Undian

Gambar

Saya orang yang sangat jarang memenangkan undian berhadiah, baik dari tingkat RT, door price kehadiran sampai undian tingkat nasional. Entah mengapa saya tak seberuntung orang lain. Saya sebenarnya sering ikut yang namanya undian. Dulu waktu kecil saya suka baca majalah ‘Bobo’ dan sering mengirim kuis, tak satupun menang. Padahal zaman kecil kirimnya via kartu pos dan butuh dana lebih untuk beli perangko. Undian di radio PTPN Solo yang diadakan sebuah produk shampoo yang waktu itu mengirim sampai ratusan bekas bungkusnya juga gagal. Saat itu saya sampai berburu bungkus shampoo dari bak sampah satu ke bak sampah lain di kampung. Bareng temanku Joko kita berpetualang dan mengirimnya ke kota. Sayangnya dia juga gagal. Gagal juga dalam undian door price kehadiran, tak terhitung. Di Koran dan tabloid yang sering saya ikuti juga tak satupun bisa menang kuis undian. Saat sudah bekerja dan membeli rutin majalah film, saya beberapa kali mengirim kuis ke Bandung. Dan tak satupun menang. Padahal di tahun 2010 yang sudah maju, saya tetap dipaksa mengirim via pos. ketika ada pesaing majalah film baru, dan cara pengiriman kuisnya sudah maju dengan memakai email, saya yang sudah puluhan kali mencoba ga pernah menang sekalipun. Aneh, herannya ketika saya mencoba kirim kuis di majalah yang sama memakai nama istri langsung menang di percobaan pertama! Duh. DVD film Reel Steel tersebut sampai diklaim istriku karena memakai nama dia.

Tapi, setidakberuntungnya saja dengan yang namanya undian saya pernah sesekali menang. Dan berikut diantara yang pernah saya dapatkan:

  1. Waktu sekolah, saya suka mendengarkan radio. Salah satunya adalah radio PTPN FM yang di dekat Fajar theatre Solo. Saya menang kaset music Latin, di percobaan pertama saya. Acaranya ‘Weekly Top Fourty’ yang tayang tiap hari Selasa petang. Menampilkan lagu-lagu baru rilis yang menduduki tangga lagu. Semua lagu barat yang muncul dicampur dan menghasilkan 40 lagu yang paling sering di-request. Setiap pekan diadakan kuis berhadiah kaset / cd. Acaranya dimulai sore dan berakhir malam, maklumlah 40 lagu yang mayoritas diputar penuh (oh era 90-an saya rindu). Nah jelang pengumuman juara yang menduduki puncak tangga lagu, akan ada pertanyaan kuis untuk sepekan ke depan sekaligus pengumuman pemenang minggu sebelumnya. Di suatu malam yang dingin (waktu itu hujan dan saya lagi giat belajar sambil dengar radio), nama saya disebut sebagai salah satu yang berhak kaset original. Pengumumannya saya rekam pakai walkman, dan tiap teman yang main saya pamerkan dengan mem-play nya. Maklumlah masih sekolah, namanya disebut di radio saja senangnya.
  2. Waktu acara 17-an di kampung diadakan acara jalan sehat. Di akhir acara ada pengumuman pemenang door price. Hadiahnya macam-macam, dari hal-hal yang sepele macam topi dan kaos sampai yang lebih prestise seperti sepeda onthel. Diluardugaan saya, nomor undian saya disebut oleh mc untuk maju ke depan. Saya dapat hadiah bingkai foto ukuran 10R. Wuih senangnya, tapi pas saya buka pembungkusnya di dalam bingkai ada gambar salah satu politisi partai yang sedang tersenyum masam. Jiah, ini mah titipan sponsor sekaligus kampanye terselubung. But it’s OK, saya tinggal lepas itu gambar politisi dan menggantinya dengan poster pemain bola idola. Saya pasang pemain baru Chelsea, Damien Duff yang direkrut dengan transfer yang di masa itu dianggap gila (sekarang mah seorang bocah dihargai jutaan pound sudah biasa). Setiap pulang kampung, saya masih melihat Duff digantung di kamar Ruang31.
  3. Di acara gathering Perusahaan biasanya ada panggung yang menampilkan acara yang diisi oleh karyawan. Setelah sambutan oleh para petinggi Perusahaan biasanya mc akan mengundi hadiah door price sebagai apresiasi karyawan yang mau datang mengikuti family day. Dari banyak PT yang pernah saya singgahi ternyata saya hanya menang sekali. Saat itu saya masih karyawan di Perusahaan percetakan. Belum genap setengah tahun, saya ikut family day ke Taman Safari. Hadiah door price yang ditawarkan paling murah setrika paling gedhe motor. Dan nama saya disebut menang sebuah ‘mixer’. Lumayan, buat bekal nanti nikah. Haha..
  4. Saya juga pernah mendapatkan hadiah sebuah buku novel berjudul ‘The Great Gatsby’. Saat itu facebook lagi booming-nya. Banyak undian yang diselenggarakan oleh penerbit untuk mendapatkan novel yang baru diterbitkan. Iseng saya ikut partisipasi. Aturannya kita upload foto cover novel ‘the Great Gatsby’ lalu di bawahnya kita isi catatan ringan yang menarik kenapa kita layak mendapatkannya. Saat itu saya baru saja membeli novelnya yang bahasa Inggris, jadi kemenangan ini melengkapi koleksi. Lupakan kemenangan ‘The Red Pyramid’, sebagai first reader yang gagal.
  5. Jangan kaget, daftar yang terakhir ini saya memenangkan undian sebuah mobil Hyundai Atoz. Itu terjadi sewaktu saya kelas 3 STM. Saat itu brosur kemenangan saya bawa ke sekolah, seisi kelas langsung heboh. Di bawa ke masjid, seisi masjid di kampung juga sorak sorai. Saya bawa ke tempat nongkrong di pinggir jalan, mereka histeris. Saya santai saja. Salah satu syarat untuk mengambil hadiah tersebut adalah men-transfer 25% dari harga produk sebagai pajak kemenangan. Saya diminta transfer uang sebesar Rp 25 juta, seperempat harga mobil yang mencapai ratusan juta. Teman saya sampai bilang, sudah saya pinjami uangnya nanti mobilnya kan bisa dijual lagi. Teman yang lain sampai menelpon SLJJ ke Jakarta via wartel (maklum zaman itu HP masih barang langka) untuk konfirmasi. Teman di sekolah sampai ada yang mem-bego-bego-kan saya karena tak mengambil hadiah yang kata dia bisa buat tabungan masa depan. Saya tak bergeming. Sebenarnya wajar mereka pada heboh dan menatapku sinis sampai tak mengambil hadiahnya, di brosur tersebut ada bukti keikutasertaan saya pada undian, ada bukti acara pengundian, ada akta notaris dan saksi pengundian, ada seremoni pemenang yang lain, ada daftar pemenang yang salah satunya saya dan macam-macam kertas yang tebalnya bisa jadi menyenangkan tukang pembuat tempe yang kertasnya bisa buat pembungkus produk mereka. Tapi di sinilah kejelian naluri Sherlock Holmes berjalan. Tak usah saya jelaskan panjang lebar itu penipuan, karena beberapa hari kemudian di tv nasional ada berita seorang pejabat suatu kabupaten tertipu jutaan rupiah karena menang undian mobil dengan modus sama yang saya terima. Duh! Di mana itu otak pejabat bisa sampai ketipu trik murahan seperti ini?

Tulisan ini terinspirasi ketika jeda mau Isya tapi malah kebelet BAB. So terpaksa Isya ditunda, dan dalam keadaan kembang-kempis mengeluarkan tenaga dalam di WC terlintas hadiah Mixer yang ada di dapur yang belum saya buka. Jadi kenapa ga bikin tulisan tentang ‘undian?’

Karawang, 240613

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s