Terbaik Terbaik # 1

Salah satu jurus melawan ‘malas’ menulis ya bercerita film sekedarnya saja, karena topic tak ada habis. Semua orang punya film favorite sepanjang masa. Macam-macam alasan kenapa memasukkannya ke dalam daftar. Mau mainstream ataupun anti-maintream, blockbuster, indi, ataupun abu-abu ya terserah saya. Inikan daftar terbaik kepunyaan saya, dan berikut diantaranya….

The Wizard of Oz (1939)

Gambar

Dorothy Gale terdampar di negeri ajaib akibat angin tornado yang menerbangkan rumahnya. Bersama Toto anjingnya, Dorothy mencari jalan pulang ke Kansas. Dibantu singa pengecut, manusia kaleng dan orang-orangan sawah mereka berpetualang menemui penyihir OZ. Twist! Tak kusangka tahun 2013 ada prekuel yang memberi jawab film ini.

Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2005)

Gambar

Seri ketiga penyihir kaca mata ini ke sekolah Hogwart. Setelah kesialan yang berkali-kali menimpa trio Harry, Hermione dan Ron. Seri ini memperkenalkan secara visual Dementor yang menyeramkan itu. Jawaban coklat membuatku senang, karena suka ini camilan. Dan tahun ketiga ini ini ada tawanan yang lolos dari Azkaban yang mengejar Harry untuk balas dendam. Black yang sepanjang film jadi antagonist seakan mengejar Harry untuk dibunuh akhirnya terungkap di Gubuk Menjerit. Twist! Tikus sialan itu haruskan dikasih ke Crooksanks saja dari menit pertama.

The Chronicle of Narnia: Prince Caspian (2008)

Gambar

Setelah seri pertama yang ‘wow’, empat Pevensie bersaudara kembali dipanggil ke dunia Narnia. Gara-gara pangeran Caspian yang meniup terompet Susan, mau tak mau mereka membantu agar Narnia kembali damai. Sepertinya misi ini berat karena penguasa saat ini adalah paman Caspian sendiri yang menggulingkan tahtanya. Lalu ketika pahlawan kita terjepit, sang singa mengaum dan bereslah semuanya. Jadi kenapa tidak mengaum saja dari awal sebelum banyak korban berjatuhan. Twist! Analogi kehidupan, dan Aslan sebagai Tuhan? Tunggu dulu sampai Keponakan Penyihir rilis, terdengar seperti nyanyian surga.

The Lord of the ring: The Fellowship of ring (2001)

Gambar

Frodo Bagins sang pemalas yang suka cerita. Mempunyai tugas membawa cincin ajaib warisan sang paman (coba lihat the Hobbit!). Froddo dibantu para “Fellowship of the Rings” yang terdiri dari 3 hobbit lain yaitu Sam (Sean Astin), Merry (Dominic Monaghan) dan Pippin (Billy Boyd), sang penyihir Gandalf the Grey (Ian McKellen), Legolas (Orlando Bloom) yang berasal dari ras peri, Gimli (John-Rhys Davies) dari ras kurcaci, dan dua orang ras manusia, Aragorn (Viggo Mortensen) dan Boromir (Sean Bean). Capek bacanya? (coba bacakan rombongan the Hobbit!) Kesembilan fellowship ini harus membawa cincin tersebut untuk kemudian dimunashkan di kawah Mordor. Tapi Anda tak akan selesai dalam satu film, ada tiga film sampai jalan-jalannya tuntas (coba tunggu the Hobbit). Twist! One ring to rule them all. Saya jadi takut kalau nemu cincin di jalan lalu terpaksa memakainya. Oh my precious…

Pan’s Labyrinth (2006)

Gambar

Putri Ofelia yang tak bahagia karena punya ayah tiri ini diungsikan bersama ibunya yang tengah hamil. Ofelia yang kesepian karena terasing akhirnya bertemu peri, yang divisualisasikan dengan indah. Dengan sebuah kapur ajaib (bukan punya Rudi, tapi mirip sih) Ofelia bisa membuka pintu dunia lain. Sebuah tugas yang diembannya berantakan sampai akhirnya sebuah letusan peluru membuatnya abadi. Twist! Death is the only beginning.

The Golden Compass (2007)

Gambar

Lyra seorang anak yatim yang tinggal di dunia pararel yang unik di mana setiap individu mempunyai seekor daemon. Daemon adalah hewan yang selalu ada di samping empunya. Setiap orang berbeda Daemon-nya. Di sini daemon Lyra bernama Pantalaimon-manifestasi jiwa yang bisa berubah bentuk, sebelum manusianya akil balig. Scene ketika Lord Asriel akan diracun membuatku menahan nafas (yah walaupun saya sudah baca novelnya). Ceritanya rumit, karena menyangkut esistensi kehidupan. Lyra berjalan jauh ke utara untuk menyelamatkan temannya yang diculik. Tapi tak hanya misi penyelamatan Roger kenyataan yang kita temukan karena satu demi satu kenyataan terkuak. Seperti Narnia, dunia kita akan dijelajahi lebih menakjubkan. Coba baca Pisau Gaib, sambil menanti (lebih tepatnya berharap) bukunya difilmkan. Twist! Daemon-ku mungkin seekor kucing.

