Ke Toko Buku

Minggu, 9 Juni 2013 kemarin jam 5 pm setelah mengantar istri ke tempat temannya untuk sinau Tugas Akhir kuliahnya saya bingung, saya lanjut ke mana. Mau balik ke rumah tanggung karena terbentur maghrib dan pengen refresh bentar di hari libur. Saya sms teman kerja yang kos nya dekat ga dibalas-balas. Akhirnya otomatis ku arahkan motorku ke mal Ramayana untuk ke toko buku Salemba. Bulan ini lagi jomplang keuangan, ga ada budget untuk beli buku jadi rencananya cuma lihat-lihat dan baca buku baru di toko buku. Mengenakan jaket Laziale Indonesia baru beli saya jalan-jalan ke mal sendiri, ngerasa jadi lajang lagi.

Di toko buku Salemba Karawang sebenarnya ga terlalu lengkap macam Book store, Gunung Agung atau Gramedia. Yah maklumlah Karawang adalah kota pinggiran ibukota. Bahkan toko nya kecil, nyempil di pojokan mal yang punya 5 lantai ini. Tak tak apalah lumayan buat refresing. Mengingat budget dan daftar buku yang belum baca di rak, niatan saya memang tak beli buku. Hanya melihat-lihat. Seperti biasa, langkah saya langsung ke bagian novel.

Saya sempat pegang novelnya Rhein Fathia yang Coupl(ov)e. Novel yang sempat saya baca pdf-nya sebelum terbit. Wah mahal juga ya di pdf setebal 205 halaman setelah cetak menjadi seharga Rp. 62 ribu. Novel yang sangat bagus,tentang sahabat jadi cinta. Thank Fathia, sudah kasih baca gratis. Hehe…, lalu sempat pegang juga novel-novel klasik terbitan Balai Pustaka yang kena diskon 10%. Dari Siti Nurbaya, Belenggu, Layar Terkembang, Sengsara membawa nikmat, Perawan di Sarang Penyamun Sedih dan Gembira, Atheis, Mekar Karena Memar, Salah Asuhan Pagar Kawat Berduri, sampai Katak Hendak Menjadi Lembu. Mayoritas sudah baca di perpus sekolah dulu tapi tetap ingin memajangnya di rak rumah. Suatu saat nanti! Saya punya kartu member Book Store yang selalu kena diskon 10%, sayangnya itu toko ga ada di Karawang.

Lanjut ke novel remaja dan anak-anak. PACI, KKPK, Pinkberry. Ketemu bukunya Sherina Salsabila yang sudah kubaca sebelum beredar luas. Yang saya temukan yang ‘MyBest Friend Forever’. Saya sudah beli via Sherina langsung dengan ttd-nya jadiwaktu di toko buku cuma pegang-pegang doang. Novel khas remaja tentangpersahabatan yang saya yakin itu adalah pengalaman pribadi Sherina sendiri. Dalam kata pengantarnya nama saya disebut, yang waktu itu saya kehilangan Saoirse. Sherina memang salah satu pemberi semangatku. Oh iya, saya hutang 1 review ke dia. Nanti ya Sher…

 

Lalu ada sebuah buku yang bagus yang kemarin saya baca paling lama. Karena tak berplastik. Harganya Rp. 56 ribu berjudul ‘Genius Menulis’ karya Faiz Manshur. Di situ dibeberkan bahwa para jenius adalah produktif. Dari era zaman batu sampai modern mereka para jenius telah mematenkan karya mereka. Banyak quote penulis terkenal di dalamnya. Trick untuk menjadi penulis. Sampai penyemangat nekat yang harus dilakukan bagi mereka yang ingin mengabadikan nama di dunia ini. Isinya membakar motivasi dan banyak tips berharga di dalamnya. Pengen banget membawa pulang buku tersebut, namun saya ngak ada budget dengan harga segitu. Endorment-nya Remy Silado, salah satu novelis favorite saya. Nasehatnya membakar, seperti biasanya.

Setelah sholat maghrib di mushola mal, saya balik lagi untukmuter dan baca lagi. Sempat melirik isi dompet, ada selembar biru 50-an. Kere amat saya ya. Yah,masih bisa lah bawa pulang 1 buku yang harganya di bawah itu. Akhirnya saya putuskan beli dengan cari harga yang sesuai. Menelusuri lagi rak demi rak. Ada buku yang sepertinya bagus karya Sihar Ramses Simatupang berjudul ‘Misteri Lukisan Nabila’. Harganya juga cocok Rp. 36 ribu, wah sesuai dengan isi dompet. Salah satu endorment yang ada di back covernya juga menggelitik pikiran.

“Surealisme adalah fusi, penggabungan antara mimpi dan realitas; sublimasi kontradiksi-kontradiksi lama antara yang ideal dan yang riil. Novel ini memikat karena ini tidak lepas dari kecenderungan melarutkan kontradiksi dalam api cinta. Surealis bukan politik dan bukan pula yang menyenangkan. Membaca novel ini kita seakan digiring ke suatu posisi tertentu dari pemikiran di mana kehidupan dan kematian nyata dan imajiner, masa lampau dan masa depan, bertentangan.” – – Gerson Poyk (sastrawan dan wartawan senior).

Setelah ditimbang-timbang saya putuskan membeli ini novel. Jadi teman-teman penulis sekalian, banyak factor untuk membeli buku. Salah duanya harga dan pernyataan seseorang di belakang cover. Setelah pleselir sebentar ke kos temanku, Grandong sampai jam 9 pm lalu jemput istri yang selesai belajar. Sampai rumah, setelah isya dan Yaa siin bentar kubuka ini plastic buku. “sreeeettttt…”, sobek dah. Sementara istri lanjut membuka laptop guna berpusing ria dengan Tugas Akhirnya, saya sambil tiduran memulai baca ‘Misteri Lukisan Nabila’. Dapat 1 bab pengantar tentang invasi bangau di Istana Negara, dan tokoh kita Nabila yang di pagi ini sedang bersiap aktifitas sambil melihat televisi. Bab 1 selesai, saya mau lanjut tidur, ngantuk sekali. Tunggu review saya nanti, terakhir sebelum terlelap saya lihat istri saya pegang kepala menghadap laptop menatap diagram kompleks di Microsoft visio-nya. Pusing.

Karawang, 100613

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s