Everything At Once

Gambar

As sly as a fox, as strong as an oxAs fast as a hare, as brave as a bearAs free as a bird, as neat as a wordAs quite as a mouse, as big as a house
All I wanna be, all I wanna be, ohAll I wanna be is everything
As mean as a wolf, as sharp as a toothAs deep as a bite, as dark as the nightAs sweet as a song, as right as a wrongAs long as a road, as ugly as a toad
As pretty as a picture hanging from a fixtureStrong like a family, strong as I wanna beBright as day, as light as playAs hard as nails, as grand as a whale
All I wanna be, all I wanna be, ohAll I wanna be is everything
As warm as the, the sun, as silly as funAs cool as a tree, as scary as the seaAs hot as fire, cold as iceSweet as sugar and everything nice
As old as time, as straight as a lineAs royal as a queen, as buzzed as a beeStealth as a tiger, smooth as a glidePure as a melody, pure as I wanna be
All I wanna be, all I wanna be, ohAll I wanna be is everything

Halo, Aku Dalam Novel

Gambar

Saya hanya ingin jadi penulis. Tidak lebih dari itu. Saya tidak orang peduli mau bilang apa. Tidak peduli kepada orang lain adalah peraturan pertama dalam hidup saya, termasuk apa yang mereka katakan.

Ada yang tahu novel karya Nuril Basri dengan judul di atas? Saya membeli ini buku termasuk yang awal-awal muncul di toko buku. Tercetak di tahun 2009, saya membelinya di tahun yang sama. Saat itu seperti yang terjadi di catatan “Ke Toko buku”. Saya hanya main ke mal dengan uang yang minim. Saat itu di awal bulan ulang tahun saya. Jadi saya tak memberi budget untuk membeli buku, karena dalam posisi menganggur. Tetapi ternyata meleset, kisahnya sama juga dengan awal bulan ini. Selain harga yang miring, dibandrol Rp 33 ribu plus diskon lagi, saya membelinya karena membaca sekelumit paragraph di back cover berbunyi: “Batas antara khayalan dan kenyataan perlahan-lahan menghilang. Apakah kau termasuk yang tidak percaya bahwa fiksi bisa menciptakan realitasnya sendiri?”

Ya, sekali lagi penuturan yang surealis yang ditawarkan membuatku tertarik. Penawaran ending yang ambigu yang biasanya saya suka dengan percampuran dunia nyata dan fiksi menjadikannya koleksi di rak buku saya. Ceritanya tentang seorang mahasiswa Idonesia bernama Pram yang kuliah di Amerika. Dia senang dengan kesendiriannya, hobinya menulis dan menciptakan tokoh-tokoh fiksi. Lalu tokoh tersebut mulai keluar dari imajinasninya dan menguasainya. Hal-hal aneh terjadi sementara orang di sekelilingnya tak satupun percaya pada Pram. Penawaran ceritanya mengingatkan saya pada kisah Tyler Durham dalam ‘Fight Club’ di mana dia terjebak di pikirannya sendiri. Kebetulan waktu itu saya baru kelar membacanya. Buku yang sangat keren dengan harga miring yang saya temukan ditumpukan novel diskon.

 Bab satu dibuka dengan bagus dengan mencantumkan potongan lagu musisi asal Irlandia, The Corrs berjudul ‘Anybody There’ berbunyi “and what is life, there’s no one to share with?” Penggunaan diksi orang pertama berwujud ‘saya’ juga menurut saya bagus, karena tanpa saya sadari saya juga terlibat layaknya catatan-catatan sebelumnya. Setting tempat di Oregon, Amerika Serikat. Dilempar jauh dari kehidupan keseharian kita, dan saya yakin penulis pun juga. Mengingatkan saya pada buku ‘A Secret Identity’ yang indah karya Ardina.

Kisahnya mahasiswa dari Indonesia yang terasing di negeri Paman Sam ini dituturkan secara linier. Dicampur secara acak antara realita yang dialami Pram di kehidupan sehari-hari dengan kisah yang dituliskannya dalam novel yang dibuatnya. Pram mencipta Halo, seorang yang nantinya akan tertanam dalam imajinasi lalu keluar dari pikirannya. Halo sendiri merupakan karakter representative Pram, di mana mereka akhirnya berbincang dan menyusun banyak kisah. Di kisah Halo, Pram membuat alurnya tragis lalu Halo seraya protes dan menyalahkan Pram kenapa karakter penting dalam kisahnya dimatikan. Dilema karena ditekan oleh Halo, Pram berusahan untuk menghidupkan lagi melalui kisah panjang di hujan  asam. Sayangnya file novelnya secara tak sengaja dibaca oleh teman asramanya. Mereka kagum karena kisahnya bagus, tapi protes terhadap eksekusinya. Perdebatan tersebut salah satunya adalah bahwa film itu fakta, tapi fiksi. Dan Pram digiring menjadi rumit tanpa sadar layaknya Gollum dalam ‘The Lord of The Rings’ yang mempunyai kepribadian ganda.

Sebenarnya ceritanya berpotensi menakjubkan, sayangnya makin menipis halaman yang kubaca makin tak bisa diterima kisahnya. Saya kagum sama ‘Fight Club’ yang endingnya manghancurkan. Saya terpikat ‘a Secret Identity’ yang setiap kemunculan karakter baru selalu dilibatkan dan menemui kisah yang bercabang. Tapi dalam novel ‘Halo, saya dalam novel’ ini terasa kurang tajam dalam eksekusi. Kalau mau hancur, hancurkan sekalian toh mereka fiksi. Tyler and the gank berani meruntuhkan gedung layaknya terrorist. Mereka membuat banyak pihak berdarah-darah, sayangnya Halo tak sepemberani itu. Dia lugu layaknya Pram yang takut dalam keramaian.

