Weekly Top Fourty’ yang tayang tiap hari Selasa petang. Menampilkan lagu-lagu baru rilis yang menduduki tangga lagu. Semua lagu barat yang muncul dicampur dan menghasilkan 40 lagu yang paling sering di-request. Setiap pekan diadakan kuis berhadiah kaset / cd. Acaranya dimulai sore dan berakhir malam, maklumlah 40 lagu yang mayoritas diputar penuh (oh era 90-an saya rindu). Nah jelang pengumuman juara yang menduduki puncak tangga lagu, akan ada pertanyaan kuis untuk sepekan ke depan sekaligus pengumuman pemenang minggu sebelumnya. Di suatu malam yang dingin (waktu itu hujan dan saya lagi giat belajar sambil dengar radio), nama saya disebut sebagai salah satu yang berhak kaset original. Pengumumannya saya rekam pakai walkman, dan tiap teman yang main saya pamerkan dengan mem-play nya. Maklumlah masih sekolah, namanya disebut di radio saja senangnya.
  2. Waktu acara 17-an di kampung diadakan acara jalan sehat. Di akhir acara ada pengumuman pemenang door price. Hadiahnya macam-macam, dari hal-hal yang sepele macam topi dan kaos sampai yang lebih prestise seperti sepeda onthel. Diluardugaan saya, nomor undian saya disebut oleh mc untuk maju ke depan. Saya dapat hadiah bingkai foto ukuran 10R. Wuih senangnya, tapi pas saya buka pembungkusnya di dalam bingkai ada gambar salah satu politisi partai yang sedang tersenyum masam. Jiah, ini mah titipan sponsor sekaligus kampanye terselubung. But it’s OK, saya tinggal lepas itu gambar politisi dan menggantinya dengan poster pemain bola idola. Saya pasang pemain baru Chelsea, Damien Duff yang direkrut dengan transfer yang di masa itu dianggap gila (sekarang mah seorang bocah dihargai jutaan pound sudah biasa). Setiap pulang kampung, saya masih melihat Duff digantung di kamar Ruang31.
  3. Di acara gathering Perusahaan biasanya ada panggung yang menampilkan acara yang diisi oleh karyawan. Setelah sambutan oleh para petinggi Perusahaan biasanya mc akan mengundi hadiah door price sebagai apresiasi karyawan yang mau datang mengikuti family day. Dari banyak PT yang pernah saya singgahi ternyata saya hanya menang sekali. Saat itu saya masih karyawan di Perusahaan percetakan. Belum genap setengah tahun, saya ikut family day ke Taman Safari. Hadiah door price yang ditawarkan paling murah setrika paling gedhe motor. Dan nama saya disebut menang sebuah ‘mixer’. Lumayan, buat bekal nanti nikah. Haha..
  4. Saya juga pernah mendapatkan hadiah sebuah buku novel berjudul ‘The Great Gatsby’. Saat itu facebook lagi booming-nya. Banyak undian yang diselenggarakan oleh penerbit untuk mendapatkan novel yang baru diterbitkan. Iseng saya ikut partisipasi. Aturannya kita upload foto cover novel ‘the Great Gatsby’ lalu di bawahnya kita isi catatan ringan yang menarik kenapa kita layak mendapatkannya. Saat itu saya baru saja membeli novelnya yang bahasa Inggris, jadi kemenangan ini melengkapi koleksi. Lupakan kemenangan ‘The Red Pyramid’, sebagai first reader yang gagal.
  5. Jangan kaget, daftar yang terakhir ini saya memenangkan undian sebuah mobil Hyundai Atoz. Itu terjadi sewaktu saya kelas 3 STM. Saat itu brosur kemenangan saya bawa ke sekolah, seisi kelas langsung heboh. Di bawa ke masjid, seisi masjid di kampung juga sorak sorai. Saya bawa ke tempat nongkrong di pinggir jalan, mereka histeris. Saya santai saja. Salah satu syarat untuk mengambil hadiah tersebut adalah men-transfer 25% dari harga produk sebagai pajak kemenangan. Saya diminta transfer uang sebesar Rp 25 juta, seperempat harga mobil yang mencapai ratusan juta. Teman saya sampai bilang, sudah saya pinjami uangnya nanti mobilnya kan bisa dijual lagi. Teman yang lain sampai menelpon SLJJ ke Jakarta via wartel (maklum zaman itu HP masih barang langka) untuk konfirmasi. Teman di sekolah sampai ada yang mem-bego-bego-kan saya karena tak mengambil hadiah yang kata dia bisa buat tabungan masa depan. Saya tak bergeming. Sebenarnya wajar mereka pada heboh dan menatapku sinis sampai tak mengambil hadiahnya, di brosur tersebut ada bukti keikutasertaan saya pada undian, ada bukti acara pengundian, ada akta notaris dan saksi pengundian, ada seremoni pemenang yang lain, ada daftar pemenang yang salah satunya saya dan macam-macam kertas yang tebalnya bisa jadi menyenangkan tukang pembuat tempe yang kertasnya bisa buat pembungkus produk mereka. Tapi di sinilah kejelian naluri Sherlock Holmes berjalan. Tak usah saya jelaskan panjang lebar itu penipuan, karena beberapa hari kemudian di tv nasional ada berita seorang pejabat suatu kabupaten tertipu jutaan rupiah karena menang undian mobil dengan modus sama yang saya terima. Duh! Di mana itu otak pejabat bisa sampai ketipu trik murahan seperti ini?

