Mengenal Wajah

Gambar Ada yang tahu nama karakter yg di sebelah kanan Spongebob? Dia sering muncul di scene tak penting

 

Dalam lingkup kerja yang berpindah-pindah, sering kali saya hanya mengenal wajah tanpa mengenal nama. Pas hari pertama bekerja di tempat baru pasti kita akan diperkenalkan calon teman kita. Diajak keliling dari satu ruangan ke ruangan lain. Ini namanya Joko, bagian maintenance. Ini namanya Wati bagian accounting untuk mengurus pajak. Ini Dian bagian Part Control, ini Ryan bagian General affairs, ini Teguh bagian Quality Control, ini Dyah bagian administrasi produksi, ini Evi bagian ISO, ini Ani bagian Sales. Blah blah blah blah…., blah blah blah…, begitu seterusnya dalam satu hari saya diajak keliling office baru. Sambil memasang senyum semanis mungkin, muter dari satu departemen ke departemen lain. Dari satu orang ke orang lain. Basa basi, Tanya sedikit ala kadarnya dan selesai perkenalannya.

Begitulah, dalam waktu singkat yang padat tersebut kita mustahil mengenal seluruh nama orang yang diperkenalkan. Selain kita harus mempelajari job desc baru kita harus adaptasi lagi terhadap lingkungan kerja. Begitulah, seiring berjalannya waktu, seiring pula kita menguasai pekerjaan seharusnya kita juga mengenal mereka. Nyatanya saya mengenal orang sekililing dalam lingkup kerja tak secepat menguasai pekerjaan yang diberikan. Sering kali saya bertemu teman kerja saling sapa, saling bercanda sampai tertawa terbahak-bahak bersama tapi ternyata saya tak tahu namanya. Sok kenal sok akrab. Bahkan ada yang terang-terangan  bilang kamu lupa ya sama saya? Kita kan sudah kenalan pas hari pertama kamu kerja? Ketika saya hanya mengernyitkan dahi.

Saya kalau berbicara dengan orang memang sering menunduk setelah menatap wajahnya. Ga enak rasanya mata saling bertatap, mungkin sesekali ga masalah. Bicarapun seperlunya saja. Kalau mereka yang memulainya maka kita tanggapi, tapi buat apa memulai? Kecuali memang kita yang membutuhkan sehingga kita dipaksa bercakap denganya. Dalam dunia kerja memang harus begitu, menurut saya. Tapi untuk orang satu departemen dengan seringnya bertemu ya jelas pasti mengenal wajah dan nama. Begitu pula untuk teman kerja yang berbeda departemen tapi sering berurusan. Otomatis kita akan mengenal namanya.

Permasalahannya ketika kita dihadapkan ribuan orang dalam satu Perusahaan, kita ke beberapa depatemen tersebut untuk suatu urusan dia mengenali kita tapi kita tak kenal mereka. Malu rasanya. “Jadi begini pak Bud…”, “Bagusnya kita merombak rencana ini pak Budi…”, “Wah saya usulkan kita meeting lagi ya pak Budi tanggal…”. Blah blah blah…. Mereka ketika ngobrol selalu ada nama saya dibelakang pak. Sementara saya hanya menjawab “pak”, “bu” tanpa embel-embel nama mereka. Pengen sekali sebenarnya saya sebut juga tapi takut salah nama. Paling yang saya sebut yang benar-benar kenal, karena kalau sampai salah nama beresiko malu.

Ada juga kasus lucu via telepon, ada telpon masuk lalu kita berbincang-bincang lama membahas kerjaan. Ketika akhirnya deal untuk ketemu, saya nanya kamu siapa ya? Lalu via telpon kita juga akrab ngobrol, pas ketemu langsung ya biasa saja ngurus ini itu habis itu selesai tak seseru di telpon. Via telpon terdengar meyakinkan dan sok kenal, di meja berbincang memble. Begitulah…

Karena saya sering berpindah-pindah kerja, suatu saat saya pernah main ke Cikarang. Ada orang menyapa di mal katanya teman lama teman satu kantor, ngobrol panjang lebar sampai tertawa-tawa. Habis berpisah saya hanya mengernyitkan dahi, siapa dia? Wajahnya sih familiar kerja di PT ABCD tapi lupa namanya. Begitu juga pas main ke kantor lama untuk bertemu beberapa teman yang akrab, terus ada yang nyamperin ngajak ngobrol juga. Rasanya akrab sekali, habis itu saya hanya bertanya-tanya dalam hati, namanya siapa ya?

Tapi ga semuanya seperti itu, karena pernah saya ketemu teman kerja lama yang kutahu namanya di tempat nongkrong. Saya sapa dia, saya ajak ngobrol panjang lebar untuk mengenang masa lalu. Dia dengan jujur bilang, “wajah kamu sangat familiar saya yakin kamu teman kerja saya di PT XYZ tapi saya lupa nama kamu. Nama kamu siapa ya?” saya kena batunya.

Karawang, 140613

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s