Endingnya mengingatkanku pada film ‘A beautiful Mind’ saat Russel Crowe berbicara dengan orang asing, dia bertanya dulu dengan orang di sampingnya apakah dia juga melihat orang lain. Ah, terlambat tapi memang harus dimaklumi melihat cv sang penulis (bolehlah kamu bilang itu Pram, Nuril ataupun Halo) yang telah menghasilkan Bijikaka, Banci Kalap, Mas suka Masukin Saja dan dan Terowongan Rumah Sakit. Oh pantas saja, jangan harap ceritanya ‘wow’ lah mengingat adaptasi filmnya kita hujat di grup C bahkan sebelum kalian tonton. Tolong, saya terjebak dalam novel.

Dan sekali Lagi Italy Gagal

Final Piala Konfederasi 2013 tanpa kejutan, unggulan pertama dan kedua yaitu Spanyol dan Brazil akhirnya bertemu di partai puncak yang akan digelar Minggu malam waktu setempat di st Maracana. Brazil terlebih dahulu mendapat tiket final kemarin setelah menang menegangkan 2-1 atas Uruguay. Pertandingan diwarnai kegagalan penalty oleh Diego Forlan. Tendangannya dapat dibaca dengan mudah oleh Julio Cesar. Babak pertama mereka unggul 1 gol lewat Fred. Setelah peluit paruh kedua dimulai, hanya butuh waktu 3 menit untuk Edison Cavani menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelahnya pertandingan berjalan seru, kedua tim jual beli serangan. Tapi mental juara akhirnya berbicara, ketika waktu normal tinggal tersisa 5 menit, Selecao memastikan tiket finalnya. Sepak pojok Neymar dapat dimanfaatkan Paulinho melalui sundulan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Spanyol menyusul dini hari tadi. Menghadapi musuh bebuyutan Italy, mereka tetap memeragakan penguasaan bola. Namun Italy malah mendapatkan peluang gol lebih banyak. Italy seakan lupa tradisi taktik Catenacio. Babak pertama selesai angka masih sama kuat 0-0. Statistic menunjukan, walau Spanyol menguasai bola 63%  tapi Italy mendapat 9 shot yang mana 4 diantaranya mengarah ke gawang. Lihat itu Mourinho! Iker Casillas bermain cemerlang. Sementara Spanyol hanya mendapatkan 2 shot yang keduanya meleset.

Babak kedua berjalan lebih alot lagi, kini giliran Italy yang memegang kendali.  Jual beli serangan memperlihatkan bahwa meraka memang dua Negara sepak bola yang luar biasa. Sama-sama menghibur sama-sama ngotot untuk unggul. Banyak momen asyik dilihat. Ada Shakira yang tiap Pique dapat bola kegirangan, kameramennya pun iseng mantengin dia terus. Hand ball Pique di kotak penalty Italy yang berbuah yellow card. Ada Torres yang selalu off target, hehe… wasit plontos yang terkenal sebagai fan MU pagi ini terlihat sempurna menjalankan tugasnya, mungkin karena tak ada pemain Setan Merah di sana.

Hingga akhirnya 90 menit waktu normal kedudukan masih sama lemah 0-0. Di extra time, pertandingan baru berjalan 2 menit Italy menggetarkan tiang Iker lewat serangan yang apik, Italy layak mendapat tiket final. Tapi jelang waktu extra time habis giliran Spanyol yang mengambil alih permainan. Juan Mata menyamakan kedudukan mental gawang. Tapi itu tak cukup untuk menuntaskan laga, dan akhirnya tak ada gol tercipta. Seminal kedua ini harus dilanjutkan kea du tos-tosan.

Kedua kipper sekaligus kaptem tim pingsut ala koin. Spanyol mendapat gambar yang artinya bisa memilih mau ambil tendangan dulu apa serahkan ke kubu lawan. Iker bilang: “Yo wes, tak serahno nang Buffon wae. Tim mu sik yo seng nendang”. Buffon senyum lalu mbales: “Oke sip.”

Tendangan pertama adalah PEMAIN LAZIO, CANDREVA. Tendangannya melambung ringan di tengah gawang, Iker kecolongan gerak ke kiri. PANENKA-nya berhasil dan langsung jadi trending topic di twitter. Laziale menggila. BB ku bergetar mulu, itu itu Candreva, itu itu keren beud! Itu itu Pemain kita, dst. Tendangan selanjutnya ga usah dibahas. Masuk semua sampai dengan skor 5-5. Penendang kelima Italy adalah manusia paling keren dalam sepak bola, manusia paling dingin maksudnya. Pirlo memempatkan bola di sisi kanan Iker, dan ini bukan yang pertama kalinya Iker terkecoh. Setelah skor 6-6 dengan melalui semuanya masuk. Hebat juga dua jagoan kipper kita gagal menyelamatkan 1 tendanganpun, akhirnya sang pecundang uncul. Adalah Bonucci yang tendangannya melambung tinggi, mengingatkan kita pada Mr Roberto Baggio pada final Piala Dunia 1994. Dan Baggio pun jadi treding topic di twitter. Jesus Navas mengantar Spanyol ke final setelah memastikan bola gagal dijangkau Buffon, 6-7. Hasil ini menyamakan kenangan Piala Eropa 2008 yang membuat Spanyol juara. Di tahun lalu juga Italy ditumbangakn tim yang sama. Dan sekali Lagi Italy Gagal.