Tulisan ini terinspirasi ketika jeda mau Isya tapi malah kebelet BAB. So terpaksa Isya ditunda, dan dalam keadaan kembang-kempis mengeluarkan tenaga dalam di WC terlintas hadiah Mixer yang ada di dapur yang belum saya buka. Jadi kenapa ga bikin tulisan tentang ‘undian?’

Karawang, 240613

Misteri Lukisan Nabila

a reviewed by LBP

Gambar

Sebuah novel karya Sihar Ramses Simatupang.

Saya beli ini novel karena dua hal. Seperti yang saya tulis di catatan “Ke Toko Buku”, yaitu harga yang miring cuma Rp 36 ribu itupun ternyata kena diskon lagi dan endorsement di back cover yang menarik. Di sana si pemberi review Pak Gerson Poyk, di kalimat pembukanya bilang: “surealisme adalah fusi, penggabungan antara mimpi dan realitas.” Dari kalimat tersebut saya langsung terpikat. Saya suka cerita-cerita absurb yang memberi ending ambigu. Walau saya belum mengenal Pak Sihar sang novelis, tapi  ketika memulai baca ekspektasiku tinggi.

Nabila Pasha adalah seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pelukis di waktu senggang. Wanita kelahiran Mojokerto tahun 1973 ini menempuh kuliah di sebuah universitas negeri di Surabaya. Pernah menjabat sebagai humas di sebuah Perusahaan periklanan. Kegemarannya melukis sudah ada sejak lama, setelah menikah hobinya makin diasah dan di KTP-nya ngotot mencantumkan profesi sebagai seniman. “Saya ingin menjadi Pelukis professional,” ungkapnya. Selama dia dijinkan melukis, maka panjangnya waktu senggang di rumah menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Di masa kuliah Nabila berpacaran dengan seorang mahasiswa aktivis bernama Bentar. Seseorang yang kritis karena sering menulis esia opini yang tajam, kritis, bersemangat, dan seketika menggemuruhkan dada pembacanya. Kalau saja tangan-tangan generasi sekarang membaca tulisannya, baik di layar komputer atau kertas poster, pasti lelaki zaman sekarang pun tetap akan terpengaruh. Penggemar novelis asal Rusia Maxim Gorki, akhirnya ditunjuk sebagai salah satu konseptor kegiatan organisasi mahasiswa. Bentar akhirnya larut dalam kegiatan aktivitas politiknya, larut begitu alamiah. Di sebuah penutup bab ada kalimat, “semoga saja dia tidak mati seperti dalam kisah novel si pengarang asal Rusia itu”. Nyatanya dia hilang.

