Novel Berbahasa Inggris

Setelah selesai sahur perdana di Ramadhan tahun 2013 ini, saya mau curhat masalah penguasaan English. Harus saya akui, bahasa Inggris saya lemah. Saya suka musik luar terutama Amrik dan Eropa terutama Irlandia yang memakai English dalam liriknya, tapi tetap ngomong Inggris ga lancar. Saya belajar English sejak SD sampai kuliah, tapi ya belajar dasarnya saja. Saya punya 5 kamus bahasa Inggris mulai yang setipis note sampai setebal novel Harry Potter. Itu semua tak cukup untuk cas cis cus. Bahkan saya punya assisten bernama google. :D

Sehingga rasanya lucu kalau saya punya buku novel berbahasa Inggris. Di rak buku ada 4 novel, keempatnya belum saya baca. Atau suatu saat nanti akan saya baca. Yaitu:

1.       The Great Gatsby

Gambar

Saya membeli ini novel pas ada bazar di Senayan pada tanggal 10-10-10. Waktu itu saya dan teman-teman dari komunitas pecinta film lagi jalan-jalan cari buku murah. Saya lebih banyak membeli novel terjemahan terbitan Atria yang tipis. Tapi di sela-sela buku tipis yang saya beli ada satu novel asing berjudul the Graet Gatsby. Harganya sungguh bersahabat, hanya Rp 12 ribu. Padahal novel terjemahan bahasa Indonesia nya dibandrol Rp 40 ribu. Ini kebalikan dari biasanya. Kalau pada umumnya novel asli luar sangat mahal dan terjemahannya yang berharga miring, yang ini tidak. Waktu itu saya beli untuk belajar English, rencananya mau saya terjemahkan pelan-pelan sambil untuk memperkaya kosa kata. Faktanya itu buku ga tersentuh sampai sekarang. Tidak ada satu bulan, saya mempunyai novel The Great Gatsby berbahasa Indonesia yang dalam seminggu sudah saya check-read. Duh!

2.       The Game of Thrones 3: A storm of Swords Part 1: Steel and Snow

Gambar

Kalau yang ini baru saja saya dapat dari mengikuti kuis yang diadakan majalah Total Film Indonesia (TFI). Saya sudah puluhan kali ikut kuis dari majalah ini tidak pernah menang. Tapi akhirnya pecah telur juga pas kemarin saya ditelpon sama TFI bahwa saya menang kuis yang hadiahnya dikirim hari itu juga. Siang tadi sudah sampai dan langsung saya buka. Wow, novel tebal The Game of Thrones sudah di tangan. Novel yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini memang sudah jadi incaran saya. Film-nya sudah tayang series di HBO dan ceritanya benar-benar luar biasa. Tiap karakter mempunyai sifat yang tak bisa ditebak. Karakter baik dan jahat terasa absurb. Walau punya novel English-nya saya tetap berharap suatu saat diterjemahkan. Dan saya yakin itu. Ayo Mizan Fantasi, ayo Gramedia percayalah novel tebal ini sudah punya fan base yang besar. Pasti laris manis. Film series-nya sukses besar jadi suatu saat pasti diangkat di layar lebar, jangan nunggu mau diadaptasi baru rebutan hak terjemahan. Bukunya sendiri ada banyak, yang saya pegang adalah seri ke 3 bagian pertama yang tebalnya melebihi seri Harry Potter awal.

3.       Victorian Ghost Stories

Gambar

Ini novel punya kakak saya. Sewaktu lajang kakak saya termasuk orang yang loyal beli buku. Bukunya kebanyakan adalah buku agama, maklumlah dia memang rajin ibadah. Nah diantara buku agama tersebut terselip buku cerita berbahasa Inggris. Bukunya dilunsurkan ke saya. Buku tersebut sudah tercorat-coret memakai pensil dimana coretannya kebanyakan adalah arti per kata. Ini mungkin salah satu cara kakak saya mempelajari English. Dan saya sesekali menikmatinya, tapi belum selesai. Cerita horror (mungkin) menakutkan. Kumpulan cerita pendek yang sudah melegenda di era Victorian yang sudah banyak dikenal (di Eropa).

4.       The Fires of Spring

Gambar

Sewaktu saya bekerja di sebuah Perusahaan furniture 6 tahun lalu, ada seorang rekan kerja yang sangat akrab. Dia duduk di sebelah saya. Dia sering main ke kos saya, dan heran sama koleksi buku saya yang banyak (menurut dia). Kebanyakan novel fiksi. Dia bercerita masa lajangnya dulu bahwa dia diberi hadiah oleh seorang perempuan berupa novel romantis berbahasa Inggris. Dia yang tak tertarik fiksi akhirnya memberikan itu novel ke saya. Katanya, biar benda itu ada pada tempat yang tepat. Dan itu novel masuk koleksi saya di rak, walau belum terbaca. Judulnya the Fires of Spring, di bawahnya ada embel-embel pemenang Pulitzer Prize. Pasti novel bagus, sayangnya belum kelahap selembarpun.

Bahasa Inggris saya memang masih lemah, tapi saya sangat ingin bisa menguasainya. Saya tiap hari masih belajar per kata. Saya catat di HP kata demi kata beserta artinya. Tiap kali saya menemui kata baru langsung saya masukkan daftar wajib hapal. Sistem ini efektif, sayangnya saya yang kurang konsisten. Jadi yang seharusnya 5 kata per hari malah bisa saja 5 kata seminggu atau bahkan sebulan. Butuh kerja keras nih untuk cas cis cus atau menikmati novel English. Wish me luck!

Selamat Menjalankan ibadah puasa.

Karawang, 090713

20 thoughts on “Novel Berbahasa Inggris

  1. saya sih nekat waton brani bunyi aja… toh kalo salah paling banter diketawain.. nih contohnya: sigoese.wordpress.com

    *ga ada crita orang mati karena salah ngomong pake bhs inggris.. #kalem

    • hehe…, ya gitulah. Saya orangnya ga pinter ngomong.
      jangankan pakai English, pakai Sunda saja ga bisa. (ya iyalah gede di Jawa Tengah). :D

      tapi kalau mati gaya banyak.

  2. Belajar berbicara bahasa Inggris harus banyak praktek dengan teman, dan harus juga belajar sedikit kebiasaan-kebiasaan atau budaya mereka. Sepertinya kalau ada kesempatan yang paling jitu tinggal di luar sana yang berbahasa Inggris lamanya sebulan saja. Membaca novel dan koran memang lumayan sulit tapi kalau rajin belajar pasti bisa, ayo semangat! Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s