Karawang, 280613

Brokeback Mountain

Gambar

“Kita bisa punya hidup yang menyenangkan bersama-sama, hidup yang benar-benar menyenangkan. Kau tidak mau, Ennis, jadi yang kita punya sekarang cuma gunung Brokeback. Segalanya dibangun di atas itu. Hanya itu yang kita punya… hitung berapa kali kita akan bertemu selama dua puluh tahun ini. Kau sama sekali tidak tahu keadaanku kau terlalu hebat untukku, Ennis. Andai saja aku tahu bagaimana caranya meninggalkanmu.”

Brokeback Mountain merupakan sebuah novela yang terdapat pada kumpulan cerita pendek karya Annie Proulx berjudul Close Range: Wyoming stories yang terbit tahun 1999. Cerita Brokeback Mountain pernah dimuat di majalah the New Yorker dan mendapat penghargaan O. Henry Awards kategori short story dan Nasional Magazine award. Sementara kumpulan cerpennya mendapat penghargaan Best Fiction 1999 oleh New Yorker Book Award.

Annie Proulx merupakan penulis perempuan pertama yang menerima penghargaan bergengsi P.E.N – Faulkner Award tahun 1993 untuk novel perdananya berjudul Postcards. Di tahun berikutnya dia memenangkan Pulitzer Prize dan Nasional Book Award untuk novel The Shipping News.

Brokeback Mountain bercerita tentang seorang pemuda bernama Ennis Del Mar seorang pemuda desa yang tidak lulus SMA yang sudah bertunangan dengan Alma Beers di tahun 1963. Dia bertemu dengan Jack Twist di Kantor Tenaga Kerja Pertanian dan Peternakan, seorang yang tidak lulus SMA juga yang nyaris tak punya masa depan yang mana mereka siap untuk bekerja apa saja demi kelangsungan hidup. Mereka berdua mendaftar sebagai penggembala dan penjaga kemah untuk kegiatan penggembalaan domba di bagian Signal utara, di Gunung Brokeback.

“Dinas Kehutanan punya daerah-daerah perkemahan yang ditunjuk untuk pekerjaan ini. Letak perkemahan itu bisa ratusan meter dari tempat domba yang sedang merumput. Banyak domba hilang karena binatang buas, tidak ada yang jaga mereka kalau malam. Yang aku mau penjaga kemah ada di kemah utama di tempat yang ditunjuk Dinas Kehutanan, tapi Penggembala diam-diam pasang tenda kecil di dekat domba-domba, jangan kelihatan siapa-siapa dan dia tidur di sana bersama domba-domba. Seratus persen tidak boleh ada api, jangan ada tanda apa-apa. Setiap pagi bereskan tenda. Musim panas lalu aku kehilangan 25% isi ternak, sialan. Aku tak mau seperti itu lagi.”

Begitu petuah yang mereka berdua dapat untuk pekerjaan baru sebagai Penggembala domba di gunung Brokebaack. Selanjutnya didinginnya cuaca gunung dan keseharian yang sunyi mereka saling mengakrabkan diri. Dan terjadilah apa yang ada di film arahan Ang Lee di tahun 2005. Film yang mengantar Ang Lee memenangkan Golden Globe dan nyaris menang Oscar. Kisahnya tidak perlu saya jelaskan karena saya yakin kalian sudah tahu ke arah mana. Namun pernyataan Ennis di bagian pertama setelah kejadian sudah cukup mewakili penonton / pembaca. Sebuah kisah yang mengharukan sekaligus menjijikan.

Ennis merasa seakan isi perutnya ditarik keluar perlahan-lahan, sedikit demi sedikit. Dia berhenti di tepi jalan dan dalam serbuan salju yang baru turun dia berusaha muntah, tapi tidak ada yang keluar. Belum pernah dia merasa seburuk ini, dan butuh waktu lama hingga perasaan itu hilang.

Kado yang manis buat  si Joker.