Kemudian ada karakter, Feri Arman istri Nabila. Mereka dijodohkan kelurga, keluarga Nabila tak setuju dengan Bentar. Dalam sebuah bab yang singkat, Nabila pernah diminta untuk segera pulang kampung ke Mojokerto dari kuliahnya di Surabaya. Di tengah kesibukannya dia terpaksa pulang, karena kabarnya bapak sakit. Tapi ternyata setelah sampai di rumah Nabila dipertemukan dengan Feri untuk dijodohkan. Sakita hanya alasan agar dia mau segera pulang. Nabila yang sudah punya pacar, tentu saja tidak mau. Tapi tetap akhirnya mereka menikah juga setelah Nabila selesai kuliah.

Kisah akhirnya digulirkan dengan plot maju-mundur. Di tahun 1998, di mana Indonesia sedang bergolak di masa peralihan dari Orde Baru menuju era Reformasi. Bentar menjadi salah satu aktivis yang mencoba menggulingkan kekuasaan Presiden Soeharto. Tapi sebelum Mei datang Bentar menghilang, seorang seniman dari Solo; Wiji Tukul juga disinggung. Akhirnya terungkap dalam punuturan 3 bab panjang bahwa Bentar dan rekan-rekan aktivis diculik dan dibunuh. Jasadnya dibuang di laut utara Jakarta di sekitar Pulau Bidadari. Penggambaran permbunuhannya sadis, beberapa kalimat saya skip karena saya tak sduka detail yang berdarah-darah.

“Telah hilang kekasihku…

Di antara rahasia

Dan Reformasi belum usai”

Dari situlah Nabila sering mimpi bertemu Bentar, roh bentar yang masih di ‘dunia antara’ sering berkunjung ke kekasih lamanya. Membisikkan banyak cerita, nostalgia di alam bawah sadar sampai bercengkrama dalam cinta. Akhirnya pesan-pesan yang disampaikan Bentar berwujud dalamm lukisan yang dibuat Nabila. Bila yang suka melukis pemandangan alam, sketsa semesta kini perlahan mulai berubah arah. Lukisannya menjadi lebih kelam, gelap dan mengisyaratkan sesuatu. Tentang manusia-manusia tersiksa. Nah, di sinilah yang saya tangkap dari paragraph endorsement di back cover. Dia memang tak bohong tentang surealisme. Dalam perjalanan waktu, akhirnya Bila menjadi Pelukis terkenal dan karyanya mendapat apresiasi dari Pelukis dan kolektor kenamaan. Dia bahkan mempunyai sebuah pemeran tunggal. Lukisan Bila memang terlihat banyak pesan terselubung, penggambaran Bentar menjelang ajal ada dalam beberapa lukisannya. Absurb.

Era Presiden Soeharto, seperti yang kita tahu akhirnya tumbang di bulan Mei 1998. Menyisakan banyak misteri, dan salah satunya adalah ‘Misteri Lukisan Nabila’. Sebenarnya novel ini bisa menjadi luar biasa apabila sebuah twist yang ada di tengah cerita di tempatkan di akhir. Setelah kejutan yang disaji di tengah pergolakan membuat saya jadi tak berhasrat lagi membacanya, karena sudah jelas-jelas motif terungkap di pertengahan. Seharusnya kalau di tengah cerita ada kejutan, di akhir cerita dihajar kejutan lain. Buat pembaca tertipu dengan menggiringnya untuk membuat opini bahwa twist itu benar dan akhirnya ditapok lagi dengan kenyataan yang tak terduga. Sekali lagi, seharusnya. Sayangnya novel ini tidak. Cerita dari tengah sampai akhir runut terus tanpa ada tempaan angin sama sekali. Saya tak akan ungkap twist tersebut, tapi pemilihan kejutan dengan menampilkan foto di masa lalu memang salah satu pilihan cerdas. Misteri yang belum terungkap karena sebenarnya kita juga tak tahu pasti ke mana hilangnya para aktivis tersebut.

