Treble Bayern #30HariMenulis

Saya bukan pendukung Bayern Muenchen, dan juga bukan pembencinya. Jadi saya ada di tengah untuk klub terbesar Jerman tersebut.
Pagi ini Bayern Muenchen meraih treble winner setelah mengalahkan Stuttgard 3-2. Gelar ini melengkapi gelar Bundesliga dan Champions, menjadikan Bayern sebagai klub pertama Jerman yang bisa meraih tiga gelar bergengsi dalam semusim. Raihan prestisius ini jelas adalah pelampiasan kegagagalan musim lalu. Dua tahun dipecundangi Dortmund di liga, kalah di final DBF pokal dan yang paling menyakitkan jelas ditumbangkan klub Inggris, Chelsea di final Champions League yang digelar di kandang sendiri. Tahun lalu mereka merengkuh treble runner up!
Di Liga Jerman perjalanan Bayern sudah terlihat mulus dari awal. Bayern membantai lawan-lawannya dengan banyak skor mencolok. Selisih gol dan kemasukkannya pun timpang. Jadi tak heran Dormund sudah ngos-ngosan mengejar dan Bayern menjadi juara Liga premature ketika sisa pertandingan masih panjang. Mereka sudah memastikan juara saat menumbangkan Augsburg 3-0 di Stadion Allianz Arena pada 11 Mei 2013.
Di Liga Champions perjalanannya juga nyaris mulus. Menjadi juara grup Bayern tak terhadang sampai final. Paling hanya Arsenal yang sedikit mengejutkan, karena The Gunners bisa mengalahkan mereka di Allianz Arena. Yang paling sensasional tentu saja memporak-porandakan juara Spanyol di semi-final, Barcelona dengan aggreget 7 gol tanpa balas. Jumlah gol yang mencolok, yang membuat malu Spanyol. Jelas tak ada yang menyangka Barcelona akan menyerah dengan gelontoran gol semudah itu. Ada kejadian lucu, ketika Barca ketinggala empat gol di Allianz pemain Barca membuang-buang waktu. Bukannya mencoba untuk mengejar atau setidaknya mengecilkan kedudukan. Terlihat di layar kaca pemain Barca ketakutan skor makin membesar. Hal tersebut sekaligus sebagai tanda bahwa ini-lah tahunnya Bayern, ini-lah masa yang ditunggu pendukung FC Hollywood. Dan benar saja, di final yang dihelat di stadium Wembley, Inggris. Bayern mengukuhkan juara Liga Champions untuk yang kelima kalinya.
Perjuangan Bayern sungguh luar biasa. Menghadapi seteru senegara Dormund, Robben hampir saja merusaknya seperti tahun lalu. Berkali-kali playmaker Belanda tersebut membuang peluang emas di depan gawang. Terlihat egois karena ketika Robben sudah head-to-head dengan kiper dan melihat ada rekan yang berdiri bebas seharusnya melakukan passing. Babak pertama berakhir 0-0 dan menjadikan pertunjukan para kiper.
Gol yang ditunggu pun akhirnya hadir ketika Robben memberi assist matang ke Mandzukic dan menyelesaikannya dengan mudah. 1-0. Asa untuk juara kembali jatuh ketika Dante melakukan pelanggaran konyol dan skor pun sama 1-1. Mengingatkan final musim lalu yang akan dilanjutkan ke perpanjangan waktu setelah skor sama kuat selama 2×45 menit. Tiba menit-menit terakhir kemelut di depan garis penalti Dormund, Robben menyabet bola liar dan mendribbelnya memasuki kotak terlarang. Melihat kipernya maju, Arjen Robben melakukan tendangan ringan untuk menjadikannya pahlawan. Skor 2-1 bertahan sampai akhir dan Muenchen-pun resmi menerima piala estafet dari Chelsea. Robben dari pecundang final menjadi pahlawan.
Yang mengesalkan adalah tahun ini Liga Champions disiarkan oleh SCTV, dan seperti yang kita tahu SCTV adalah rajanya iklan kala menyiarkan bola. Seperti Liga Europa ketika Chelsea juara seminggu sebelumnya, SCTV men-skip perayaan juara. Hal yang membuat jengkel penggemar sepak bola seantero Indonesia.
Juara Champions ini ternyata bukan puncaknya, karena hari ini tanggal 2 Juni 2013 WIB Bayern Muenchen mengukuhan treble winner. Pertandingan DBF pokal melawan Stuttgard, Bayern sempat nyaman dengan skor 3-0 melalui gol penalti Mueller dan 2 gol Gomez. Namun kenyamanan skor buyar setelah Stuttgard mencetak 2 gol sampai 10 menit jelang berakhir. Sisa menit yang membuat deg-degan fan Bayern dan yang mengherankan termasuk saya. Di detik terakhir Neuer melakukan penyelamatan setelah sundulan terakhir di pertandingan tersebut bisa diamankan. Dan ketika peluit panjang nyaring terdengar, pecahlah pesta FC Hollywood.
Perpisahan yang manis dari Jupp Heynkes, dia meninggalkan Bayern dengan tepuk tangan meriah. Hal ini sekaligus menjadikan beban yang sangat berat buat pelatih baru mereka musim depan, Pep Guardiola. Zona nyaman Bundesliga yang awalnya terlihat enak kini malah menjadi beban karena Jupp malah mewarisi skuat juara.

Gambar

Danke Jupp, Anda luar biasa. Setelah musim lalu mereka treble runner-up maka Gelar ke-16 DBF Pokal ini melengkapi treble Bayern.
Treble winners in European history: Ajax 1972, PSV 1988, Manchester United 1999, Barcelona 2009, Inter Milan 2010, Bayern 2013.
Karawang, 020613

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s