Karawang, 270613

Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Gambar

Di sebuah angkot, sopir menyetir sambil merokok. Belum habis rokoknya, tiba-tiba tanpa melihat ke belakang kalau-kalau ada pengendara lain lewat dan tanpa mematikan dulu itu rokok dibuang di jalan. Sewaktu lari pagi di hari minggu, segerombolan remaja membuang botol air mineral di selokan setelah selesai meminumnya. Padahal satu meter dari tempatnya berdiri ada sebuah bak sampah. Ketika makan di warung mie ayam, terlihat pengunjung meninggalkan mejanya dalam keadaan berantakan, kenapa sampahnya tidak dijadikan satu dalam piring. Di sebuah motor yang sedang berjalan terlihat si pembonceng dengan santainya sambil makan kacang, dan membuang kulitnya sepanjang jalan. Di kantor ada seorang staff senior yang membuang kertas gagal foto copy di sekitar mesinnya. Ketika naik bus ada penumpang yang dengan sengaja melempar bungkusan plastic ke sungai. Di pasar seorang penjual memilah barang dagangannya setampah cabe, yang busuk dilempar di tengah jalan. Di sebuah acara gathering yang ada panggung hiburannya, ada peserta yang dengan entengnya menikmati acara sambil makan kacang dan menjatuhkan kulitnya di sekitar. Di tempat wisata kebun binatang, banyak pengunjung yang selesai makan lesehan sekeluarga meninggalkan sampah di atas rumput. Di sebuah gerbang tol, seorang sopir terlihat membuang struk tol di jalanan. Saat ngopi sama teman, sang tuan rumah mengaduk kopi memakai pembungkus kopinya dan melemparnya ke luar teras. Seorang ibu-ibu berjalan sambil menggendong bayinya, tangan kiri memegang payung. Tiba-tiba meludah ke tengah jalan yang tak sengaja mengenai sebuah kendaraan. Di sungai ketika memancing ikan ditarik malah dapat sandal butut. Di pinggir jalan ditemuakn se-plastik pembalut. Seorang sopir turun dari kendaraannya, lari terbirit-birit menuju pohon di pinggir jalan untuk kencing. Seorang turis yang sedang berjemur, ketika menyadari cream-nya habis melempar botolnya ke pantai. Di sebuah bus banyak pedagang asongan, salah satunya penjual tahu Sumedang. Ada penumpang yang membelinya, selesai makan plaatiknya di lembar keluar jendela. Di kios majalah, seorang pembeli saking semangatnya ingin segera membaca majalah yang dibelinya, membuang plastic pembungkusnya sembarangan. Seorang SPG yang cantik membuang kertas tisu di sekitar stand. Seorang guru melempar kapur kepada murid yang sedang tertidur di kelas. Di toilet umum banyak tokai yang tidak disiram. Di internet banyak iklan sampah yang menutupi laman utama. Seorang wanita di ruang tunggu mengorek kupingnya dengan cotton but setelah selesai ditaruh di pinggir jendela. Seorang dokter meletakkan sarung tangan karetnya di washtafel kamar mandi. Seorang tukang bangunan yang sedang membetukan rumah melempar paku seenaknya setelah paku yang rencananya dipasang ternyata bengkok. Seorang pelajar yang terlihat frustasi mengerjakan tugas, merobek kertas tulisnya dan membuangnya di bawah meja. Seorang pengamen di sebuah bus membuang sebungkus permen yang diberikan penumpang di jalanan. Di sebuah laci meja kerja ditemukan bungkus mie instan. Di sungai terlihat sampah mengambang di mana-mana. Di asbak banyak kotak rokok, bungkus makanan dan bungkus permen. Di pantry kantor, bungkus kopi tergeletak di atas meja. Di halte bus banyak bungkus makanan ringan berserakan. Di ruang rapat, di bawah meja ada bungkus permen. Bahkan di bandara yang ada tempat sampah di setiap sudut, banyak sampah di sekitar!

#Renungkanlah

Karawang, 260613

Pencarian Benang Merah

Sherlock!

Gambar

Orangnya cukup baik, hanya saja dia memiliki gagasan yang aneh-aneh. Dia menaruh perhatian besar terhadap beberapa cabang sains. Aku tidak mengetahui apa motivasi belajarnya. Dia mendalami anatomi dan sangat ahli di bidang kimia, tetapi sepanjang sepengetahuanku, dia tidak pernah mengikuti pendidikan medis secara sistematik. Cara belajarnya aneh dan tidak mempunyai kepastian, namun dia berhasil mengumpulkan banyak pengetahuan yang akan membuat para professor heran.

Bisa jadi novel yang akan saya bahas karya Sir Arthur Conan Doyle adalah novel terbaik yang pernah saya baca. Perkenalan Dokter Watson dengan Sherlock  dimulai dari kepulangan Watson ke Inggris pasca perang di Afganistan. Dia mencari seorang teman untuk berbagi ruang, mencari tempat tinggal di Inggris untuk mencoba memecahkan masalah lalu mendapatkan kamar dengan harga yang layak. Dia bertemu teman lamanya, Stamford dan mengajaknya makan siang di Holborn. Di situlah teman lamanya itu bercerita tentang Holmes.

Sebab dia orang yang agak tertutup, meskipun dia bisa juga bicara panjang lebar kalau dia mau. Tak mudah untuk mengungkapkan apa yang tidak bisa diungkapkan. Begini, bagiku holmes itu tidak terlalu ilmiah, bahkan cenderung berdarah dingin. Bisa kubayangkan dia memberikan alkaloid tumbuhan terbaru kepada teman serumahnya, bukan karena niat jahat, tapi hanya ingin tahu pengaruhnya. Supaya adil, aku harus mengatakan bahwa holmes pun akan mengkonsumsi zat tersebut dengan kesiapan yang sama. Dia tampaknya begitu bernafsu untuk memperoleh pengetahuan yang jelas dan pasti. Bayangkan saja, dia pernah memukuli mayat-mayat di kamar bedah dengan tongkat!”

Kalimat pertama yang didengar Watson dari Holmes adalah, “Sudah kutemukan, sudah kutemukan. Aku sudah menemukan reagen yang hanya bereaksi oleh haemoglobin dan tidak oleh zat lain.” Setelah itu Holmes serasa menodong calon partner-nya tersebut dengan memberi syarat. “Aku sudah menemukan apartemen yang cocok di Baker Street, kau tidak keberatan dengan bau tembakau yang menyengat kuharap.  Kau biasanya membawa bahan kimia, dan sesekali mengadakan percobaan. Aku terkadang tenggelam dalam pemikiranku dan bungkam seribu bahasa sampai berhari-hari. Jangan menganggap marah kalau aku berbuat begitu, dan yang penting, jangan mengganguku. Tak lama kemudian aku akan pulih. Dan yang ingin kauakui, rasanya paling baik kalau dua orang saling mengetahui kejelekan masing-masing sebelum mereka hidup bersama. Apa menurutmu bermain biola termasuk hal yang menggangu?