Karawang, 210613

Aksesoris

Gambar

Saya termasuk orang jarang memakai aksesoris yang melekat di tubuh. Pergi ke mana-mana yang penting nyaman dan tak berlebihan. Pakai baju paling sering kaos dan tak bermerek, celana paling pakai celana jeans kw. Hamper tak pernah memakai yang aneh-aneh. Pun dengan aksesoris yang melekat di badan. Saya pernah memcoba pakai gelang yang terbuat dari tali tambang kecil-kecil. Saya beli di distro pakaian yang ternyata juga menyediakan peralatan naik gunung. Di situ saya iseng melihat gelang berbagai warna dan coraknya menarik. Beli empat macam harganya cuma sepuluh ribu. Saya hanya ikut-ikutan saja sama teman seangkatan kampus yang naik gunung. Tapi ternyata tak lama bertahan, gelangnya rontok dan hilang entah kemana.

Saya pernah juga memakai jam tangan. Tapi punya jam tangan juga belum lama, harga sepasang hanya Rp. 150 ribu. Satu buat istri satu saya pakai. Belum genap setahun punya itu jam sudah rusak, maklumlah harga tak berbohong. Setelah lama tergeletak, iseng kubawa ke tukang servis. Normal dan kupakai lagi, ternyata ga ada sebulan gantian baterainya tewas. Sempat saya ganti baterai, eh seminggu kemudian jarumnya terhenti di jam 05:31. Dan sampai sekarang pun masih jam 05:31 walau jarum detiknya tetap bekerja. Akhirnya masuk kotak juga.

Jam tangan dan gelang cowok saja ga bertahan lama, apalagi aksesoris cicin. Saya sempat memakainya setelah menikah (huhui, saya sudah nikah!), sempat melingkar di jari manis. Tapi tiap ketemu teman selalu ditanya, itu emas? Setiap saya bilang iya, dibalas pria tak boleh memakai emas. Sekali dua kali yang bilangin sih ga masalah, tapi lama-lama penasaran juga kebenarannya. Kakakku yang agamanya lebih bagus, pernah juga menegur. Iseng browsing hukum pria memakai emas dan benar saja, hadist-nya shahih dilarang. Ini saya copy dari web muslim.or.id Dalilnya adalah hadits berikut ini,

عَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُحِلَّ الذَّهَبُ وَالْحَرِيرُ لِإِنَاثِ أُمَّتِي وَحُرِّمَ عَلَى ذُكُورِهَا

“Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria’.” (HR. An Nasai no. 5148 dan Ahmad 4/392. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Langsung saya istirahatkan cicin kawin saya. Istri saya juga memaklumi, tapi dia meminta memakai cicin perak, dan setelah tanya kanan kiri orang-orang yang lebih kompeten agama, itu diperbolehkan. Namun sampai saat ini belum terealisasikan.

Selain aksesoris ketiga itu, saya ga pernah memakai aksesoris lain. Kecuali ikat pinggang, kaus kaki, celana dalam dihitung aksesoris *devillaugh*. Lucu aja pas melihat di jalan laki-laki memakai kalung. Apalagi anting, suka ilfil kasihan menatapnya. Saya juga pernah bertemu laki-laki memakai gelang di kaki, gelang itu gelang emas. Lebih parah lagi jari kakinya juga ada cicin yang melingkar di jempol. Saya ketemunya pas di angkot yang sesak, saya menunduk bosan di sela-sela penumpang. Reflek saya berujar, ‘Astaga ini laki-laki bukan?’

Bagi pesepakbola, memakai aksesoris bisa jadi sebuah trade mark. Bambang Pamungkas yang saya perhatikan selalu memakai gelang ‘deker’. Untuk pemain yang gondrong banyak yang memakai bando karet, atau ikat kucir kuda. Sah sah saja menurut saya, asal tidak pakai pita kupu-kupu pink. Dulu pas kuliah pernah berambut gondrong, tapi tetap saja ga pakai aksesoris apapun di rambut. Jadinya awut-awutan, tak heran teman-teman memanggilku ‘brekele’.

Well, dari ketiga aksesoris SAH yang saya sebutkan tanpa kusadari semuanya melingkar di tangan kanan. Ada yang bilang, kok aneh jam tangan ada di tangan kanan? Lha memang ada aturan harus di kiri? Mereka bilang, ga sih cuma biasanya. Ya begitulah, menurut saya laki-laki yang tak suka memakai aksesoris adalah normal. Mungkin suatu saat nanti kalau ada penemuan teknologi kaca mata tembus pandang, bolehlah nanti saya memakainya.

