Dan sekali Lagi Italy Gagal

Final Piala Konfederasi 2013 tanpa kejutan, unggulan pertama dan kedua yaitu Spanyol dan Brazil akhirnya bertemu di partai puncak yang akan digelar Minggu malam waktu setempat di st Maracana. Brazil terlebih dahulu mendapat tiket final kemarin setelah menang menegangkan 2-1 atas Uruguay. Pertandingan diwarnai kegagalan penalty oleh Diego Forlan. Tendangannya dapat dibaca dengan mudah oleh Julio Cesar. Babak pertama mereka unggul 1 gol lewat Fred. Setelah peluit paruh kedua dimulai, hanya butuh waktu 3 menit untuk Edison Cavani menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelahnya pertandingan berjalan seru, kedua tim jual beli serangan. Tapi mental juara akhirnya berbicara, ketika waktu normal tinggal tersisa 5 menit, Selecao memastikan tiket finalnya. Sepak pojok Neymar dapat dimanfaatkan Paulinho melalui sundulan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Spanyol menyusul dini hari tadi. Menghadapi musuh bebuyutan Italy, mereka tetap memeragakan penguasaan bola. Namun Italy malah mendapatkan peluang gol lebih banyak. Italy seakan lupa tradisi taktik Catenacio. Babak pertama selesai angka masih sama kuat 0-0. Statistic menunjukan, walau Spanyol menguasai bola 63%  tapi Italy mendapat 9 shot yang mana 4 diantaranya mengarah ke gawang. Lihat itu Mourinho! Iker Casillas bermain cemerlang. Sementara Spanyol hanya mendapatkan 2 shot yang keduanya meleset.

Babak kedua berjalan lebih alot lagi, kini giliran Italy yang memegang kendali.  Jual beli serangan memperlihatkan bahwa meraka memang dua Negara sepak bola yang luar biasa. Sama-sama menghibur sama-sama ngotot untuk unggul. Banyak momen asyik dilihat. Ada Shakira yang tiap Pique dapat bola kegirangan, kameramennya pun iseng mantengin dia terus. Hand ball Pique di kotak penalty Italy yang berbuah yellow card. Ada Torres yang selalu off target, hehe… wasit plontos yang terkenal sebagai fan MU pagi ini terlihat sempurna menjalankan tugasnya, mungkin karena tak ada pemain Setan Merah di sana.

Hingga akhirnya 90 menit waktu normal kedudukan masih sama lemah 0-0. Di extra time, pertandingan baru berjalan 2 menit Italy menggetarkan tiang Iker lewat serangan yang apik, Italy layak mendapat tiket final. Tapi jelang waktu extra time habis giliran Spanyol yang mengambil alih permainan. Juan Mata menyamakan kedudukan mental gawang. Tapi itu tak cukup untuk menuntaskan laga, dan akhirnya tak ada gol tercipta. Seminal kedua ini harus dilanjutkan kea du tos-tosan.

Kedua kipper sekaligus kaptem tim pingsut ala koin. Spanyol mendapat gambar yang artinya bisa memilih mau ambil tendangan dulu apa serahkan ke kubu lawan. Iker bilang: “Yo wes, tak serahno nang Buffon wae. Tim mu sik yo seng nendang”. Buffon senyum lalu mbales: “Oke sip.”

Tendangan pertama adalah PEMAIN LAZIO, CANDREVA. Tendangannya melambung ringan di tengah gawang, Iker kecolongan gerak ke kiri. PANENKA-nya berhasil dan langsung jadi trending topic di twitter. Laziale menggila. BB ku bergetar mulu, itu itu Candreva, itu itu keren beud! Itu itu Pemain kita, dst. Tendangan selanjutnya ga usah dibahas. Masuk semua sampai dengan skor 5-5. Penendang kelima Italy adalah manusia paling keren dalam sepak bola, manusia paling dingin maksudnya. Pirlo memempatkan bola di sisi kanan Iker, dan ini bukan yang pertama kalinya Iker terkecoh. Setelah skor 6-6 dengan melalui semuanya masuk. Hebat juga dua jagoan kipper kita gagal menyelamatkan 1 tendanganpun, akhirnya sang pecundang uncul. Adalah Bonucci yang tendangannya melambung tinggi, mengingatkan kita pada Mr Roberto Baggio pada final Piala Dunia 1994. Dan Baggio pun jadi treding topic di twitter. Jesus Navas mengantar Spanyol ke final setelah memastikan bola gagal dijangkau Buffon, 6-7. Hasil ini menyamakan kenangan Piala Eropa 2008 yang membuat Spanyol juara. Di tahun lalu juga Italy ditumbangakn tim yang sama. Dan sekali Lagi Italy Gagal.