Tergantung siapa yang memainkannya. Biola yang dimainkan dengan baik merupakan hiburan para dewa, tetapi permainan yang buruk …”

Oh, beres kalau begitu,” Holmes tertawa riang. “Kurasa kita sudah mencapai kesepakatan.”

Begitulah. Perkenalan singkat dynamic duo yang melegenda itu. Melalui Stanford akhirnya mereka tinggal seatap. Penggamaran asli seorang Holmes adalah ia bertubuh jangkung, tingginya lebih dari 180 sentimeter, dan begitu kurus hingga tampak lebih jangkung. Matanya tajam menusuk, kecuali ketika sedang melamun, dan hidungnya runcing bagai paruh rajawali menyebabkan seluruh ekspresinya terkesan waspada dan mantab. Dagunya kokoh dan berbentuk segi empat., menandakan ia orang yang berpendirian kuat. Tangannya sering kali ternoda tinta serta bahan kimia, namun sentuhannya begitu halus, sebagaimana kusaksikan is bermain biola. Holmes bukan mahasiswa kedokteran, ia juga tak tertarik terhadap bacaan apa pun yang memungkinkannya untuk mendapat gelar di bidang sains atau bidang lainnya. Meski begitu, ada hal-hal tertentu yang denga tekun dipelajarinya, dan dalam batasan-batasan eksentrik pengetahuannya luar biasa banyak dan pengamatannya begitu rinci sehingga aku kagum. Jelas tak ada orang yang mau bekerja keras atau memeproleh informasi setepat itu tanpa tujuan yang nyata. Orang membaca untuk iseng akan memperoleh pengetahuan yang sedikit, berbeda dengan Holmes yang mau mencari tahu sampai hal-hal kecil.

Anehnya, pengetahuan Holmes yang begitu luar biasa diimbangi denga ketidaktahuan yang sama besar di bidang lainnya. Holmes sama sekali tidak tahu apa-apa tentang karya sastra kontemporer, filosofi, dan politik. Pada saat Watson mnegutip pendapat Thomas Carlyle, dengan naïf Holmes  bertanya siapa orang itu dan kejahatan apa yang dilakukannya. Aku sangat heran ketika tanpa sengaja Watson mengetahui holmes tidak tahu teori Copernicus dan komposisi tata surya bahwa ada orang beradap yang hidup di abad kesembilan belas yang tidak menyadari bahwa bumi mengitari matahari. Setelah dijelaskan, Holmes dengan enteng menjawab, “Sekarang aku sudah tahu teori-teori itu, tetapi aku harus berusaha sebaik-baiknya untuk melupakannya.”

Otak manusia pada awalnya seperti sama seperti loteng kecil yang kosong, dan kau harus mengisinya dengan perabot yang sesuai dengan pilihanmu. Orang bodoh mengambil semua semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit di tengah-tengahatau tercampur dengan hal lain. Orang bijak sebaliknya. Dengan hati-hati ia memilih apa yang dimasukannya ke dalam loteng otaknya. Ia tidak memasukkan apapun kecuali peralatan yang akan membantunya dalam melakukan pekerjaan, sebab peralatan itu saja sudah banyak. Semua itu ditata rapi dalam loteng otaknya sehingga ketika diperlukan, ia dengan mudah dapat ditemukan. Keliru kalau kaupikir loteng-otak kita memiliki dinding-dinding yang membesar. Untuk setiap pengetahuan yang kau masukka, ada sesuatu yang sudah kau ketahui yang terpaksa kau lupakan. Oleh karena itu penting sekali untuk tidak membiarkan fakta tidak berguna itu menyingkirkan fakta yang berguna.”

Well, itulah perkenalan unik pasangan detektif yang terkenal di dunia. Kisah yang ditulis di ‘a Study in scarlet’ lalu melompat mundur sampai benua Amerika. Penangkapan yang menghebohkan seorang pembunuh berdarah dingin, yang sungguh diluar duga itu dirunut ke secara mundur. Penuturannya sungguh enak dibaca, sampai akhirnya kita malah bersimpati terhadap si otak criminal dalam kisah ini. Dari kasus inilah kemudian lahir kisah-kisah yang banyak kita kenal. Dokter Watson kemudian mencatatnya dan mem-publish. Sebuah refleksi hidup Sir Arthur Conan Doyle dengan bumbu fantasi.

Dan setiap kali saya membaca kisah detektif yang hebat, saya selalu menarik ke belakang dengan menjadikan buku ‘Pencarian Benang Merah’ ini sebagai acuan.

Karawang, 240613

HP yang pernah mewarnai hidupku

Membicarakan masalah HP yang pernah saya pakai sebenarnya menguak sejarah perjalanan hidup di masa lalu. Setiap HP punya kenangan tersendiri. Semuanya mempunyai kisah pahit manis yang indah untuk diingat. Paling puas memakai HP N-Gage QD, walaupun saya bukan gamer sejati, tapi saya sangat suka dengan fitur dan bentuk fisiknya. Ya, semua HP yang saya pegang sampai sekarang tak ada yang lebih hebat dari N-Gage QD. Nomor HP saya sebenarnya jarang sekali ganti. Tercatat saya setia pada 3 provider. Pertama saya memakai nomor XL yang di tahun 2004 tergolong nomor elit karena sinyal bagusnya dan tarif mahalnya. Nomor tersebut hilang di tahun 2007 dicuri orang.  Lalu saya punya nomor IM3 di tahun 2007 sampai sekarang masih saya pakai, terakhir saya coba 3 di tahun 2008 dan masih setia sampai sekarang. Pernah coba sesekali nomor lainnya, cuma untuk telp keluarga atau teman agar murah tapi ya berakhir di tempat sampah.