Karawang, 210613

Iklan

Gambar

Di Majalah film langganan saya, ada sebuah iklan sebuah provider kartu telpon yang mencapai 12 halaman. Iklan yang sangat menggangu tersebut ditaruh berjejer di halaman belakang. Sungguh mengurangi kenyamanan membaca. Belum lagi iklan yang terselip di antara artikel, banyaknya minta ampun. Di Koran yang tiap hari saya konsumsi, iklannya lebih gila lagi. Hampir separuh koran tersebut, yang artinya saya membayar penuh untuk separuh isi. Di web yang setiap hari saya buka, facebook di sebelah kirinya terdapat iklan yang isinya mayoritas adalah berita sampah. Biasanya berisi berita kriminal, pejabat korupsi sampai informasi yang tak jauh dari selakangan. Di televisi yang kita tonton, lebih gila lagi. Iklan mendominasi. Bahkan dalam waktu bersamaan pernah saya ganti chanel, iklannya sama dengan frame yang persis. Di sepanjang jalan dari rumah menuju tempat kerja, ada banyak iklan baliho terpampang di kanan kiri. Dari iklan perumahan, iklan produk sampai promo keberhasilan kosong pejabat. Di radio yang saya dengar, setiap lima belas menit acara ada iklan yang wajib berkumandang. Di handphone yang tiap hari saya pantengin, ada sms/bbm broadcast iklan yang masuk. Baik dari provider resmi, tawaran untuk membuka kartu kredit, tawaran pinjaman uang ataupun hanya iklan jualan BB yang ga penting. Di email yang sudah saya punya hampir satu dekade ini, setiap hari rata-rata ada 30 email masuk yang payahnya 50 % adalah iklan. Dari email winner lotere, penawaran hotel murah, email lamarn kerja sampai tawaran obat kuat. Sudah saya saring untuk masuk ke kotak spam, tapi tetap saja bikin jengkel. Beberapa kali di teras rumah ada saja sales iseng yang melempar brosur iklan, ada iklan kredit kendaraan, brosur harga dari minimarket, brosur iklan kredit panci. Bahkan di novel-novel yang saya baca, di halaman belakangnya ada iklan buku lain yang biasanya dalam satu penerbit. Hello warga dunia, kita dikepung iklan!

Sebenarnya keberadaan iklan di sekitar kita adalah sebuah kewajaran. Semuanya take and give, di mana agar khalayak luas tahu produk / jasa yang kita tawarkan mereka berani membayar mahal untuk penayangan iklan. Saya tak tahu banyak ilmu periklanan, tapi berdasarkan pengalaman saya memegang HRD untuk memasang iklan di sebuah situs pencari kerja skala global, mereka memasang tariff yang sangat mahal. Hitungan kasarnya, saya memasang iklan untuk 4 lowongan kerja yang tayang selama satu bulan, Perusahaan membayar 1 juta. Bayangkan satu iklannya dihargai Rp 250 ribu, mahal bukan. Tapi situs pencari kerja skala nasional macam Jobsteet, JobsDB atau Karir mereka berani garansi yang melamar akan tembus angka 3 digit. Itu berarti kalau sampai pelamar kurang dari 100 maka iklan akan ditayang ulang dengan konfirmasi terlebih dahulu kepada HRD. sejauh ini saya puas, karena kebutuhan karyawan non-operator selalu dapat diatasi. Pernah iklan yang tayang hanya di angka 40, maka mereka konfirmasi untuk kembali tayang. Dan iklan yang ditayangkan di media maya lebih efektif daripada yang manual. Contohnya saya pasang iklan lowongan di kantor pos dan kantor Depnaker, surat lamaran yang masuk sangat minim. Kebanyakan dikirim lewat pos, padahal selain saya cantumkan alamat kantor di bawahnya saya tulis alamat email juga. weleh di tahun 2013 masih ada ya? So yesterday.