Karawang, 280613

Iklan

Brokeback Mountain

Gambar

“Kita bisa punya hidup yang menyenangkan bersama-sama, hidup yang benar-benar menyenangkan. Kau tidak mau, Ennis, jadi yang kita punya sekarang cuma gunung Brokeback. Segalanya dibangun di atas itu. Hanya itu yang kita punya… hitung berapa kali kita akan bertemu selama dua puluh tahun ini. Kau sama sekali tidak tahu keadaanku kau terlalu hebat untukku, Ennis. Andai saja aku tahu bagaimana caranya meninggalkanmu.”

Brokeback Mountain merupakan sebuah novela yang terdapat pada kumpulan cerita pendek karya Annie Proulx berjudul Close Range: Wyoming stories yang terbit tahun 1999. Cerita Brokeback Mountain pernah dimuat di majalah the New Yorker dan mendapat penghargaan O. Henry Awards kategori short story dan Nasional Magazine award. Sementara kumpulan cerpennya mendapat penghargaan Best Fiction 1999 oleh New Yorker Book Award.

Annie Proulx merupakan penulis perempuan pertama yang menerima penghargaan bergengsi P.E.N – Faulkner Award tahun 1993 untuk novel perdananya berjudul Postcards. Di tahun berikutnya dia memenangkan Pulitzer Prize dan Nasional Book Award untuk novel The Shipping News.

Brokeback Mountain bercerita tentang seorang pemuda bernama Ennis Del Mar seorang pemuda desa yang tidak lulus SMA yang sudah bertunangan dengan Alma Beers di tahun 1963. Dia bertemu dengan Jack Twist di Kantor Tenaga Kerja Pertanian dan Peternakan, seorang yang tidak lulus SMA juga yang nyaris tak punya masa depan yang mana mereka siap untuk bekerja apa saja demi kelangsungan hidup. Mereka berdua mendaftar sebagai penggembala dan penjaga kemah untuk kegiatan penggembalaan domba di bagian Signal utara, di Gunung Brokeback.

“Dinas Kehutanan punya daerah-daerah perkemahan yang ditunjuk untuk pekerjaan ini. Letak perkemahan itu bisa ratusan meter dari tempat domba yang sedang merumput. Banyak domba hilang karena binatang buas, tidak ada yang jaga mereka kalau malam. Yang aku mau penjaga kemah ada di kemah utama di tempat yang ditunjuk Dinas Kehutanan, tapi Penggembala diam-diam pasang tenda kecil di dekat domba-domba, jangan kelihatan siapa-siapa dan dia tidur di sana bersama domba-domba. Seratus persen tidak boleh ada api, jangan ada tanda apa-apa. Setiap pagi bereskan tenda. Musim panas lalu aku kehilangan 25% isi ternak, sialan. Aku tak mau seperti itu lagi.”

Begitu petuah yang mereka berdua dapat untuk pekerjaan baru sebagai Penggembala domba di gunung Brokebaack. Selanjutnya didinginnya cuaca gunung dan keseharian yang sunyi mereka saling mengakrabkan diri. Dan terjadilah apa yang ada di film arahan Ang Lee di tahun 2005. Film yang mengantar Ang Lee memenangkan Golden Globe dan nyaris menang Oscar. Kisahnya tidak perlu saya jelaskan karena saya yakin kalian sudah tahu ke arah mana. Namun pernyataan Ennis di bagian pertama setelah kejadian sudah cukup mewakili penonton / pembaca. Sebuah kisah yang mengharukan sekaligus menjijikan.

Ennis merasa seakan isi perutnya ditarik keluar perlahan-lahan, sedikit demi sedikit. Dia berhenti di tepi jalan dan dalam serbuan salju yang baru turun dia berusaha muntah, tapi tidak ada yang keluar. Belum pernah dia merasa seburuk ini, dan butuh waktu lama hingga perasaan itu hilang.

Kado yang manis buat  si Joker.

Karawang, 270613