Nah dari nomor tersebut saya menjelajah waktu muda dengan beberapa HP. Ok, berikut sejarah HP saya runtut dari yang pertama saya punya sampai yang terbaru.

1. Nokia 3200

Gambar

Di tahun 2004 HP Nokia ini termasuk bagus. Ringtone polyphonic-nya sudah membuatku ceria.  Body-nya transparan jadi bisa diganti-ganti warna dasar sesukanya. Pernah saya pasang kertas gambar, saya kasih daun kering atau sekedar wajah pesepakbola. Salah satu HP dengan design terbaik menurut saya. Sayangnya keypad-nya ga nyaman. Bentunya bulat-bulat, untuk mengetiknya harus jeli. Zaman dulu masih pakai infra red, jadi untuk memindahkan data music atau gambar kedua HP harus diciumkan. Saya termasuk orang yang mudah terpana, waktu itu saya takjub. Hebat sekali memindahkan data hanya cukup disinggungkan, tanpa kabel. **ditabokbluetooth. Walaupun saya suka sama ini HP, sayangnya hanya setahun memiliki. Karena waktu itu lagi booming HP baru untuk para Gamer.

2. N-Gage QD

Gambar

Inilah HP yang membuat saya berpaling dari model klasik 3200. Saya sama bareng Ikhsan, teman saya yang sama-sama gamer akhirnya ke Ruko Roxy Jakarta untuk tukar tambah. Harganya masih Rp 2 jutaan waktu itu. Dengan perhitungan ngasal, saya yang sudah kebelet pengen QD akhirnya melepas 3200 dengan bandrol yang murah. Selanjutnya hari-hari saya benar-benar dimanja sama ini HP. Hampir semua game klasik bisa dimainkan, mulai dari Mario Bross, Street Fighter, Virtua Fighetr, Fifa sampai Aspalt. Benar-benar memukau. Kakak QD yang lebih ramping tapi lebar sebenarnya labih bagus, karena ada fitur Radio FM. Sayangnya ketika menerima telpon HP-nya dipasang miring kayak kuping gajah.

Dulu saya ga ada niat untuk menggantinya, saya mau pakai selamalamalamalamanya. Walau di awal tahun 2007 saya beli HP baru lagi tapi tetap saya pakai ini QD. Sampai akhirnya pada suatu Jumat kelabu, terjadi pencurian di sederet kos yang mekenyapkan QD-ku. Kejadiannya ga terdeteksi dengan jelas. Waktu itu Jumat siang pas sholat wajib. Sederet kosan kemalingan, kosan yang laki saja jadi disinyalir pencuri sudah paham lika liku TKP. Pulang sholat saya masih belum ‘nggeh’ kalau kecurian. Tapi agak janggal karena kos tetap terkunci, sementara lemari baju saya berantakan. Malamnya saya beli novel Harry Potter 7 dan nonton film the Golden Compass, pulang larut. Nah pas mau buka itu QD kok ga ada di lemari. Akhirnya setelah saya obrak abrik, positif hilang. Saya berteriak, “Tiiiidaaaaak!” tetangga kos heboh, eh saya jadi merasa orang yang masih beruntung karena tetangga pada kehilangan uang, HP, dompet beserta kartu saktinya. Bye bye my best HP.

3. Motorola C115

Gambar

Saya mempunyai HP ini hadiah dari kampus. Salah satu syaratnya saya harus daftar pasca-bayar kartu Indosat Mentari / Matrix. Diluardugaanku HP jadul ini sangat bermanfaat dan terkesan. Karena memakai nomor yang gonta-ganti, maka ini HP settingnya berubah-ubah. HP yang mirip fisik Doraemon ini, menyiman banyak kenangan selama perjuangan kuliah. Selain bandel karena sering kebanting, HP warna biru ini ringtone monokrom-nya enak didengar. Mungkin karena biasa jadinya, ga ada masalah. Sayang saya harus berpisah karena waktu itu, dipinjam pacar dan tak kembali. Katanya HP nya digadai buat bayar pulsa Rp. 50 ribu di counter. Sialan, HP klasik keren seperti itu cuma seharga gocap.

4. Nokia 6100

Gambar

Saya selingkuh dari N-Gage QD dengan membeli Nokia 7610 warna perak-merah di kanan kirinya. HP ini sangat rawan rusak. Sudah tak terhitung berapa kali ini HP di-instal ulang gara-gara mati. Walaupun begitu saya sangat sayang ini HP karena termasuk yang paling lama saya miliki. Dari tahun 2007 sampai sekarang ini HP masih ada dan masih nyala. Memori eksternalnya kalau dipasangkan 1Gb lemot, tapi kalau dikasih 256mb terasa kecil. Paling suka sama game Skyforce-nya. Ada 2 versi yang original sama Reloaded. Keduanya sudah tamat yang level beginner dan medium. Tapi yang level Hard belum. HP ini saya sebut juga HP clurit, karena ketika online di Facebook seringkali tulisan yang saya posting, baik status ataupun kementar terpotong. Entah mengapa bisa begitu, saking cintanya saya ga rela ini HP rusak dan tergeletak. Sehingga tahun lalu tetap saya servis dan sekarang masih OK, saya pasang nomor IM3.