Yang membuat saya geram adalah iklan yang menggangu kenyaman. Saya yakin kalian pernah melihat iklan kampanye pemilihan kepala daerah yang dipasang di sudut-sudut jalan. Iklan tersebut menampilkan seseorang yang dianggap sukses sebelumnya. Pernah saya lihat sebuah iklan menampilkan kandidat kepala daerah yang disandingkan dengan sang Proklamator. Ada pula yang menampilkan pak SBY di sampingnya. Iklan macam apa ini? Iklan yang menggangu juga banyak bertebaran di majalah. Cinemags, Total Film Indonesia yang saya baca iklannya ga bagus dalam penempatan. Menurut saya iklan mending ditempatkan di lembar terpisah, jadi setelah kita terima majalahnya itu iklan bisa dibuang. 😀

Kasih contoh di Koran Kompas, iklan yang bejibun itu menurut saya tak menggangu sama sekali. Iklan Kompas Klasika kalau tak minat tinggal buang, namun ternyata di situ mereka juga menaruh banyak artikel menarik tapi ringan. Game Sudoku, trivia, info tv, potongan komik adalah beberapa contoh untuk tetap membuat pembaca betah tanpa mengangu kenyamanan. Pengalaman Kompas yang sudah ditempa zaman memang tak bisa bohong.

Banyak juga iklan yang bohong, apa yang ditampilkan setelah kita coba ternyata tak seperti yang digembar-gemborkan. Dibuat semenarik mungkin agar konsumen tertarik. Kata Bongkar! Untuk sebuah iklan kopi yang mengajak kita untuk mencoba produk mereka ternyata rasa kopinya tidak TOP sama sekali. I hate slow mungkin adalah salah satu jargon paling bohong yang pernah saya alami. Gila saja, setelah mereka meluncurkan kalimat itu modem saya langsung slow.

 Oiya, sebelum saya tutup tulisan ini ada satu iklan lagi yang sangat menggangu saya tiap pagi dan sore. Saat asyik menonton Si kuning, iklan makanan ringan ini sering muncul berulang-ulang. Membuat saya penasaran dan suatu ketika terpaksa mencoba mencicipinya, bolehlan kalian bilang saya korban iklan. Tapi setelah dicoba ternyata memang rasanya so nice. Duh! Tepok jidat.

Karawang, 200613

Acara TV Semua Sampah, Kecuali…

Gambar

Singkatnya semua acara TV sampah, kecuali bola, Spngebob dan film.

Acara di tv memang jarang ada yang menarik perhatian saya. Tercatat saya hanya tertarik mengikuti acara bola, kartun Spongebob dan sesekali kalau ada film yang bagus. Masa seperti sekarang ini adalah masa tanpa gairah. Setiap pekan yang biasanya menikmati suguhan live sepak bola eropa kini dalam masa vakum. Ok, sesekali masa jeda musim ada pertandingan persahabatan, ada tour tim besar pra-musim yang disiarkan, ada Piala Dunia / Eropa, atau malah piala Konfederasi yang sekarang sedang berlangsung di Brazil. Tapi itu tak cukup. Tetap, pekan gairah saya ada di tiap minggu menikmati suguhan laga klub idola.

Saya sangat tersyukur Spongebob yang pernah suatu ketika hanya tayang di pagi hari jam 06:00 s/d 08:00 akhirnya kini juga mekar tayang di sore hari jam 17:30 s/d 18:30, walau jam tayang pagi dipangkas setengah jam. Saat Spongebob hanya tayang pagi, saya hampir tak pernah nonton tv pulang kerja. Waktu yang membosankan kala itu, saya termasuk salah satu yang merongrong Global TV untuk menayangakn si kuning di sore hari seperti dulu. Melalui email dan twitter saya memohonnya karena kalau tayang di pagi, pasti ketinggalan terus. Paling hanya mendapat satu segmen pertama yang durasinya rata-rata 15 menit, habis itu bersiap aktifitas.

Film bagus yang tayang di tv juga ga selalu mengikuti, contohnya kemarin minggu ada The Dark Knight dan Angels and Demons yang masuk daftar film favorite ternyata ga kutonotn. Selain iklan yang seabreg, kadang timing-nya ga pas. Saya paling lihat jadwal film di acara tv yang tertera di Kompas. Kalau minat nonton tinggal plot waktunya. Atau sesekali lihat time line twitter teman-teman yang heboh ada film  bagus di tv. Tapi saat ini sangat jarang saya notnon film di tv. Di ruang keluarga di prime time sering channel yang dipilih adalah sinetron Haji atau OVJ yang membosankan itu atau bahkan serial Angkling Darmo, Tutur tinular (atau sejenisnya saya ga tahu pasti) millenium yang ada di Indosiar. Setiap melihat mereka tertawa lihat acara tersebut saya hanya bisa geleng-geleng kepala.

