Sudoku

Saya mengenal permainan Sudoku belumlah lama. Sekitar dua bulan lalu, padahal saya membaca dan langganan koran “Kompas” sudah lama. Ada di lembar Kompas Klasika, permainan Sudoku selalu saya lewatkan tanpa niat untuk mengisinya. Nasibnya sama dengan permainan teka teki silang yang ada tiap hari minggu, tak pernah kumainkan. Sampai akhirnya sekitar awal bulan April 2013 jam 19:30 di kantor ketika segala isi Kompas selesai kubaca dan waktu luangku masih panjang saya iseng memperhatikan permainan ini.

Saya masih ingat, Sudoku yang kumainkan adalah bintang 2 di hari Selasa. Kuperhatikan aturannya:

“Sudoku terdiri dari 9×9 kotak yang dibagi dalam 3×3 kotak kecil (sel) yang disebut area. Tujuan bermain Sudoku adalah menisci sel-sel kosong dengan angka antara 1-9 (setiap sel hanya 1 angka). Angka hanya muncul sekali dalam setiap baris. Angka hanya muncul sekali dalam setiap kolom. Angka hanya muncul sekali dalam setiap area.”

Ya, hanya seperti itu aturannya. Sudoku pertama yang saya kerjakan berakhir dengan kegagalan. Setelah sholat Isya’ dan santai saya lupa akan permainan itu. Besoknya ketika baca Kompas lagi, iseng lanjut Sudoku. Strip bintang nambah satu, dan gagal lagi. Dan ketika Senin tiba saya kembali bermain Sudoku yang bintang satu alias level termudah. Di percobaan pertama ternyata berhasil. Langsung saja saya obrak-abrik koran lama untuk menyelesaikan Sudoku lain. Ketagihan! Ada sekitar delapan koran yang kutemukan untuk bermain ini game. Mayoritas yang level rendah bisa, namun yang level bintang 3 masih gagal.

Berkali-kali saya kerjakan tanpa menyerah, tak jarang saya sedia penghapus untuk mengoreksi angka yang salah. Tiap Kompas datang yang saya cari sekarang adalah Sudoku-nya. Dan, horeee… saya bisa menyelesaikan semuanya. Game ini simple tapi addicted banget. Sejauh ini setelah rutin mengerjakan, saya hanya gagal mengerjakan sekali yaitu edisi minggu, Senin 27 Mei 2013 lalu yang bintang 5. Saya gagal mengerjakan karena kurang konsentrasi dan terlanjur pakai bolpoint jadi mau saya koreksi memakai type-x. Salah, type-x lagi dan dipercobaan ketiga sudah terlanjur malas.

Nyaris semua hasil Sudoku saya upload twitter @kompasklasika dengan hastag #TantanganSudoku. Bukan apa-apa sih, permainan ini tanpa hadiah, permainan ini hanya menghasilkan satu frame jawaban. Coba kalian search di twitter #TantanganSudoku, ternyata game Sudoku ini walau terbit di Koran skala Nasional tak banyak yang mengerjakan. Jawaban kadang saya bandingkan dengan yang ada di sana, jelas sama. Salah satu hal yang membuat saya suka dari permainan ini  adalah, ketika saya mencari angka dalam satu baris misalnya saya tarik dari kanan dan kiri sudah yakin, ternyata saya salah hitung. Sret sret sret, ga ada. Sret sret sret ga ada. Yup masukin angkanya. Sampai mau berakhir errg ternyata ada yang double, dan saya biasanya ketawa sendiri. Hapus semua, mulai dari awal lagi. Begitulah, simple tapi mengasyikan. Intinya adalah yakin bisa mengerjakan. Dengan kesabaran dan ketelitian, ini game pasti terpecahkan.

Tak tahu sampai kapan saya akan memainkannya. Yang jelas saat ini saya suka.

Karawang, 030613

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s