5. Nokia 3220

Gambar

Ini adalah satu-satunya HP yang saya beli dalam kondisi second hand. Saya membelinya karena kangen dengan Nokia 3200 yang mana ini lebih berwarna kanan kirinya. Dan kakak saya mempunyai model ini, jadi saya pengen punya juga. Mungkin pembelian paling gagal yang pernah saya lakukan. Bayangkan saja, setelah beli HP ini tidak saya pakai. Hanya jadi pajangan di kos dan parahnya lagi, belum genap setengah tahun baterainya nge-drop karena keseringan di-charge. Baterai hamil tersebut saya ganti dengan yang baru tapi KW, tapi tetap saja mengecewakan. Saya serasa ditipu penjualnya. Asem! Sampai sekarang masih ada di rumah, tergeletak tak berguna. Pelajaran berharga dari HP ini adalah, jangan mudah percaya kata-kata manis penjual. Belilah selalu yang baru dan bergaransi resmi. Kalau ingat ini HP rasanya pengen tak banting ke muka penjualnya. Ups!

6. Blackberry Gemini Curve

Gambar

Baru tahun lalu membelinya, seminggu sebelum ulang tahun di bulan September. Sebenarnya saya malas meng-upgrade dengan teknologi yang maikin maju ini termasuk masalah HP. Cuma masalahnya Nokia Cluritku sudah tua dan sering tewas tanpa alasan. Akhirnya istri mengusulkan beli BB. Saya minta yang paling murah yang penting baru. Dan datanglah smart phone pertama di saku-ku. Satu bulan pertama sungguh mengecewakan, BB sering kali loading hitam. Lemotnya minta ampun, apalagi kalau online Facebook dah mending ga usah sekalian. Sampai sekarang kalau online mending via browse. Tapi setelah saya selidiki ternyata BB mempunyai kelemahan bahwa install harus di device-nya ga bisa di external memory. Huuu, pantas saja lemot. Jadinya app yang sudah saya download satu per satu saya saring dan yang kurang berguna saya buang. Keunggulannya mungkin hanya kontak BBM yang ternyata teman saya sudah sangat banyak yang memilikinya. Sayangnya bulan depan kabarnya BB melepas fitur unggulannya ini ke pesaing mereka, android. Duh! Kalau gitu sudah ga istimewa lagi dong.

Well, itu saja sejarah yang terekam di kehidupan saya sejauh ini tentang teknologi bernama HP. Sebenarnya hanya empat hal yang kuharapkan dari sebuah HP sampai sekarang. Pertama jelas buat telpon lancar. Kedua buat sms / bbm / semacamnya yang kirim dan terima pesan bisa sampai sehingga tidak terjadi miss. Ketiga, game. Ini cuma modus tambahan saja. Dan yang terakhir buat online nyaman. Dan sejauh ini nomor 3 berkombinasi dengan BB sungguh memuaskan.

Karawang, 250613

Undian

Gambar

Saya orang yang sangat jarang memenangkan undian berhadiah, baik dari tingkat RT, door price kehadiran sampai undian tingkat nasional. Entah mengapa saya tak seberuntung orang lain. Saya sebenarnya sering ikut yang namanya undian. Dulu waktu kecil saya suka baca majalah ‘Bobo’ dan sering mengirim kuis, tak satupun menang. Padahal zaman kecil kirimnya via kartu pos dan butuh dana lebih untuk beli perangko. Undian di radio PTPN Solo yang diadakan sebuah produk shampoo yang waktu itu mengirim sampai ratusan bekas bungkusnya juga gagal. Saat itu saya sampai berburu bungkus shampoo dari bak sampah satu ke bak sampah lain di kampung. Bareng temanku Joko kita berpetualang dan mengirimnya ke kota. Sayangnya dia juga gagal. Gagal juga dalam undian door price kehadiran, tak terhitung. Di Koran dan tabloid yang sering saya ikuti juga tak satupun bisa menang kuis undian. Saat sudah bekerja dan membeli rutin majalah film, saya beberapa kali mengirim kuis ke Bandung. Dan tak satupun menang. Padahal di tahun 2010 yang sudah maju, saya tetap dipaksa mengirim via pos. ketika ada pesaing majalah film baru, dan cara pengiriman kuisnya sudah maju dengan memakai email, saya yang sudah puluhan kali mencoba ga pernah menang sekalipun. Aneh, herannya ketika saya mencoba kirim kuis di majalah yang sama memakai nama istri langsung menang di percobaan pertama! Duh. DVD film Reel Steel tersebut sampai diklaim istriku karena memakai nama dia.