Selain itu, mungkin saya nonton tv hanya untuk teman makan atau saat membunuh rasa bosan. Tapi dari keisenganku yang sesekali itu saya menemukan acara unik yang tak disengaja. Dan berikut di antaranya:

1. Stand Up Comedy

Sebenarnya saya suka ini acara sudah lama sewaktu tayang di Metro jam 22:30. Tapi nontonya ga konsisten. Kadang nonton seringnya tidak. Tapi setelah Kompas TV bisa diterima dengan baik di rumahku. Nangkap siarannya juga ga sengaja, setelah TV rusak dan di-servis kan di-auto search. Dapat ini Kompas TV dan saat pertandingan Liga di minggu malam tim gurem yang tanding, iseng muter-muter channel menemukan acara Stand Up Comedy season 3. Dari acara audisi saya reflek menjagokan Fico. Lelucon yang ditampilkan nyeleneh. Penampilan perdana dia berteman dengan robot, penampilan kedua cintanya mendua antara botol dan tutup botol. Selalu mengundang senyum sebelum akhirnya punch time-nya pecah membahana. Sayang semakin mendekati akhir kompetisi dia menurun, di final melawan Babe dia kebantai. Sebagai runner-up sebenarnya tak terlalu buruk mengingat bahan yang dibawakannya mulai tertebak.

2. Take Me Out Indonesia

Ini program lama yang didaur ulang. Lucu kali melihat ajang cari pacar yang disiarkan di tv. Satu laki-laki memasuki panggung acara, tersedia 30 wanita single. Aturannya sederhana, satu laki-laki di tengah pangung tersebut memperlihatkan kebolehannya (baca: kekayaan) kepada ladies yang masih tertarik silakan tetap menyalakan lampu, tapi bila tak berminat matikan lampu. Begitu sampai 3 ronde, dan akhirnya apabila masih ada ladies yang lampunya masih nyala maka giliran si pria untuk memilih. Tinggal 2 wanita dan kasih pertanyaan konyol lalu ambil salah satunya untuk jadikan pasangan (mesum). Lucunya acara tersebut, kadang timbul rasa kasihan ketika ada wanita yang sampai marah-marah sebab dimatikan lampu, kadang simpati sama pria yang pulang dengan tangan hampa. Acara konyol ini ternyata disukai keluarga dan saya yang ikut nongkrong malah terpana tiap malam Jumat.

3. Little Miss Indonesia

Jangan ketawa, saya kepincut ini acara karena siang hari yang panas kelar baca Koran dan mau menikmati kopi di ruang TV, sementara ibu sama istriku nonton acara yang ditayangakn di SCTV ini. Iseng saya ikut nongkrong, kesan pertama para peserta anak-anak talent ini imut. Lalu mereka menampilkan suguhan yang bermacam-macam, ada yang menari, menyanyi, sandiwara, acting sampai yang joget ga jelas. Namanya juga anak-anak. Pesertanya semua perempuan, jadi benar-benar unyu dan menggemaskan. Ada sih, di kompetisi lainya pesertanya semua laki cuma ga greget. Acaranya ‘That’s my boy’ yang menurutku gagal. Jadi yang saya ikuti hanya yang hari Minggu ‘Little Miss Indonesia’ ini. Sekilas dari judul mengingatkanku pada film ‘Little Miss Sunshine’ yang dibintangi Abigail Breslin. Sekarang sudah dewasa pastinya. Dari acara ini saya jagokan Chelsea. Di sela-sela nonton acara, istriku sempat berujar, “Andai Najwa masih ada pasti dia akan memenangkan kontes ini”. Jleb! Saya tersentuh, mungkin inilah alasan yang saya cari kenapa saya tiba-tiba menyukai acara semacam ini. Demi Saoirse!

Karawang, 180613