Coraline (2009)Gambar

 

Animasi stop motion yang luar biasa. Coraline adalah gadis yang bosan di rumah barunya. Sampai suatu ketika dia membuka pintu rahasia yang mengantarnya ke dunia ajaib. Dunia kebalikan yang familiar dengannya. Semacam pararel dunia, karena di sana dia bertemu dengan kedua orang tuanya yang baik hati yang memenuhi kebutuhannya. Ibunya suka memasak, ayahnya suka main piano, temannya yang cerewet jadi pendiam dan seekor kucing yang bisa bicara. Coraline bahagia di dunia barunya, akhirnya sang ibu menawarinya tinggal selamanya di sana dengan sebuah kancing baju, jarum dan benang. Begidik. Twist! Dunia kita tinggal ternyata memang paling hebat, tak tergantikan. Orang-orang sekeliling adalah keluarga yang harus kita hargai dengan segala kelebihan dan kekurangan. Hingga kucing pun tersenyum.

Dah itu dulu, satu setengah halaman saja. Nanti kalau off the mood lagi saya kasih cerita film yang lain.

Karawang, 150613

Iklan

Mengenal Wajah

Gambar Ada yang tahu nama karakter yg di sebelah kanan Spongebob? Dia sering muncul di scene tak penting

 

Dalam lingkup kerja yang berpindah-pindah, sering kali saya hanya mengenal wajah tanpa mengenal nama. Pas hari pertama bekerja di tempat baru pasti kita akan diperkenalkan calon teman kita. Diajak keliling dari satu ruangan ke ruangan lain. Ini namanya Joko, bagian maintenance. Ini namanya Wati bagian accounting untuk mengurus pajak. Ini Dian bagian Part Control, ini Ryan bagian General affairs, ini Teguh bagian Quality Control, ini Dyah bagian administrasi produksi, ini Evi bagian ISO, ini Ani bagian Sales. Blah blah blah blah…., blah blah blah…, begitu seterusnya dalam satu hari saya diajak keliling office baru. Sambil memasang senyum semanis mungkin, muter dari satu departemen ke departemen lain. Dari satu orang ke orang lain. Basa basi, Tanya sedikit ala kadarnya dan selesai perkenalannya.

Begitulah, dalam waktu singkat yang padat tersebut kita mustahil mengenal seluruh nama orang yang diperkenalkan. Selain kita harus mempelajari job desc baru kita harus adaptasi lagi terhadap lingkungan kerja. Begitulah, seiring berjalannya waktu, seiring pula kita menguasai pekerjaan seharusnya kita juga mengenal mereka. Nyatanya saya mengenal orang sekililing dalam lingkup kerja tak secepat menguasai pekerjaan yang diberikan. Sering kali saya bertemu teman kerja saling sapa, saling bercanda sampai tertawa terbahak-bahak bersama tapi ternyata saya tak tahu namanya. Sok kenal sok akrab. Bahkan ada yang terang-terangan  bilang kamu lupa ya sama saya? Kita kan sudah kenalan pas hari pertama kamu kerja? Ketika saya hanya mengernyitkan dahi.

Saya kalau berbicara dengan orang memang sering menunduk setelah menatap wajahnya. Ga enak rasanya mata saling bertatap, mungkin sesekali ga masalah. Bicarapun seperlunya saja. Kalau mereka yang memulainya maka kita tanggapi, tapi buat apa memulai? Kecuali memang kita yang membutuhkan sehingga kita dipaksa bercakap denganya. Dalam dunia kerja memang harus begitu, menurut saya. Tapi untuk orang satu departemen dengan seringnya bertemu ya jelas pasti mengenal wajah dan nama. Begitu pula untuk teman kerja yang berbeda departemen tapi sering berurusan. Otomatis kita akan mengenal namanya.

Permasalahannya ketika kita dihadapkan ribuan orang dalam satu Perusahaan, kita ke beberapa depatemen tersebut untuk suatu urusan dia mengenali kita tapi kita tak kenal mereka. Malu rasanya. “Jadi begini pak Bud…”, “Bagusnya kita merombak rencana ini pak Budi…”, “Wah saya usulkan kita meeting lagi ya pak Budi tanggal…”. Blah blah blah…. Mereka ketika ngobrol selalu ada nama saya dibelakang pak. Sementara saya hanya menjawab “pak”, “bu” tanpa embel-embel nama mereka. Pengen sekali sebenarnya saya sebut juga tapi takut salah nama. Paling yang saya sebut yang benar-benar kenal, karena kalau sampai salah nama beresiko malu.

Ada juga kasus lucu via telepon, ada telpon masuk lalu kita berbincang-bincang lama membahas kerjaan. Ketika akhirnya deal untuk ketemu, saya nanya kamu siapa ya? Lalu via telpon kita juga akrab ngobrol, pas ketemu langsung ya biasa saja ngurus ini itu habis itu selesai tak seseru di telpon. Via telpon terdengar meyakinkan dan sok kenal, di meja berbincang memble. Begitulah…

Karena saya sering berpindah-pindah kerja, suatu saat saya pernah main ke Cikarang. Ada orang menyapa di mal katanya teman lama teman satu kantor, ngobrol panjang lebar sampai tertawa-tawa. Habis berpisah saya hanya mengernyitkan dahi, siapa dia? Wajahnya sih familiar kerja di PT ABCD tapi lupa namanya. Begitu juga pas main ke kantor lama untuk bertemu beberapa teman yang akrab, terus ada yang nyamperin ngajak ngobrol juga. Rasanya akrab sekali, habis itu saya hanya bertanya-tanya dalam hati, namanya siapa ya?

Tapi ga semuanya seperti itu, karena pernah saya ketemu teman kerja lama yang kutahu namanya di tempat nongkrong. Saya sapa dia, saya ajak ngobrol panjang lebar untuk mengenang masa lalu. Dia dengan jujur bilang, “wajah kamu sangat familiar saya yakin kamu teman kerja saya di PT XYZ tapi saya lupa nama kamu. Nama kamu siapa ya?” saya kena batunya.

Karawang, 140613