Tapi, setidakberuntungnya saja dengan yang namanya undian saya pernah sesekali menang. Dan berikut diantara yang pernah saya dapatkan:

  1. Waktu sekolah, saya suka mendengarkan radio. Salah satunya adalah radio PTPN FM yang di dekat Fajar theatre Solo. Saya menang kaset music Latin, di percobaan pertama saya. Acaranya ‘Weekly Top Fourty’ yang tayang tiap hari Selasa petang. Menampilkan lagu-lagu baru rilis yang menduduki tangga lagu. Semua lagu barat yang muncul dicampur dan menghasilkan 40 lagu yang paling sering di-request. Setiap pekan diadakan kuis berhadiah kaset / cd. Acaranya dimulai sore dan berakhir malam, maklumlah 40 lagu yang mayoritas diputar penuh (oh era 90-an saya rindu). Nah jelang pengumuman juara yang menduduki puncak tangga lagu, akan ada pertanyaan kuis untuk sepekan ke depan sekaligus pengumuman pemenang minggu sebelumnya. Di suatu malam yang dingin (waktu itu hujan dan saya lagi giat belajar sambil dengar radio), nama saya disebut sebagai salah satu yang berhak kaset original. Pengumumannya saya rekam pakai walkman, dan tiap teman yang main saya pamerkan dengan mem-play nya. Maklumlah masih sekolah, namanya disebut di radio saja senangnya.
  2. Waktu acara 17-an di kampung diadakan acara jalan sehat. Di akhir acara ada pengumuman pemenang door price. Hadiahnya macam-macam, dari hal-hal yang sepele macam topi dan kaos sampai yang lebih prestise seperti sepeda onthel. Diluardugaan saya, nomor undian saya disebut oleh mc untuk maju ke depan. Saya dapat hadiah bingkai foto ukuran 10R. Wuih senangnya, tapi pas saya buka pembungkusnya di dalam bingkai ada gambar salah satu politisi partai yang sedang tersenyum masam. Jiah, ini mah titipan sponsor sekaligus kampanye terselubung. But it’s OK, saya tinggal lepas itu gambar politisi dan menggantinya dengan poster pemain bola idola. Saya pasang pemain baru Chelsea, Damien Duff yang direkrut dengan transfer yang di masa itu dianggap gila (sekarang mah seorang bocah dihargai jutaan pound sudah biasa). Setiap pulang kampung, saya masih melihat Duff digantung di kamar Ruang31.
  3. Di acara gathering Perusahaan biasanya ada panggung yang menampilkan acara yang diisi oleh karyawan. Setelah sambutan oleh para petinggi Perusahaan biasanya mc akan mengundi hadiah door price sebagai apresiasi karyawan yang mau datang mengikuti family day. Dari banyak PT yang pernah saya singgahi ternyata saya hanya menang sekali. Saat itu saya masih karyawan di Perusahaan percetakan. Belum genap setengah tahun, saya ikut family day ke Taman Safari. Hadiah door price yang ditawarkan paling murah setrika paling gedhe motor. Dan nama saya disebut menang sebuah ‘mixer’. Lumayan, buat bekal nanti nikah. Haha..
  4. Saya juga pernah mendapatkan hadiah sebuah buku novel berjudul ‘The Great Gatsby’. Saat itu facebook lagi booming-nya. Banyak undian yang diselenggarakan oleh penerbit untuk mendapatkan novel yang baru diterbitkan. Iseng saya ikut partisipasi. Aturannya kita upload foto cover novel ‘the Great Gatsby’ lalu di bawahnya kita isi catatan ringan yang menarik kenapa kita layak mendapatkannya. Saat itu saya baru saja membeli novelnya yang bahasa Inggris, jadi kemenangan ini melengkapi koleksi. Lupakan kemenangan ‘The Red Pyramid’, sebagai first reader yang gagal.
  5. Jangan kaget, daftar yang terakhir ini saya memenangkan undian sebuah mobil Hyundai Atoz. Itu terjadi sewaktu saya kelas 3 STM. Saat itu brosur kemenangan saya bawa ke sekolah, seisi kelas langsung heboh. Di bawa ke masjid, seisi masjid di kampung juga sorak sorai. Saya bawa ke tempat nongkrong di pinggir jalan, mereka histeris. Saya santai saja. Salah satu syarat untuk mengambil hadiah tersebut adalah men-transfer 25% dari harga produk sebagai pajak kemenangan. Saya diminta transfer uang sebesar Rp 25 juta, seperempat harga mobil yang mencapai ratusan juta. Teman saya sampai bilang, sudah saya pinjami uangnya nanti mobilnya kan bisa dijual lagi. Teman yang lain sampai menelpon SLJJ ke Jakarta via wartel (maklum zaman itu HP masih barang langka) untuk konfirmasi. Teman di sekolah sampai ada yang mem-bego-bego-kan saya karena tak mengambil hadiah yang kata dia bisa buat tabungan masa depan. Saya tak bergeming. Sebenarnya wajar mereka pada heboh dan menatapku sinis sampai tak mengambil hadiahnya, di brosur tersebut ada bukti keikutasertaan saya pada undian, ada bukti acara pengundian, ada akta notaris dan saksi pengundian, ada seremoni pemenang yang lain, ada daftar pemenang yang salah satunya saya dan macam-macam kertas yang tebalnya bisa jadi menyenangkan tukang pembuat tempe yang kertasnya bisa buat pembungkus produk mereka. Tapi di sinilah kejelian naluri Sherlock Holmes berjalan. Tak usah saya jelaskan panjang lebar itu penipuan, karena beberapa hari kemudian di tv nasional ada berita seorang pejabat suatu kabupaten tertipu jutaan rupiah karena menang undian mobil dengan modus sama yang saya terima. Duh! Di mana itu otak pejabat bisa sampai ketipu trik murahan seperti ini?

Tulisan ini terinspirasi ketika jeda mau Isya tapi malah kebelet BAB. So terpaksa Isya ditunda, dan dalam keadaan kembang-kempis mengeluarkan tenaga dalam di WC terlintas hadiah Mixer yang ada di dapur yang belum saya buka. Jadi kenapa ga bikin tulisan tentang ‘undian?’

Karawang, 240613