Lima Waktu

Sebuah kewajiban. Itulah yang pertama terlintas ketika ditanya kenapa kamu Sholat? Sholat lima waktu yang terbagi dalam lima masa dalam satu hari. Pagi, siang, sore, petang dan malam. Sebuah rutinitas yang biasa bagi seorang muslim. Sholat bukan sama dengan sembahyang. Sembahyang bisa secara arti adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kata sembahyang bisa dipakai oleh semua agama. Orang ke Gereja, orang berdoa ke Wihara atau orang ke Klenteng semua bisa diartikan sembahyang. Sholat itu lebih spesifik, karena hanya dipakai oleh orang Islam. Saya yakin orang non-muslim punya nama yang lebih spesifik terhadap sembahyang. Mungkin semacam misa untuk orang Kristen, atau menaruh dupa di Klenteng. Saya belum tahu.

Saya membuat catatan ini setelah beberapa waktu yang lalu saya lihat di sebuah picture profile seorang teman di BB yang menaruh sebuah doa dalam Sholat beserta artinya. Hal yang membuat saya tertonjok keras, karena saya yang tak bisa Bahasa Arab ini ternyata tak tahu arti setiap doa yang saya panjatkan setiap hari. Dalam gambar tersebut terpampang doa ‘duduk diantara dua sujud’ beserta artinya. Saya yakin setiap muslim pasti hafal namun banyak yang tidak tahu artinya.

DOA DUDUK ANTARA DUA SUJUD
“Rabbighfirli” – Tuhanku, ampuni aku
“Warhamni” – Sayangi aku
“Wajburnii” – Tutuplah aib-aibku
“Warfa’nii” – Angkatlah derajatku
“Warzuqnii” – Berilah aku rezeki
“Wahdinii” – Berilah aku petunjuk
“Wa’Aafinii” – Sehatkan aku
“Wa’fuannii’ – Maafkan aku

Coba baca dengan seksama dan hayati artinya. Luar biasa. Saya yang muslim sejak lahir saja ternyata tak mengetahui setiap arti doa dalam sholat terlebih di bagian ‘duduk diantara dua sujud’ ini.  Dulu saya pernah ikut kajian Bahasa Arab yang membahas tiap doa dalam sholat. Namun saya terhenti di bagian Ruku’ karena kesibukan sehari-hari.

Doa duduk diantara dua sujud tersebut menurut saya sangat dahsyat artinya. Doa yang wajib juga kita lafadz kan setiap waktu yang munajat seperti 1/3 malam, selesai Sholat, doa diantara dua khotbah Jumat, atau tiap pagi dan sore. Tuhanku ampuni aku, jelas ini pasti terucap tiap doa. Sayangi aku, sama ini juga sudah umum diucapkan. Di bagian ketiga, Tutuplah aib-aibku. Ini yang membuat saya begidik. Semua orang pasti punya kesalahan di masa lalu, di mana kesalahan tersebut tentu tak semua orang tahu. Bahkan seorang selebritis pun pasti punya aib yang tak terbongkar di media, apalagi kita yang hanya masyarakat umum. Bagian keempat, angkatlah derajatku. Ini juga doa yang jarang kuucap seusai sholat yang ternyata tiap hari kulafadz-kan tanpa sengaja. Derajat yang tiap orang pasti menginginkan tinggi. Lalu bagian lima, berilah aku rezeki. Doa yang sangat umum tentunya, mengingat kita hidup di Indonesia dengan ekonomi seperti ini. Bagian enam sampai selesai, berilah aku petunjuk, sehatkan aku, dan maafkan aku, kurasa masih umum dipanjatkan.

Yang lebih istimewa dalam doa ini menurut saya adalah semua terlafadz untuk individu tiap pribadi yang menjalankan sholat karena ber-objek ‘aku’. Dalam doa biasanya saya lebih memohon untuk keluarga, untuk teman, untuk sesama muslim atau orang-orang terkasih. Walau sesekali pasti pernah untuk diri sendiri. Namun ternyata secara tak langsung saya berdoa untuk diri sendiri, tak sadar. Saya bersyukur, sangat bersyukur telah mengenal Islam sejak kecil. Dalam keluarga yang mengajarkan bahwa ‘kamu harus Sholat!’ setiap hari. Saya bersyukur telah berusaha menjalankannya semaximal mungkin. Saya mungkin puasanya bolong, infa’ yang ala kadarnya, dan belum bisa ber-haji. Tapi Sholat dengan kondisi apapun Wajib, tidak boleh tidak.

Saya jadi teringat lagi dulu pernah ditanya temanku yang kini sudah jadi ustadz muda. Dia bertanya, kamu sholat buat apa? Saya reflek menjawab menjalankan kewajiban. Dia tersenyum dan menepuk pundakku lalu berujar, “Suatu saat kuharap kamu menjadikan Sholat sebuah kebutuhan”.

Karawang, 100613 (no sara, please)

Iklan

2 thoughts on “Lima Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s